RATU IBLIS

RATU IBLIS
Terungkap


__ADS_3

Di waktu istirahat banyak peserta yang memilih untuk keluar dari tempat turnamen dan mencari kedai makan karna mereka juga sangat lapar. Begitupun para senior dari Xiao Ziya.


"Nona Ziya lebih baik nona ikut dengan kami untuk makan di salah satu kedai yang tak jauh dari sini." ucap Yin Yifeng yang merasa ada bahaya yang bisa saja mengancam gadis itu jika ia ada di kursi peserta sendirian.


"Saya sangat malas untuk berjalan kesana kemari itu akan membuat luka saya semakin parah, maaf jika saya menolak kebaikan hati senior Yifeng." ucap Xiao Ziya yang mencari sebuah alasan agar ia tetap bisa tinggal di kursinya yang nyaman itu.


"Baiklah jika begitu kami pergi dulu, saya harap nona jaga diri." ucap Yin Yifeng kemudian pergi dengan teman temannya yang lain.


Xiao Ziya tau bahwa Yin Yifeng menyadari kehadiran seseorang dengan niat membunuh yang terarah pada Xiao Ziya. Dan Xiao Ziya sudah menyadari itu sejak tadi, namun gadis itu memilih untuk tetap tenang agar tak terlihat mencurigakan. Sedangkan permaisuri Zo Nixu sedang memasang senyuman yang sangat lebar entah apa yang tengah ada di fikirannya itu.


"Salam nona Ziya." ucap Raja Zo Linzu yang mendatangi Xiao Ziya yang sedang bersantai itu.


"Salam baginda raja." ucap Xiao Ziya yang membalas salam dari Raja Zo Linzu.


Akhirnya mereka berdua berbincang bincang santai, hingga tiba tiba ada seseorang yang melesat dengan cepat kearah Xiao Ziya dan hendak melukai gadis itu namun dengan cepat Aron yang juga ada di sana menangkis serangan itu, hingga sang pembunuh misterius itu terpental menabrak dinding.


"Penjaga cepat tangkap penyerang nona Ziya itu." triak Raja Zo Linzu yang terkejut dengan serangan mendadak.


"Apakah nona baik baik saja, biar saya yang membereskan orang itu." ucap Aron yang sudah sangat geram dengan teror teror yang menimpa nonanya itu.


"Sudahlah, kita akan tau pelakunya sebentar lagi gege sabar saja." ucap Xiao Ziya yang mulai menengok kebelakang dan menatap tajam kearah permaisuri.


Tatapan Xiao Ziya bukanlah tatapan biasa ia juga mengirimkan aura penguasanya kepada Permaisuri Zo Nixu sehingga sang permaisuri ketakutan.


"Sial bagaimana bisa rencanaku gagal." ucap Permaisuri Zo Nixu di dalam hatinya.


Padahal ia sudah merencanakan penyerangan yang sangat sempurna namun semuanya hancur begitu saja.


Xiao Ziya berjalan menghampiri orang yang menyerangnya tadi. Xiao Ziya mengeluarkan sulur sulur hitam dari tangannya dan mengikat orang itu dengan sangat erat. Para prajurit kekaisaran Binzo yang tadinya memegangi penjahat itu langsung melepaskan tangan mereka dan mulai menjauh seauai dengan perintah dari Xiao Ziya.


"Mohon izin pada Raja Zo Linzu, saya ingin mengurus khasus ini dengan cara saya sendiri." ucap Xiao Ziya yang meminta izin pada sang raja karna wilayah ini bukan wilayah kekuasaanya.

__ADS_1


"Silahkan nona saya tak akan menghalangi anda." ucap Raja Zo Linzu yang mengizinkan Xiao Ziya untuk mengurus masalahnya sendiri.


Mata hitam gadis itu berubah menjadi merah darah dan menatap orang yang menyerangnya tadi dengan tatapan membunuh. Seketika orang itu kesulitan bernafas dan detak jantungnya sempat terhenti beberapa saat, aliran darahnya membeku, wajah dari orang yang menyerang Xiao Ziya tadi seketika berubah menjadi pucat seperti mayat.


Permaisuri Zo Nixu yang melihat apa yang dilakukan Xiao Ziya pada orang suruhannya merasa sangat ketakutan. Siapa kira gadis yang terlihat polos dan imut itu ternyata memiliki sisi kejam yang luar biasa diluar dugaanya.


"Sekarang nyawamu ada di tangan saya, cepat katakan siapa yang menyuruhmu untuk menyerang saya." ucap Xiao Ziya yang melepas tekananya agar orang itu tak mati begitu saja.


Orang yang mencari masalah dengan Xiao Ziya tak pernah berakhir dengan baik, mereka pasti akan mendapat hukuman yang pantas. Dengan gemetaran orang itu menunjuk ke arah permaisuri Zo Nixu. Merasa dirinya terancam sang permaisuri langsung mencari sebuah alasan.


"Itu pasti kebongan, saya tak mengenal pria itu." ucap permaisuri Zo Nixu yang mengelak dari tuduhan.


"Seseorang yang hampir meregang nyawa tak mungkin mengucapkan kebohongan." ucap Xiao Ziya yang tersenyum.


"Apakah itu benar permaisuriku?." tanya Raja Zo Linzu yang benar benar tak menyangka bahwa permaisurinyalah yang melakukan semua hal ini.


Satu persatu peserta turnamen mulai kembali ke kursi mereka masing masing, para penonton yang tadinya ada di luar untuk mencari makanan kini sudah kembali ke posisi mereka. Semua orang yang baru saja datang merasa keheranan dengan suasana arena turnamen yang sangat mencekam. Xiao Ziya yang tengah menatap permaisuri dengan tajam dan seorang pria yang tengah terikat sulur sulur hitam milik Xiao Ziya. Mereka semuapun bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.


