RATU IBLIS

RATU IBLIS
Tuan Zunhi Mouzi


__ADS_3

Setelah samapi di penginapan Xiao Ziya langsung masuk ke dalam kamarnya kemudian ia langsung mandi dan berganti pakaian, gadis itu menggunakan sebuah gaun panjang berwarna biru muda yang terbuat dari kain sutra kualitas terbaik. Setelah bergabung pakaian dan menggunakan hiasan rambut dengan motif awan, Xiao Ziya membuka pintu kamar kemudian mengetuk pintu kamar Lunx untuk memastikan apakah leluhur bangsa elf itu sudah siap ataukah belum.


"Lunx apa kau ada di dalam." tanya Xiao Ziya sembari mengetuk pintu kamar itu, setelah cukup lama menunggu tak ada jawaban dari kamar tersebut. Xiao Ziya memilih untuk turun ke lantai dasar dan melihat apakah pelayan setianya itu sudah ada di sana.


"Selamat malam Nona Ziya." ucap Lunx dan kepala desa secara bersamaan.


"Malam semuanya." jawab Xiao Ziya dengan senyuman manisnya.


"Maaf karna saya tak memberitahu Nona Ziya terlebih dahulu saat saya sudah turun ke lantai dasar." ucap Lunx yang samar samar mendengar suara Xiao Ziya saat memanggil namanya.


"Tak perlu meminta maaf seperti itu." ucap Xiao Ziya, gadis itu tak mempermasalahkan hal tersebut.


"Kita berangkat sekarang atau nanti Nona Ziya?." tanya Tuan Elzi. Kemungkinan saat ini tempat pedang milik nenek Xiao Ziya masih tertutupi oleh kabut yang cukup tebal.


"Sebaiknya kita makan sebelum pergi kesana, malam ini saya akan menjamu Tuan Elzi sebagai tanda terimakasih Anda telah menerima saya di Desa Elnz ini." jawab Xiao Ziya.


Tak lama setelahnya Ming Angli dan putranya keluar dari dapur membawakan bermacam-macam hidangan lezat kemudian mereka hidangkan di meja tempat Xiao Ziya, Kepala Desa, dan Lunx berada. Ming Angli sangat puas dengan semua masakan yang telah ia buat, banyak bahan makanan yang tersisa padahal ia membuat berbagai jenis masakan.


"Silahkan dinikmati masakan saya." ucap Ming Angli dengan senyuman lebar.


"Dimana Tuan pemilik penginapan? kalian juga ikut makan malam bersama kami. Duduklah Nyonya Ming Angli dan Tuan Muda Gunzo." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan istri dan anak dari pemilik penginapan untuk bergabung bersama dengannya dalam jamuan makan malam kali ini.


"Bagaimana kami bisa duduk bersebelahan dengan Nona Ziya." ucap Ming Angli dengan ragu ragu. Minat nona muda itu memiliki banyak sekali persediaan makanan membuat Ming Angli berfikir bahwa Xiao Ziya bukanlah pengembara biasa melainkan putri dari keluarga bangsawan.


"Jangan menolak ajakan saya Nyonya Ming Angli." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramah.


"Duduklah menantuku, jangan membuat Noma Ziya merasa sedih karna kau menolak ajakannya." ucap Tuan Elzi, ia membantu Xiao Ziya membujuk menantu pertamanya itu.


"Baiklah kami akan bergabung dengan kalian." ucap Nyonya Ming Angli yang langsung duduk di sebuah kursi bersebrangan dengan kursi Xiao Ziya begitupun dengan anak laki lakinya.


"Dimana Yunha? mengapa ia tak ada di penginapan?." tanya Tuan Elzi yang sedang mencari keberadaan anak laki laki pertamanya itu. Tak mungkin jika putranya meninggalkan penginapan saat ada tamu sepenting Nona Xiao Ziya.


"Saya juga tak tau kemana suami saya pergi, sore tadi ia izin untuk membeli beberapa barang baru untuk menambah perabotan di penginapan, namun sampai sekarang ia belum kembali." ucap Ming Angli yang sedikit cemas dengan kondisi suaminya, ia takut sang suami dirampok dalam perjalanan pulang atau bertemu dengan orang jahat.


"Mari kita makan terlebih dahulu, jika Tuan Yunha belum kembali maka saya akan membantu untuk mencarinya." ucap Xiao Ziya, gadis itu sudah sangat lapar dan tak sabar menyantap semua masakan Nyonya Ming Angli yang disajikan di hadapannya.


