RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pertarungan Sengit


__ADS_3

Yufenzu menghentakkan kakinya ke tanah beberapa kaki hingga muncul beberapa golem tanah dengan ukuran besar yang siap untuk menyerang semua orang yang menghalanginya untuk masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan. Raja Min Lunxi tak tinggal diam, ia membaca sebuah mantra kuno hingga muncul ribuan pasukan mayat hidup yang siap untuk melawan golem tanah itu. Zu Genzi dan Yie Cinling bangkit, mereka berdua bekerja sama untuk menghancurkan beberapa golem tanah bersama pasukan mayat hidup milik Raja Min Lunxi.


"Diaman Yie Munha, biarkan saya membawa calon pengantin saya pergi dan masalah ini akan selesai." ucap Yufenzu yang bersikeras untuk bertemu dengan Yie Munha.


"Saya tak ingin menikah dengan Anda, masih banyak wanita cantik diluar sana. Mengapa Anda harus memilih saya sebagai calon istri Anda." ucap Yie Munha yang sedang dijaga oleh Tuan Muda Min Xome dan Tuan Muda Min Wungi, keduanya tak ingin pemuda itu tiba tiba melesat dan membawa Yie Munha pergi dari wilayah Kerajaan Bulan.


"Jadi gadis ini yang bernama Yie Munha? kau cantik seperti yang saya harapkan. Saat ini kau hanya memiliki dua pilihan saja, menikah denganku atau menjadi tumbal untukku." ucap Yufenzu dengan tatapan serius. Yie Munha jauh lebih cantik dari yang ia bayangkan, bagaimana bisa gadis cantik itu menjadi cucu dari dua orang yang tak berguna seperti Yie Gu dan Yie Weinje.


"Saya sudah nyaman berada di tempat ini, saya juga diperlukan dengan baik di sini. Jika saya ikut dengan Tuan Penguasa Agung pasti Anda akan mengajak saya kembali ke Klan Yie." ucap Yie Munha dengan sorot mata sedih, mungkin ia bisa mengalihkan perhatian Penguasa Agung hingga rekannya yang lain selesai mengalahkan golem golem tanah dengan jumlah yang cukup banyak itu.


Yufenzu menatap ke arah Yie Munha dengan tatapan bingung, mengapa calon istrinya merasa nyaman berada di Istana Kerajaan Bulan? Yie Gu dan Yie Weinje mengatakan bahwa Yie Munha diperlukan dengan buruk oleh orang orang yang ada di Istana Kerajaan Bulan. Mungkinkah dua orang tua itu telah membohonginya lagi? jadi perkataan siapa yang harus ia percaya.


"Mengapa kau terlihat sedih seperti itu calon istriku." ucap Yufenzu.


"Jangan memanggil nya dengan sebutan menggelikan seperti itu, siapa yang akan menjadi calon istrimu? kau saja tak bisa melindunginya dari kejaran kakek sialan yang ingin membunuhnya beberapa minggu yang lalu." gumang Tuan Muda Min Xome dengan kesal. Ia sangat ingin memukul Penguasa Agung menggunakan kekuatannya sendiri namun biasakah ia mempercayakan keamanan Yie Munha pada sang adik.


"Bagaimana mungkin kedua orang tua itu ingin membunuh calon istriku, jangan mengatakan hal yang tidak tidak." ucap Yufenzu dengan sorot mata tajam, tatapan matanya itu membuat jantung Min Xome berhenti berdetak untuk beberapa saat.


Tubuh Min Xome menjadi pucat, banyak keringat dingin yang keluar dari keningnya. Melihat kondisi sang kakak laki laki yang tiba tiba seperti itu membuat Min Wungi khawatir dan segera membuat sebuah formasi pelindung untuk melindungi kakak laki lakinya itu dari pandangan Yufenzu. Beberapa saat setelahnya jantung Min Xome kembali lagi berdetak dengan normal, pemuda itu menghela nafas lega karna ia tak jadi mati sebelum melakukan perlawanan apapun pada Penguasa Agung.


"Saya bisa membunuh mereka semua dengan sangat mudah, jadi buatlah keputusan sekarang juga Nona Yie Munha." ucap Yufenzu, pemuda itu tak sedang main main dengan ucapannya. Ia bisa membunuh semua orang yang menghalanginya untuk membawa Yie Munha pergi dari tempat ini.


