
Hari berlalu dengan begitu cepat, pagi telah tiba Xiao Ziya sudah bangun dari tidurnya. Hari ini menggunakan gaun berwarna emas dengan sebuah bando dengan ukiran naga berwarna hitam, apapun yang gadis itu kenakan pasti akan terlihat cantik dan menawan.
"Zier masuklah kembali ke dalam cincin semesta, saya akan pergi lagi ke Kerajaan Zu Long untuk bertemu dengan ayah angkat dan juga kakak laki lakiku." ucap Xiao Ziya yang masuk kedalam cincin semesta milik Xiao Ziya, kemudian gadis itu mememui wanit pemilik penginapan.
"Selamat pagi bibi." ucap Xiao Ziya yang menyapa wanita pemilik penginapan.
"Selamat pagi nona muda, anda ingin sarapan apa hari ini?." tanya wanita itu yang ingin menyiapkan sarapan untuk Xiao Ziya.
Hari ini Xiao Ziya hanya sarapan dengan segelas susu kemudian gadis itu pergi menuju Kerajaan Zu Long. Raja Zeus dan kedua putranya tak perlu waktu yang lama untuk sampai di Kerajaan Zu Long karna mereka bisa melesat dengan sangat cepat.
Xiao Ziya sampai di gerbang masuk Kerajaan Zu Long, gadis itu dipersilahkan masuk oleh para penjaga gerbang karna mereka sudah tak asing lagi dengan wajah Xiao Ziya.
"Apakah Raja Zeus dan kedua putranya sudah datang?." tanya Xiao Ziya pada seorang penjaga gerbang.
"Mereka talah tiba pagi pagi sekali, silahkan nona muda masuk kedalam." ucap seorang prajurit penjaga gerbang yang meminta Xiao Ziya untuk segera masuk.
Xiao Ziyapun masuk kedalam istana Kerajaan Zu Long, suasana istana lebih ramai daripada kemarin ternyata mereka menyiapkan jamuan untuk sarapan bersama.
Xiao Ziya melihat keseorang pria yang sangat ia kenali begitupun dengan pria itu yang terlihat merindukan Xiao Ziya.
"Ayah." triak Xiao Ziya yang langsung berlari kr arah Raja Zeus kemudian memeluknya dengan erat. Sudah cukup lama mereka tak bertemu.
"Akhirnya kau sampai juga di dunia atas, selamat datang di dunia atas putriku sayang." ucap Raja Zeus yang menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan baik.
"Ekem sepertinya kita dilupakan." ucap Pangeran Anz yang juga ingin memeluk Xiao Ziya karna ia juga rindu pada adik manisnya itu.
Pertemuan keluarga itu tentu saja membuat Raja Zu Fengzo dan para jenderalnya merasa terkejut. Ternyata gadis itu tak berbohong pada mereka, sekarang apa yang harus mereka lakukan karna telah menyinggung putri angkat dari Raja Zues.
"Maafkan saya karna telah meragukan bahwa gadis itu adalah gadis yang anda angkat menjadi putri anda." ucap Raja Zu Fengzo yang meminta maaf pada Raja Zeus namun sepertinya Raja Zeus tak ingin menggubris apa yang dikatakan.
"Kau menyinggung putriku ini?." tanya Raja Zeus yang terlihat marah karna putri kesayangannya telah dihina.
Raja Zeus mengatakan pada Raja Zu Fengzo bahwa putrinyalah yang memintanya menjadi keluarga jika tidak ia tak akan berani melakukan hal itu. Raja Zeus juga menambahkan jika putrinya itu berniat untuk menghancurkan Kerajaan Zu Fengzo maka ia bisa melakukannya dalam satu malam.
"Apa anda sedang bercanda pada saya?." ucap Raja Zu Fengzo yang tak bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Raja Zeus. Bagaimana raja dari kerajaan terhebat yang ada di dunia atas takut pada seorang gadis yang menjadi putri angkatnya.
__ADS_1
"Anda tau siapa yang membantu saja dalam peperangan melawan Kerajaan Naga Hitam?." ucap Raja Zeus yang sedang bertanya pada Raja Zu Fengzo.
"Pasti kultivator yang sangat hebat yang telah membantu anda." ucap Raja Zu Fengzo yang menjawab dengan percaya diri.
"Putri saya yang telah membantu saya." ucap Raja Zeus yang membuat Raja Zu Fengzo ingin pingsan bagaimana mungkin gadis itu bisa mengalahkan kerajaan paling berpengaruh di dunia atas setelah Kerajaan Hitam.
Beberapa jenderal dari Kerajaan Zu Long tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raja Zues mereka berpendapat bahwa Raja Zeus sedang melindungi putri angkatnya yang tak bisa melakukan apa apa.
"Jika putri anda memang sehebat itu maka lawanlah kami Jenderal dari Kerajaan Zu Long." ucap ketiga jenderal yang ada di sana.
Xiao Ziya menyanggupi tantangan dari para jenderal, semuanya pergi ke arena berlatih para prajurit Kerajaan Zu Long. Di sana ada banyak prajurit yang sedang berlatih namun pelatihan mereka tak sehebat pelatihan yang diberikan Xiao Ziya pada pasukan khususnya.
Xiao Ziya naik keatas arena yang biasanya digunakan untuk pertarungan para prajurit.
"Siapa yang ingin melawan saya terlebih dahulu?." ucap Xiao Ziya yang menajamkan matanya dan melihat kearah tiga jenderal yang tadi menantangnya.
Seorang Jenderal bernama Zu Lim naik ke atas arena.
"Saya akan sedikit lembut karna anda adalah wanita." ucap Zu Lim yang menganggap remeh Xiao Ziya hanya karna ia seorang wanita.
