RATU IBLIS

RATU IBLIS
Sedikit Kekacauan


__ADS_3

"Maaf karna menodongkan senjata pada Anda, kami kira ada penyusup yang mencoba untuk masuk ke dalam." ucap para prajurit yang bertugas menjaga bagian belakang paviliun milik Xiao Ziya.


"Ahahaha tidak apa apa, saya senang karna paviliun ini memiliki penjagaan yang ketat. Saya permisi terlebih dahulu." jawab Xiao Ziya. Gadis itu berjalan memutari halaman belakang menuju bagian depan paviliun miliknya.


Ziya mendengar suara keributan dari dalam paviliun, gadis itu menepuk kepalanya pelan karna ia lupa memberitahukan pada Mongi dan Yoongi bahwa Aron mata mata setianya akan datang dan kemudian besar pergerakan pemuda itu seperti seorang penyusup. Xiao Ziya melesat masuk ke dalam paviliunnya, untung saja tidak terjadi perkelahian yang mengakibatkan kedua belah pihak terluka parah, tampaknya Aron juga sedang menjelaskan bahwa ia anak buah dari Xiao Ziya dan bukan musuh dari gadis itu.


"Hentikan kalian tidak perlu memperpanjang masalah ini lagi, dia adalah orang kepercayaan saya. Maaf karna saya lupa memberitahukan kedatangannya." ucap Xiao Ziya yang merasa tak enak hati. .


"Jadi dia benar benar orang Anda Nona Ziya?." tanya Yoongi untuk memastikannya sekali lagi.


"Benar dia adalah orang kepercayaan saya." jawab Xiao Ziya dengan tegas. Yoongi segera melepaskan cengkraman tangannya pada kerah baju Aron kemudian meminta maaf pada pemuda itu karna telah menuduh yang bukan bukan.


Setelah perselisihan kecil itu selesai Xiao Ziya meminta pada Mongi dan Yoongi untuk menunggu di luar paviliun karna ada beberapa hal penting yang ingin ia bicarakan pada Aron. Kedua serigala itu segera pergi sedangkan Xiao Ziya dan Aron masuk ke sebuah ruangan yang berada di bagian utama paviliun, Xiao Ziya duduk di sebuah kursi dengan posisi yang lebih tinggi dari Aron.


"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya, maaf karna menyebabkan keributan di paviliun Anda. Saya datang sesuai dengan permintaan Anda tadi pagi." ucap Aron dengan ekspresi tenang.


"Saya ingin mendengar apakah ada pergerakan mencurigakan dari pihak asing ketika saya berada di lapisan dunia yang lain?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajam.


"Selama Anda pergi tidak ada pergerakan dari pihak asing yang datang untuk mencari Anda ataupun mengacau di beberapa tempat wilayah kekuasaan Anda. Satu tahun yang lalu sempat terjadi perpecahan di wilayah Kekaisaran Binzo karna kekosongan kekuasaan, tiba tiba saja datang Klan Yuzang yang mengklaim bahwa mereka pantas memimpin daerah itu dan menyatakan bahwa Anda telah menyetujuinya juga. Kini wilayah Kekaisaran Binzo terbagi menjadi dua bagian yaitu wilayah barat dan selatan, mereka yang ada di pihak Anda tinggal di wilayah Selatan karna dekat dengan perbatasan. Selain itu Kaisar Yuzang Yanglang meminta pasokan beras lebih pada para pemimpin yang telah Anda tunjuk untuk menjaga kota kecil di perbatasan, namun mereka tidak menyetujui permintaan sang kaisar karna belum mendapat izin langsung dari Anda. Saya telah menyelidiki asal usul Xiao Yungha anak angkat dari paman Anda, ia adalah putri dari seorang wanita yang bekerja di rumah bordil dan tak sengaja bertemu dengan Tuan Xiao Ciyun saat sedang melaksanakan tugas di luar wilayah Kekaisarannya Qiyu. Saya telah menemukan dimana keluarga gadis itu tinggal, siapa orang tua gadis itu, serta apa tujuannya mendekatkan Tuan Xiao Ciyun hingga meminta diangkat sebagai seorang anak dengan dalih bahwa ia hidup sebatang kara." jelas Aron mengenai beberapa hal penting yang harus ia laporan pada nona mudanya. Aron memberikan selembar keras berisikan semua informasi mengenai Xiao Yungha.


