
Malam telah tiba suasana sepi dan dingin, Xiao Ziya terbangun dari tidur lelapnya. Gadis itu membuka kedua matanya kemudian mengubah posisinya dari tidur menjadi duduk, setelah mengumpulkan semua nyawanya yang tadi sempat terbang entah kemana xiao Ziya langsung beranjak untuk mandi dan mengganti gaunnya dengan satu pasang baju dan celana berwarna biru cerah. Menggunakan baju biasa dan celana panjang sedikit tak wajar jika dilakukan oleh perempuan namun Xiai Ziya tak peduli selagi ia merasa nyaman maka ia akan menggunakannya.
"Humm apa yang harus ku lakukan di malam hari seperti ini?." ucap Xiao Ziya yang tampak kebingungan ingin melakukan apa, tiba tiba ia teringat jika masih memiliki urusan dengan Sekte Lirong.
Sebelum Sekte Lirong musnah dari wilayah Kerajaan Neraka maka Xiao Ziya tak akan merasa tenang, untuk itu Xiao Ziya segera pergi dari Istana Kerajaan Hitam. Ia melesat pergi menuju tempat tinggal Sekte Lirong, setelah sampai di sana Xiao Ziya langsung naik kesebuah pohon yang cukup tinggi dari atas pohon itu Xiao Ziya dapat melihat dengan jelas apa saja yang sedang dilakukan oleh anggota Sekte Lirong.
Di dalam Sekte Lirong beberapa orang sedang berkumpul untuk membahas masalah lamaran mereka yang gagal karna ulah seorang gadis yang menyebalkan.
"Siapa gadis yang telah menghancurkan semua rencana kita?." ucap Li Ze panatua Sekte Lirong yang baru saja kembali dari pertapaanya, Li Ze mengepalkan tangannya dengan kuat kemudian memukul dinding yang ada di sampingnya hingga dinding itu hancur. Tentu saja panatua Sekte Lirong tak terima saat semua rencana yang sudah ia buat dengan rapi hancur begitu saja karna ulah seorang gadis.
"Selain itu ia juga telah membuat kita kehilangan dua ketua." ucap Li Yun yang menebak kematian Li Zoru pasti ada hubungannya dengan gadis itu. Selama Xiao Ziya belum musnah maka tak akan ada rencana mereka yang berhasil.
"Secepatnya kita harus membunuh gadis itu, jika tidak ia akan menghalangi rencana kita selanjutnya." ucap panatua Sekte Lirong yang ingin membunuh Xiao Ziya dengan tangannya sendiri.
Xiao Ziya yang sedang memantau dari jauhpun tersenyum saat ia mendengar apa yang para anggota Sekte Lirong itu rencanakan. Jika mereka ingin membunhnya maka Xiao Ziya akan turun ke sana untuk memberikan beberapa kata. Xiao Ziya turun dari pohon yang ia gunakan sebagai tempat bersembunyi kemudian gadis itu melesat masuk menuju tempat tinggal para anggota Sekte Lirong.
"Salam pada panatua Sekte Lirong." ucap Xiao Ziya yang menatap mata pria tua itu dengan tajam dan sebuah senyuman dingin yang menyramkan.
Melihat seorang gadis yang tiba tiba muncul dan memberikan salam padanya tanpa membungkukkan badan atau menundukkan kepalanya tentu membuat panatua Sekte Lirong terkejut sekaligus merasa kesal, apalagi ia tak mengenal gadis yang ada di hadapannya itu. Sedangkan anggota Sekte Lirong yang lain terutana pemimpin sekte merasa terkejut dengan kemunculan Xiao Ziya secara tiba tiba itu.
"Apa yang sedang kau lakukan di wilayah Sekte Lirong!!." triak pemimpin sekte yang sudah sangat marah karna Xiao Ziya dengan berani masuk kedalam wilayahnya.
"Siapa gadis ini?." tanya panatua sekte yang mempertanyakan identitas gadis yang ada di hadapannya itu.
"Dia adalah gadis yang telah menghancurkan seluruh rencana kita." ucap Li Ayumi yang masih bisa mengingat dengan jelas bahwa gadis itulah yang telah membuatnya gagal menikah dengan Pangeran Zeeling dan menjadi calon ratu Kerajaan Hitam.
"Ah ternyata kalian masih mengingat saya dengan baik saya menjadi terharu." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi sedihnya, namun setelah itu Xiao Ziya langsung tertawa.
"Apa yang sedang kau tertawakan gadis muda hari ini adalah hari kematianmu bahkan para dewa tak akan bisa membantumu." ucap panatua Sekte Lirong yang mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah dengan aura yang sangat kuat.
