RATU IBLIS

RATU IBLIS
38


__ADS_3

Hermione sedang berbaring disofa, dia sedang menerawang siapa yang berani merusak isi restoran Dimas.


"Bram awas saja kau" batin Hermione.


Andre masuk kedalam mansion, dia baru pulang sekolah dan yang pertama dilihat adalah Hermione, dia mendekati Hermione perlahan setelah sampai dia langsung naik keatas tubuh Hermione dan memeluknya.


Hermione membuka matanya melihat Andre yang sudah ada diatas tubuhnya.


"Kenapa?" Hermione mengelus kepala Andre.


"Main" Andre menatap mata Hermione, Hermione menggeleng.


"Malam ini kakak mau pergi apalagi besok mau ketemu Bram kan, terus aku kapan kak" ucap Andre.


"Kakak sekarang udah lupain aku" ucap Andre lagi, Hermione tersenyum dia mengusap pipi Andre.


"Mana ada aku melupakan adik kesayanganku ini" ucap Hermione. Andre mendekatkan wajahnya perlahan tapi pasti.


Andre mencium bibir Hermione lembut dan Hermione membalasnya. Tangan Andre membuka resleting Baju Hermione. Andre menarik tubuh Hermione supaya duduk, Andre langsung melepaskan br4 Hermione tanpa melepaskan baju Hermione.


"Semakin besar dan yang pasti ada airnya" ucap Andre mendorong Hermione supaya berbaring kembali dan dua langsung melahap salah satu gunung Hermione membuat Hermione mengeluarkan suaranya.


Tangan Andre menaikkan rok Hermione lalu menarik cd Hermione. Jarinya masuk kedalam lubangnya membuat Hermione semakin tak karuan.


Andre lalu duduk, dia membuka resleting celananya dan mengeluarkan pedangnya. Hermione langsung menarik tubuh Andre dia memegang pedang Andre dan mengarahkan kelubang miliknya.


Andre langsung memasukkannya dengan sekali hentakan, membuat mereka berdua berdesah nikmat. Andre mulai menggoyangkan pinggulnya.


Suara mereka saling bersahutan, keringat mengalir dari tubuh mereka berdua. Mereka bermain diruang tengah.


Iliana keluar dari kamar dan ingin menuju dapur, saat menuruni tangga dia melihat Hermione dan Andre sedang bermain disofa dengan baju yang masih menempel.


"Anj1ng kenapa harus didepan gua sih" gumam Iliana.


"Manusia biasa aja pasti tergoda apa lagi gue iblis yang suka menggoda, emang gak ada akhlak" Iliana berjalan kembali kearah kamar.


"Sialan mereka main siang-siang begini gue malah jadi pengen lagi" ucap Iliana sudah ada dikamar.


"Kak a~kuhh tak tah~an lagihh" ucap Andre.


"Ber~samahh" ucap Hermione.


"Yahhh" ucap Andre mempercepat temponya.


"Aaa sialan lo berdua" ucap Evan yang baru masuk kedalam mansion, Andre dan Hermione yang hampir mencapai puncaknya tak jadi.


"Ahh lo yang si~alan gue mau keluar uh gak jadi" ucap Andre tanpa memghentikan aktivitasnya.


"Salah lo main disini guekan jadi pengen" ucap Evan.


"Pindah sana kekamar" ucap Evan.


"Ud~ahh enak disi~nihhh lo ajahhh sanahh" ucap Andre.


"Adek gue bangun" Evan melihat kabawah.


"Iliana ada gak?" tanya Evan.


"Adahhh dika~marhhh" jawab Hermione. Evan langsung berlari naik tangga menuju kamar Iliana.


Evan langsung membuka pintu kamar melihat Iliana yang tak menggunakan pakaian sama sekali. Dia langsung masuk kamar sambil membuka pakaiannya.


"Ah kena~pahhh kau tak uh menge~tuk duluhh" ucap Iliana.


"Karena aku sudah tak tahan untuk bermain denganmu" jawab Evan.