Akhirnya mereka semua mengambil makanan sesuai dengan selera masing masing, Xiao Ziya mengambil beberapa potong roti dengan isian daging dan sayur, selain itu Xiao Ziya mengambil daging asap asam manis dan beberapa makanan lainnya. Setelah dua piring terisi penuh dengan makanan Xiao Ziya segera menyantapnya dengan lahap.


Di sisi lain saat ini Yunha sang pemilik penginapan sedang di seret oleh pesuruh Tuan Zunhi Mouzi menuju penginapan milik Yunha. Tuan Zunhi Mouzi mendapatkan kabar bahwa gadis asing itu tinggal di penginapan milik anak pertama kepala desa dan kebetulan mereka bertemu di pasar tadi. Dengan sigap Tuan Zunhi Mouzi menangkap Yunha dan membawanya menuju penginapan dengan cara di seret hingga tubuh Yunha mendapat banyak luka goresan.


Saat sedang menikmati beberapa potong daging yang masih tersisa di piringnya, Xiao Ziya mendengar suara langkah kaki beberapa orang yang semakin detak dengan penginapan. Xiao Ziya menoleh dan melihat ke arah pintu masuk penginapan, gadis itu berdiri dan meninggalkan tempat duduknya, ia berjalan ke pintu depan kemudian membukanya lebar lebar. Mata Xiao Ziya bertemu dengan mata seorang pria paruh baya yang sedang menatapnya dengan tajam, di belakang pria itu ada beberapa orang yang sedang menyeret Tuan Yunha.

__ADS_1


"Jadi ini Nona Muda yang menginap di penginapan milikmu?." tanya Tuan Zunhi Mouzi sembari mencengkram dagu Yunha dengan cukup kencang.


"Lepaskan paman Yunha, apa yang kau lakukan padanya." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang cukup kencang hingga semua orang yang masih berada di dalam penginapan langsung keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Suamiku!!." triak Ming Angli dengan histeris, ia sangat sedih melihat kondisi suaminya babak belur seperti itu.


"Lepaskan putraku." ucap Tuan Elzi, tubuh pria tua itu mengeluarkan energi dingin dalam jumlah yang cukup banyak, ia sangat marah dengan tindakan yang dilakukan Zunhi Mouzi pada putra pertamanya itu.


"Bukankah saya sudah pernah memperingatkan Anda untuk tak menerima tamu dari luar wilayah Desa Elnz? mengapa Anda tak mendengar peringatan saya itu." ucap Tuan Zunhi Mouzi dengan sorot mata tajam. Jika semua penduduk si Desa Elnz adalah penyihir dengan elemen es maka Keluarga Mouzi semuanya penyihir dengan elemen api.


Xiao Ziya melihat percikan api keluar dari telapak tangan Zunhi Mouzi dan sepertinya pria itu ingin menyerang kepala desa menggunakan api tersebut. Dengan sigap Xiao Ziya membuat sebuah perisai menggunakan api hitamnya dan berhasil memblokir serangan dari Zunhi Mouzi.


"Menyerang Kepala Desa tanpa asalan yang jelas adalah tindak kejahatan." ucap Xiao Ziya yang kini menatap tajam ke arah Zunhi Mouzi.


Gadis itu melesat dengan cepat dan menyerang orang orang yang tengah memegangi Tuan Yunha, setelah berhasil melumpuhkan mereka semua Xiao Ziya langsung membawa Tuan Yunha pergi dari sana.


"Tolong bawa suami Anda masuk kedalam Nyonya Ming Angli, masalah ini biar kami yang menyelenggarakannya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, saat ini Tuan Yunha membutuhkan perawatan pertama agar semua luka luka di tubuhnya pulih.


Ming Angli membawa suaminya masuk ke dalam penginapan sedangkan Tuan Zunhi Mouzi masih tak percaya dengan kekuatan yang dimiliki oleh gadis asing itu, ia juga merasa heran mengapa api milik gadis itu berwarna hitam legam. Bawahan Tuan Zunhi Mouzi mulai mencoba untuk berdiri dan ingin melawan Xiao Ziya, sayangnya serangan yang diberikan oleh gadis itu merusak bagian dalam meridian mereka.


"Maaf Tuan Zunhi Mouzi, kami tak sanggup untuk berdiri lagi." ucap beberapa orang yang masih tergeletak lemas di halaman depan penginapan Yunha.


"Kalian beristirahat terlebih dahulu, gadis itu bukanlah tandingan kalian." ucap Tuan Zunhi Mouzi yang mengerti akan kekalahan bawahannya itu.


