
Ratu Min Xunzi semakin marah atas tindakan Yie Gu, wanita itu tak bisa membiarkan keponakan kesayangannya mati ataupun terluka di tempat seperti ini. Xiao Ziya hanya tersenyum melihat tingkah sang kakek yang sangat mengejutkan seperti ini, jadi benar selama ini sang kakek hanya memanfaatkan kehadiran Xiao Ziya untuk menaikkan posisinya. Xiao Ziya memberikan isyarat pada bibinya untuk melanjutkan memberi hukuman pada Yie Munha, awalnya Ratu Min Xunzi tak ingin melakukan hal itu namun Xiao Ziya memaksa.
"Mengapa saya harus melepaskan cucu anda? saya bisa membunuhnya saat ini juga." ucap Ratu Min Xunzi dengan tatapan menantang, ia yakin keponakannya tak akan mudah terbunuh.
Yie Gu menggores sedikit leher Xiao Ziya hingga berdarah, darah menetes dari leher gadis itu dan mengenai cincin penguasa mutlak milik Xiao Ziya. Cincin penguasa mutlak milik Xiao Ziya bergetar dengan sangat hebat, sabit kematian yang ada di dalam cincin tersebut mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat. Saat ini Lee Brian sedang berada di sebuah tempat misterius yang hanya diketahui oleh segelintir orang saja, pria itu merasakan kemarahan yang dipancarkan oleh sabit kematian miliknya. Lee Brian yang saat ini sedang bersantai dan menandatangani beberapa dokumen merasa terkejut, mata Lee Brian berubah menjadi merah darah pria itu melesat pergi dari tempat itu menuju tempat keponakan kesayangannya berada.
"Paman tolong selamatkan saya." ucap Xiao Ziya dengan nada lirih. Mendengar perkataan Xiao Ziya membuat Yie Laingfu tertawa, mengapa ia harus menyelamatkan gadis yang ingin menghukumnya? biarlah gadis itu mati secara mengenaskan.
"Hahaha mengapa saya harus menyelamatkan mu gadis sialan." tawa Yie Laingfu yang menggelegar di seluruh ruang pengadilan.
"Paman Lee Brian." ucap Xiao Ziya kemudian menutup matanya, gadis itu sempat melihat Lee Brian datang dengan memancarkan aura kemarahan yang kuat.
Lee Brian menatap penuh kebencian ke arah sang ayah, pria itu melesat ke arah Yie Gu dan menebas tangan kanan pria tua itu. Seketika pedang yang melukai leher Xiao Ziya terjatuh, Yie Gu sangat terkejut karna ada seseorang yang menebas tangan kanannya. Saat melihat ke arah orang yang berani menyerangnya tubuh Yie Gu bergetar dengan sangat hebat, ia melihat pancaran kebencian yang begitu kuat dari mata anak ketiganya.
"Jangan berani kau menyentuh keponakan kesayangan saya." ucap Lee Brian dengan sangat marah.
Ratu Min Xunzi terkejut melihat kedatangan adik laki lakinya, bagaimana bisa adiknya itu tau bahwa saat ini Xiao Ziya sedang dalam bahaya. Jika sudah seperti ini kondisi akan memburuk, Lee Brian tak akan peduli dengan siapa orang itu, selama orang itu berani menyakiti keponakan yang ia sayangi maka ia akan membunuh dan membalas perbuatan orang itu.
"Bagaimana kau bisa datang ke tempat ini?." ucap Yie Gu dengan tubuh lemas dan terduduk di lantai.
"Saya datang karna anda dengan berani menyakiti keponakan saya." ucap Lee Brian dengan kemarahan yang masih memuncak.
Lee Brian melihat ke arah Xiao Ziya yang tergeletak lemah di lantai ruang pengadilan, pria itu membopong tubuh Xiao Ziya dan mencium kening keponakan kesayangan itu. Setelah mendapatkan ciuman dari pamannya Xiao Ziya tersadar dan mulai membuka mata, Ziya tersenyum ke arah paman Lee Brian ia tau pria itu menyayangi seperti putrinya sendiri.
"Kau baik baik saja cantik?." tanya Lee Brian dengan senyuman tampan.
"Saya baik baik saja paman, terimakasih karna telah datang tepat waktu." ucap Xiao Ziya dengan perasaan senang.
"Hey mengapa kau membawa keponakanku, cepat lepaskan." triak Ratu Min Xunzi pada adik laki lakinya, ia tak akan membiarkan Lee Brian mengambil Xiao Ziya begitu saja.
"Dia juga keponakan saya, dasar kakak jelek." ucap Lee Brian yang berbalik mengejek Ratu Min Xunzi.
