RATU IBLIS

RATU IBLIS
Klan Mue


__ADS_3

Di sisi lain beberapa jenderal yang sedang pergi menuju Istana Kerajaan Yuan Liong telah sampai di tempat tujuan mereka, para jenderal itu bergegas pergi menuju aula utama untuk bertemu dengan sang raja. Seorang pria tampan sedang duduk di atas singgasana dengan senyuman yang dapat memikat hati semua orang, pria itu adalah Raja Yuan Monzi dari Kerajaan Yuan Liong. Sebagai seorang raja ia dikenal karna parasnya yang tampan melebihi raja raja dari kerajaan lain, Raja Yuan Monzi juga memiliki empat orang istri. Istri pertamanya mendapatkan posisi sebagai seorang ratu meski saat itu ia sedang dalam kondisi yang tak baik, lima tahun yang lalu Ratu Yuan Mingi mendapat serangan mental yang cukup untuk membuatnya depresi seperti sekarang, wanita itu harus kehilangan anak yang sedang ia kandung karna ulah salah seorang selir.


Meskipun Ratu Yuan Mingi mengalami gangguan jiwa sang raja tak berniat mengganti posisi istri pertamanya dengan istrinya yang lain, beberapa anggota Keluarga Kerajaan Yuan Liong mendesak sang raja untuk mengangkat Permaisuri Yuan Bianze untuk menjadi ratu. Permaisuri Yuan Bianze adalah istri kedua dari sang raja, ia bisa mendapatkan posisi itu karna Raja Yuan Monzi menghamilinya terlebih dahulu ketika dalam keadaan mabuk. Sedangkan kedua istri raja yang lain mendapatkan posisi sebagai selir, mereka adalah wanita yang diserahkan oleh keluarganya untuk menggantikan nyawa beberapa orang, hal itu terjadi saat Raja Yuan Monzi berperang dengan kerajaan lain.


"Hormat kami pada Yang Mulia Raja Yuan Monzi." ucap para jenderal itu yang bersujud di hadapan raja mereka, mungkin sikap para jenderal terlihat sangat berlebihan akan tetapi itu hal yang wajar bagi semua orang yang tinggal di wilayah Kerajaan Yuan Liong.


"Berdirilah dan katakan apa yang membuat kalian semua datang menemui saya?." tanya Raja Yuan Monzi dengan senyuman dingin.


"Seorang gadis memasuki wilayah Kerajaan Yuan Liong beberapa saat yang lalu, dia memiliki token hitam sama seperti milik rekan lama Anda yaitu Raja Artur." ucap salah seorang jenderal yang sedang menjelaskan pada rajanya.


Raja Yuan Liong memiliki hubungan yang cukup baik dengan Alam Neraka karna leluhurnya adalah sahabat baik dari Raja Artur, hubungan diantara keduanya mulai renggang ketika beberapa kerajaan di wilayah Dunia Manusia Abadi mulai menyerang ke lapisan dunia lain. Sebagai salah satu kerajaan dengan pengaruh yang kuat tentu Raja Yuan Monzi juga mengirim pasukan terbaiknya untuk membantu penyerangan tersebut, semenjak hal itu terjadi Raja Artur tak pernah berkunjung lagi ke wilayah Kerajaan Yuan Liong karna merasa kecewa dengan sikap sang raja. Renggangnya hubungan tersebut membawa dampak yang cukup buruk dari wilayah Kerajaan Yuan Liong karna mereka mulai kehabisan esensi khusus yang di dapat dari Alam Neraka.


"Dimana gadis itu sekarang?." tanya Raja Yuan Monzi dengan sorot mata sayu, ia ingin menjalin hubungan baik dengan gadis tersebut.


"Sepertinya gadis itu pergi menuju Klan Mue, ia juga berpesan agar pihak kerajaan tak ikut campur dengan urusannya." jelas salah seorang jenderal dengan menundukkan kepala, menatap mata sang raja secara langsung adalah hal yang dilarang karna itu semua orang akan menundukkan kepala mereka ketika berbicara dengan Raja Yuan Monzi kecuali anggota keluarganya sendiri.


"Kalian bisa menunggu gadis itu di sebuah penginapan yang dekat dengan Klan Mue, jika ia sudah keluar dari sana katakanlah padanya bahwa Raja Monzi mengundangnya datang ke istana." ucap Raja Yuan Monzi dengan senyuman lebar, pria itu memiliki sebuah harapan untuk memperbaiki hubungannya dengan alam neraka. Kemungkinan besar gadis itu adalah pemimpin alam neraka generasi sekarang karna Raja Artur sudah sangat tua, akan tetapi seingatnya Raja Artur tak memiliki anak perempuan ataupun seorang istri.