"Argh sialan, darimana gadis sepertimu mendapatkan senjata yang kuat seperti itu." ucap Tuan Zunhi Mouzi yang merasa tak terima.


"Saya bukanlah seorang gadis yang bersembunyi di dalam tempurung kura kura hingga tak tau bagaimanapun rasanya menjelajahi dunia." jawab Xiao Ziya dengan santai disertai senyuman tipis di wajah cantiknya.


"Kedatangan mu di desa ini adalah sebuah bencana, sebaiknya kau pergi sekarang juga sebelum saya bertindak lebih jauh lagi." ancam Tuan Zunhi Mouzi pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya menunjukkan senyum remeh setelah mendengar perkataan pria arogan itu, apa yang harus ditakutkan oleh Xiao Ziya?. Gadis itu mempercepat serangannya hingga Zunhi Mouzi tak bisa mengimbangi dan mendapat beberapa luka sayatan yang cukup dalam. Pedang hitam milik Xiao Ziya membentur kencang pedang api milik pria itu, sihir apinya padan dan pedang itupun menghilang. Zunhi Mouzi mengambil beberapa langkah kebelakang untuk menghindar dari serangan gadis itu karna saat ini ia tak memiliki senjata apapun.


"Menyeralah Tuan Zunhi Mouzi, saya bukanlah gadis yang akan berbaik hati membiarkan Anda pergi begitu saja." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar.


"Baiklah kali ini saya menyerah, tolong lepaskan saya dan anak buah saya." ucap Tuan Zunhi Mouzi yang sudah tak sanggup jika harus melawan gadis asing itu.


"Cepat pergi!!." bentak Xiao Ziya dengan sorot mata tajam yang sangat menakutkan.


Tuan Zunhi Mouzi mengajak seluruh bawahannya untuk meninggalkan Penginapan Yunha, belum sampai keluar dari halaman dengan penginapan itu Tuan Zunhi Mouzi merasakan dua jarum yang menancap di kepala bagian belakangnya. Beberapa saat setelahnya Tuan Zunhi Mouzi pingsan, bawahan pria itu sangat panik dan langsung membopong tuan mereka untuk pergi.


"Terimakasih karna telah menyelamatkan putra saya." ucap Tuan Elzi sembari membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Semua ini terjadi karna saya berada di desa ini, secepatnya saya akan menyelesaikan urusan saya kemudian pergi dari sini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman penuh arti. Banyak hal yang perlu gadis itu lakukan untuk Desa Elnz, ia perlu menyelidiki dari mana Keluarga Mouzi mendapatkan pasokan beras, gandum, serta bahan pangan lainnya untuk mereka jual pada penduduk Desa Elnz.


"Mari kita pergi ke tempat pedang peninggalan nenek Anda berada." ucap Tuan Elzi yang langsung berjalan mendahului Xiao Ziya.


Xiao Ziya mengikuti kemana kepala desa pergi sedangkan Lunx sang leluhur bangsa elf mengikut nona mudanya dari belakang untuk memastikan tak ada yang tiba tiba menyerang nona mudanya itu. Perjalanan mereka bertiga menuju tempat pedang peninggalan nenek Xiao Ziya berada memakan waktu cukup lama, mereka sudah cukup jauh meninggalkan pemukiman penduduk dan saat ini berada di lereng gunung bagian paling ujung dari Desa Elnz. Xiao Ziya mempertebal api hitam miliknya untuk melindunginya dari hawa dingin yang semakin kuat, Lunx yang merupakan seorang leluhur bangsa elf dengan tiga elemen sanggup menahan aura dingin itu tanpa mengeluarkan mana sihir miliknya.


"Bagaimana kondisi Nona Ziya? saya harap tubuh Anda bisa menahan aura dingin yang ada di gunung es ini." ucap Tuan Elzi yang sedikit khawatir dengan kondisi Xiao Ziya, tak banyak manusia biasa yang mampu menahan hawa dingin gunung es tersebut.


"Tuan tak perlu khawatir karna saya bisa mengatasinya dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tenang. Suhu tubuhnya akan tetap terjaga selama api hitam masih menyelimuti seluruh bagian tubuhnya itu.


Di sisi lain saat ini bawahan dari Tuan Zunhi Mouzi baru saja sampai di Kediaman Keluarga Mouzi sembari membopong tuan mereka. Tiga pemuda keluar dari rumah megah itu setelah melihat beberapa bawahan dari ayah mereka tangah membopong tubuh sang ayang dalam kondisi lemah tak berdaya.


"Siapa yang melakukan hal ini pada ayah?." tanya Tuan Muda Esland Mouzi dengan tatapan tajam, ia akan membunuh orang yang berani menyakiti ayahnya.


