
Xiao Ziya masih sangat penasaran dengan misteri keberadaan ibunya, dan mengapa kedua kakak laki lakinya juga tak mengetahui apapun. Bukankah mereka lahir terlebih dahulu daripada Xiao Ziya, walaupun saat itu usia mereka masih sangat muda harusnya mereka tau jika ibu mereka pergi dari rumah ataupun sudah meninggal dunia.
"Entah mengapa hidupku ini memiliki banyak teka teki." gumang Xiao Ziya pelan karna masih banyak orang yang ada di kamarnya. Dan mereka juga masih cemas pada Xiao Ziya sehingga enggan untuk meninggalkan gadis itu sendirian.
"Apakah kau perlu kami temani adikku?." ucap Xiao Yan sambil melihat ke arah Xiao Ziya untuk memastikan adiknya sekarang sudah baik baik saja.
"Aku ingin beristirahat, bisakah kalian meninggalkanku sendiri, namun sebelum itu ada yang ingin kubicarakan dengan kalian." ucap Xiao Ziya yang ingat mengenai kelompok bandit tombak hitam yang sangat meresahkan.
"Apa yang ingin kau bicarakan? apa terjadi masalah." ucap Xiao Xun dengan cepat, karna ia melihat raut wajah adiknya yang begitu serius mungkin suatu hal buruk memang sedang terjadi.
"Tadi saat aku bekeliling disekitar wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu aku bertemu dengan beberapa kelompok kecil bandit tombak hitam, aku belum berhasil menemukan markas mereka. Bisakah di antara kalian ada yang membantuku, aku ingin memulihkan diri terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang sebenarnya sangat tidak enak hati harus menyusahkan saudara saudarinya lagi. Namun mau bagaimana lagi kondisinya juga sedang tidak baik.
"Tak perlu sungkan bila adik Ziya membutuhkan bantuan kami." ucap Muyen yang mewakili teman temannya yang berasal dari Sekte Bambu Perak. Bagaimanapun Xiao Ziya sudah sangat sering membantu mereka.
"Kami juga bersedia membantumu saudariku." ucap Xiao Yuna sambil tersenyum pada Xiao Ziya.
Akhirnya mereka keluar dari kamar Xiao Ziya kecuali tiga orang yaitu Pangetaran Kegelapan, Pangeran Zeeling, dan juga Pangeran Anz. Ada masalah lain yang ingin Xiao Ziya bahas dengan tiga kakak laki lakinya itu.
"Hari ini aku tak sengaja bertemu dengan seorang anak laki laki yang memiliki aura dewa begitu kuat, aku sangat khawatir jika saja ada sekelompok dewa yang sedang merencanakan hal yang tak baik pada Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata penuh dengan kebencian, karna apapun kejadiab di masalalu yang bersangkutan dengan para dewa membuatnya sangat kesal.
"Mungkin mereka mengirim beberapa dewa tingkat bawah untuk mencariku." ucap Pangeran Kegelapan, karna dari awal kebebasannya ia sudah menjadi buronan pihak para dewa.
"Mungkin saja, tapi kita tak boleh lengah. Bisa saja memiliki maksud lain." ucap Pangeran Zeeling yang sedikit menerka nerka apa yang ingin dilakukan para dewa di dunia bawah.
Mereka berempat sedang merenung bersama, bermasalah dengan para dewa itu sedikit rumit apalagi harus melibatkan orang orang yang tak bersalah seperti rakyat Kekaisaran Qiyu.
"Ini sangat rumit adikku biarkan aku dan kedua pangeran ini yang memikirkannya, kau sebaiknya istirahat terlebih dahulu." ucap Pangeran Kegelapan yang kemudian mencium kening Xiao Ziya dan pergi dari kamar Xiao Ziya.
__ADS_1
Xiao Ziya menuruti apa yang dikatakan oleh Pangeran Kegelapan. Gadis itu kini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejankan matanya. Semoga di hari ulang tahunnya nanti semua masalah yang terjadi sudah diselesaikan dengan baik sehingga tak ada yang merusak acara ulang tahun Xiao Ziya yang ke sebelas tahun.
Ditempat lain tepatnya Klan Yin, orang orang yang tadinya pergi ke istana kekaisaran untuk meminta hak dari Pangeran Yin Liu kembali dengan tangan kosong. Wajah mereka terlihat begitu kesal.
"Sialan, mengapa gadis kecil itu mengacaukan semuanya. Sebenarnya siapa dia? mengapa aura yang ia keluarkan sangat luar biasa." ucap Yin Zinxi sambil menggebrak meja yang ada di depannya. Mereka mengira kedatangan mereka tadi akan membuat pihak Klan Xiao merasa takut namun nyatanya mereka salah.
"Kita harus membunuh gadis itu terlebih dahulu, jika tidak semua rencana yang kita lakukan akan sia sia saja." ucap Yin Zinxu sambil menepuk bahu kembarannya. Mereka berdua mengagguk secara bersamaan lalu tersenyum aneh entah apa yang saudara kembar itu rencanakan.