"Sekarang kamu tak perlu bermain solo karena sudah ada aku disini" Evan langsung menindih Iliana.


"Cepatlah aku tak tahan lagi" ucap Iliana.


"Sabar sayang" Evan langsung memasukkan pedangnya, suara mereka berdua terdengar. Pintu belum ditutup oleh Evan jadi pintunya terbuka lebar.


Julio dan Mona keluar dari kamar masing-masing karena mendengar suara. Julio dan Mona saling tatap tangannya memegang gagang pintu.

__ADS_1


"Ah te~rus Evan"


"Ah nik~mat sekalihh Ana"


"Ce~pat Dre akuhh tak ta~han lagihh"


"Ah ini se~mua salahhh Ev~an dasar peng~gang ah guhhh"


Julio dan Mona berjalan kearah asal suara, dan ternyata suaranya dari kamar Iliana, mereka melihat Evan dan Iliana sedang bercinta, Mona langsung menutup pintunya perlahan.


"Suara Dara sama Andre dimana ya?" tanya Mona.


"Dibawah" jawab Julio. Julio dan Mona lalu melihat kearah lantai 1 dan benar saja mereka melihat Hermione dan Andre sedang bercinta.


"Mereka saja bercinta masa kita tidak" ucap Julio menarik Mona.


***


Hermione sudah berada direstoran tempat dia dan Aroon janjian. Dia mengunggu sambil menghirup vapenya.


"Udah lama ya maaf telat" ucap Aroon baru sampai.


"Tidak aku juga baru sampai" jawab Hermione menyimpan vapenya dimeja.


"Wah ternyata kamu ngevape" ucap Aroon.


"Ya bisa dibilang begitu" ucap Hermione tersenyum.


"Tak apa-apa aku tetap suka" ucap Aroon.


"Apaan sih" ucap Hermione.


"Udah pesen belum?" tanya Aroon.


"Belum" jawab Hermione.


"Ya sudah kita pesan saja dulu" ucap Aroon.


Mereka memesan makanan setelah pesanan datang mereka memakannya dengan tenang. Setelah selesai makan mereka berbincang-bincang.


"Mana berkasnya biar aku tanda tangan" ucap Hermione.


"Berkasnya ada dirumah" ucap Aroon.


"Gimana kalau pas pulang kamu mampir dulu kerumah aku" ucap Aroon.


"Sekarang aja" ucap Hermione.


"Sekarang kita jalan-jalan dulu" ucap Aroon.


"Ayo" Aroon menarik tangan Hermione.


***


Aroon dan Hermione masuk kedalam rumah didalam sana ternyata ada tamu. Disana ada 2 orang perempuan yang sangat dikenal Hermione, disana juga ada adiknya Aroon, ayahnya Aroon dan juga teman kantornya ayah Aroon.


"Kamu yang disekolahkan?" tanya adik Aroon itu.


"Iya" jawab Hermione.


"Kalian udah kenal?" tanya Aroon.


"Belum sih cuman liat aja tadi disekolah" jawab adiknya.


"Kenalin dia Dara rekan kerja aku" ucap Aroon.


"Disuruh duduk dulu nak Daranya" ucap ayah Aroon.


"Ohh iya duduk Ra" ucap Aroon. Hermione langsung duduk dan tersenyum kecil melihat 2 perempuan disana yang tak lain adalah Iliana dan Mona yang menggunakan wujud manusia saat mencari mangsa tak menggunakan wujud asli manusianya.


"Nah ini adik aku Dara namanya Ariel kalau ini papa aku Aris dan ini teman papaku namanya Veno sedangkan mereka berdua sekretaris pribadi papa dan om Veno" ucap Aroon.


"Iya aku kenal mereka berdua kok" ucap Hermione.

__ADS_1


"Udah kenal?" tanya Aroon melihat Hermione, Iliana dan Mona bergantian.


"Kita dulu sekolah bareng" ucap Iliana.


"Dari dulu sahabatan" ucap Mona.


"Ohh" ucap Aroon.


"Eh tunggu aku ambil berkasnya dulu" ucap Aroon.


