RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kenangan


__ADS_3

Suasana di Istana Kerajaan Bulan menjadi sepi karna beberapa orang sudah tertidur lelap meski malam belum terlalu larut, sedangkan para pelayan masih sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan untuk semua orang. Lee Brian saat ini berada di atas atap istana Kerajaan Bulan, pria itu duduk sembari membentangkan kedua sayap hitam, Lee Brian menatap ke arah langit dengan sebuah senyuman yang terlihat begitu pait. Takdir kali ini tak berpihak padanya, ia dan Xiao Ziya harus memiliki hubungan sebagai paman dan keponakan. Hal yang paling di takutkan oleh Lee Brian adalah, suatu hari nanti ia harus melihat orang yang ia sayangi bersama dengan pria lain dan yang bisa ia lakukan hanyalah pasrah tanpa ada perlawanan sedikitpun.


"Pertemuan sepuluh ribu tahun yang lalu, kisah dan masa yang telah kita lewati kini hanya menjadi kenangan. Di kehidupan yang lain kita juga gagal bertemu karna takdir tak menyatukan, di kehidupan kali ini kita memang dipertemukan namun dengan sebuah ikatan darah yang tak memungkinkan saya untuk memiliki mu. Jika Penguasa Alam Semesta berkehendak nanti, semoga ada masa dimana saya bisa menjaga mu bukan sebagai seorang paman melainkan seorang kekasih." gumang Lee Brian dengan suara pelan, ratusan kali reinkarnasi yang telah ia lalui tak membuatnya bisa kembali dengan sosok gadis yang begitu ia cintai.


"Untuk sekarang jangan mengingat saya sebagai orang yang pernah bersama dengan mu, cukup anggap saja saya sebagai seorang paman yang akan selalu melindungi mu. Paman pamit karna banyak tugas yang harus diselesaikan, sampai jumpa keponakan kesayangan paman." ucap Lee Brian dengan suara pelan kemudian ia terbang dengan kedua sayap berwarna hitamnya itu.


Setelah kepergian Lee Brian, suasana di Istana Kerajaan Bulan menjadi semakin sepi dan tiba tiba hujan datang. Mungkin langit mengerti sebesar apa pengorbanan yang telah Xiao Ziya lakukan dalam kehidupan sebelumnya untuk pria itu dan sekeras apa perjuangan Lee Brian melalui ratusan reinkarnasi untuk mencari sebuah titik kehidupan dimana ia bisa bertemu dengan kekasihnya lagi. Anggap saja kali ini Lee Brian maupun Xiao Ziya masih belum beruntung karna mereka hanya sebatas paman dan keponakan, anggap saja takdir memang sedang tak berpihak pada Lee Brian karna pada kenyataannya hanya dia yang masih mengingat memori sepuluh ribu tahun yang lalu meski telah melalui banyak kehidupan.


"Bukankah tadi langit masih cerah? mengapa tiba tiba turun hujan seperti ini." tanya Xiao Yan dengan keheranan. Ia dan Xiao Xun yang tadinya berada di halaman depan Kerajaan Bulan untuk melihat aktivitas para prajurit tiba tiba terguyur hujan dan langsung bergegas masuk kembali ke dalam Istana Kerajaan Bulan.


"Entahlah, mungkin memang sudah waktunya untuk hujan. Untunglah kita segera masuk ke dalam istana, air hujan ini jauh lebih dingin daripada biasanya." ucap Xiao Xun yang menggigil kedinginan. Pemuda itu memadatkan energi qi miliknya dan berusaha untuk menghangatkan tubuh.


"Apalagi yang bisa kita lakukan untuk melewati malam yang panjang? saya belum merasakan kantuk sedikitpun." ucap Xiao Yan, ia ingin pergi ke luar untuk melihat pasar yang ada di dekat Istana Kerajaan Bulan namun mereka sedang tak membawa uang.


"Entahlah mungkin kita bisa pergi ke perpustakaan?." ucap Xiao Xun yang sama bingungnya dengan Xiao Yan.