"Baiklah kami akan mengawasi gadis itu, kami pamit Yang Mulia Raja Yuan Monzi." ucap para jenderal itu yang langsung pergi meninggalkan aula untuk menjalankan tugas dari raja mereka.


Di tempat lain saat ini Xiao Ziya sedang mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah sebuah papan kayu bertuliskan Klan Mue, gadis itu tersenyum miring. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya Xiao Ziya sampai di Klan Mue, gadis itu tak perlu mengetuk pintu ataupun meminta izin pada para penjaga gerbang masuk klan untuk masuk kedalam sana. Sedari awal keberangkatannya Xiao Ziya sudah berniat untuk menghancurkan Klan Mue sebagai hadiah yang akan ia berikan pada Mue Linzong dan Mue Sanron ketika mereka kembali nanti.


Seorang prajurit penjaga gerbang masuk Klan Mue menghampiri Xiao Ziya karna merasa ada yang aneh dengan gelagat gadis itu, sedari tadi gadis asing yang tak mereka kenal menatap papan nama Klan Mue dengan tatapan tajam disertai senyuman yang terasa sedang menyindir.


"Jika Nona tak memiliki kepentingan dengan anggota Klan Mue sebaiknya Nona pergi dari sini." ucap prajurit itu dengan tatapan sinis, gadis asing seperti yang ada di hadapannya hanya akan menggangu ketenangan Klan Mue.


"Saya hanya sedang melihat dan membaca tulisan yang ada di papan kayu itu, setelah saya amati cukup lama ternyata tulisan itu begitu konyol." komentar Xiao Ziya mengenai papan nama milik Klan Mue. Mendengar perkataan dari Xiao Ziya membuat para prajurit penjaga gerbang merasa geram.


"Pergilah sebelum kami melakukan tindakan yang lebih tegas." bentak salah seorang prajurit penjaga gerbang dengan raut wajah tak suka.

__ADS_1


Xiao Ziya masih diam di tempatnya, ia terus memandangi papan nama aneh itu. Tiba tiba saya Xiao Ziya mengambil pedang hitam miliknya dan menebas papan nama itu hingga menjadi beberapa bagian kecil, tindakan Ziya membuat para penjaga gerbang masuk Klan Mue dan beberapa orang yang sedang berlalu-lalang merasa terkejut.


"Tangkap gadis kurang ajar itu!!." triak salah satu penjaga gerbang yang langsung menyerang Xiao Ziya menggunakan pedang miliknya, beberapa prajurit datang dan berusaha menangkap Xiao Ziya di saat salah satu rekan mereka sedang menyerang gadis itu.


Xiao Ziya menatap datar ke arah mereka semua, diantara semua kelompok prajurit yang pernah ia temui ternyata prajurit dari Klan Mue lah yang paling tak tau malu dan tak memiliki etika ketika ingin menangkap orang lain. Dengan segera Xiao Ziya menyerang para prajurit penjaga gerbang itu hingga mereka tumbang dan jatuh ke tanah. Seorang prajurit yang tadinya sibuk menyerang Xiao Ziya merasa takut setelah mengetahui kekuatan dari gadis itu, ia berusaha melarikan diri dan melapor pada ketua yang lain.


"Ahahaha kemana kau akan pergi." ucap Xiao Ziya, gadis itu melesat ke arah sang prajurit penjaga gerbang dan langsung memotong bagian perutnya hingga terbelah menjadi dua bagian. Meski kondisinya sangat parah prajurit itu belum mati karna ia sudah mencapai setengah keabadian.


"Ini sangat bagus, luka dari pedang yang saya miliki membuat Anda tak bisa memulihkan diri walau dengan berkat keabadian. Selamat menikmati kematian yang menyiksa." ucap Xiao Ziya yang langsung menendang dengan kasar gerbang masuk Klan Mue hingga beberapa bagian gerbang itu sampai rusak.


Mendengar suara keributan dari gerbang depan membuat beberapa murid Klan Mue berlarian untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana, para murid Klan Mue menatap ke arah seorang gadis muda dengan tatapan bingung. Siapa gadis itu? apa yang ingin gadis itu lakukan di Klan Mue? dan hal apa yang sedang terjadi sekarang hingga para prajurit penjaga gerbang maupun prajurit lain tewas dalam konsisi yang mengenaskan?.