"Silahkan" ucap Hermione. Aroon pergi dari sana.


"Silahkan minum, apa kamu suka minum yang beralkohol?" tanya Aris.


"Tentu" jawab Hermione mengambil segelas air yang sudah berisi minuman beralkohol.


Hermione terus melihat kearah Iliana dan Mona, sama halnya dengan mereka berdua. Ariel yang melihat Hermione sedari tadi senang karena sesuai yang tadi diucapkan didalam hati jika mereka bertemu lagi maka Hermione akan menjadi milik Ariel.


Aroon datang membawa berkasnya.


"Ini berkas dan pulpennya kalau mau baca saja dulu" ucap Aroon.


"Hmm iya" ucap Hermione mengambil berkas dan pulpennya. Setelah membaca dia lalu menanda tangani berkasnya.


"Ini sudah" ucap Hermione memberikan berkasnya.


"Ohh ya" Aroon mengambilnya.


Tiba-tiba ada yang menelpon Hermione.


"Maaf aku angkat dulu" ucap Hermione melihat siapa yang menelepon.


"Silahkan" ucap Aroon. Hermione berjalan menjauh dari mereka.


"Kemana saja kamu tak ada kabar?" tanya Bram, yang menelpon Hermione adalah Bram.


"Sibuk" jawab Hermione.


"Sibuk apa bermain sama pria lain?" tanya Bram.


"Apa maksudmu?" tanya Hermione.


"Sudah berkali-kali aku meneleponmu dan pada saat kamu angkat suaramu itu selalu seperti sedang bercinta, dan suara prianya selalu berbeda ada 3 suara pria dan salah satunya suara Dimas" ucap Bram.


"Siapa 2 pria itu?" tanya Bram.


"Bukan siapa-siapa, sudahlah aku masih ada pekerjaan disini nanti kalau aku tak sibuk aku akan menelponmu" Hermione langsung mematikan teleponnya.


"b4ngsat tu orang" ucap Hermione.


"Siapa yang kamu bilang?" suara Ariel mengagetkannya.


"Oh bukan siapa-siapa" ucap Hermione berbalik badan lalu menatap Ariel.


Ariel mendekati Hermione, Hermione mundur menjauhi Ariel, Aroon serba salah melihat itu. Aris malah berciuman dengan Iliana sedangkan Veno berciuman dengan Mona.


"Ma mau apa kau?" tanya Hermione terus mundur dan mentok kedinding.


"Aku mau dirimu" jawab Ariel mengunci pergerakan Hermione.


"Ariel aku tau kau suka bermain wanita tapi jangan dia" ucap Aroon.


"Sejak pertama aku melihat dia disekolah tadi pagi aku sudah ingin memilikinya dan sekarang aku tak akan menyia-nyiakan hal itu" ucap Ariel lalu mencium bibir Hermione.


"Ariel dia adalah teman bisnis aku" ucap Aroon, Aroon tak seperti ayahnya dan adiknya yang suka bermain wanita.


Ariel tak menghiraukan perkataan Aroon, dia menggigit bibir bawahnya Hermione lalu memasukkan lidahnya. Tangannya tak tinggal diam dia membuka perlahan kancing baju Hermione. Hermione mulai membalas ciumannya membuat Ariel semakin senang.


"Haduh harus akting lagi nih, tapi tak masalah" batin Hermione tak didengar oleh Iliana dan Mona apalagi Ariel, Aroon, Aris dan Veno.


"Mana ada bokapnya Reno lagi, Veno pantes aja ibunya Reno menikah dengan Tuan Azazel kelakuanmu seperti ini menghabiskan uang untuk kesenangan sesaat sampai tak menyisakan untuk istri" batin Hermione.


"Dan sekarang istrinya sudah meninggal kirain mau tobat eh makin ngelunjak dong, cocok banget nih dimasukkin keneraka, semua yang ada disini emang seharusnya masuk neraka" batin Hermione.

__ADS_1


"Datang ke****kota ini bukannya nemuin anak dulu malah senang-senang dulu" batin Hermione.


Bersambung...


__ADS_2