"Seorang nona muda yang tinggal di penginapan Tuan Yunha yang telah melakukan hal ini." ucap salah seorang bawahan Tuan Mouzi.


"Nona muda? tak ada keluarga bangsawan lain yang ada di Desa Elnz ini. Nona muda mana yang kau maksud?." tanya Tuan Muda Yarland Mouzi dengan tatapan penuh selidik. Tak mungkin cucu dari kepala desa mengumumkan dirinya menjadi seorang nona muda tanpa ada garis keturunan bangsawan.


"Nona itu datang dari luar wilayah Desa Elnz, menutut pengamatan kami ia bahkan lebih kuat dari Kepala Desa." ucap salah seorang bawahan Tuan Zunhi Mouzi yang memberi penjelasan tentang nona muda asing itu.


"Sebaiknya kita bawa ayah ke dalam rumah terlebih dahulu, saat ini ayah memerlukan perawatan intensif." ucap Tuan Muda Ezad Mouzi, ia meminta bawahan yang lain untuk membawa ayah mereka masuk ke dalam rumah sedangkan bawahan yang terluka parah juga pergi untuk mendapatkan perawatan.


"Sebaiknya kita mengamati terlebih dahulu bagaimana kekuatan dari nona muda itu, jangan bertindak gegabah karna keutuhan Keluarga Mouzi sedang dipertaruhkan." ucap Tuan Muda Esland Mouzi yang sedang memberikan arahan pada kedua adiknya.


"Kami mengerti kakak pertama." ucap kedua pemuda itu penuh dengan semangat membara untuk membukakan dendam ayah mereka.


Ketika anak anak dari Tuan Zunhi Mouzi sedang sibuk memikirkan cara untuk membalas dendam pada orang yang telah melukai ayah mereka, di sisi lain saat ini orang tersebut sedang sibuk mengamati kondisi di sekitar gunung es. Xiao Ziya mengarah pandangnya ke segala arah, gadis itu merasakan aura membunuh yang sedang mengitari mereka bertiga.


"Tuan Elzi sebaiknya Anda mundur." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu dengan sigap mengambil pedang hitam miliknya dan bersiap siap jika ada sesuatu yang menyerang mereka.


Sepasang tangan dengan cakar yang sangat tajam ingin meraih Xiao Ziya, untunglah gadis itu menghindar dengan cepat sehingga ia tak terluka. Mata Xiao Ziya berubah menjadi biru cerah dengan cahaya yang mampu menembus kabut tebal di gunung es itu, seketika Xiao Ziya dapat melihat puluhan beruang salju yang sedang mengelilingi mereka bertiga. Sepertinya Tuan Elzi membawa Xiao Ziya dan Lunx masuk ke dalam wilayah kekuasaan para beruang salju itu.


"Apakah gunung es ini tempat tinggal para beruang salju?." tanya Xiao Ziya pada kepala desa.


"Nona Ziya benar, gunung es ini adalah tempat para beruang salju tinggal. Pedang yang sedang Anda cari berada di puncak gunung es, mau tak mau kita harus melewati kawanan beruang salju yang siap menghadang kapanpun juga." ucap Tuan Elzi dengan tubuh sedikit gemetaran karna ia mendengar suara raungan dari beberapa beruang salju. Jangan bilang jika saat ini mereka sedang dikepung oleh sekawanan beruang salju yang sangat ganas itu.


Xiao Ziya menarik nafas beberapa kali dan mencoba untuk menenangkan dirinya, mungkin para beruang salju ini sedang bersiaga karna mereka takut orang orang asing yang masuk ke wilayah mereka akan membuat kekacauan. Xiao Ziya tersenyum lebar pada salah seekor beruang salju dengan ukuran yang lebih besar daripada yang lain.


"Apakah Anda pemimpin di tempat ini?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara yang sangat ramah.


"Ya saya adalah ketua di sini, para manusia seperti kalian pasti ingin merusak tempat tinggal kami." ucap beruang salju itu dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Perkenalan saya Xiao Ziya cucu dari Nyonya Yie Linyia. Pasti Anda tak asing dengan nama itu, saya datang untuk mengambil pedang peninggalan nenek saya. Tolong izinkan saya dan yang lain untuk naik ke puncak sana." ucap Xiao Ziya. Gadis itu sengaja tak menggunakan kekuatannya karna ia yakin kesalahpahaman kali ini dapat diselesaikan secara baik baik.


Hai semuanya maaf karna kemarin author libur satu hari hehe. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2