RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pergi ke Selatan


__ADS_3

Setelah kedua kakak laki lakinya kembali ke Istana Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya kembali melihat pasukan khususnya yang sedang sibuk berlatih hingga tak menyadari kedatangan nona mereka sendiri.


"Jika mereka terus berlatih seperti ini maka dua bulan lagi semuanya akan siap." ucap Xiao Ziya yang sangat senang melihat perkembangan dari pasukannya yang sangat pesat. Mereka sengaja berlatih dengan kerasa agar tak mengecewakan nona muda yang sudah menyelamatkan mereka dari perbudakan. Menjadi seorang prajurit adalah posisi yang sangat bagus dan memiliki martabat.


Setelah selesai melihat para pria dan pemuda yang sedang berlatih Xiao Ziya beralih pada para wanita yang sedang menyiapkan makan siang untuk para pasukan khususnya itu yang berjumlah puluhan ribu orang. Saat masuk kedalam dapur ada dua ribu pasang mata yang langsung melihatnya.


"Selamat datang nona muda, mengapa anda repot repot mengunjungi kami." ucap salah seorang wanita yang menyambut kedatangan Xiao Ziya namun tangannya tak berhenti memotong motong wortel.


"Apakah semuanya berjalan lancar?." tanya Xiao Ziya yang takut jika para pelayan wanitanya itu merasa kelelahan karna harus memasak untuk puluhan ribu pasukan khusuanya.


"Nona tenang saja yang bertugas memasak ada dua ribu pelayan wanita sedangkan yang bertugas membereskan rumah ada lima ratus pelayan wanita. Yang bertugas membersihkan rumah adalah para wanita yang tak memiliki skill memasak." ucap seorang wanita yang bernama Ling Fei, dia terlihat sangat bijaksana dan cocok untuk menjadi kepala pelayan.


"Baiklah jika ada sesuatu yang kalian butuhkan cari saja saya atau sahabat sahabat saya. Tenang saja saya akan memperkenalkan kalian pada yang lain." ucap Xiao Ziya yang berencana untuk memperkenalkan para pengikutnya itu pada masyarakat Kekaisaran Qiyu.


Sedangkan saat ini kediaman Jenderal Naga Binling sudah rata dengan tanah tak ada yang tersisa di sana, hanya terlihat kerangka kerangka manusia yang tampak mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Kabar terbakarnya Kediaman Jenderal Naga Binling sudah sampai di istana Kerajaan Naga Emas.


"Junjungan muda memang tak pernah memberi kesempatan pada penghianat." ucap Raja Yuelin yang bisa menebak bahwa yang membakar Kediaman Jenderal Naga Binling adalah Xiao Ziya.


Sedangkan para pangeran yang tak tau apa yang sebenarnya terjadi malah merasa panik atas terbakarnya kediaman Jenderal Naga Binling dan ingin melapor pada ayah mereka.


"Ayah ini sangat gawat." ucap Pangeran Azumi yang merupakan Putra Mahkota dari Kerajaan Naga Emas.


"Ada apa putraku?." tanya Raja Yuelin yang merasa keheranan dengan tingkah putranya itu yang tampak sangat cemas.


"Saya mendengar bahwa kediaman Jenderal Naga Binling terbakar dan tak ada yang selamat." ucap Pangeran Azumi yang ternyata mengkhawatirkan sesuatu yang tak penting.


"Ah itu junjungan muda yang melakukannya." ucap Raja Yuelin dengan santai. Pangeran Azumi menatap ayahnya penuh dengan keheranan mengapa sang ayah hanya menunjukkan ekspersi biasa biasa saja tanpa ada rasa terkejut atas terbakarnya Kediaman Jenderal Naga Binling terlebih lagi yang membakarnya adalah junjungan muda mereka.


"Mengapa ayah tampak biasa biasa saja?." tanya Pangeran Azumi yang ingin mengetahui alasan dari sang ayah.

__ADS_1


"Merekalah yang membuat ibundamu menjadi sakit seperti itu, untung saja junjungan muda menemukan akar dari penyakit ibundamu jadi wajar saja jika junjungan muda membakar mereka hingga mati." ucap Raja Yuelin yang tengah menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi. Akhirnya Pangeran Azumi mengerti mengapa keluarga Jenderal Binling Xi dilenyapkan.