"Jangan menyesal." jawab Xiao Ziya yang kemudian mengeluarkan pedang hitamnya yang memancarkan aura membunuh yang kuat.
"Hanya dengan senjatamu itu kau tak akan bisa mengalahkanku." ucap Zu Lim yang langsung terpental keluar dari arena pertarungan pria itu terlalu banyak berbicara sehingga ia tak melihat pergerakan dari Xiao Ziya yang sedang melesat ke arahnya.
"Kau curang!!!." triak Jenderal Zu Lim yang tak terima karna mendapat serangan dadakan.
"Memangnya dalam pertarungan ini terikat oleh peraturan?." tanya Xiao Ziya pada Zu Lim. Dalam pertarungan kali ini tak ada peraturan apapun siapapun yang keluar dari arena dialah yang akan kalah.
"Apa yang dikatakan oleh nona itu memang benar karna tak ada peraturan yang mengikat pertandingan kalian." ucap Raja Zu Fengzo yang hanya bisa pasrah saat salah satu jenderal terbaiknya dikalahkan oleh Xiao Ziya.
"Siapa selanjutnya yang akan melawanku?." ucap Xiao Ziya yang ingin segera menyelesaikan pertandingan ini karna ia tak ingin membuang buang waktu.
Seorang jenderal bernama Jenderal Zu Cinglin naik ke atas arena, Xiao Ziya ingin tau penantang keduanya ingin menantangnya dalam hal apa.
"Mari kita bertarung ilmu sihir." ucap Zu Cinglin yang memperdiksi jika gadis yang ada di hadapannya sangat kuat dan hebat dalam ilmu pedang maka ia akan lemah dalam ilmu sihir.
__ADS_1
"Baiklah saya menerima tantanganmu." ucap Xiao Ziya yang menerima tantangan dari Zu Cinglin.
"Sihir tingkat tinggi sihir badai api." ucap Xiao Ziya yang langsung mengeluarkan sebuah jurus sihir tingkat tinggi, Zu Cinglin sedikit gelagapan saat menghadapi sihir Xiao Ziya.
"Sihir tingkat menengah perisai kaisar." ucap Zu Cinglin yang mengeluarkan sebuah sihir pertahanan terkuat yang ia miliki.
Namun sangat disayangkan sihir pelindung milik Zu Cinglin tak bisa menghadapi ganasnya badai api milik Xiao Ziya. Zu Cinglin terpental cukup jauh karna tak bisa menahan sihir hebat milik Xiao Ziya.
Dua jenderal hebat milik Kerajaan Zu Long kalah di tangan seorang gadis kecil, kini tinggal Jenderal Zu Rexi saja yang belum melawan Xiao Ziya. Kali ini pria itu sedang berfikir tantangan apa yang tak mungkin dimenangkan oleh gadis itu sehingga ia tak akan membuat Kerajaan Zu Long malu.
"Baiklah apakah ini sudah berakhir?." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menunggu terlalu lama.
"Semangat putriku kau pasti menang." ucap Raja Zeus yang mendukung Xiao Ziya dengan sepenuh hati begitupun dengan kedua putranya.
Jenderal Zu Rexipun naik ke atas arena, kali ini ia tak menantang dalam hal berpedang, ilmu sihir, atau ilmu bela diri yang lainnya. Jenderal Zu Rexi menantang Xiao Ziya untuk bertanding kekayaan namun gadis itu tak boleh dibantu oleh Raja Zeus sedangkan yang harus ia tandingi adalah kekayaan dari Kerajaan Zu Long.
"Bukankah ini akan sangat tak adil untuk putriku." ucap Raja Zeuz yang merasa tak adil karna putrinya itu akan kesulitan.
"Baiklah tunjukkan seberapa kaya Kerajaan Zu Long?." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menyia nyiakan kesempatan sebagus ini.
Raja Zu Fengzo memiliki sebuah cincin ruang yang digunakan untuk menyimpan harta kerajaan. Saat semua keping emas dan perhiasan yang dimiliki oleh Kerajaan Zu Long dikeluaran ekspresi Xiao Ziya biasa biasa saja.
"Ahahaha bagaimana caramu mengalahkan tantangan yang ku berikan?." ucap Zu Rexi yang sudah merasa menang atas pertarungan kali ini.
"Kalian menepilah." ucap Xiao Ziya yang meminta para prajurit Kerajaan Zu Long untuk menepi karna ia ingin mengeluarkan sepuluh persen harta yang ia miliki. Para prajurit itu hanya menurut saja karna mereka tak ingin menggangu jalannya pertandingan.
"Keluarlah hartaku." ucap Xiao Ziya.
Sebuah gundukan berisi koin emas dan perhiasan, dan satu gundukan lagi berisi senjata spiritual tingkat Kaisar Langit. Semua yang menyaksikan hal itu hampir memuntahkan seteguk darah bagaimana bisa gadis itu memiliki harta yang sangat banyak.
"Senjata spiritual tingkat kaisar langit sebanyak ini?." ucap Pangeran Zu Minho yang hampir saja pingsan karna merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Ada yang ingin mengambil koin emas dan senjata milik Xiao Ziya sehingga gadis itu langsung menasukkannya kedalam cincin semesta. Gadis itu tak akan rela jika harta dan senjatanya jatuh di tangan orang orang yang memandang remeh dirinya.
"Biarkan saya memiliki satu diantara senjata spiritual anda." ucap Raja Zu Fengzo yang ingin meminta satu senjata spiritual milik Xiao Ziya.
__ADS_1
"Setelah penghinaan ini? apakah anda sedang bercanda pada saya?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan mengerikan.
Hai hai semua aku update lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima. Baca juga novel baruku Putri Amerilya.