"Dimana para ketua klan kalian?." tanya Xiao Ziya yang beralih melihat ke arah para murid Klan Mue dengan tatapan tajam dan aura mengintimidasi yang sangat kuat.


"Apa kau yang sudah membunuh mereka semua? Klan Mue kami tak pernah membuat masalah dengan Anda." ucap salah seorang pemuda seusia Xiao Ziya, pemuda itu sangat tertarik dengan kecantikan yang Xiao Ziya miliki namun melihat tujuan gadis itu datang ke Klan Mue membuatnya mengurungkan niat untuk berkenalan dengan Xiao Ziya.


"Pergilah kami tak menerima kedatangan tamu asing seperti mu." ucap murid Klan Mue yang lain.


"BERISIK!!." triak Xiao Ziya menggunakan tenaga dalamnya hingga semua murid Klan Mue jatuh kebelakang dan tersungkur di tanah.


Suara teriakan Xiao Ziya menggema hingga ke seluruh wilayah kekuasaan Klan Mue, para ketua klan langsung keluar dari ruang kerja mereka dan menghampiri sumber suara.


"Hentikan, sebaiknya nona mengatakan kesalahan yang telah kami buat hingga Anda ingin menghancurkan Klan Mue seperti ini." ucap Mue Jingsu. Saat ini pemimpin dan wakil pemimpin sedang berada di Kerajaan Bintang Timur untuk menyelesaikan masalah Selir Mue Zu karna hal itu Mue Jingsu mengisi sementara kekosongan posisi pemimpin Klan Mue.


"Kalian mungkin tak melakukan kesalahan apapun pada saya, namun pemimpin dan wakil pemimpin dari Klan Mue yang telah membuat saya sangat marah." ucap Xiao Ziya dengan aura membunuh yang meluap luap dari dalam tubuhnya. Para ketua Klan Mue saling bertatapan satu sama lain, apa yang telah dilakukan oleh pemimpin dan wakil pemimpin mereka hingga menyinggung monster seperti gadis itu.


"Saat ini pemimpin dan wakil pemimpin kami sedang berada di Kerajaan Bintang Timur, tak mungkin mereka membuat masalah dengan Anda." ucap Mue Zuhen ketua klan kedua. Mungkinkah gadis yang ada di hadapan mereka berasal dari wilayah Kerajaan Bintang Timur.


"Saya datang kesini bukan ingin berbincang bincang atau menjelaskan kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh kedua orang tua itu, saya datang kesini untuk membalas dendam atas apa yang telah dilakukan oleh mereka berdua." ucap Xiao Ziya yang langsung menyerang beberapa ketua Klan Mue tanpa aba aba terlebih dahulu hingga mereka mendapat luka yang parah dari serangan Xiao Ziya.

__ADS_1


Para ketua Klan Mue bersiap untuk menyerang balik gadis aneh itu, mereka tak akan mengalah ketika mendapat perlakuan buruk dari pihak luar selain itu alasan sang gadis menyerang sangatlah tak jelas. Mue Zunhi dan Mue Linggi meminta para murid Klan Mue untuk bersembunyi di tempat yang aman hingga para ketua klan bisa mengatasi masalah ini. Para ketua Klan Mue berkumpul menjadi satu dan mengeluarkan senjata spiritual mereka masing masing, Mue Jingsu dan Mue Zuhen menyerang Xiao Ziya menggunakan pedang mereka, Mue Lingsu dan Mue Bien menyerang Xiao Ziya menggunakan tombak dengan ujungnya yang mereka beri racun. Beberapa anggota ketua Klan Mue yang lain menjauh dari arena pertarungan mereka menyiapkan busur panah untuk memanah gadis itu saat ada celah.


Suara dentingan pedang dan tombak yang beradu secara bergantian membuat suasana di Klan Mue menjadi mencekam, para penduduk memilih untuk melihat bagaimana kondisi Klan Mue saat ini dan jika terjadi sesuatu yang penting maka mereka akan bergegas pergi menuju Istana Kerajaan Yuan Liong dan melaporkan pada Yang Mulia Raja Yuan Monzi.


"Siapa gadis itu? mengapa tiba tiba ia menyerang Klan Mue?." tanya salah seorang penduduk dengan tatapan heran. Gadis yang sedang bertarung dengan beberapa ketua Klan Mue itu terlihat sangat asing bagi mereka.


"Mungkin ada salah satu anggota Klan Mue yang membuat masalah dengannya." ucap seorang penduduk yang sedang menebak apa yang terjadi.