"Baiklah saya sangat puas dengan pekerjaan yang telah kau selesaikan dengan baik, saya ingin meminta bantan mu mencari informasi apakah ada lapisan dunia yang lebih rendah dari dunia yang kita tempati saat ini. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengetahui hal ini karna saya tau akan sulit mencari kebenarannya, dan ini gaji serta bonus atas kerja keras mu selama ini." ucap Xiao Ziya. Gadis itu memberikan satu kantung besar berisikan dua puluh ribu koin emas, beberapa pil yang dapat meningkat kultivasi, beberapa kitab jurus yang sesuai dengan kemampuan Aron, serta beberapa oleh oleh yang ia beli dari lapisan dunia lain.


Aron menatap bingung ke arah tumpukan barang pemberian dari nona mudanya itu, ia rasa terlalu berlebihan memberikan barang sebanyak itu hanya untuk mata mata sepertinya.


"Ambillah karna saya tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar.


"Terimakasih atas kebaikan Nona Muda, sebelum saya pergi mencari informasi yang Anda inginkan saya meminta izin untuk beristirahat beberapa hari bersama dengan ibu dan adik saya." ucap Aron dengan ragu ragu, ia sedikit khawatir jika nona mudanya itu tidak memberikan izin.


"Lakukanlah apapun yang membuat mu nyaman. Saya tak meminta informasi itu sekarang juga yang terpenting tugas tetap dilaksanakan dengan baik." jawab Xiao Ziya, gadis itu tidak keberatan sama sekali jika Aron ingin menghabiskan waktu dengan keluarganya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Terimakasih Nona Ziya, saya harus kembali ke rumah sekarang. Salam hormat saya pada Nona Ziya dan sampai jumpa lagi." pamit Aron yang langsung melesat pergi melalui jendela yang ada di ruangan itu. Xiao Ziya hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Aron yang tak berubah dari dulu hingga sekarang.


Setelah urusannya dengan Aron selesai Xiao Ziya berjalan keluar untuk menemui Mongi dan Yoongi yang sudah menunggunya di halaman depan. Gadis itu melihat keduanya sedang duduk bersandar pada sebuah pohon persik sembari mencari pengalaman mereka selama tinggal di dalam cincin semesta milik Xiao Ziya.


"Ekem." suara Xiao Ziya yang mengejutkan Mongi dan Yoongi, mereka langsung menoleh ke arah Xiao Ziya kemudian berdiri dan memberikan salam.


"Mengapa kalian sangat tegang seperti itu, apakah ada sesuatu yang sedang kalian rahasiakan dari saya?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan curiga.


"Bukan begitu Nona Ziya, kami sedang menceritakan pengalaman selama tinggal di dalam cincin semesta itu bersama pengikut Anda yang lain. Rasanya sangat menyenangkan daripada tinggal di hutan tempat Tuan Lee Brian tinggal sebelumnya." jawab Mongi agar nona mudanya itu tidak salah faham dengan mereka.


"Rupanya begitu, apakah kalian merindukan paman Lee Brian? kira kira bagaimana keadaannya sekarang. Saya ingin menemuinya namun saya tidak tau tempat tinggal paman sekarang ini, sepertinya ia telah meninggalkan hutan itu." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata sedih. Sangat menyenangkan ketika ia dapat menghabiskan waktu bersama dengan adik dari ibunya itu.


"Entahlah kami juga tidak tau dimana tempat tinggal Tuan Lee Brian, namun ia selalu datang untuk Nona Muda ketika Anda membutuhkan." jawab Yoongi. Saat berada di dalam cincin semesta ia sempat merasakan keberadaan Lee Brian beberapa kali.


"Ya saya merasa lega memiliki paman yang sangat baik dan juga perhatian, ah iya saya datang untuk memberikan pesan kalian." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan lima kilo daging sapi dan lima kilo daging binatang tingkat menengah.


"Mengapa banyak sekali Nona Ziya, bagaimana cara kami berdua menghabiskannya?." tanya Yoongi dengan ekspresi bingung. Ia kira nona mudanya itu akan membelikan satu hingga dua kilo daging untuk persediaan mereka selama menjaga paviliun.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak Nona Ziya. Kami akan menjaga paviliun Anda dari orang orang jahat yang ingin menyusup masuk ke dalam." tegas Mongi dan Yoongi.


Setelahnya Xiao Ziya kembali masuk ke dalam paviliun dan naik ke lantai atas menuju kamar utama yang ada di paviliun itu. Xiao Ziya masuk ke dalam kamar dan bergegas pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Di sisi lain saat ini Xiao Ciyun sedang cemas menunggu kepulangan putri angkanya, gadis itu pamit untuk membela beberapa gaun baru di sebuah toko yang tak terlalu jauh dari Klan Xiao namun mengapa ia belum kembali saat larut malam seperti ini.