Saat ini Ratu Min Xunzi, Raja Min Lunxi, Yie Cinling, dan Zu Genzi bersama beberapa penyihir hitam yang sudah sadarkan diri berusaha untuk menghancurkan para golem tanah yang tak ada habisnya itu. Yufenzu membalikkan badannya dan menatap ke arah orang orang yang sedang berusaha menghancurkan golem tanah miliknya itu, tangan Yufenzu mengepal kemudian para golem tanah bersatu dan menciptakan sebuah golem yang sangat besar dan tingginya mencapai dua belas meter. Dari kejauhan Xiao Ziya melihat sesosok monster tanah aneh yang berada tepat di wilayah perbatasan Kerajaan Bulan dengan Klan Yie, gadis itu meminta pada Mokuzo untuk mempercepat laju terbangnya lagi


"Ada yang tidak beres dengan monster golem raksasa itu, segera mendarat di sisi gerbang perbatasan Kerajaan Bulan!." perintah Xiao Ziya dengan tegas dan tak ingin mendengar apapun lagi dari Mokuzo, mungkin sosok yang disebut Penguasa Agung telah sampai di wilayah Kerajaan Bulan. Entah apa lagi rencana yang dibuat oleh Yie Gu dan Yie Weinje hingga melibatkan banyak orang dari pihak Xiao Ziya.


Golem raksasa itu mengepalkan tangannya kemudian memukul tanah dengan sangat kencang hingga muncul sebuah retakan di tanah dan retakan itu hampir merubuhkan gebang perbatasan Kerajaan Bulan.


"Formasi pelindung tuju pagoda!." triak Xiao Ziya dari atas langit, setelah ia mengucapkan kata kata itu muncul sebuah pagoda dengan tinggi yang sama dengan monster golem tanah. Pagoda itu menutupi seluruh wilayah Kerajaan Bulan dan menutup kembali retakan yang ada di tanah.


Semua orang yang tadinya sibuk mengeluarkan jurus terbaik mereka untuk mengalahkan golem raksasa itu langsung melihat ke arah langit, terlihat seekor naga besar berwarna hitam dengan dua orang yang sedang berdiri di atas punggungnya. Di sisi lain Yufenzu menatap tajam ke arah seorang gadis yang berhasil mematahkan serangan telak dari monster golem raksasa miliknya, siapa gadis itu dan mengapa ia merasakan tekanan yang cukup kuat meski jarak mereka sangatlah jauh.

__ADS_1


"Mokuzo antar Lunx sampai turun ke bawah, saya akan meloncat turun ke bahu Monster golem tanah raksasa itu dan mengalahkannya." ucap Xiao Ziya yang ingin meloncat dari ketinggian yang sangat ekstrim. Mokuzo hanya bisa mengiyakan perintah dari nona mudanya itu meski ia sangat khawatir dengan keselamatan sang nona muda.


Xiao Ziya melompat turun dari panggung Mokuzo kemudian mendarat dengan tepat di bahu monster golem tanah raksasa, Xiao Ziya mengambil pedang hitam dari cincin semesta miliknya dan melapisi pedang itu menggunakan lima jenis api sekaligus. Api hitam, api putih, api merah dari neraka, api merah melambangkan mawar api yang ada di lautan spiritual milik Xiao Ziya dan api biru menyatu dalam pedang hitam itu. Xiao Ziya menebas kepala golem itu menggunakan pedang hitamnya, golem yang awalnya sangat keras dan sulit untuk dikalahkan oleh Ratu Min Xunzi dan juga yang lainnya bagaikan bubur tanah untuk Xiao Ziya. Kepala golem itu terpisah dari badan kemudian hancur menjadi debu, Xiao Ziya melakukan gerakan memotong secara dari bagian badan golem itu hingga berakhir di kaki kanan sang golem.


Duaar..!!!


Suara ledakan yang cukup kencang saat golem tanah raksasa itu hancur menjadi debu. Saat ini Xiao Ziya sedang bertatap tatapan tajam dengan Yufenzu, jadi inilah sosok Penguasa Agung yang telah mengambil jiwa milik ibunya, kemudian memisahkan sang ibu dengan saudara kembarnya, lalu membuat sang nenek terpaksa mengakhiri hidup karna tak memiliki pilihan lain.


"Akhirnya kau datang juga keponakan ku." ucap Ratu Min Xunzi yang sudah bisa bernafas dengan lega, sepertinya hanya Xiao Ziya yang mampu melawan sosok Panguasa Agung.


"Maaf karna telah membuat kalian menunggu lama, masalah kali ini biar saya yang menyelesaikannya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh kebencian yang ia berikan pada Yufenzu.


"Cih, apa yang telah saya lakukan pada Nona cantik hingga Anda terlihat sangat marah pada saya?." tanya Yufenzu yang tak mengetahui siapa gadis muda yang ada di hadapannya dan mengapa gadis itu sangat membencinya.