Pedang merah milik panatua Sekte Lirong memang memililiki aura yang kuat karna pedang merah itu telah mendapatkan banyak tumbal sehingga aura jahat dan aura kematian sangat mendominasi. Melihat pedang merah milik panatua sekte membuat Xiao Ziya merasa begitu marah, jadi mereka membunuh para warga desa untuk dijadikan tumbal pedang merah itu.
__ADS_1
"Jadi benda ini yang membuat kalian membunuh para penduduk desa." ucap Xiao Ziya yang tubuhnya mulai mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat, matanya berubah merah darah bahkan ada beberapa tetes air mata yang menyerupai darah yang menetes dari mata cantik gadis itu.
"Mengapa aura gadis ini sangat menyeramkan." ucap Panatua Sekte Lirong yang sedikit ragu saat akan menghabisi Xiao Ziya karna gadis itu lebih kuat daripada apa yang ia perkirakan.
"Hari ini saya akan menghapuskan Sekte Lirong dari wilayah Kerajaan Hitam." ucap Xiao Ziya yang sudah tak bisa menahan amarahnya, aura keemasan miliknya bercampur dengan aura membunuh yang kuat menyatu kemudian menciptakan ledakan yang sangat kuat hingga membuat orang orang Sekte Lirong yang ada di sekitarnya terpental jauh.
"Uhuk uhuk sepertinya akan sulit untuk memusnahkan gadis ini." ucap pemimpin Sekte Lirong yang sedang memuntahkan darah segar.
Beberapa anggota Sekte Lirong bahkan mati ditempat saat terkena ledakan aura milik Xiao Ziya, panatua sekte yang sedang tersungkur ditanah mencoba berdiri dibantu pedang merah miliknya. Setelah berhasil berdiri panatua Sekte Lirong melesat ke arah Xiao Ziya dan mulai mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Trang trang
Trang
Trang trang.
Suara dentingan pedang yang saling bertabrakan satu sama lain, kali ini Xiao Ziya menggunakan pedang hitam miliknya untuk melawan pedang merah milik panatua Sekte Lirong. Ia tak bisa meremehkan sebuah senjata spiritual yang sudah menelan banyak jiwa, karna pedang itu akan sangat kuat dan tentu saja akan meminta tumbal lagi.
"Ahahahaha kau tak akan mampu melawan pedang milikku ini." ucap Panatua Sekte Lirong yang yakin bahwa dengan pedang merah miliknya itu ia mampu membunuh Xiao Ziya.
"Pedang darah, saya tumbalkan gadis itu untukmu." ucap Panatua Sekte Lirong yang kemudian membacakan sebuah mantra sesat kuno.
Dengan sekejab mata muncul sebuah pola sihir berbentuk mata dengan lensa merah dibawah kaki Xiao Ziya, sepertinya pola sihir itu ingin melahap Xiao Ziya, namun semua itu tak semudah yang mereka kira Xiao Ziya menancapkan pedang hitamnya tepat di tengah tengah pola sihir itu kemudian melempar beberapa kertas mantra. Kertas mantra itu terbakar dan mulai menghilangkan pola sihir berbentuk mata.
"Argggh kau memang sangat menyebalkan." ucap pemimpin Sekte Lirong yang sudah mulai pulih, pria itu mengambil sebuah cambuk panjang kemudian mengayunkan cambuk itu kearah Xiao Ziya.
Cetarrr...
Suara cambuk yang menyapu tanah, Xiao Ziya menolehkan kepalanya sebentar kemudian gadis itu menangkap ujung cambuk yang hampir mengenainya. Setelah berhasil menangkap ujung cambuk itu Xiao Ziya langsung membakarnya dengan api hitam pensucian jiwa, api hitam itu merambat dari ujung cambuk hingga membakar tubuh Li Yun yang masih memegang cambuknya.
"Aaaa panas sialan kau, cepat padamkan api ini." ucap Li Yun yang kesakitan karna tubuhnya terbakar. Anggota Sekte Lirong yang lain segera menggunakan berbagai macam mantra air hingga es untuk memadamkan api hitam itu namun semua percuma karna api hitam itu tak akan padam tanpa perintah dari Xiao Ziya.
__ADS_1
Api hitam itu melahap tubuh Li Yun dengan cepat dalam benerapa saat saja tubuh pemimpin Sekte Lirong telah lenyap, melihat tubuh pemimpin sekte yang lenyap membuat anggota sekte yang lain merasa geram begitupun dengan panatua Sekte Lirong yang sudah tak tau harus berbuat apa lagi untuk menghentikan pemusnahan sektenya.