Kedua pemuda itu terus mengelilingi setiap sudut yang ada di istana Kerajaan Bulan hingga membuat para pelayan yang melihat tingkah mereka merasa gemas. Kedua kakak laki laki Nona Besar Xiao Ziya memiliki paras yang tampan meskipun tak setampan Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi namun pesona mereka memiliki daya tarik tersendiri. Saat melintas di depan sebuah kamar Xiao Xun tak sengaja menabrak Pangeran Jongsu Zu yang baru saja keluar dari kamarnya, karna merasa terkejut akhirnya pangeran Jongsu Zu terjatuh kebelakang.


"Maafkan saya karna tak melihat Anda keluar dari dalam kamar." ucap Xiao Xun yang langsung mengulurkan tangannya pada Pangeran Jongsu Zu.


Sang pangeran melihat ke arah Xiao Xun dan Xiao Yan dengan tatapan bingung, wajah kedua pemuda itu terasa sangat asing namun memiliki kemiripan dengan Nona Muda Xiao Ziya. Pangeran Jongsu Zu menerima uluran tangan kemudian bangun, ia tersenyum pada Xiao Xun dan tak mempermasalahkan hal itu.


"Ini bukan kesalahan Anda sepenuhnya, seharusnya saya melihat kedepan terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar." ucap Pangeran Jongsu Zu.


"Ah iya perkenalkan saya Pangeran Jongsu Zu dari Kerajaan Bintang Timur, saya anak dari Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu. Bisa dibilang saya adalah kakak tiri dari Xiao Ziya. Senang bisa bertemu dengan kalian berdua." ucap Pangeran Jongsu Zu yang memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah pada Xiao Yan dan Xiao Xun. Kini kedua pemuda dari Klan Xiao itu saling bertatapan satu sama lain.


Jadi pemuda yang baru saja Xiao Xun tabrakan adalah kakak tiri dari Xiao Ziya yang berasal dari Lapisan Dunia Manusia Abadi? wah sungguh kebetulan yang sangat luar biasa.


"Saya Xiao Xun dan ini kakak saya Xiao Yan. Kemi berdua adalah kakak laki laki dari Xiao Ziya yang berasal dari dunia bawah, senang bertemu dengan Pangeran Jongsu Zu." jawab Xiao Xun yang memperkenalkan dirinya juga.


Kini Pangeran Jongsu Zu yang menatap ke arah kedua pemuda itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, ada perasaan senang karna bisa bertemu dengan kakak tiri Xiao Ziya yang berasal dari Dunia Bawah. Pantas saja kedua pemuda itu memiliki wajah yang mirip dengan adik tirinya, lalu apa hubungan diantara kedua belah pihak itu??.

__ADS_1


"Ahahaha mengapa kalian menjadi canggung seperti ini." ucap Xiao Yan, ia berusaha mencairkan suasana yang sedang membeku itu.


"Jadi bagaimana saya harus menyebut Anda? berapa umur Anda saat ini?." tanya Xiao Xun dengan tatapan bingung.


"Mari kita pergi ke perpustakaan untuk merundingkan hal ini, saya khawatir orang luar akan ikut campur dalam masalah kita." ucap Pangeran Jongsu Zu yang langsung mengajak Xiao Yan dan Xiao Xun menunjuk perpustakaan istana Kerajaan Bulan.


Malam semakin larut, Xiao Ziya membuka matanya perlahan kemudian melihat ke kiri dan ke kanan. Gadis itu menghembuskan nafas lega karna ia berada di dalam kamar pribadinya, Xiao Ziya sangat penasaran dengan wanita bermana Zu Aoai yang telah membantunya untuk keluar dari alam spiritual, mungkinkah wanita itu adalah seorang tabib dengan tingkatan yang sangat tinggi hingga memiliki energi langit yang besar. Sebelum memikirkan hal itu Xiao Ziya harus mengisi perutnya terlebih dahulu, saat ini cacing yang ada si dalam perut Xiao Ziya sedang berdemo meminta jatah makanan.


Xiao Ziya bangun dari tempat tidurnya kemudian berjalan perlahan menuju pintu kamar, saat pintu kamarnya terbuka ia melihat puluhan prajurit Kerajaan Bulan yang sedang berjaga di depan. Xiao Ziya menatap ke arah puluhan prajurit itu dengan tatapan bingung, apa yang sedang mereka semua lakukan dengan berkerumun di depan pintu kamarnya? jika untuk menjaga keamanan kamarnya saja empat prajurit sudah cukup.


