RATU IBLIS

RATU IBLIS
Perlahan Lahan Terbongkar


__ADS_3

Setelah sampai di halaman depan istana Kerajaan Bintang Timur, Xiao Ziya berfikir untuk kembali terlebih dahulu ke Kerajaan Bulan karna gadis itu sangat ingin tau rahasia mengenai identitas neneknya. Akan tetapi Xiao Ziya juga harus mempertimbangkan nya lebih lanjut, jika ia pergi sekarang maka ibu kandungnya akan dalam bahaya ditambah kedatangan Mue Linzong dan Mue Sanron. Anda saja saat ini gadis itu tak sedang berada di wilayah kekuasaan orang lain maka ia akan membunuh seluruh keluarga Selir Mue Zu tanpa ampun, Ziya hanya khawatir sang ibu akan membencinya jika melakukan hal itu nanti.


"Huft kapan saya bisa kembali." ucap Xiao Ziya sembari menghela nafas berat.


Dari arah belakang ada Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu yang ingin menghampiri Xiao Ziya, keduanya melihat gadis itu dalam suasana hati yang tak baik. Putra Mahkota Yunzo Zu ingin kembali bersama sang adik namun adiknya yaitu Pangeran Honzi Zu tetap ingin bertemu dengan Xiao Ziya.


"Apa yang sedang adik Ziya lakukan di sini?." tanya Pangeran Honzi secara tiba tiba, Xiao Ziya menoleh kebelakang dan melihat ke arah dua pemuda itu.


"Saya sedang melepas penat, ada keperluan apa hingga Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu datang menemui saya?." tanya Xiao Ziya dengan alis yang sedikit terangkat.


"Kami hanya kebetulan lewat saja." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang tak ingin mengakui bahwa mereka berdua memang sengaja mencari Xiao Ziya. Pangeran Honzi menoleh ke arah sang kakak laki laki, ia tak mengerti mengapa kakaknya itu malu mengakui bahwa mereka sedang mencari adik Ziya.


"Jangan percaya dengan yang dikatakan oleh Putra Mahkota, saya dan beliau sengaja mencari adik Ziya." ucap Pangeran Honzi Zu secara terang terangan, ia rasa saat ini hubungan Xiao Ziya dengan anak anak dari Raja Yongling Zu sudah mulai membaik.


"Ah ternyata Putra Mahkota malu untuk mengakuinya." ucap Xiao Ziya dengan suara tawa kecil yang sangat lucu. Tiba tiba saja pipi Putra Mahkota Yunzo Zu memerah karna melihat senyuman dan tawa menggemaskan dari adik tirinya itu.


"Pipi Anda memerah Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Xiao Ziya yang semakin meledek Putra Mahkota Yunzo Zu.


"Tolong hentikan itu adik Ziya, saya memang sengaja datang untuk mencari Anda. Tak ada hal penting yang ingin saya sampaikan, namun apakah Anda berkenan pergi ke pasar terdekat bersama kami berdua?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu yang ingin mengajak Xiao Ziya bergabung dengannya dan Pangeran Honzi Zu untuk berjalan jalan di sekitar ibu kota Wilayah Kerajaan Bintang Timur.


"Baiklah mari kita pergi." ucap Xiao Ziya yang bergegas berjalan menuju gerbang keluar masuk istana Kerajaan Bintang Timur disusul kedua pangeran di belakangnya.


Di sisi lain saat ini Mue Linzong dan Mue Sanron sedang berjalan menuju ruang kesehatan untuk melihat bagaimana kondisi anak serta cucu mereka, setelah sampai di ruang kesehatan kedua orang tua itu menghampiri ranjang tempat putri mereka terbaring tak berdaya.


"Mengapa kondisimu separah ini putriku." ucap Mue Sanron dengan air mata membasahi wajah keriputnya.


"Ibu dan ayah sudah datang. Maafkan putri kalian yang tak berbakti ini, saya tak bisa memberikan salam pada kalian karna kondisi saya saat ini." ucap Selir Mue Zu dengan tatapan sedih, wanita itu dikenal sebagai wanita baik oleh kedua orang tuanya dari kecil Selir Mue Zu selalu bersikap sopan dan mendapat pengakuan dari banyak orang.


