
Pagipun tiba kabar mengenai munculnya sebuah gunung berwarna merah di titik tengah wilayah dunia bawah menggemparkan semua orang termasuk penduduk Kekaisaran Qiyu. Mereka khawatir jika para monster yang ada di gunung merah itu menyerang sewaktu waktu karna itu para penduduk Kekaisaran Qiyu berkumpul di depan istana kekaisaran untuk menanyakan rencana apa yang dimiliki oleh Kaisar Yan untuk menangani permasalahan ini. Saat ini Kaisar Yan sedang berada di ruang kerjanya bersama dengan Wi Xume, sang kaisar mendapatkan laporan dari salah seorang prajurit bahwa penduduk kekaisaran sedang menunggu keputusan dari kaisar.
"Satu masalah belum terselesaikan muncul masalah baru." ucap Kaisar Yan, ia menghela nafas panjang karna saat ini kepalanya sudah sangat pusing memikirkan bagaimama cara untuk membujuk Xiao Ziya agar mau menyembuhkan kekasihnya.
"Orang orang itu sangat berisik, apakah mereka mengira bahwa kaisar tak memiliki pekerjaan lain." ucap Wi Xume dengan nada kesal. Triakan penduduk kekaisaran sungguh mengganggu pendengaran gadis itu.
"Seorang Kaisar memiliki tanggung jawab besar terhadap rakyat yang ia pimpin. Keamanan, kesejahteraan, dan ketentraman rakyat adalah tanggung jawab seorang kaisar." ucap Jenderal Zue yang langsung masuk kedalam ruang kerja Kaisar Yan setelah ia mengetahui sang kaisar tak ingin menemui rakyat yang sedang gelisah itu, namun Jenderal Zue malah mendengar kata kata gila dari Wi Xume.
"Mengapa kau tak mengetuk pintu saat akan masuk kedala?." tanya Kaisar Yan, ia tak suka jika ada orang lain masuk kedalam ruang kerjanya tanpa izin.
"Saya mendapat kabar bahwa anda tak ingin keluar dan menemui rakyat kekaisaran?. Maaf atas ketidak sopanan saya tadi." ucap Jenderal Zue yang meminta maaf atas perlakuannya yang kurang sopan.
"Baiklah saya akan keluar." ucap Kaisar Yan dengan sebuah senyuman aneh. Sepertinya Kaisar Yan merencanakan sesuatu yang berhubungan dengan Xiao Ziya.
Kaisar Yan dan Jenderal Zue pergi ke luar gerbang istana kekaisaran untuk menemui rakyat yang sudah berkumpul di sana. Saat melihat Kaisar Yan datang bersama dengan jenderalnya para rakyat kekaisaran yang tadinya sangat berisik tiba tiba menjadi hening.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Kaisar Yan dan Jenderal Zue." ucap para penduduk yang ada di depan istana.
"Saya terima salam kalian semua." ucap Kaisar Yan dengan sebuah senyuman penuh arti namun tak disadari oleh siapapun kecuali Xiao Ziya yang masih ada di atas pohon dan mengawasi semuanya.
"Saya tau jika kalian sangat cemas dengan kemunculan sebuah gunung merah yang tiba tiba, dan kabar mengenai para monster yang dapat menyerang kapanpun. Saya dapat melindungi kalian semua dengan satu syarat." ucap Kaisar Yan yang membuat Jenderal Zue menaikkan salah satu alisnya. Syarat apa yang harus dipenuhi oleh penduduk agar mereka mendapatkan perlindungan dari sang kaisar.
"Syarat apa yang harus kami penuhi?." tanya salah seorang penduduk yang penasaran dengan syarat dari Kaisar Yan.
"Kalian harus bisa membujuk Xiao Ziya untuk menyembuhkan kekasih saya." ucap Kaisar Yan dengan senyuman licik yang membuat Jenderal Zue sangat ingin memukulnya. Bagaimana bisa seorang kaisar lebih mementingkan gadis yang ia sebut sebagai kekasihnya dariada rakyatnya sendiri.
Walaupun jarak antara Istana Kekaisaran Qiyu dengan pohon yang dijadikan tempat pengintaian milik Xiao Ziya cukup jauh namun gadis itu bisa mendengar percakapan antara kaisar dengan rakyatnya itu. Mendengar Kaisar Yan meminta penduduk Kekaisaran Qiyu untuk membujuknya menyembuhkan Wi Xume dengan imbalan pihak Kekaisaran Qiyu akan menjamin keamanan penduduk dari serangan monster membuat Xiao Ziya tertawa dengan cukup keras.
