RATU IBLIS

RATU IBLIS
Membebaskan


__ADS_3

Mendengar informasi yang diberikan oleh Aron membuat amarah Xiao Ziya tak terbendung lagi, jika hanya ia yang di musuhi dan dirugikan oleh pihak kekaisaran itu bukanlah masalah. Namun sekarang Klan dan keluarganya yang mereka incar bagaimana bisa Xiao Ziya tinggal diam begitu saja.


Pertama mereka menghentikan pasokan sumber daya untuk klan Xiao, kedua para pangeran menggina dirinya dan juga Klan Xiao yang sangat ia sayangi, dan yang ketiga mereka menawan kakak laki laki pertama Xiao Ziya. Apakah pihak kekaisaran tak memiliki otak? bukankah kakaknya sudah melakukan banyak hal yang membantu pihak kekaisaran.


Xiao Yan adalah jenderal muda terbaik yang Kekaisaran Qiyu miliki, dan sekarang mereka menjadikan Xiao Yan sebagai tawanan? atas dasar dan hak apa mereka bertindak seperti itu? siapa memangnya pihak yang membantu Kekaisaran apakah mereka para dewa hingga pihak kekaisaran bisa bertindak sesuka hati mereka.


"Ini sudah tak bisa di biarkan lagi, aku akan menyusun rencana untuk menyelamatkan kakakku terlebih dahulu baru kita akan menyerang kekaisaran." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata yang penuh dengan kemarahan.


"Baik nona Ziya, saya akan mencari tahu posisi tuan Xiao Yan ditahan." ucap Aron yang juga ingin membantu Xiao Ziya, bagi pemuda itu Ziya adalah adiknya. Walau Xiao Ziya kuat namun untuk saat ini Ziya masih belum bisa mengendalikan emosinya.


"Trimakasih atas bantuan yang gege berika , aku undur diri terlebih dahulu. Aku akan kembali ke paviliun untuk memikirkan sebuah cara." ucap Xiao Ziya yang kemudian menghilang dari hadapan Aron.


Tak lama setelah itu Xiao Ziya sampai di paviliunnya, Ziya merebahkan tubuhny di atas ranjang sambil menatap langit langit kamarnya. Keningnya terlihat berkerut akibat terlalu serius berfikir.


"Aku harus bisa mendapat dukungan dari rakyat kekaisaran, bagaimanapun juga seranganku kali ini bukan untuk memberontak melainkan untuk menegakkan keadilan." batin Xiao Ziya.


Sedangkan di dalam cincin semestanya Pangeran Kegelapan tampak melihat gerak gerik Xiao Ziya. Dia tau bahwa gadis itu sedang mengalami kesulitan dan ia ingin membantu.


Pangeran Kegelapan tiba tiba keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya, entah sepertinya Pangeran Kegelapan memiliki akses untuk keluar masuk dari cincin semesta Xiao Ziya secara bebas.


"Adikku apa yang sedang kau fikirkan, biarlah kakakmu yang hebat ini membantumu." ucap Pangeran Kegelapan yang cukup mengejutkan Xiao Ziya. Dengan segera gadis itu menengok ke arah suara.


"Zue gege mengapa semakin lama kau mirip dengan kakek tua itu, suka muncul tiba tiba. Dan bagaimana kau bisa keluar dari cincin semestaku tanpa ku minta?" ucap Xiao Ziya yang merasa bingung. Bagaimanapun juga apapun yang ada di dalam cincin semestanya baik hidup maupun tidak bila ingin keluar memerlukan izin dari Xiao Ziya.


"Tentu saja cincin semestamu tak bisa mengurungku. Kekuatanku jauh di atasmu adikku yang manis." ucap Pangeran Kegelapan sembari menggoda Xiao Ziya. Jika dilihat lihat wajah Pangeran Kegelapan seperti seorang pemuda berusia 17 tahun.


"Aish mengapa kau juga sangat menyebalkan, ini bukan saatnya untuk bercanda. Aku sedang memikirkan cara untuk membebaskan kakak pertamaku." ucap Xiao Ziya yang kembali berfikir dengan serius.


"Baiklah baiklah, apakah kau ingin aku membantumu? aku bisa membebaskan kakak laki lakimu itu dengan mudah." ucap Pangeran Kegelapan yang kemudian tidur di sebelah Xiao Ziya.


"Apakah kau bisa melakukannya Zue gege?" tanya Xiao Ziya yang sedikit meragukan pria yang ada di sebelahnya itu.


"Ya aku bisa melakukannya untuk adikku yang manis ini." ucap Pangeran Kegelapan sembari tersenyum tampan.

__ADS_1


Xiao Ziya mencoba untuk percaya pada pria yang ada di sampingnya itu. Dan tiba tiba Pangeran Kegelapan hilang dari pandangan Xiao Ziya.


"Dia memang sangat mirip dengan kakek tua itu." ucap Xiao Ziya yang kemudian memejamkan matanya.


Sedangkan di tempat lain, saat ini Pangeran Kegelapan sedang melancarkan aksinya untuk menyelamatkan Xiao Yan. Namun ada satu hal yang mengganjal. Pangeran Kegelapan belum pernah bertemu dengan Xiao Yan sebelumnya, bagaimana bisa ia membedakan Xiao Yan dengan tawanan yang lainnya.


"Hais mengapa aku lupa menanyakan pada adikku bagaimana rupa kakak laki lakinya itu. Humm ku akan memikirkannya nanti saja." ucap Pangeran Kegelapan sambil menepuk jidatnya karna merasa dirinya bodoh.