"Kami siap mendengar perintah dari Nona Besar, banyak kejahatan yang telah mereka lakukan lebih baik Nona Besar memberikan hukuman berat pada mereka." ucap kedua belas Jenderal Kerajaan Bulan, mereka tak bisa menerima tindakan yang dilakukan oleh anggota Klan Yuang Yie.
"Hukuman apa yang ingin kau berikan pada mereka sayang?. tanya Lee Brian pada keponakannya, ia akan menggantikan Xiao Ziya memberikan hukuman pada orang orang jahat itu.
"Tuan Yie Laingfu mendapatkan hukuman penghancuran kultivasi, Yie Munha mendapat hukuman cambuk sebanyak dua ratus kali. Untuk Tuan Yie Gu saya persilahkan paman dan bibi yang menentukan hukumannya, saya sangat lelah dan harus beristirahat." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah sedih. Gadis itu berhasil memerankan perannya dengan sangat baik, kini sang kakek akan mengetahui akibat saat ia berani menghianati Xiao Ziya.
__ADS_1
Lee Brian meminta beberapa Jenderal Kerajaan Bulan yang berada di sana untuk membawa Xiao Ziya kembali ke kamarnya, gadis itu perlu beristirahat untuk memulihkan kondisinya yang lumayan memburuk. Lee Brian tau bahwa Xiao Ziya gadis yang kuat dan tak akan kalah dalam hal hal seperti ini, pria itu berfikir mungkin keponakannya sedang syok dengan beberapa hal yang terjadi. Orang orang yang awalnya berada di pihak Xiao Ziya mulai membuka topeng mereka masing masing, apalagi kesalahan yang di buat Yie Laingfu berkaitan dengan ibu kandung gadis itu. Setelah Xiao Ziya pergi dari ruang pengadilan Yie Gu menatap ke arah Lee Brian kemudian tersenyum seperti sedang merencanakan sesuatu.
"Aku adalah ayahmu, sebagai seorang anak kau harus berbakti pada orang tuamu." ucap Yie Gu dengan ekspresi tak berdaya.
"Dalam hal ini gadis itulah yang bersalah, seandainya ia memberikan pil darah dari awal maka putraku tak akan menipunya." ucap Yie Gu lagi, pria tua itu mulai meneteskan air mata palsu dan berusaha untuk mempengaruhi Lee Brian.
"Maaf tuan saya sudah tak memiliki orang tua." jawab Lee Brian dengan ekspresi tenang, kata katanya lebih menyakitkan dari perkataan Ratu Min Xunzi.
"Lebih baik kita jalankan hukuman untuk mereka sekarang, siang nanti akan ada acara perayaan kemenangan keponakanmu. Jangan membuat acaranya rusak karna orang orang tak berguna ini." ucap Ratu Min Xunzi yang memberitahukan pada Lee Brian dan dijawab sebuah anggukan.
Lee Brian mendekat ke arah Yie Laingfu, ini saat yang tepat untuk menghancurkan seluruh kultivasi yang Yie Laingfu miliki. Yie Gu dan kedua anak laki laki Yie Laingfu masih terus memohon agar hukuman itu dibatalkan, akan tetapi Lee Brian tak mendengar perkataan mereka. Lee Brian memusatkan kekuatannya pada kepalan tangan sebelah kanan, setelah itu ia memukul titik dantian Yie Laingfu dengan sangat kencang dan menimbulkan suara ledakan yang cukup kuat. Yie Laingfu memuntahkan darah dalam jumlah yang sangat banyak, tubuhnya terasa lemah dan tak bisa bergerak sama sekali, karna penghancuran titik dantian sangat menyakitkan akhirnya pria itu tak sadarkan diri. Yie Gu membelalakkan matanya, apa yang ia perjuangkan agar putra kesayangannya itu menjadi yang terkuat hancur begitu saja, suatu hari ia akan membalas semua ini.
"Dia tetaplah adik laki laki mu, kau sangat jahat!." triak Yie Gu sembari menatap tajam Lee Brian.
"Saya hanya memiliki hubungan dengan Junyi dan Xunzi anak anak anda yang lain bukanlah saudara saya. Dan wanita tua bermana Yie Weinje itu bukanlah ibu kandung kami bertiga, anda tak perlu menyembunyikan apapun karna saya sudah mengetahuinya." ucap Lee Brian dengan raut wajah datar, beberapa bulan yang lalu ia meminta seseorang untuk menyelidiki Klan Yuang Yie, baru kemarin orang yang dikirim oleh Lee Brian kembali dengan berbagai informasi mengejutkan.
"Kau menjadi gila seperti gadis itu." ucap Yie Gu yang sedang menyinggung Xiao Ziya.
