RATU IBLIS

RATU IBLIS
39


__ADS_3

"Ariel sudah stop" ucap Aroon menjauhkan Ariel dari Hermione, kancing bajunya sudah terbuka semua memperlihatkan br4nya.


"Lepas aku ingin bermain dengannya" ucap Ariel menghempaskan tangan Aroon lalu mendekati Hermione lagi, Hermione hanya diam saja.


"Jangan dengannya, aku bisa membawakan 5 wanita untuk kau tiduri sekarang tapi jangan dia" ucap Aroon.


"Aku mau dia" ucap Ariel menatap mata biru Hermione.


Hermione mendorong Ariel lalu berlari pergi. Ariel langsung mengejar Hermione dan menangkap tubuhnya.


"Mau kemana kakak cantik, kamu milikku" ucap Ariel memeluk Hermione dari belakang dia m3remas dua benda kenyal yang ada diatas perut Hermione.


"Ugh lepas" ucap Hermione memberontak.


"Ariel lepaskan dia cepat" ucap Aroon mendekat.


"Penjaga bawa abangku ini kekamarnya dan kunci dia supaya tak menggangguku" ucap Ariel, datang beberapa orang dan langsung membawa Aroon.


"Lepasin gue" Aroon memberontak tapi tetap tak bisa lepas, orang itu menyeret Aroon.


"Lepasin Ariel" ucap Hermione.


"Aku tak akan melepaskanmu malam ini" ucap Ariel membawa tubuh Hermione kesofa supaya bergabung bersama yang lain.


Hermione dipangkuan Ariel dengan keadaan kancing bajunya terbuka, Ariel memeluk Hermione dari belakang erat sambil mencium leher Hermione.


Iliana dan Mona berposisi menghadap ke Aris dan Veno, Iliana dan Mona sudah telanjang dada tersisa rok yang mereka pakai tanpa menggunakan cd karena sudah dibuka sedari tadi.


Aris memasukkan jarinya kedalam lubang Iliana sedangkan Veno memasukkan pedangnya kelubang Mona. Pakaian Aris dan Veno masih utuh hanya saja Veno sudah membuka resleting celananya dan mengeluarkan pedangnya dari wadahnya.


"Lihat temanmu sangat menikmati permainan papaku dan om" Ariel membuka resleting celana Hermione mengusap **** ********** Hermione yang masih tertutup cd.


"Hmpp" Hermione menggigit bibir bawahnya.


Ariel yang melihat Hermione menahan suara desahannya langsung memasukkan tangannya kedalam cd Hermione lalu memasukkan jarinya kedalam lubang Hermione.


"Ahh" Ariel semakin bersemangat mendengar suara desahan Hermione.


"Kamu akan memuaskanku jika kamu tak mau maka aku yang akan memuaskanmu" ucap Ariel menggerakkan jarinya.


Desahan demi desahan Hermione keluarkan, Ariel semakin tak terkendali mendengar suara Hermione.


.......


Sekarang posisi Hermione sudah menghadap Ariel, pakaian Hermione masih menempel cuman kancing baju dan resleting celananyanya saja sudah terbuka, pedang Ariel sudah dikeluarkan.

__ADS_1


"Mainkan punyaku" ucap Ariel melihat mata Hermione. Tanpa menjawab tangan Hermione memegang pedang Ariel dan mulai memainkannya, Ariel langsung melihat kebawah dan benar saja Hermione yang memainkannya.


Ariel mengeluarkan suara desahannya, dia menikmati setiap sentuhan yang diberikan Hermione. Hermione berhenti dan beranjak dari pangkuan Ariel lalu berjongkok dihadapan Ariel.


"Sayang kenapa berhenti ayo lanjut" ucap Ariel.


Hermione memegang pedang Ariel lalu memasukkannya kedalam mulutnya. Ariel terkejut melihat itu tapi dia juga senang karena Hermione mau bermain dengannya.


***


Bram mencoba menelpon Hermione lagi tapi tidak aktif.


"Hera kau milikku hanya milikku" ucap Bram.


"Lihat saja jika kau sudah kesini, kau tak akan aku lepaskan dari pelukanku" ucap Bram.


***


Pagi harinya Aroon keluar dari kamar, pintu kamarnya sudah tidak dikunci makanya dia bisa keluar. Para pelayan sibuk kesana kemari mengerjakan tugas mereka masing-masing.


Aroon berjalan menuruni tangga, dia melihat Hermione dkk, Ariel, Aris dan Veno masih tertidur disofa yang ada diruang tengah.


Orang yang ada didalam rumah sudah terbiasa dengan hal tersebut, Aroon berjalan kearah mereka.


Posisi tidur Hermione duduk disofa dengan Ariel berada diatas pangkuannya menghadap dirinya, Ariel memeluk tubuh Hermione yang polos tak menggunakan pakaian sama sekali.