Pertarungan antara Xiao Ziya dan keempat ketua Klan Mue masih terus berlangsung hingga malam pun datang, dua diantara kedua ketua Klan Mue sudah mendapatkan luka yang cukup parah hingga mereka tak bisa memegang senjata lagi. Melihat kedua ketua klan itu dalam kondisi yang kritis dengan segera Xiao Ziya menebas kepala mereka menggunakan pedang hitamnya hingga mati di tempat. Kematian Mue Lingsu dan Mue Zuhen membuat ketua yang lain terkejut, seberapa kuat gadis itu hingga bisa membunuh seseorang yang hampir mencapai keabadian yang sempurna?.


"Panah gadis itu sekarang, jangan menunggu lebih lama lagi." ucap Mue Zunhi yang memberi perintah pada para ketua yang bertugas untuk memanah.


Akhirnya beberapa ketua Klan Mue menembakkan panah mereka ke arah Xiao Ziya, sangat disayangkan tak ada satu panah pun yang dapat menyentuh tubuh gadis itu karna saat ini tubuh Xiao Ziya sedang dilapisi oleh api hitam miliknya. Setiap anak panah yang ingin mengenai tubuh Xiao Ziya panah itu langsung meleleh dan hancur dalam sekejap mata, kini tak ada lagi yang bisa mengganggu pertarungan antara Xiao Ziya dengan kedua ketua Klan Mue yang masih sibuk menyerangnya itu.


"Membeku." ucap Xiao Ziya, seketika tubuh Mue Jingsu dan Mue Bien berubah menjadi bongkahan es yang sangat dingin. Beberapa ketua ingin menghampiri mereka namun langsung diserang oleh Xiao Ziya hingga mati.


"Ini saja belum cukup untuk membalas dendam saya pada pemimpin dan wakil pemimpin Klan Mue." ucap Xiao Ziya seperti seorang iblis yang sangat haus darah, meskipun telah membunuh beberapa ketua Klan Yuang Yie tak ada bercak darah yang mengotori baju, ataupun ujung pedang gadis itu.


"Jelaskan pada kami kesalahan apa yang telah pemimpin buat hingga Anda semarah ini!!" triak Mue Linggi dengan suara kencang, setidaknya ia harus mengetahui alasan pasti dari gadis itu sebelum kematian datang menjemputnya.


"Wanita tua bangka beserta suaminya itu ingin membunuh saya dan ibu saya, hal yang membuat saya sangat marah adalah saat wanita tua itu memotong kedua telapak tangan ibu saya. Saat itu juga saya berjanji pada diri saya sendiri untuk menghapus Klan Mue dari Dunia Manusia Abadi." ucap Xiao Ziya secara singkat, dan jelas.


Beberapa ketua Klan Mue yang tersisa menunjukkan raut wajah bingung, saat ini yang menjadi target Mue Linzong dan Mue Sanron hanyalah Ratu Junyi Zu bersama seorang gadis yang telah melukai Selir Mue Zu. Mungkinkah gadis yang sedang meluluh lantakkan Klan Mue itu adalah gadis yang sama? jika itu benar artinya keluarga pemimpin mereka telah mencari masalah dengan orang yang salah.


"Lalu mengapa kami yang harus menanggung perbuatan yang telah mereka buat!!." ucap Mue Zunhi yang tak terima jika para ketua Klan Mue yang lain harus menanggung dosa dari pemimpin klan mereka.


"Karna tanpa kalian maka kedua orang tua busuk itu hanyalah dua orang sampah." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring, gadis itu melesat ke arah beberapa ketua Klan Mue yang tersisa dan menebas kepala mereka satu persatu menggunakan pedang hitam hingga terputus dari lehernya. Beberapa ketua Klan Mue yang sudah sampai di kesempurnaan abadi tetap hidup meskipun kepala dan badannya sudah terpisah, Xiao Ziya melihat ke arah beberapa kepala dan langsung membakarnya menggunakan api hitam agar segera sampai di alam baka.


"Tinggal sentuhan terakhir untuk menghancurkan Klan Mue seutuhnya." ucap Xiao Ziya yang berjalan keluar melewati gerbang masuk Klan Mue yang telah hancur beberapa bagian. Gadis itu menyalakan api hitam di tangan kirinya kemudian melemparkan api hitam itu ke salah satu bangunan yang ada di Klan Mue. Dalam hitungan detik api hitam milik Xiao Ziya sudah membakar seluruh bangunan Klan Mue, para penduduk yang melihatnya hanya bisa diam di tempat, jika mereka melaporkan ke Istana Kerajaan Yuan Liong semuanya sudah terlambat.

__ADS_1


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2