Jika dilihat lihat lagi gadis asing yang baru saja turun dari langit itu lebih cocok menjadi calon pengantin untuk Panguasa Agung karna ia lebih cantik dari Yie Munha selain itu kekuatan diantara mereka juga setara. Jika Yie Munha menolak lamarannya maka ia akan berusaha mendapatkan hati gadis cantik yang tak jelas identitasnya.


"Saya tak sedang berbicara dengan Anda, jadi diamlah." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata dan nada bicara dingin.


"Ia datang untuk menjemput Yie Munha dan menjadikan Yie Munha sebagai pengantinnya, jika Yie Munha menolak maka pemuda itu akan menghancurkan satu wilayah Kerajaan Bulan." jawab Ratu Min Xunzi dengan sikat, padat, dan juga jelas.


Menjemput Yie Munha dan menjadikannya seorang pengantin? apakah kakek tua dengan wajah seorang pemuda berumur dua puluh tahun itu sudah gila?. Jarak usianya saja dengan Yie Munha susah sangat jauh, terlebih lagi mereka berdua tak saling mengenal satu sama lain dan yang lebih penting adalah Yie Munha saat ini salah satu orang yang berada di bawah perlindungan Xiao Ziya.


"Lelucon Anda itu sangat lucu Tuan Penguasa Agung. Meski wajah Anda sangat muda namun saya tau Anda sudah berusia lebih dari seratus tahun, Anda lebih cocok menjadi kakek dari Yie Munha daripada menjadi calon suaminya." ucap Xiao Ziya yang membuat semua orang terkejut, jadi sosok Penguasa Agung sudah berumur lebih dari seratus tahun meski penampilannya masih sangat muda.


"Umur bukanlah penentu untuk dua orang yang ingin menikah." jawab Yufenzu yang mulai kesal dengan tingkah gadis asing itu.


"Lagipula apakah Anda sudah mendapatkan restu dari saya untuk menikahi Yie Munha? Yie Gu dan Yie Weinje bukanlah siapa siapa bagi Yie Munha. Jadi untuk menikah dengannya Anda harus mendapatkan restu dari saya, dan Anda perlu mengetahui bahwa saya tak akan pernah membiarkan Yie Munha menikah dengan manusia seperti Anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring.


Yufenzu merasa terhina dengan perkataan gadis itu, ia mengeluarkan sebuah tombak kemudian mulai menyerang Xiao Ziya menggunakan tombak itu. Tombak milik Yuzeng telah me dapatkan seribu tetes darah iblis yang ia ambil secara paksa dengan kata lain tombak berwarna hitam legam dengan ukiran bahas kuno itu memiliki kekuatan yang sangat jahat.


"Saya tak perlu meminta restu darimu, saya akan membunuhmu dan membawa Yie Munha pergi dari tempat ini." ucap Yufenzu dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


"Oh ya? saya Xiao Ziya tak akan pernah membiarkan orang orang yang saya lindungi mendapatkan nasib buruk seperti ini." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi tenang, meski Penguasa Agung adalah lawan yang cukup tangguh untuknya namun Xiao Ziya yakin bisa mengalahkan kakek tua tak tau diri ini.


Tombak milik Yufenzu berbenturan langsung dengan pedang hitam milik Xiao Ziya hingga membuat sebuah gelombang energi yang sangat kuat dan membuat keduanya terpental beberapa meter. Xiao Ziya menarik nafas beberapa kali kemudian menajamkan pandangannya untuk melihat pergerakan dari Yuzeng yang datang kearahnya dengan sangat cepat.


"Tak kan semudah itu jika Anda ingin membunuh saya. Sepertinya Anda telah melakukan sesuatu yang buruk pada para Iblis yang kabur dari Alam Neraka, sebagai seorang Junjungan Muda dan calon ratu mereka saya akan memberi Anda hukuman." ucap Xiao Ziya dengan penampilannya yang tiba tiba saja berubah. Mata gadis itu berwarna merah darah dengan rambut dilapisi oleh api, terdapat sebuah tanduk kecil di kepala gadis itu dan sebuah mahkota yang memancarkan kekuatan murni Penguasa Alam Neraka.