"Ahahaha sungguh pertunjukan yang sangat menarik. Memang apa yang bisa dilakukan oleh kaisar sialan itu selain memerintah para jenderal dan prajuritnya untuk melindungi penduduk kekaisaran." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan kemudian gadis itu mengepakkan sepasang sayap elang miliknya ia terbang menuju gerbang luar Istana Kekaisaran Qiyu.
__ADS_1
Para penduduk tampak bingung apakah mereka harus memenuhi keinginan sang kaisar atau membela nona muda yang selama ini melindungi mereka dari berbagai bahaya yang mengancam. Saat para penduduk Kekaisaran Qiyu tengah bingung harus memilih pihak mana suara seorang gadis membuat mereka semua mendongak ke atas langit. Tampaklah sosok Xiao Ziya dengan sepasang sayap yang ia gunakan untuk terbang.
"Apa kalian percaya kaisar itu dapat melindungu kalian dari serangan monster?." tanya Xiao Ziya dengan suara keras karna gadis itu masih terbang di atas langit.
"Hey bagaimana kau bisa selancang itu pada kakakmu sendiri?." ucap Kaisar Yan, ia tak terima dengan perkataan Xiao Ziya karna seolah olah Kaisar Yan sangat lemah dan tak bisa melakukan apapun.
"Kakak laki laki? ahahaha apakah anda sedang bercanda dengan saya?. Sejak kapan seorang kakak laki laki meminta adiknya untuk mengorbankan diri demi seorang gadis yang baru dikenalnya. Bahkan para iblispun menatap miris melihat kakak laki laki seperti itu." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara ketusnya. Para penduduk Kekaisaran Qiyu yang tak mengetahui insiden yang terjadi di Akademi Kekaisaran Qiyu tentu merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
"Itu karna kau sangat kuat dan bisa melindungi dirimu sendiri sedangkan kekasihku sangatlah lemah." ucap Kaisar Yan yang selalu mengungkit bahwa Wi Xume sangatlah lemah hingga tak sanggup melindungi dirinya sendiri.
"Baiklah saya punya penawaran untuk kalian rakyat yang kucintai. Saya sanggup melindungi kalian semua dengan kekuatan yang saya miliki dan imbalan yang saya inginkan adalah patuhi setiap perintah saya." ucap Xiao Ziya yang hanya ingin rakyat Kekaisaran Qiyu mendengarkan perintahnya.
"Kami akan mematuhi perintah nona muda karna nona muda selalu melindungi kami." ucap semua penduduk dengan penuh semangat, mereka tak akan meragukan Xiao Ziya.
"Kalian pulanglah ke rumah masing masing, lakukan rutinitas seperti biasa dan saya akan menyelesaikan masalah ini." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada penduduk Kekaisran Qiyu, akhirnya mereka kembali ke rumah masing masing dengan perasaan aman karna mendapat perlindungan dari Xiao Ziya.
"Argh sialan, kau tak sungguh menyebalkan adik. Mengapa kau tak mau menyembuhkan calon kakak iparmu." triak Kaisar Yan, ternyata ia marah karna Xiao Ziya tak bersedia menyembuhkan Wi Xume.
"Saya tidak keberatan jika harus kehilangan seorang kakak laki laki." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam kemudian gadis itu terbang menjauh dari Istana Kekaisaran Qiyu dan pergi menuju gunung merah.
Saat dalam perjalanan Xiao Ziya melihat beberapa rombongan prajurit bersama para kultivator yang sedang dalam perjalanan menuju gunung merah, bahkan ada beberapa pangeran yang ikut dalam pasukan itu. Xiao Ziya mempercepat laju terbangnya ia ingin sampai terlebih dahulu, setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu lama akhirnya Xiao Ziya sampai di kaki gunung merah, gadis itu turun kebawah dan menghilangkan sepasang sayap elang miliknya.
"Sepertinya gunung merah ini sangat berbahaya untuk para kultivator biasa, untunglah saya datang lebih cepat daripada mereka." ucap Xiao Ziya yang merasakan aura membunuh serta tekanan hebat yang berasal dari puncak gunung merah.
Gadis itu mulai mendaki ke atas gunung hal pertama yang menyambut kedatangannya adalah sekelompok monster srigala merah. Para monster srigala merah itu menatap Xiao Ziya dengan tajam, sedangkan Ziya mengeluarkan pedang hitam miliknya dari dalam cincin semesta.