"Baiklah jika memang seperti itu ayah." ucap Pangeran Azumi yang merasa lega.


Saat ini Xiao Ziya sedang berada di Klan Xiao untuk menemui sang ayah, ia ingin meminta izin pada ayahnya untuk pergi ke bagian paling selatan dari dunia bawah karna ada yang ingin ia cari di sana.


Tok tok tok


Suara pintu paviliun Xiao Cunyu yang diketuk oleh Xiao Ziya. Setelah mendapatkan izin untuk masuk barulah gadis itu masuk kedalam paviliun sang ayah. Terlihatlah Xiao Cunyu yang sedang menemani Zoe bermain, mereka terlihat seperti ayah dan anak kandungnya.


"Salamku pada ayah, maaf bila Ziya mengganggu waktu ayah." ucap Xiao Ziya yang mengucapkan salamnya dengan sopan pada Xiao Cunyu.


"Ah ternyata putriku yang datang berkunjung. Kemarilah putri kecilku." ucap Xiao Cunyu yang meminta agar Xiao Ziya lebih mendekat lagi padanya dan Zoe.


Xiao Ziya duduk di samping ayahnya dan kini Zoe sudah berada di pangkuan Xiao Ziya. Tentu saja bayi tampan itu sangat merindukan jiejienya yang paling ia sayangi.


"Ziyaa tietie umaa." ucap Xiao Zoe yang nampak senang karna bisa bertemu dengan Ziya.


"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan pada ayah?." tanya Xiao Cunyu yang sudah faham dengan kebiasaan putrinya itu. Jika Xiao Ziya bersikap formal padanya berarti ada seseuatu yang ingin disampaikan.


"Ah iya aku hampir saja lupa jika ayah tak mengingatkan, aku ingin meminta izin pada ayah untuk pergi ke bagian paling selatan dari dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan maksut tujuannya datang menemui sang ayah.


"Baiklah jika kau ingin pergi ke sana, ayah harap kau selalu menjaga dirimu dengan baik." ucap Xiao Cunyu yang tak ingin putri kesayangannya itu sampai terluka.


"Aku akan kembali dengan selamat ayah tenang saja." ucap Xiao Ziya yang langsung memeluk ayahnya dengan sayang. Xiao Zoe yang ada di tengah tengah mereka juga merasa sangat senang.


Setelah mendapat izin dari sang ayah Xiao Ziya memutuskan untuk langsung memulai perjalananya untuk pergi ke bagian paling selatan dari dunia bawah. Dalam perjalananya kali ini semoga saja berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikitpun. Dalam perjalanan menuju wilayah selatan Xiao Ziya akan melewati banyak hutan, lembah, dan sedikit pedesaan.


"Baiklaha mari kita mulai." ucap Xiao Ziya yang sangat bersemangat itu.

__ADS_1


Xiao Ziya melesat pergi ke arah selatan. Kepergian Xiao Ziya tentu saja dilihat oleh beberapa penduduk sekitar yang sedang berlalulalang di depan gerbang masuk Klan Xiao. Mereka sudah sangat terbiasa dengan Xiao Ziya yang tiba tiba melesat dengan kecepatan tinggi.


Sedangkan saat ini Ling Zungze sedang berada di dalam paviliun milik Xiao Ziya yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu, nampaknya pemuda itu sedang mencari keberadaan Xiao Ziya namun ia tak menemukannya di sana.


"Kemana lagi gadis itu pergi, mengapa ia tak bisa berdiam diri di dalam paviliunnya saja." ucap Ling Zungze yang sangat heran dengan hobi menghilang yang dimiliki Xiao Ziya. Selain memiliki hobi menghilang secara tiba tiba gadia itu juga bisa datang secara tiba tiba dan mengejutkan banyak orang.


"Bagaimana aku bisa menjalankan tugas dari ratuku jika gadia itu selalu pergi tanpa kusadari." ucap Ling Zungze yang tengah merasa pusing. Sepertinya ia harus kembali dan melaporkan hal ini pada sang ratu jika tidak ia akan dimarahi habis habisan.