Semua yang terjadi saat ini benar benar diluar dugaan sang permaisuri, ia sudah hampir kehabisan kata katanya.


"Apa yang kau katakan, rencana apa yang kau maksut." ucap Permaisuri Zo Nixu yany berusaha untuk tetap tenang. Ia tak ingin kedoknya terbongkar begitu saja, rencananya hampir berhasil dan mungkin saja berhasil jika gadis sialan itu tak muncul tiba tiba.


"Saya tau bahwa permaisurilah dalang dibalik penyerangan yang mulia ratu beberapa hari yang lalu karna saya mengikuti pembunuh bayaran yang anda kirim dan untung saja saya ada di sana jika tidak yang mulia ratu pasti akan tewas, selain itu penyerangan yang menimpa saya kemarin juga rencana anda untuk menyingkirkan saya karna orang orang yang anda sewa tak mampu untuk mendengar percakapan saya dengan keluarga ratu" ucap Xiao Ziya yang mulai mengatakan apa saja yang ia ketahui tentang rencana sang permaisuri.


"Jika yang kau katakan itu benar mana buktinya." ucap permaisuri Zo Nixu yang mendapatkan sebuah celah bahwa apa yang dikatakan Xiao Ziya hanyalah tuduhan kosong tanpa ada bukti.


Xiao Ziya tersenyum penuh kemenangan ia langsung mengeluarkan beberapa orang dan juga mayat yang ia simpan di dalam cincin semestanya selain itu Xiao Ziya juga mengeluarkan piton salju yang ia miliki untuk menjaga para jawananya itu.


"Bagaimana bisa bagaimana bisa mereka." ucap permaisuri Zo Nixu yang langsung jatuh tersungkur saat melihat orang orang yang ia bayar untuk melakukan kejahatan ada di sana semua dan sebagian lagi hanyalah mayat saja.


"Bukankah mereka sudah cukup sebagai bukti." ucap Xiao Ziya.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana benar benar terkejut dengan fakta yang baru saja Xiao Ziya ungkapkan.


"Mengapa ibu melakukan semua ini, bukankah ratu sudah sangat baik pada kita." ucap pangeran pertama yang tak menyangka bahwa ibunya tega melakukan hal seperti itu.


"Ibu hanya ingin kau menjadi putra mahkota, namun karna wanita sialan itu dan juga anak laki laki pertamanya membuatmu tak bisa menjasi putra mahkota. Maka ibu akan melakukan apapun agar kau bisa menjadi putra mahkota." ucap permaisuri Zo Nixu yang sudah kehilangan akalnya itu.


Pangeran pertama hanya bisa menatap sang ibu penuh dengan kebencian. Ia tau bahwa ibunya menginginkannya menjadi putra mahkota agar posisinya sebagai permaisuri bisa menjadi lebih kuat.


"Ayah selalu adil pada semua putra putrinya, semua ini terjadi bukan karna adik kedua namun karna saya yang menolak menjasi seorang putra mahkota." ucap Pangeran Zo Runjin yang sangat kecewa dengan tindakan sang ibu.


Permaisuri Zi Nixu juga tak menyangka bahwa putranya sendiri yang menolak posisi itu, selama ini ia mengira bahwa Raja tak pernah menyayangi anak anaknya.


"Benarkah? mengapa kau menolak posisi putra mahkota anakku." ucap permaisuri Zo Nixu.


"Saya tak memerlukan posisi itu, saya hanya menginginkan sebuah wilayah kecil yang bisa saya pimpin." ucap Pangeran Pangeran Zo Runjin yang mengutarakan keinginanya pada sang ibu.


Sekarang semua sudah terjawab dengan jelas, namun nasi sudah menjadi bubur. Tindakan permaisuri Zo Nixu bukanlah sesuatu yang bisa dimaafkan begitu saja.


"Tangkap permaisuri dan masukkan kedalam penjara, saya akan memberikan hukuman yang pantas nanti." ucap Raja Zo Linzu yang memberikan perintah pada para prajurit yang ada di sana untuk menangkap permaisuri.


Pangeran Zo Runjin, Pangeran Zo Xuyen, dan Putri Zo Renji menghampiri Xiao Ziya dan meminta maaf padanya atas apa yang telah dilakukan oleh sang ibu.


"Maaf atas tindakan ibu saya, jika nona ingin menghukumnya juga itu hak nona." ucap pangeran pertama dengan nada pasrahnya, begitupun anak anak permaisuri yang lain.


"Ibu kalian termasuk beruntung, biasanya ketika ada seseorang yang membuat masalah dengan saya mereka tak akan bisa melihat dunia lagi." ucap Xiao Ziya yang membuat orang yang mendengernya merasa merinding.


Karna masalah itu tahap keempat turnamen terpaksa ditunda dan akan dilakukan esok hari. Semua peserta bisa kembali ke penginapan mereka masing masing kecuali Xiao Ziya yang harus pergi ke Istana Kekaisarn Binzo untuk memberikan kesaksiannya.


**Hai hai semuanya author kembali lagi nih dengan updatean chapter terbaru, gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Kalian ga perlu cemas kalau author memaksakan diri buat update, karna author updet kalau emang beneran bisa kok.


Jangan lupa ya buat follow aku, vote buat yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, bunga, kopi, atau love buat yang punya koin wkwkwk, jangan lupa like like like, komen yang banyak, rate, share**.

__ADS_1


__ADS_2