
Hermione diserang dari atas langit membuat dia tersungkur jatuh keaspal. Lalu dia dihajar bertubi-tubi oleh orang berpakaian hitam itu.
Rumah Hermione jauh dari warga lain, rumah Hermione paling ujung didalam komplek tersebut, sekitar 500 meter jauhnya baru ada rumah warga dikomplek itu. Ntah kenapa warga tak ada yang membuat rumah didekat rumah yang dihuni Hermione.
Tiba-tiba orang yang menghajar Hermione keroyokan langsung terpental saat Hermione berubah menjadi iblis. Hermione melempar bola api kearah mereka lalu terbang keatas langit.
Hermione menggunakan wujud iblis sehari-harinya mencari mangsa didunia manusia bukan wujud iblis manjadi ratu iblis dineraka.
"Ratu Hermione" panggil siluman itu. Bentuknya bagian atas bertubuh manusia sedangkan dari pinggang kekaki bertubuh kuda.
"Dasar siluman tak berguna kenapa dulu kau tak mati saja hah" ucap Hermione.
"Karena aku ingin membuat anakku yang sudah aku jual menderita" ucap siluman itu.
"Hei Tuan Phoenix aku tak akan menderita karena cara randahanmu ini" ucap Hermione.
"Dasar anak sialan, mau manusia mau iblis sama aja" ucap Phoenix, dia adalah ayah Hermione dan Andre dulu.
"Kau yang sialan dasar papa brengsek" ucap Hermione.
"Berani sekali kau bilang aku brengsek" ucap Phoenix lalu mulai menyerang Hermione dan Hermione membalasnya.
Andre dan yang lain berubah menjadi iblis supaya lebih cepat melawan anak buah Phoenix.
Hermione dan Phoenix saling bertarung dilangit dengan sangat cepat yang terlihat oleh manusia hanya cahaya merah dan hitam dilangit dan sesekali terdengar suara guntur, kilat, bahkan ada petir.
Dimas dan yang lainnya semakin cemas, Iliana, Mona dan Dela merasakan kehadiran Phoenix disana, mereka saling pandang tubuh mereka menegang karena takut.
"Dia ada disini" ucap Iliana pelan.
"Iya pasti dia lagi bertarung dengan Dara" ucap Mona.
"Gue harap mereka menang" ucap Dela.
"Kalian bisikin apa sih?" tanya Dimas.
"Bukan apa-apa" jawab Dela.
Andre dan yang lain sudah mengalahkan anak buah Phoenix. Hermione memerintahkan mereka masuk kedalam rumah karena dia bisa mengurus Phoenix sendiri.
__ADS_1
Mereka menuruti walaupun mereka khawatir, mereka berubah menjadi manusia kembali dengan luka-luka lebam ditubuh dan wajah mereka. Mereka berempat berjalan kearah rumah kembali. Julio mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh Iliana mereka semua langsung masuk, pintu ditutup kembali tapi tak dikunci.
"Ambil kotak p3k" ucap Iliana.
"Iya" ucap Dela pergi.
"Kak Dara mana?" tanya Reno, seketika yang lain lalu melihat kanan kiri dan benar saja Hermione tak ada.
"Dara mana?" tanya Dimas.
"Dara lagi pergi ketempat bos yang ngirim orang-orang tadi" jawab Julio bohong.
"Yang benar saja" ucap Ariel.
"Sendiri" ucap Dani dan Sani.
"Kenapa kalian tak ikut?" tanya Fadil.
"Udah-udah sini gue obatin luka kalian dulu" ucap Iliana.
"Awh dada gue tiba-tiba sakit" ucap Andre memegang dadanya.
Bruk...
Andre langsung berlari keluar, yang lain hanya bengong. Terlihat Hermione dan Phoenix jatuh diaspal, Hermione sudah berubah menjadi manusia.
Andre ingin menyerang Phoenix tapi Phoenix langsung menghilang, Andre mendekati Hermione yang terbaring lemas, kepala Hermione Andre simpan dipahanya.
"Kak" panggil Andre matanya sudah berkaca-kaca, Hermione hanya tersenyum seluruh tubuhnya sudah sangat sakit. Air mata Andre menetes seketika.
"Kakak lagi kayak gini masih aja senyum" ucap Andre, tangan Hermione mengusap air mata Andre lemah.
"Ka~kak baik-baik aja" ucap Hermione.
"Baik-baik apaan kayak gini" ucap Andre, Hermione tersenyum kembali tiba-tiba mulutnya keluar darah.
"Tuh kan kak" Andre mengusap darah yang keluar dari mulut Hermione.
"Kita keneraka" ucap Andre, Hermione menggeleng pelan sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ja jangan" ucap Hermione.
"Kakak udah kayak gini, kita harus pulihin tenaga kakak" ucap Andre. Lagi dan lagi Hermione tersenyum matanya sudah hampir menutup.
"Kak jangan gini dong" ucap Andre menepuk pipi Hermione supaya tak menutup matanya.
"Kak" Andre semakin panik saat mata Hermione sempurna tertutup, dia menggoyangkan tubuh Hermione.
"Kakak bangun" teriak Andre, orang yang didalam rumah mendengar teriak Andre langsung keluar rumah.
"Kakak" Andre menepuk pipi Hermione.
"Dara/kak Dara" teriak mereka langsung mendekati.
Hermione lalu mimisan mulutnya kembali mengeluarkan darah. Andre, Evan, Julio, Drew, Iliana, Mona, dan Dela yang melihat itu semakin panik karena mereka tau jika sampai itu terjadi maka Hermione bisa saja tak sadar berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena kehilangan banyak tenaga.
Tenaga Hermione berkali-kali lipat dari Andre dan yang lainnya jadi jika mereka ingin mentransfer tenaga mereka itu tak akan cukup untuk Hermione, butuh berulang-ulang kali mereka mentransfer tenaga mereka itu juga hanya membuat Hermione sadar dari pingsannya.
"Telpon ambulans, atau kita bawa kerumah sakit cepet" ucap Ariel.
"Siapin mobil" ucap Julio Andre mengangkat tubuh Hermione. Dimas, Evan dan Drew langsung menyiapkan mobil.
"Dre cepet masuk" ucap Dimas membuka pintu mobil belakangnya. Andre memasukkan Hermione dia juga ikut masuk, kepala Hermione dia simpan dipahanya. Ariel ikut masuk kaki Hermione dia simpan dipahanya. Reno masuk dan duduk disebelah kemudi, Dimas langsung menginjak gasnya.
Mobik yang disiapkan Evan dimasuki oleh Fadil, Dani dan Sani. Sedangkan mobil yang disiapkan Drew dimasuki Julio, Iliana, Mona, dan Dela.
Andre terus mengusap darah yang keluar dari mulut dan hidung Hermione.
"Percuma kerumah sakit para dokter gak akan bisa memulihkan tenaga kakak, mereka hanya bisa menyembuhkan luka kakak. Gak apa-apa deh dalam keadaan kakak seperti ini kakak gak akan bisa menyembuhkan diri kakak sendiri" batin Andre.
"Itu udah cukup, nanti aku bakal transfer tenaga aku walaupun gak seberapa. Maaf kak aku gak bisa nolong kakak dalam keadaan kakak kayak gini" batin Andre.
"Kak Dara bertahan aku tau kakak kuat" batin Ariel.
"Kakak jangan tinggalin aku, kakak harus kuat" batin Reno.
"Hera kamu pasti kuat dengan segala rasa sakit yang kamu rasakan, kamu gak lemah kamu wanita yang kuat maaf aku gak bisa jagain kamu" batin Dimas.
Bersambung...
__ADS_1