Ling Zungze membaca sebuah mantra yang terdengar sangat aneh kemudian pemuda itu tiba tiba menghilang dari paviliun Xiao Ziya. Dalam sekejap mata Ling Zungze sudah berada di sebuah aula yang sangat megah dengan sebuah singgasana bertabur batu permata hitam dan putih. Di singgasana itu ada sesorang wanita yang duduk dengan anggun.


"Salam hormat bawahan pada Yang Mulia Ratu." ucap Ling Zungze yang menekuk salah satu lututnya sambil menghadap keperempuan itu.


"Bagaimana dengan tugas yang saya berikan, kau sudah menjalankannya dengan baik?." ucap wanita itu dengan nada bicara yang halus namun sangat tajam.


"Maafkan saya ratu, gadis itu ternyata lebih kuat dari saya sehingga saya fikir ia tak membutuhkan pengawalan." ucap Ling Zungze pada wanita yang ia sebut sebagai ratunya itu.


"Baiklah kau cukup awasi saja dia, dan saya rasa kutukanmu telah hilang siapa yang mengangkat kutukan itu?." ucap sang wanita yang sangat penasaran dengan kultivator hebat mana yang sudah mengangkat kutukan dari bawahannya. Ia juga pernah mencoba untuk menghilangkan kutukan itu namun gagal, yang wanita itu bisa lakukan adalah mengurangi efek dari kutukan mengerikan yang menggerogoti tubuh Ling Zungze.


"Menjawab pertanyaan dari Yang Mulia Ratu, gadis itulah yang telah mengangkat kutukan saya." ucap Ling Zungze yang membuat sang wanita cukup terkejut. Siapa sangka gadis yang ingin ia lindungi memiliki kekuatan dan pengetahuan yang sangat luas.


"Kembalilah ke akademi, laporkan setiap hal menarik yang dilakukan oleh gadis itu." ucap sang wanita yang meminta Ling Zungze untuk kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu untuk mengawasi Xiao Ziya.


Ling Zungze mematuhi perintah dari ratunya itu ia kembali membaca mantra dan kembali ke halaman depan paviliun Xiao Ziya. Setelah itu Ling Zungze dengan segera kembali ke paviliunnya sendiri agar tak ada yang curiga padanya.


Tanpa Ling Zungze sadari saat ia muncul di halaman depan Xiao Ziya saat itu juga Raja Artur sedang berada di atap paviliun Xiao Ziya. Raja Artur datang karna merasakan aura yang sangat aneh si area paviliun milik penerusnya yang ada di akademi. Untuk memastikan semuanya baik baik saja Raja Arturpun turun ke dunia bawah dan langsung pergi ke akademi. Ia sedikit terkejut ketika ada seorang pemuda yang tiba tiba muncul di halaman depan paviliun Xiao Ziya. Pemuda itu tampak asing baginya dan dari auranya saja sudah bisa dipastikan bahwa si pemuda berambut putih bukan berasal dari dunia bawah.


"Siapa pemuda itu, mengapa ia tampak mencurigakan. Jika ia berani mengganggu gadis nakalku maka akan kubuat botak kepalanya." ucap Raja Artur yang sangat kesal jika ada seseorang yang menggangu penerusnya itu. Setelah memastikan tak ada lagi orang aneh yang tiba tiba muncul Raja Artur memilih untuk kembali ke Kerajaan Neraka.


Saat ini Xiao Ziya sudah sampai disebuah hutan yang sangat lebat namun tak ada satupun pohon yang menghasilkan buah walaupun mayoriyas pohon yang ada di sana adalah pohon persik, pohon mangga, dan pohon jambu air. Xiao Ziya tampak mengedarkan pandanganmya keseluruh hutan. Hutan itu memiliki aura biru yang sangat pekat, tak ada bahaya yang terlihat mengancam. Namun bukan berarti Xiao Ziya akan percaya begitu saja sehingga gadis itu masih meningkatkan kewaspadaanya karna sesuatu yang terlihat tenang dan tak berbahaya biasanya menyimpan sesuatu yang sangat berbahaya.

__ADS_1


"Aku merasakan kehadiran dari sesuatu." ucap Xiao Ziya yang bisa merasakan pergerakan dari tanah. Xiao Ziya menajamkan penglihatannya dan melihat ke arah depan.


Hai hai semuanya aku update lagi, gimana kabar kalian semoga baik aja ya. Jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share, tips.


__ADS_2