"Apa yang sedang kalian lakukan di depan kamar saya?." tanya Xiao Ziya yang mengejutkan semua prajurit yang saat itu sedang fokus melihat ke arah depan. Puluhan prajurit itu langsung menoleh ke belakang dan melihat Nona Muda mereka dengan tatapan bahagia bercampur rasa haru.


"Sebaiknya Nona Xiao Ziya tetap di dalam kamar hingga kondisi Anda pulih, jika Anda membutuhkan sesuatu katakan saja pada kami." ucap salah seorang prajurit yang tak ingin nona mudanya terlalu lelah karena ia baru saja pulih.


"Saya ingin pergi ke ruang makan, bukankah ini sudah saatnya makan malam? saya merasa sangat lapar." jawab Xiao Ziya dengan jujur, senyuman polosnya membuat para prajurit itu merasa gemas dan ingin menculik nona muda mereka sendiri.


"Bagaimana jika kami mengantarkan Anda hingga sampai ke depan pintu masuk ruang makan." tawar salah seorang prajurit.


"Kalian semua?." tanya Xiao Ziya yang tak habis fikir semua orang akan menjadi se posesif ini padanya.


Xiao Ziya menghela nafas pasrah, kali ini ia akan mengalah pada keinginan para prajurit itu. Xiao Ziya berjalan di barisan paling depan dan di belakangnya ada puluhan prajurit yang sedang berjalan dengan rapi, hal itu terlihat sangat lucu karna Xiao Ziya seperti induk ayam yang sedang diikuti oleh anak anaknya. Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi yang baru saja keluar dari kamar mereka untuk membangunkan para tamu dan menyuruh mereka untuk makan malam langsung berhenti tepat di depan pintu kamar. Raja Min Lunxi menatap ke arah keponakannya itu dengan tatapan bingung, mengapa banyak prajurit yang berjalan di belakang Xiao Ziya seperti itu sedangkan Ratu Min Xunzi berusaha menahan tawanya dengan sekuat tenaga.


"Apa apaan ini." ucap Ratu Min Xunzi yang tak bisa menahan tawanya lagi, wanita itu tertawa dengan cukup keras hingga terdengar oleh Xiao Ziya namun gadis itu mengabaikannya.


Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di depan pintu masuk ruang makan, ia langsung masuk ke dalam dan meninggalkan puluhan prajurit itu di luar. Para prajurit langsung berjajar dengan rapi dan berdiri di samping pintu masuk ruang makan, mereka akan menunggu Nona Xiao Ziya selesai makan malam dan mengantarkannya kembali ke kamar dengan selamat. Xiao Ziya duduk di sebuah kursi yang biasa ia tempati saat berada di Istana Kerajaan Bulan, gadis itu menoleh ke kanan dan ke kiri belum ada siapapun selain dirinya.


"Mengapa mereka sangat lama, saya bisa mati kelaparan jika seperti ini." keluh Xiao Ziya yang sudah tak makan selama beberapa hari terakhir, di meja makan juga belum ada hidangan apapun yang bisa ia cicipi sembari menunggangi kedatangan yang lain.


Saat ini Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Tuan Muda Min Xome, dan Tuan Muda Min Wungi sedang sibuk untuk membangunkan beberapa orang yang masih terlelap dalam tidur mereka, Ratu Min Xunzi yakin saat ini keponakan kesayangannya sedang menggerutu kesal karna sedang kelaparan sedangkan yang lain belum datang ke ruang makan.


Tok tok tok...

__ADS_1


Suara pintu kamar Xiao Cunyu yang diketuk oleh Tuan Muda Min Xome, beberapa kali ia membuka pintu namun tak ada jawaban apapun dari dalam kamar. Min Xome memejamkan mata dan mencoba untuk merasakan aura keberadaan seseorang di dalam kamar itu, sepertinya ayah dari adik sepupunya sedang tertidur dengan lelap. Saat Tuan Muda Min Xome kebingungan memikirkan cara untuk membangun ayah dari Xiao Ziya, tiba tiba dari arah belakang muncul Xiao Yan, Xiao Xun, dan Pangeran Jongsu Zu.