"Istirahatlah putriku, kesembuhan mu lebih penting dari pada sebuah salam." ucap Mue Linzong, ia tak bisa menerima kenyataan bahwa putri tercintanya sampai terpuruk sejauh ini. Mue Linzong melihat ke dua ranjang lain dan ia semakin kesal dengan Xiao Ziya karna membuat kedua cucunya dalam kondisi kritis.


"Bagaimana dengan kondisi kedua anakmu saat itu sayang?." tanya Mue Sanron, ia mengusap kening putri kesayangan itu pelan.


"Mereka mengalami kelumpuhan ringan, saat ini tabib kerajaan masih mencarikan obat untuk mereka berdua." ucap Selir Mue Zu, ia menatap ke arah ranjang tempat kedua anaknya berbaring.

__ADS_1


"Kita harus segera menyingkirkan gadis itu untuk keamanan anak kita ini." ucap Mue Sanron dengan tatapan penuh kebencian, meski ia harus bersekutu dengan iblis setidaknya Xiao Ziya hilang selamanya dari dunia ini.


"Cukup sulit untuk menyingkirkan gadis itu, dia mempunyai kekuatan yang tak masuk akal untuk gadis berusia lima belas tahun." ucap Mue Linzong, pencapaian Xiao Ziya mengalahkan leluhur dari Klan Mue dan itu terdengar sangat mengerikan.


"Ada satu cara yang bisa kita lakukan untuk menyingkirkan nya." ucap Mue Sanron dengan senyuman licik, ia sudah tau harus meminta bantuan pada siapa untuk menangani Xiao Ziya. Semoga saja rencana jahat dari wanita itu tak bisa menyakiti Ziya.


Saat ini Xiao Ziya, Putra Mahkota Yunzo Zu, dan Pangeran Honzi Zu sedang berada di sebuah restoran yang cukup mewah. Mereka bertiga memesan ruang vip yang ada di lantai paling atas restoran itu karna lantai lantai yang lain sudah penuh dengan pengunjung, saat melewati lantai tiga Xiao Ziya melihat ke arah dua pemuda dengan wajah yang sangat familiar baginya, mereka berdua seperti Yoe dan Yue.


"Siapa yang menarik perhatian mu adik Ziya?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu yang ikut melihat ke arah yang sama dengan Xiao Ziya. Ia melihat dua orang pemuda dengan paras tampan yang sedang menunggu pesanan mereka, mungkinkah adik tirinya itu menyukai salah satu dari mereka berdua.


"Adik menyukai salah satu diantara mereka berdua?." tanya Putra Mahkota Yunzo yang sangat bawel pada Ziya hingga gadis itu merasa kesal. Memang apa salahnya jika gadis itu melihat ke pengunjung lain.


"Saya hanya merasa wajah mereka sangat familiar, bolehkan Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu pergi terlebih dahulu ke ruang vip?." tanya Xiao Ziya yang ingin menghampiri kedua pemuda itu tanpa dibuntuti oleh Pangeran Honzi Zu dan Putra Mahkota Yunzo Zu.


"Kami akan tetap berada di sini untuk berjaga jaga jika ada hal yang tak diinginkan terjadi." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang ingin melihat hal apa yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya, ia sangat penasaran dengan identitas dua pemuda itu hingga menarik perhatian seorang Xiao Ziya.


Pangeran Honzi Zu yang memahami perasaan adik tirinya langsung menarik Putra Mahkota Yunzo Zu menuju ke lantai berikutnya agar tak mengganggu Xiao Ziya. Ziya tersenyum melihat Pangeran Honzi Zu yang sangat perhatian padanya, gadis itu mengacungkan jempol pada Pangeran Honzi. Putra Mahkota Yunzo Zu yang ditarik paksa oleh sang adik hanya bisa pasrah, jika ia memberontak maka ia akan melukai sang adik.


