
Setelah tiga jam terbang, akhirnya mereka sampai di perbatasan Kerajaan Xingmen. Di sana banyak sekali prajurid yang sedang berjaga. Turunnya seekor harimau dari atas langit membuat para prajurid itu menjadi siaga.
"Perkuat pertahanan tak ada yang tau hewan apakah itu." ucap seorang jenderal yang tengah meminta prajuritnya untuk siaga pada posisi mereka masing masing.
Xiao Ziya yang tadinya masih terlelap dalam tidurnya kini mulai mengerjap merjapkan matanya. Ia melihat sekeliling, tempat itu terasa sangat asing baginya. Kemudian ia melihat ke arah Yume yang sedang terdiam sembari menatap kedepan.
"Apakah ini perbatasan Kerajaan Xingmen?." tanya Xiao Ziya yang langsung membuyarkan lamunan dari Yume.
"Iya nona, kita hanya perlu melewati penjaga penjaga itu." ucap Yume sembari menunjuk ke arah prajurid yang sedang berjaga.
Xiao Ziya dengan segera turun dari punggung Zier, gadis itu berjalan menuju para prajurit yang sedang menatapnya penuh dengan rasa heran. Apakah ini baru pertama kali bagi mereka melihat seseorang menunggangi spirit best seperti ini.
"Permisi paman apakah ini perbatasan wilayah Kerajaan Xingmen." tanya Xiao Ziya pada seorang pria yang sedang menjaga gerbang masuk Wilayah Kerajaan Xingmen.
"Iya, ada keperluan apa hingga gadis sekecil kau datang sendiri kesini?." tanya prajurit itu karna tak menemukan orang tua Xiao Ziya yang mendampinginya.
"Saya datang dari Kekaisaran Qiyu, ini token saya." ucap Xiao Ziya sembari memperlihatkan token berwarna emas miliknya yang menandakan bahwa ia adalah anggota kekaisaran yang meniliki status tinggi.
Prajurit itu terkejut melihat token milik Xiao Ziya dan langsung berlari menemui jenderal yang sedang berada di tenda.
"Salam jenderal, ada seorang gadis yang datang dari Kekaisaran Qiyu dan gadis itu membawa token emas." ucap prajurit itu yang langsung mengagetkan sang jenderal.
Jenderal tersebut langsung berlari untuk menemui gadis yang dimaksutkan oleh sang prajurit.
"Maaf telah membuat nona menunggu, mari ikut saya masuk kedalam." ucap sang jenderal yang menpersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam gerbang perbatasan.
"Ada dua temanku yang ikut bersamaku." ucap Xiao Ziya yang menunjuk Zier dan juga Yume.
Sang jenderal hanya bisa meneguk ludahnya kasar, ternyata harimau putih yang turun dari langit tadi adalah tunggangan gadis yang ada di hadapannya itu. Untuk seorang gadis seumuran Xiao Ziya itu akan sangat menakjubkan.
"Yume turunlah biarkan Zier dalam wujud kecilnya." perintah Xiao Ziya yang langsung dituruti oleh Yume dan juga Zier.
__ADS_1
Xiao Ziya menggendong Zier dan membawanya masuk ikut kedalam, sedangkan Yume mengikuti Xiao Ziya dari belakang.
"Perkenalkan saya Jenderal Honzu, yang bertugas menjaga wilayah perbatasan Kerajaan Xingmen, jika saya boleh tau apa status nona?." tanya Jenderal Honzu yang merasakan bahwa gadis yang ada di sampingnya bukanlah gadis sembarangan.
"Saya Xiao Ziya adik dari Kaisar baru Kejaisaran Qiyu, gadis di sampingku ini adalah Yume teman baikku, sedangkan harimau kecilku ini adalah Zier spirit best yang tikatannya tak bisa kujelaskan." ucap Xiao Ziya yang bukan hanya memperkenalkan dirinya saja.
Mendengar bahwa gadis yang ada di sebelahnya adalah adik dari Kaisar baru Wilayah Kekaisaran Qiyu membuat lutut Jenderal Honzu menjadi lemas. Ia kira Xiao Ziya hanyalah anak bangsawan biasa yang sedang berkunjung.
"Maaf atas kelancangan saya pada putri Ziya." ucap Jenderal Honzu yang menyebut Xiao Ziya sebagai seorang putri.
"Bisakah Jenderal Honzu mengantar saya menemui raja, ada beberapa hal mendesak yang harus saya katakan." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara serius.