Tiba tiba saja sebuah belati melesat dan mengenai kaki Yie Gu, semua orang yang ada di ruang pengadilan terkejut karna diantara mereka tak ada yang melakukan hal tersebut. Beberapa orang melihat ke arah pintu masuk ruang pengadilan yang terbuka lebar namun tak ada siapapun di sana.
"Jika anda terus menghina saya, belati itu akan menancap di leher anda." ucap Xiao Ziya dari kamar tamu, gadis itu merasa kesal saat Yie Gu menyebutnya sebagai gadis gila.
"Saya sedang membaringkan tubuh di kamar, melemparkan belati dalam jarak seratus ribu meter pun saya bisa melakukannya." ucap Xiao Ziya dengan nada datar, suara gadis itu bisa sampai ke ruang pengadilan karna ia menggunakan sihir khusus.
"Sepertinya dia sangat kesal." ucap Ratu Min Xunzi yang sedikit mengerti mengenai emosi yang dimiliki keponakannya itu.
"Ziya akan baik baik saja meski saya tak ada di sini, gadis itu sengaja memanggil saya karna ia ingin memberitahukan kebohongan beberapa anggota Klan Yuang Yie." ucap Lee Brian dengan senyuman hangat, ia senang karna keponakannya itu masih membutuhkan bantuannya.
"Bawa gadis ini ke penjara dan cambuk sebanyak dua ratus kali." ucap Ratu Min Xunzi sembari menunjuk ke arah Yie Munha, beberapa prajurit dan dua jenderal segera membawa Yie Munha keluar dari ruang pengadilan menuju penjara bawah tanah.
Yie Junghwa dan Yie Cinling berusaha menyelamatkan adik mereka namun dihalangi oleh prajurit lain, kedua pemuda itu sangat marah dan melawan para prajurit. Min Xome dan Min Wungi datang membantu para prajurit mengatasi kedua kakak laki laki Yie Munha itu, karna kekuatan antara mereka sangat berbanding terbalik akhirnya kedua kakak laki laki Yue Munha kalah. Yie Gu yang diam menatap kearah pertarungan keempat cucunya sangat terkejut, ternyata anak anak dari Min Xunzi memiliki kekuatan yang lebih dari anak anak Yie Laingfu.
"Apa yang telah kau ajarkan pada mereka hingga bisa sekuat itu." ucap Yie Gu yang menatap ke arah Ratu Min Xunzi.
"Mereka dibesarkan sebagai calon pemimpin wilayah penyihir hitam, tak ada celah untuk menjadi seorang pemuda lemah yang tak berbakat." jawab Ratu Min Xunzi dengan nada ketus, ia tak akan menyerahkan putra putranya itu pada sang ayah.
"Mereka akan tumbuh lebih kuat jika tinggal di Klan Yuang Yie." ucap Yie Gu yang belum memahami situasinya saat ini. Pria tua itu tak punya rada malu hingga bisa mengatakan hal yang tak masuk akal.
__ADS_1
"Mereka anak anak saya, anda tak berhak mengambilnya dari saya karna anda bukan keluarga ataupun kerabat dekat mereka." jawab Ratu Min Xunzi lagi.
Lee Brian dan Ratu Min Xunzi meminta beberapa prajurit yang ada di sana untuk mengusir Yie Laingfu dan Yie Gu dari Istana Kerajaan Bulan, hukuman yang mereka berdua dapatkan sangatlah ringan karna mendapat belas kasih dari Ratu Min Xunzi dan Lee Brian.
"Sekarang pria tua itu seperti tak memiliki rasa malu lagi, lebih baik jika Xiao Ziya segera pergi meninggalkan tempat memuakkan ini." ucap Lee Brian yang tak ingin hak buruk lain terjadi pada keponakannya.
"Gadis itu masih belum bertemu dengan ibunya, yakinlah bahwa keponakan kita bisa menjaga diri dengan baik." ucap Ratu Min Xunzi, kekuatan yang Xiao Ziya miliki saat ini sudah cukup untuk menghancurkan beberapa pihak yang berani membuat masalah dengannya.
"Saya tau akan hal itu, menurut informasi yang saya dapatkan saat ini kakak Junyi masih tak mengingat apapun tentang kehidupannya di dunia bawah. Saya tak ingin Xiao Ziya terluka saat menerima penolakan dari ibu kandungnya sendiri." ucap Lee Brian yang sedang memikirkan banyak hal mengenai keponakannya.