"Jangan terlalu ikut campur dengan masalah adik Ziya tanpa ia minta, jika kakak tetap melakukan hal itu maka adik Ziya akan merasa risih." jawab Pangeran Honzi Zu dengan pemikiran yang cukup dewasa dari kepribadiannya. Putra Mahkota Yunzo Zu menatap tak percaya ke adiknya itu, sejak kapan Pangeran Honzi memiliki pemikiran yang waras? mungkinkah otak mereka berdua sudah tertukar?.


Saat ini Xiao Ziya sedang menghilangkan aura keberadaanya agar kedua pemuda itu tak kabur begitu saja, entah mengapa hari Xiao Ziya sangat yakin bahwa keduanya adalah Yoe dan Yue. Hal yang membuat Xiao Ziya tak bisa mempercayai apa yang ia lihat karna seharusnya mereka berdua masih sangat kecil, bagaimana tiba tiba bisa menjadi pemuda dewasa?.


"Kalian ada di sini?." tanya Xiao Ziya sembari menepuk punggung kedua pemuda itu, keduanya menoleh ke arah Xiao Ziya kemudian menunjukkan ekspresi terkejut.


"Maaf Nona, apakah kita saling mengenal sebelumnya?." tanya salah satu diantara kedua pemuda itu dengan tatapan tenang. Xiao Ziya sudah sangat yakin dengan identitas keduanya, gadis itu tak sungkan duduk di sebuah kursi kosong yang ada di depan pemuda itu.


"Maaf nona kita tak saling mengenal, tak sopan jika Anda duduk tanpa izin dari kami." ucap seorang pemuda dengan wajah yang sangat mirip dengan Yoe kecil.


Xiao Ziya tak menggubris perkataan pemuda itu, ia mengangkat tangan dan meminta pelayan untuk mencatat pesanannya. Seorang pelayan datang saat melihat Xiao Ziya, pelayan itu ingat bahwa gadis tersebut datang bersama Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu.


"Saya ingin memesan makanan dan tolong Anda antar ke ruang vip tempat Putra Mahkota Yunzo Zu berada." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lembut pada pelayan wanita yang ada di sampingnya.


"Baik saya akan mengantar pesanan Anda ke ruang vip." ucap pelayan itu tanpa mempertanyakan mengapa gadis yang datang bersama Putra Mahkota Yunzo Zu malah duduk dengan dua pemuda asing.

__ADS_1


"Saya ingin tiga porsi daging asam manis, satu porsi penuh ayam bakar lada hitam, tiga porsi udang goreng tepung, tiga porsi sayuran segar, Anda bisa menambah beberapa buah dan minuman. Anda tak perlu khawatir karna saya akan membayarnya sekarang, jadi silahkan di total berapa harga pesanan saya." ucap Xiao Ziya dengan tenang, sedangkan dua pemuda di hadapannya sibuk memikirkan cara untuk kabur dari restoran itu.


Setelah mencatat semua makanan yang di pesan oleh Xiao Ziya, pelayan itu pergi menuju dapur untuk meminta beberapa koki untuk menyiapkan. Saat ini Xiao Ziya kembali fokus menatap dua pemuda yang ada di hadapannya itu, terlihat dengan jelas keringat dingin mulai bercucuran di kening mereka berdua. Yoe dan Yue yang sedang dalam penampilan pemuda dewasa itu tak mengerti bagaimana cara Xiao Ziya mengenali mereka berdua padahal wajah saat berpenampilan sebagai anak kecil sangatlah berbeda dengan wajah mereka saat ini. Jika Yoe dan Yue tak bisa kabur dari sana maka tugas mereka untuk menguji Xiao Ziya akan gagal, entah laporan apa yang harus diberikan pada sang pemimpin nanti.


"Jadi apa alasan kalian berdua menipu saya dengan menjadi dua anak kecil tak berdaya?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan tajam, sorot mata gadis itu tak sedang bercanda. Mungkin Xiao Ziya bisa menghajar habis habisan kedua pemuda itu jika alasan yang mereka buat tak membuatnya puas.