Yufenzu menatap bingung ke arah gadis bernama Xiao Ziya itu, sebenarnya siapa dia dan apa hubungannya dengan ribuan iblis yang telah ia korbankan untuk memperkuat tombak miliknya itu. Yufenzu merasakan aura yang lebih kuat memancar dari tubuh Xiao Ziya, gadis itu memiliki beberapa aura dengan jenis yang berbeda sehingga mengalami tabrakan energi satu sama lain. Xiao Ziya tersenyum ke arah Yufenzu dengan senyuman miring kemudian melesat dengan sangat cepat ke arah Sang Penguasa Agung.


"Dendam para iblis yang telah kau korbankan biar saya yang membalaskan!!." triak Xiao Ziya dengan pancaran cahaya berwarna merah darah yang keluar dari tubuhnya, sepertinya salah satu energi yang ada di dalam tubuh gadis itu meluap dengan sangat banyak.


Tombak milik Yufenzu hancur berkeping keping saat terkana cahaya merah yang keluar dari tubuh Xiao Ziya, jiwa ribuan iblis melayang keluar dari tombak itu dan mengucapkan terimakasih pada Junjungan Muda mereka yang telah membebaskan mereka semua dari cengkraman Penguasa Agung yang sangat tamak dan rakus atas kekuasaan.


"Kami akan pergi dengan tenang, sampai jumpa Junjungan Muda Xiao Ziya." ucap ribuan jiwa iblis yang membumbung tinggi ke atas langit kemudian menghilang begitu saja.


Yufenzu terlihat sangat marah, senjata yang telah ia sempurnakan dengan susah payah hancur begitu saja di tangan Xiao Ziya. Jika ia tak bisa membunuh Xiao Ziya hari ini maka sia sia saja semua pelatihan dan berkat yang telah ia terima, bagaimanapun gadis bernama Xiao Ziya itu memiliki status dan kedudukan yang lebih rendah darinya.


Yufenzu mengeluarkan sihir beberapa elemen secara bersamaan, ia ingin menyerang Xiao Ziya menggunakan ledakan mana sihir yang telah ia siapkan. Di sisi lain Lunx menatap ke arah Penguasa Agung itu dengan tatapan tak senang, dari semua ras yang ada di seluruh lapisan dunia ini ilmu menyatukan beberapa elemen sihir adalah milik bangsa elf. Mungkinkan Sang Penguasa Agung telah mempelajari ilmu tersebut secara diam diam, atau ia mencuri ilmu tersebut dari para elf yang saat ini berpencar di beberapa lapisan dunia yang berbeda.


"Meledak lah bersama dengan bola bola sihir milikku!." triak Yufenzu yang langsung menghujani Xiao Ziya menggunakan ribuan bola sihir yang langsung meledak saat berada di dekat Xiao Ziya.


Xiao Ziya bertahan menggunakan perisai sihir yang telah ia buat di sekitarnya namun siapa sangka perisai sihir milik gadis itu tak dapat menahan serangan ribuan bola sihir yang masih meledak hingga saat ini. Raja Min Lunxi dan Ratu Min Xunzi tampak sangat khawatir pada keponakan mereka itu, Xiao Ziya mengalami beberapa luka pada bagian tubuhnya meski tak terlalu parah.


"Hah cukup mengesankan, baru kali ini saya merasakan pertarungan yang sesungguhnya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar seolah oleh ia menikmati pertarungan itu meski saat ini ia sedang terluka.


"Sebaiknya Nona mundur saja biarkan kami yang mencoba untuk menahannya. Nona harus memulihkan diri terlebih dahulu." triak Lunx dari tempatnya berdiri saat ini, sang leluhur bangsa elf sangat khawatir jika nona mudanya belum siap untuk mengalahkan Penguasa Agung untuk saat ini.


"Dia bukan tandingan kalian, siapa yang telah memberimu kekuatan semengerikan ini? saya percaya Sang Penguasa Alam Semesta tak akan memilih manusia seperti Anda untuk menjadi kaki tangan nya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik, sepertinya sosok yang disebut dengan Penguasa Agung ini telah mempelajari sesuatu yang seharusnya tak dipelajari oleh manusia.


"Gadis kecil seperti mu tak perlu mengetahui apapun, sebentar lagi akulah yang akan menguasai seluruh alam semesta ini." ucap Yufenzu dengan sagat sombong, ia merasa telah menang karena berhasil melukai Xiao Ziya.


"Sebagai seorang manusia, saya akan membantu untuk menjaga keseimbangan Alam Semesta meski dengan nyawa saya sekalipun." ucap Xiao Ziya yang benar benar serius dengan kata katanya kaki ini. Sosok Penguasa Agung harus dikalahkan bagaimanpun caranya, jika Xiao Ziya harus mati dalam pertarungan kali ini maka ia akan membawa Penguasa Agung mati bersama dengannya.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2