Baru saja mereka berdua merasa senang, rencana baru mereka akan berhasil. Itulah yang ada di kepala mereka sekarang. Namun baru saja merasa senang, tiba tiba saja Pangeran Yin Liu datang ke kamar si kembar tanpa permisi dan tanpa mengetuk pintu.
"Lebih baik urungkan apa yang kalian rencanakan, posisi kaisar itu aku sudah tak menginginkannya, karna nyawaku dan keluargaku jauh lebih penting." ucap Pangeran Yin Liu yang berusaha memperingatkan saudara kembar itu. Jika mereka berdua ingin memberontak pada kekaisaran dan melawan Xiao Ziya, hanya kematian yang akan mereka dapatkan.
Yin Zinxi dan juga Yin Zinxu saling berpandangan, kemudian mereka berdua tertawa secara bersamaan.
"Hahaha apakah kau takut pada gadis kecil itu? jika kau tak menginginkan posisi kaisar biar kami yang mengambilnya." ucap Yin Zinxi penuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Ditempat lain tepatnya disebuah penginapan yang terbilang mewah dan sangat mahal, telah berkumpul beberapa orang yang terlihat sangat asing.
"Bagaimans bisa kita membunuh gadis itu? bukankah ini terlalu berbahaya." ucap salah seorang pemuda pada seorang anak laki laki.
"Bukankah kita adalah anak dewa, mengapa harus merasa takut pada manusia rendahan." ucap anak laki laki itu dengan santainya.
Sepertinya anak laki laki itu adalah anak laki laki yang sama yang sudah ditabrak Xiao Ziya. Ternyata benar bahwa ia adalah anak dari salah seorang dewa. Yang menjadi masalahnya sekarang, mengapa mereka mengincar Xiao Ziya.
"Membunuh gadis itu bukanlah hal yang sulit untukku." ucap seorang anak perempuan yang juga ada pada kelompok itu.
Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya, ia berusaha untuk tidak memikirkan hal apapun. Dia hanya ingin istirahat dengan fikiran yang tenang untuk menghadapi banyak masalah yang akan datang nanti. Walau mental Xiao Ziya adalah mental remaja dewasa namun tubuh Xiao Ziya tetaplah tubuh seorang gadis yang baru akan berusia sebelas tahun.
__ADS_1
Dilain tempat saat ini Xiao Cunyu dan juga Raja Artur sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya menyangkut Xiao Ziya.
"Putri ku itu sangat kuat dan sudah melampauiku, apakah suatu saat nanti ada pemuda yang dapat mengimbanginya." ucap Xiao Cunyu yang sepertinya sedang mencemaskan masa depan Xiao Ziya. Xiao Cunyu tetaplah seorang ayah yang ingin putrinya bahagia dan memiliki sebuah keluarga kecil sendiri.
"Ini terlalu awal untuk membahas hal seperti itu. Aku merasa putrimu memiliki banyak misteri." ucap Raja Artur yang merasakan beberapa keanehan pada Xiao Ziya akhir akhir ini. Namun anehnya Raja Artur tak bisa melihat misteri apa yang ada pada tubuh Xiao Ziya karna ada sebuah kekuatan yang melindunginya.
"Putriku itu sama seperti ibunya, suatu hari nanti putriku harus pergi kedunia teratas untuk berjumpa dengan ibunya." ucap Xiao Cunyu sambil tersenyum hambar. Sangat menyedihkan bila mengingat istrinya tak bisa melihat perkembangan putrinya yang sangat cantik itu.
"Apakan Ziya berbeda dengan kedua anak laki lakimu?." tanya Raja Artur yang ingin mengetahui sesuatu.
Xiao Cunyu hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan lemas, ia hal yang ditanyakan oleh Raja Artur memanglah benar. Xiao Yan, Xiao Xun adalah anak dari istri pertamanya yang meninggal saat kedua putranya sudah berumur delapan tahun dan juga lima tahun. Sedangkan Xiao Ziya adalah putri dari istri keduanya, yang dulunya tak memiliki asal usul yang jelas. Namun saat Xiao Ziya lahir kedunia tiba tiba ada dua orang yang mengaku sebagai ayah dan kakek dari istrinya. Dan kedua orang itu membawa pergi istrinya dengan paksa.
"Jadi seperti itu, pantas saja gen mereka bertiga sangat bersimpangan, namun untuk sekarang kita harus melindungi putrimu itu." ucap Raja Artur yang memiliki firasat buruk yang akan terjadi pada Xiao Ziya.
"Apa yang akan terjadi pada putriku?." tanya Xiao Cunyu dengan panik.
"Ada beberapa orang yang ingin mengincar nyawa putrimu." ucap Raja Artur yang membuat Xiao Cunyu terkejut bukan main.
**Hai hai para pembacaku yang sangat ku sayangi, gimana kabar kalian semua semoga sehat selalu ya Amiin.
Jangan lupa follow aku ya guys biar author seneng.
Dan jangan lupa vote sebanyak banyaknya, komen, like, rate, share.
oh ya minta bantuannya ya klik profilku, terus klik trendi kalian like #thanksgiving punyaku ya
lop you guys**.
__ADS_1