Aroon kaget melihat cairan merah dilantai dekat Hermione dan Ariel. Hermione dkk sebenarnya sudah bangun tapi mereka pura-pura tidur.


"Ariel bangun" ucap Aroon menggerakkan tubuh Ariel yang ada dipangkuan Hermione.


"Uhh" Andre membuka perlahan matanya lalu mengucek-ngucek matanya. Dia melepaskan pelukannya melihat kearah bawah tubuhnya.


"Kau membangunkan adikku" ucap Ariel melihat Aroon yang berdiri.


"Nanti saja memikirkan itu, lihat ada darah" ucap Aroon menunjuk lantainya. Refleks Ariel melihat kearah lantai.


"Pantas saja sempit ternyata masih perawan" ucap Ariel seperti tak merasa bersalah. Keadaan saat mereka semua bertarung lampu dimatikan jadi hanya terlihat samar-samar saja.


"Kau sudah merusak dia Ariel, kau harus tanggung jawab" ucap Aroon.


"Hah kau sangat lucu menyuruhku bertanggung jawab, tubuhnya memang nikmat tapi aku tak akan menikahinya aku hanya ingin menikmati tubuhnya saja" ucap Ariel yang masih berada diatas pangkuan Hermione.


"Kau punya hati atau tidak sih sebenarnya?" tanya Aroon.


"Ntahlah aku tak peduli, sudahlah lebih baik kau pergi aku masih ingin bermain" ucap Ariel.

__ADS_1


"Aku tak mau tau pokoknya kau harus bertanggung jawab" Aroon melangkah pergi. Ariel menatap Aroon datar lalu melihat kearah wajah Hermione. Ariel mengusap pipi Hermione lembut sambil tersenyum manis, dia senang karena menurutnya dialah yang pertama melakukannya padahal itu hanya tipu daya Hermione.


Hermione perlahan membuka matanya, dia melihat wajah Ariel yang sedang tersenyum. Hermione lalu mengucek matanya dan melihat keadaan tubuhnya dari atas kebawah lalu melihat keyang lain. Dia pura-pura kaget melihat itu semua, pandangannya sekarang menatap mata Ariel.


"Kau" ucap Hermione menunjuk Ariel.


"Apa sayang?" tanya Ariel sambil bergerak.


"Hmp jangan bergerak" ucap Hermione.


"Kenapa takut terangsang?" Ariel malah menggoyangkan pinggulnya.


"Ah Ar~iel ber~hen uh ti" ucap Hermione menengadahkan kepalanya, Ariel semakin mempercepat temponya.


Para pekerja perempuan yang melihat itu kasian kepada Hermione, pada saat mereka membereskan gelas dan botol bekas minuman beralkohol mereka melihat darah dilantai. Para pekerja laki-laki hanya menahan nafsunya mendengar suara desahan Hermione.


Iliana dan Mona yang mendengar suara Hermione dan Ariel menjadi terangsang tapi mereka tetep menutup matanya.


"Sialan suaranya merdu banget" batin Iliana.


"Gue jadi pengen lagi" batin Mona.


"Sama tapi ni orang belum bangun" batin Iliana.


"Bangunin" batin Mona.


Iliana bergerak dengan tangan melingkar dipinggang Aris menahan tubuh Aris. Aris membuka perlahan matanya merasakan itu dia mengucek matanya. Aris melihat wajah Iliana yang masih menutup matanya lalu dia mendengar suara Hermione dan Ariel membuat dia menoleh. Aris langsung menggoyangkan pinggulnya, Iliana langsung membuka matanya melihat Aris.


"Bagus" batin Iliana.


Mona membuat Veno bermimpi, Veno memegang 2 benda kenyal dan m3remasnya matanya masih tertutup.


Mona membuka matanya, Veno memegang tubuh bagian belakang Mona lalu menekan tubuh Mona supaya semakin memperdalam, bagian bawah mereka belum dilepas dari malam tadi.


Veno membuka perlahan matanya melihat Mona yang sedang melihat kearea bawah dia mengikuti Mona melihat kearea bawah, Veno tersenyum miring lalu memindahkan tubuh Mona membuat Mona berada diatas tubuh Veno.


"Puaskan aku cepat" ucap Veno, Mona menurutinya.


Hermione merasa permainan Ariel berbeda dari malam tadi, dia merasakan permainannya seperti kenal.


"Andre" batin Hermione.


"Yahhh babyhhh" ucap Andre yang berada didalam tubuh Ariel. Evan masuk kedalam tubuh Aris dan Julio masuk kedalam tubuh Veno.


Mereka semua lalu pindah kekamar supaya lebih leluasa, para pelayan membereskan pakaian yang berserakan dilantai.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2