Pangeran Kegelapan mulai menyusup kedalam istana, ia menggunakan jurus yang bisa membuat dirinya tak terlihat. Saat Pangeran Kegelapan melewati para penjaga tak ada yang melihat atau merasakan kehadirannya. Saat Pangeran Kegelapan tiba di suatu ruangan yang besar tepatnya adalah aula utama kekaisaran.


"Humm apakah orang yang sedang duduk di singgasana adalah kaisar? mengapa orang itu terlihat lebih jelek dariku." ucap Pangeran Kegelapan yang sedang membandingkan dirinya dengan sang kaisar.


Saat Pangeran Kegelapan menyusup kedalam istana dia mendengar pembicaraan antara Kaisar dengan Perdana Mentrinya. Tentu saja hal yang mereka bicarakan bukanlah hal yang baik.


"Mentri apa yang harus kita lakukan jika tiba tiba gadis kecil itu menyerang Kekaisaran, kekuatan gadis itu bukanlah sesuatu yang tak dapat di anggap remeh." ucap Kaisar yang masih bingung dengan rencan kedepannya.


"Kita sudah menawan kakaknya, dan yang ku tau gadis itu sangat menyayangi semua saudara saudaranya. Saat kita tak bisa melawannya maka ancam saja gadis itu menggunakan kakaknya." ucap sang Perdana Mentri dengan wajah jahatnya, memang benar mungkin saat ini pihak Kekaisaran benar benar kehilangan akalnya.


"Licik sekali mereka, aku tak akan membiarkan mereka seenaknya mengancam adikku yang manis." ucap Pangeran Kegelapan yang merasa manusia di zaman ini sangat rakus akan kekuasaan.


"Dimana mereka menyembunyikan para tawanan tawanan itu." ucap Pangeran Kegelapan yang mulai berfikir. Ternyata Pangeran Kegelapan terlalu meremehkan rencana licik pihak Kekaisaran.


Setelah lama mencari cari, tampa sengaja Pangeran Kegelapan menjatuhkan sebuah lukisan, dan tiba tiba tembok yang berada di belakang lukisan itu bergeser sepertinya itu adalah sebuah jalan rahasia.


"Humm ternyata ada jalan rahasia di sini, sepertinya ini tempat dimana para tawanan di tahan." ucap Pangeran Kegelapan yang sedsedang menengok ke kanan dan ke kiri. Ternyata bukan satu orang saja yang mereka tawan. Setelah menghitung dengan cermat ternyata ada 20 orang yang di tawan dan semuanya adalah laki laki.


"Apakah mereka semua adalah kartu As yang akan digunakan kekaisaran saat ada pihak yang memberontak." fikir Pangeran Kegelapan.


Karna tak tau mana Xiao Yan yang merupakan kakak laki laki dari adik manisnya, akhirnya Pangeran Kegelapan menghilangkan efek jurusnya terlebih dahulu sehingga semua tawanan yang ada di sana bisa melihat Pangeran Kegelapan dengan jelas.


"Kau siapa tolong lepaskan aku, lepaskan aku. Klan ku akan memberikan hadiah yang besar utukmu nantinya." ucap salah seorang pemuda yang menjadi tawanan.


Namun Pangeran Kegelapan tak menghiraukannya, ia sedang melihat wajah para tawanan satu persatu dan mencari seorang pemuda yang sedikit mirip dengan Xiao Ziya. Bagaimanapun bila memiliki hubungan darah mereka pasti akan memiliki kemiripan walau hanya sedikit.

__ADS_1


"Apakah kau adalah Xiao Yan." ucap Pangeran Kegelapan pada seorang pemuda yang sedang duduk sambil termenung. Mendengar namanya dipanggil membuat pemuda itu mendongakkan wajahnya.


"Siapa kau? aku tak mengenalmu, apakah kau datang kesini untuk membunuhku? bagaimanapun juga aku sudah berkontribusi besar untuk kekaisaran bagaimana bisa mereka memperlakukanku seperti itu." ucap Xiao Yan dengan wajah marahnya.


Pangeran Kegelapan yang mendengar ucapan pria yang ada di hadapannya semakin yakin bahwa pria itu adalah kakak laki laki dari Xiao Ziya.


"Aku kesini untuk membebaskanmu. Perkenalkan aku Xiayuzue kakak laki laki dari Xiao Ziya." ucap Pangeran Kegelapan yang sedang memperkenalkan dirinya.


"Ah sepertinya adik kecilku yang cantik itu memiliki banyak kakak laki laki yang hebat, apakah aku masih pantas menjadi kakaknya." ucap Xiao Yan yang merasa minder pada dirinya sendiri.


"Apakah kau bodoh? adikmu saat ini sangat mengkhawatirkanmu. Sebaiknya kau ikut denganku." ucap Pangeran Kegelapan kemudian menghancurkan segel pelindung yang menutupi ruang tahanan. Dengan segera Pangeran Kegelapan menarik tangan Xiao Yan dan membawanya menjauh dari sana.


"Tuan mengapa anda tak membebaskan kami juga?" ucap salah satu tawanan.


"Ingat dalam lima menit akan terjadi ledakan di sini gunakan kesempatan itu untuk pergi." ucap Pangeran Kegelapan yang kemudian menghilang sambil membawa Xiao Yan.


Saat ini Xiao Ziya sedang berguling guling di ranjangnya, dia sangat cemas apakah pangeran kegelapan akan berhasil membebaskan kakak laki lakinya ataupun tidak.


*Hai hai semua akhirnya aku up lagi ye ye ye


gimana kabar kalian semua?


oh ya ada yang punya aplikasi ****** ga? aku juga nulis novel di sana walaupun baru.


Jangan lupa dukung aku dengan cara


vote sebanyak banyaknya


komen yang banyak tapi jangan spam promosi


like semua epsnya


dan rate bintang lima

__ADS_1


yang punya koin aku mau wkwkwk**


__ADS_2