Yume meminta ijin pada Xiao Ziya untuk kembali ke rumahnya dan mengemas semua barang barang yang akan ia bawa, Yume sudah memutuskan untuk tinggal sebagai pelayan Xiao Ziya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya dan Jenderal Honzu sedang berjalan menuju istana Kerajaan Xingmen. Terlihat rakyat Xingmen hidup dengan damai walau ada beberapa gelandangan yang ada di pinggiran kota. Xiao Ziya menatap mereka dengan perasaan iba.
"Mengapa banyak gelandangan tadi?." tanya Xiao Ziya yang penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
Xiao Ziya berfikir sejenak, bukankah hal yang sama juga sedang terjadi di desa desa yang berada di perbatasan Wilayah Kekaisaran Qiyu. Ini sungguh aneh dan tidak masuk akal. Untuk apa Pangeran Xi Minho menyerang kerajaanya sendiri.
Tak lama akhirnya mereka sampai di gerbang masuk istana Kerajaan Xingmen dengan nuansa putih dan biru istana itu terlihat indah.
"Hormat kami pada Jenderal Honzu." ucap para prajurit yang sedang menjaga gerbang masuk.
Gerbangpun dibuka, Jenderal Honzu dan Xiao Ziya memasuki halaman depan istana. Setelah melihat melihat kesekeliling banyak taman taman kecil yang indah, semua itu sangat bertolak belakang dengan kepribadian orang orang dari Kerajaan Xingmen yang sedang berada di istana kekaisaran.
Tak lama kemudian ada seorang wanita dengan penampilan anggun yang keluar dari pintu depan istana dan berjalan menemui Jenderal Honzu. Wanita itu melihat Xiao Ziy kemudian tersenyum.
"Siapa gadis ini Jendral Honzu?." tanya wanita itu yang ternyata salah satu selir raja yang bernama Selir Xi Minxi.
"Salam saya pada Selir Minxi. Gadis ini adalah putri Xiao Ziya dari Kekaisaran Qiyu, putri datang kesini untuk bertemu dengan raja." ucap Jenderal Honzu yang menjelaskan maksut kedatangan Xiao Ziya.
__ADS_1
Xiao Ziyapun membungkuk hormat di depan Selir Minxi.
"Tidak perlu seformal itu saya hanyalah seorang selir." ucap Selir Minxi yang merasa tindakan Xiao Ziya terlalu berlebihan.
"Saya hanya menghormati mereka yang beretika baik." ucap Xiao Ziya dengan jujur.
Selir Minxi sedikit tertarik dengan kepribadian Xiao Ziya yang sedikit berbeda dari putri putri kerajaan besar lainnya. Jenderal Honzu pamit untuk kembali keperbatasan dan Selir Minxi mengantar Xiao Ziya masuk kedalam istana.
"Apakah Yang Mulia Raja sedang sibuk?." tanya Xiao Ziya pada Selir Minxi.
"Raja hanya sedang merapatkan beberapa permasalahan." ucap Selir Minxi.
Selir Minxi masuk kedalam aula utama bersama dengan Xiao Ziya. Kedatangan selir Minxi cukup membuat Raja terkejut pasalnya ia sedang mengadakan rapat dengan para pangeran, putri, dan juga mentri mentrinya.
"Salam hormat selir rendahan ini pada Yang Mulia Raja, maaf telah menggangu jalannya rapat. Putri Xiao Ziya dari Kekaisaran Qiyu datang berkunjung." ucap Selir Minxi sembari berlutut di hadapan Raja Xi Yunzo.
Mendengar apa yang dikatakan Selir Xi Minxi membuat sang raja terkejut dan langsung berdiri dari singgasananya, begitupula dengan yang lain.
"Ada hal penting apa hingga putri dari kekaisaran besar menemuiku." tanya Raja Xi Yunzo yang terkejut dengan kedatangan Xiao Ziya yang terlalu mendadak itu.
"Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan pada raja, apakah anda bernekan mendengarnya." ucap Xiao Ziya yang mulai berbicara dengan nada yang serius.
**Hai hai semuanya aku update lagi nih, gimana kapan kalian masuk sekolah kaya biasanya?? semangat terus ya.
Jangan lupa Vote, komen, like, rate, share.
Ada yang kepo sama visual Xiao Ziya pas dia masih di jaman moderen dan masih jadi Zoya???
Ini visualnya**
__ADS_1
Ini pas masih jadi Zoya dan masih jadi bos mafia gimana gimana