"Mungkin ini pelampiasan yang tepat untuk kegilaan yang saya rasakan beberapa hari ini akibat Wi Xume." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan menyeramkan, mata gadis itu berubah warna menjadi merah darah sama seperti mata para monster srigala.
Xiao Ziya melesat ke arah para monster srigala merah itu dan menebas kepala mereka menggunakan pedang hitam yang ada di tangannya, gadis itu merasa sedikit puas setelah memendam amarahnya pada Wi Xume dan kakak laki lakinya yaitu Kaisar Yan.
__ADS_1
Para monster srigala merah mulai sadar bahwa gadis yang ada di hadapan mereka begitu kuat jauh berbeda dari para prajurit dan beberapa kultivator yang mencoba untuk mendaki gunung. Para monster srigala merah itu berusaha untuk kabur namun kecepatan serangan Xiao Ziya membuat mereka musnah dalam beberapa menit saja.
"Saya rasa ini belum cukup, jika ada monster lain di ketinggian yang berbeda maka akan sangat menyenangkan." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan perjalanannya untuk sampai di puncak gunung merah.
Di sisi lain pasukan yang Xiao Ziya lihat saat dalam perjalanan menuju gunung merah kini sudah sampai di tempat tujuan mereka. Melihat ratusan jasad monster srigala merah membuat para prajurit dan kultivator kebingungan apakah ada orang lain yang datang sebelum mereka.
"Sepertinya ada kelompok prajurit dari kerajaan atau kekaisaran lain yang tiba sebelum kita datang." ucap salah seorang prajurit yang mengira bahwa mengalahkan monster srigala merah adalah hal yang mudah dan dapat dilakukan oleh prajurit biasa.
"Sepertinya semua monster ini mati karna serangan satu orang saja." ucap seorang kultivator yang memiliki pengalaman cukup dalam mengenai serangan melawan monster dan binatang buas.
"Mungkin orang yang melakukan semua ini adalah nona Xiao Ziya. Di dunia bawah hanya ia yang dapat melakukan banyak hal dengan mudah." jawab kultivator lain, karna dengan kekuatan yang Xiao Ziya miliki ia bisa memusnahkan apa saja yang ada di dunia bawah dengan tangannya sendiri.
Saat ini Xiao Ziya sedang melihat ke aliran lava panas, ia merasa bingung apakah gunung merah yang tiba tiba muncul ini adalah sebuah gunung berapi yang masih aktiv dan dapat meletus kapan saja. Jika tebakannya benar maka dunia bawah sedang dalam bahaya.
"Mengapa gunung ini tiba tiba muncul seenaknya tanpa permisi." ucap Xiao Ziya yang dengan kesal menendang beberapa batu kecil yang ada di pinggir sungai lava panas.
Entah bagaimana suhu panas yang ada di sungai lava itu meningkat secara drastis, Xiao Ziya juga merasa bahwa sungai lava itu bukanlah sungai lava biasa. Baru beberapa menit gadis itu sedang berfikir tentang kemungkinan buruk apa yang ada di dasar sungai lava tiba tiba muncul golem lava merah raksasa di hadapan gadis itu.
"Apalagi ini mengapa ada golem sebesar ini." ucap Xiao Ziya yang cukup takjub dengan ukuran golem lava raksasa itu.
"Hey gadis kecil sebaiknya kau kembali ke rumahmu, gunung ini bukanlah gunung biasa yang bisa kau jadikan tempat bermain." ucap sang golem raksasa, ia memberi peringatan pada Xiao Ziya agar segera keluar dari sana.
"Maaf paman golem, kehadiran kalian secara tiba tiba tentu meresahkan penduduk dunia bawah, sebagai seorang pemimpin yang baik saya harus menjaga penduduk saya agar selalu aman." ucap Xiao Ziya yang tak akan menuruti perintah sang golem lava raksasa.
"Baiklah jika itu maumu maka lawan aku." ucap golem lava raksasa itu yang mulai menyerang Xiao Ziya menggunakan lava panas miliknya, gadis itu menghindar dengan sangat baik.
"Mari kita mulai dengan sedikit serius." ucap Xiao Ziya.
Hai semuanya jangan lupa jaga kesehatan, istirahat yang cukup biar ga sakit lagi ya. Jangan lupa follow buat yang belum, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share juga ya.
__ADS_1