"Anda ingin membangunkan ayah saya?." tanya Xiao Yan yang menatap Tuan Muda Min Xome dengan tatapan heran. Ayahnya tak akan bangun jika pintu kamar diketuk dengan lembut seperti itu.


"Ini sudah waktunya untuk makan malam, saya ingin membangunkan Tuan Xiao Cunyu namun sedari tadi tak ada jawaban apapun dari dalam kamar." jawab Tuan Muda Min Xome dengan tatapan heran.


"Biar saya yang membangunkan ayah, Tuan Muda bisa membangunkan yang lain." ucap Xiao Yan yang tak tega melihat wajah kebingungan dari kakak sepupunya itu.


"Baiklah jika begitu saya permisi terlebih dahulu dan terimakasih untuk bantuannya." ucap Tuan Muda Min Xome yang langsung pergi meninggalkan ketiga pemuda itu di depan kamar Tuan Xiao Cunyu.


Tok tok tok.


Tok tok tok tok...


Tok tok tok tok tok...


Suara pintu kamar Xiao Cunyu yang diketuk dengan sangat brutal oleh Xiao Yan, pemuda itu terbiasa melakukan hal tersebut jika ingin membangunkan sang ayah. Ayahnya memiliki sifat yang mirip dengan Xiao Ziya, mereka sama sama sulit dibangunkan ketika sudah tertidur lelap.


Xiao Cunyu yang tadinya sedang tertidur lelap merasa terusik dengan suara ketukan pintu itu, ia langsung bangun dan berjalan ke arah pintu kemudian membukanya dengan lebar.


"Mengapa kalian membangunkan ayah? bukankah ini masih sangat malam." ucap Xiao Cunyu dengan mata setengah terpejam.


"Ini sudah waktunya untuk makan malam, jika ayah ingin kelaparan silahkan tidur kembali dan kami akan pergi ke ruang makan sekarang juga." jawab Xiao Yan dengan ekspresi santai seperti ia tak melakukan kesalahan apapun padahal pria itu adalah ayah kandungnya sendiri.


"Baiklah ayah akan pergi, tapi mengapa anak laki laki ku sekarang ada tiga?." ucap Xiao Cunyu yang menatap bingung ke arah seorang pemuda yang memiliki sedikit kemiripan dengan Xiao Ziya.


"Selamat malam paman, salam hormat dari saya Pangeran Jongsu Zu. Saya adalah anak dari Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu, senang bisa bertemu dengan Anda." ucap Pangeran Jongsu Zu dengan senang hati memperkenalkan diri pada ayah tirinya itu.


"Pantas saja Anda memiliki kemiripan dengan putri saya, ternyata Anda putra sari Junyi Zu." ucap Xiao Cunyu dengan suara tawa yang terdengar agak canggung, pria itu tak menyangka akan bertemu dengan mantan istrinya di tempat ini.


"Sudahlah mari kita bergegas pergi sekarang." ucap Xiao Xun yang langsung pergi menuju ruang makan Kerajaan Bulan di susul oleh yang lainnya.

__ADS_1


Saat berjalan menuju ruang makan Istana Kerajaan Bulan, Xiao Cunyu terus memikirkan bagaimana jika ia benar benar bertemu dengan Junyi Zu nanti? apakah ia bisa berpura pura tak mengenai wanita itu agar tak terjadi konflik antara ia dan suami pertama dari mantan istrinya?. Saat menjemput paksa Junyi Zu, Yie Gu dan Raja Yongling Zu menyodorkan sebuah surat perceraian yang harus ditandatangani oleh Xiao Cunyu jika pria itu ingin melihat putrinya selamat. Akhirnya dengan sangat amat terpaksa Xiao Cunyu menandatangani surat perceraian tersebut, karna itulah saat ini statusnya dan Junyi Zu adalah mantan suami istri. Xiao Cunyu tak berharap banyak karna ingatan Junyi Zu sedang terganggu, mungkin wanita itu tak akan pernah mengingatnya lagi.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2