"Kami tak mengerti apa yang Anda maksud, sudah sangat jelas bahwa kita baru bertemu hari ini." ucap Yue, pemuda itu menyembunyikan tangannya yang gemetaran di bawah meja agar tak terlihat oleh Xiao Ziya.


"Mungkin kalian bisa menipu orang lain namun tidak dengan saya. Saya sangat yakin bahwa kalian berdua adalah Yoe dan Yue anak kecil yang pernah saya bantu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik, tak mungkin seseorang melakukan penyamaran tanpa alasan khusus.


"Mungkin Nona salah mengenali orang, ini pertama kalinya kami datang ke Wilayah Kerajaan Bintang Timur. Karna kami berdua merasa lapar akhirnya kami mampir ke sini sebentar." ucap Yoe yang berusaha untuk tenang agar bisa mengalihkan pembicaraan yang menyudutkan mereka berdua.


"Seseorang yang baru datang ke wilayah ini akan menggunakan logat yang asing, menurut saya logat yang kalian gunakan seperti penduduk asli Kerajaan Bintang Timur." jawab Xiao Ziya yang menemukan kelemahan dari alasan pemuda itu.


Yoe dan Yue saling bertatapan satu sama lain, situasi semakin tak menguntungkan bagi mereka. Jalan satu satunya yang bisa kedua pemuda itu tempuh adalah keluar restoran secepat mungkin walau mereka harus meninggalkan makanan yang dipesan tanpa membayar terlebih dahulu. Yoe dan Yue menganggukkan kepala mereka pelan seperti telah menemukan rencana untuk kabur bersama dari sana, saat keduanya baru berdiri Xiao Ziya langsung mencekal tangan mereka.


"Pelayan!! kedua pelanggan ini ingin pergi sebelum makanan mereka datang. Sepertinya mereka tak ingin membayar makanan yang sudah di pesan." triak Xiao Ziya dengan suara kencang hingga menarik perhatian beberapa pengunjung. Mendengar teriakan gadis itu sontak beberapa pelayan dan pemilik restoran menghampiri mereka bertiga.


"Ada apa nona muda?." tanya seorang pria tua pemilik restoran itu dengan sangat sopan pada Xiao Ziya. Ia melihat tangan gadis itu sedang mencengkram pergelangannya tangan kedua pelanggan yang hendak pergi.


"Kedua pemuda ini ingin pergi Tuan, pesanan mereka belum datang dan mereka belum membayarnya. Jika Tuan membiarkan mereka pergi maka restoran ini akan mengalami kerugian." ucap Xiao Ziya dengan suara datar serta tatapan polos seolah olah ia hanya menangkap penjahat tanpa maksud tertentu.


"Terimakasih karna Nona Muda sudah melaporkan kejadian ini pada kami. Kalian berdua kembali ke kursi masing masing, tunggulah pesanan kalian datang dan kalian harus membayar jika ingin pergi dari sini." ucap pria tua itu dengan tatapan sinis, sudah banyak pengunjung yang makan tanpa membayar hingga menyebabkan kerugian besar pada restoran.


"Baik Tuan." ucap Yoe dan Yue dengan pasrah, mereka sudah sangat malu karna menjadi pusat perhatian semua orang.


Xiao Ziya tersenyum puas melihat ekspresi keduanya, kini ia tinggal membuktikan bahwa kedua pemuda itu adalah Yoe dan Yue dalam wujud asli mereka berdua.


"Mengaku saja sebelum saya bertindak jauh, saya tak peduli apa yang ingin kalian lakukan di wilayah Kerajaan Bintang Timur ini, namun jika hak itu berhubungan dengan saya ataupun orang orang terdekat saya maka saya tak akan segan menunjukkan sisi iblis saya pada kalian." ucap Xiao Ziya dengan aura mengintimidasi yang kuat, Yao dan Yue merasa takut dan tak berani menatap mata gadis itu.


"Kami di sini bukan untuk mengganggu atau membuat masalah dengan Anda, ada tugas yang harus kami lakukan. Kami harap Anda tak perlu ikut campur." ucap Yoe dengan tegas, ia tak ingin gagal menjalankan tugas dari sang pemimpi.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2