"Gadis itu datang ke Dunia Manusia Abadi dengan semua pertimbangan yang telah ia fikir matang matang, ia juga tau bahwa sang ibu mengalami lupa ingatkan. Jika ia sudah selesai dengan urusannya, Ziya pasti akan kembali ke dunia bawah." ucap Ratu Min Xunzi yang sedang meyakinkan Lee Brian agar tak terlalu khawatir tentang Xiao Ziya.
Lee Brian harus segera pergi dari tempat itu karna keberadaanya akan menimbulkan masalah jika diketahui oleh pihak musuh, Lee Brian menitipkan salam untuk Xiao Ziya pada Ratu Min Xunzi. Dengan secepat kilat pria itu menghilang, Ratu Min Xunzi menghela nafas ketika melihat adiknya pergi.
"Lebih baik kita melihat bagaimana kondisi adik sepupu saat ini." ucap Min Xome yang masih khawatir dengan keadaan Xiao Ziya meski pemuda itu tau sepupunya akan baik baik saja.
Di sisi lain Raja Yongling Zu sedang berkumpul dengan keempat anak kandungnya bersama Ratu Junyi Zu, mereka sedang membahas tentang kehadiran Xiao Ziya di Dunia Manusia Abadi dan keberhasilan gadis itu merebut tahta Kerajaan Bulan. Diantara keempat anak dari Raja Yongling Zu, hanya ada satu pangeran yang merasa senang karna adik tirinya berhasil menguasai Kerajaan Bulan sedangkan dua pangeran dan satu putri merasa kesal dan tak nyaman dengan kehadiran Xiao Ziya.
"Berarti adik tiri kami sangatlah kuat hingga bisa merebut tahta Kerajaan Bulan dari Raja Anling Zee?." ucap Putra Mahkota Yonzu Zu, pemuda itu anak pertama dari Ratu Junyi Zu yang sudah diangkat menjadi putra mahkota. Ia merasa tak senang dengan kehadirannya Xiao Ziya karna takut gadis itu akan merebut posisinya.
"Bisa dibilang adik tiri kalian memiliki sekutu yang cukup kuat." jawab Raja Yongling Zu dengan tenang, ia sudah memikirkan beberapa cara untuk menaklukkan Xiao Ziya.
"Haruskah kita melawan gadis itu?." tanya Putri Beling Zu dengan tatapan tajam.
"Lebih baik kita mencoba menerimanya di sini, akan sangat bagus jika gadis itu berada di pihak kita." ucap Raja Yongling Zu dengan senyuman licik.
"Ayah ingin memanfaatkannya? dia sudah cukup menderita karna terpisah dengan ibu." jawab Pangeran Jongsu Zu dengan tatapan tak terima, sebagai seorang kakak ia tak ingin memanfaatkan sang adik untuk kepentingan pribadi. Meski belum pernah bertemu dengan Xiao Ziya secara langsung, akan tetapi hati kecil Pangeran Jongsu Zu percaya gadis itu anak perempuan yang baik.
"Kau tak mengenalnya, lebih baik kita memanfaatkan gadis itu daripada menerima dengan cuma cuma." ucap Pangeran Honzi Zu yang sangat setuju dengan saran sang ayah.
"Apa yang dikatakan saudaramu yang lain itu benar nak, kita tak tau sejahat apa gadis itu hingga tega merebut tahta Kerajaan Bulan." ucap Raja Yongling Zu, ia yakin anak anaknya belum mendapat informasi mengenai peperangan Xiao Ziya dengan sekutu Xiao Ziya.
Pangeran Jongsu Zu hanya diam dan mendengar rencana yang telah dibuat oleh sang ayah, ia tau ayahnya sangat marah pada ayah kandung Xiao Ziya yang telah merebut sang ibu dari sisi mereka. Namun semua ini bukan sepenuhnya kesalahan ayah dari Xiao Ziya, jika Xiao Cunyu tau wanita yang ia selamatkan sudah memiliki suami maka Xiao Cunyu tak akan menikahi wanita itu. Setelah cukup lama berdiskusi, satu persatu anak dari Ratu Junyi Zu keluar dari ruang kerja ayah mereka dan kini tersisa Pangeran Jongsu Zu.
"Saya tau ayah sangat membenci gadis itu, akan tetapi ia tak perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang kalian lakukan." ucap Pangeran Jongsu Zu dengan sorot mata jernih, apa yang ia katakan berasal dari hatinya sendiri.
"Kau membelanya putraku?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
"Ayah tak pernah tau rasanya berada di posisi anak tiri ayah itu, mungkin jika dia bisa memilih ia pasti tak ingin dilahirkan dalam keluarga seperti ini." ucap Pangeran Jongsu Zu yang langsung keluar dari ruang kerja sang ayah setelah memberi salam.
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.