Dua orang pemuda yang sempat Xiao Ziya lihat saat perjalanan pulang menuju istana Kerajaan Hitam sore tadi muncul dihadapannya, kedua pemuda itu melihat kearah Xiao Ziya dengan tatapan yang tak bersahabat. Akhirnya Xiao Ziya mengerti mengapa pada tubuh kedua pemuda itu terdapat aura jahat yang cukup kuat ternyata mereka adalah anggota Sekte Lirong.
"Apa yang telah kau lakukan pada ayahku dasar gadis sialan." ucap salah satu pemuda yang sepertinya putra dari pemimpin sekta.
"Bukankah ayahmu telah merenggut banyak nyawa warga desa mengapa saya tak boleh melenyapkannya?." ucap Xiao Ziya yang balik bertanya pada pemuda itu, sang pemuda tampak diam dan bingung harus menjawab apa.
"Sebaiknya kalian berdua pergi dari sini, balaskan dedam kami jika kami gagal mengalahlan gadis ini." ucap panatua Sekte Lirong yang meminta kedua pemuda itu untuk segera pergi sebelum semuanya terlambat. Jika ia dan anggota sekte yang lain gagal membunuh Xiao Ziya maka kedua pemuda itu memiliki kesempatan untuk melakukannya di masa depan.
Kedua pemuda itu menganggukkan kepala mereka kemudian melesat menuju gerbang sekte namun anehnya mereka tak bisa keluar dari sana seperti ada sebuah dinding pembatas yang tak terlihat.
"Apakah kalian kira saya akan membiarkan salah satu dari kalian pergi dari sini? oh tentu tidak." ucap Xiao Ziya yang tersenyum, ternyata sedari awal gadis itu sudah memasangi mantra sihir pada sekeliling tempat tinggal Sekte Lirong.
"Mati saja kau gadis menyebalkan." ucap panatua Sekte Lirong yang kembali menyerang Xiao Ziya, kali ini membuat pedangnya dalam tingkatan maksimal hingga aura jahat yang ada di pedang itu meningkat berkali kali lipat.
"Kali ini kau tak akan mampu mengalahkan jurusku ini." ucap panatua Sekte Lirong yang sudah sangat marah bahkan urat urat di wajahnya terlihat jelas.
"Roh roh jahat dari neraka saya memanggil kalian ada jiwa yang bisa kalian bawa." ucap panatua Sekte Lirong yang meneteskan darahnya pada pedang merah miliknya itu, seketika pedang merah itu mengeluarkan cahaya hitam yang pekat muncullah beberapa roh roh jahat yang sangat kuat.
Namun saat melihat gadis yang ingin mereka bawa jiwanya roh roh jahat itu gemetaran bukan main, mereka adalah roh roh jahat yang tunduk akan hukum yang ada di neraka jadi bagaimana mereka bisa membawa jiwa dari sang pemilik neraka.
"Mengapa kalian diam saja, cepat bawa jiwa gadis itu." ucap panatua Sekte Lirong yang merasa kesal karna baru kali ini roh roh jahat yang ia panggil hanya diam saja dan tak menjalankan tugas.
"Kalian ingin membawa jiwa saya? lakukan jika kalian berani." ucap Xiao Ziya yang mengambil pedang hitamnya yang masih tertancap di tanah, setelah itu Xiao Ziya menatap beberapa roh jahat itu dengan kesal.
"Ampuni kami junjungan muda, kami tak tau jika pria tua bangka ini adalah musuh anda." ucap para roh jahat itu yang berjusud di hadapan Xiao Ziya, melihat hal itu membuat panatua Sekte Lirong terdiam dan tak bisa berkata kata lagi. Siapa yang menyangka bahwa gadis itu adalah pimpinan dari para roh yang ia panggil.
"Bawa semua jiwa anggota Sekte Lirong jika tidak saya akan lenyapkan kalian." ucap Xiao Ziya, mata merahnya tiba tiba mengeluarkan sebuah cahaya berwarna merah.
Para roh roh jahat itu dengan segera memanggil pasukan mereja dan mulai mengambil jiwa jiwa para anggota Sekte Lirong dengan ganas. Melihat roh roh jahat yang seharusnya menyerang Xiao Ziya malah menyerang anggota sektenya sendiri. Kali ini Sekte Lirong benar benar musnah dari Wilayah Kerajaan Hitam, satu hal pelajaran yang dapat diambil anggota Sekte Lirong mereka tak bisa meremehkan orang lain seenaknya.
__ADS_1
Setelah urusannya dengan Sekte Lirong selesai akhirnya Xiao Ziya pergi dari sana dan kembali ke istana Kerajaan Neraka karna ia ingin tidur di atas tempat tidurnya yang sangat nyaman. Esok hari masih ada hal melelahkan yang harus ia lakukan.
Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow, vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share.