"Kemana anak itu pergi mengapa ia belum kembali hingga sekarang." gumam Xiao Ciyun dengan perasaan cemas, bagaimana jika putrinya itu sedang dalam masalah ataupun diculik oleh beberapa orang jahat?.


Xiao Ciyun bergegas keluar dari paviliunnya kemudian berjalan menuju aula utama Klan Xiao, sepertinya pria itu ingin mengumpulkan beberapa anggota Klan Xiao untuk membantu mencari putrinya yang hilang. Xiao Ciyun masuk ke dalam aula utama kemudian memukul sebuah lonceng besar yang ada di sana, dengungan lonceng itu menggema di seluruh bangunan Klan Xiao hingga membangunkan banyak orang kecuali Xiao Ziya yang masih tertidur dengan lelap. Paviliun gadis itu dilindungi oleh beberapa lapis sihir pelindung hingga tak semua gangguan dapat menerobos masuk ke dalam.


Semua ketua Klan Xiao bergegas pergi ke aula utama begitupun dengan anggota yang lain, mereka ingin tau siapa orang yang membunyikan lonceng tanda darurat malam malam seperti ini. Sepuluh menit berlalu dan saat ini banyak orang yang telah berkumpul di dalam aula utama, mereka menatap ke arah pemimpin klan dengan penuh tanda tanya.


"Selamat malam semuanya, saya terpaksa mengganggu waktu istirahat kalian karna ada hal penting yang ingin saya sampaikan. Sore tadi putri saya Xiao Yungha keluar untuk membeli gaun di toko baju yang tak terlalu jauh dari Klan Xiao namun hingga tengah malam ia belum kembali, saya khawatir dengan keadaannya saat ini dan meminta bantuan kalian untuk mencarinya. Segeralah berpencar dan temukan putri saya, jangan kembali jika belum menemukan keberadaannya." perintah Xiao Ciyun dengan tegas pada anggota Klan Xiao yang lain.

__ADS_1


Ketujuh ketua Klan Xiao saling memandang satu sama lain, jadi ini alasan sang pemimpi klan mengganggu waktu istirahat mereka? apakah ia tak bisa pergi sendiri untuk mencari keberadaan putrinya itu.


"Saya kira ada hal penting semacam apa yang ingin Anda sampaikan pada kami semua." gerutu Xiao Zuen dengan tatapan kesal, ia baru saja tidur dan langsung dibangunkan dengan alasan yang sangat tidak penting.


"Putri saya adalah hal yang penting untuk saya!." bentak Xiao Ciyun yang merasa marah saat mendengar perkataan Xiao Zuen barusan.


"Gadis itu memang penting untuk Anda namun tidak untuk kami semua. Mengapa Anda tidak mencarinya sendiri? lagipula ia sudah cukup dewasa untuk melindungi dirinya sendiri." jawab Xiao Zuen dengan tatapan tajam.


"Kami sudah bekerja sepanjang hari dan Anda dengan seenaknya membangunkan kami untuk urusan pribadi seperti ini? kami lelah dan ingin beristirahat dengan tenang." ucap Xiao Yuza, pekerjaan ketua klan sangatlah banyak dan hanya di malam hari saja mereka memiliki waktu luang untuk tidur sepuasnya.


"Cepat pergi dan cari keberadaan putri saya!." bentak Xiao Ciyun dengan ledakan emosi yang meluap luap.


"Haish bagaimana jika kami semua tidak mau? apakah Anda tetap ingin memaksa?. Lebih baik kami bersatu kemudian memukuli Anda hingga babak belur dan kembali ke paviliun masing masing untuk beristirahat." ucap Xiao Xiling dengan perkataan yang pedas. Jika semua orang yang ada di aula utama menantang perintah dari Xiao Ciyun maka pria itu tak dapat melakukan apapun, tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa ketua klan jauh lebih kuat darinya dalam segala bidang terutama Xiao Cunyu dan Xiao Yuza.


Xiao Ciyun menunjukkan ekspresi marah namun ia tak bisa mengatakan apapun untuk membalas perkataan Xiao Xiling, sepertinya ia sudah kalah dalam adu argument kali ini. Saat suasana sedang tegang tiba tiba pintu aula utama terbuka dengan lebar menunjukkan Xiao Xun yang sedang memapah Xiao Yungha, gadis itu terlihat pucat dan tubuhnya menggigil.


"Putriku!!!." triak Xiao Ciyun yang langsung berlari menghampiri putrinya itu, ia menggendong Xiao Yungha kemudian meletakkannya di sebuah kursi kosong.


"Darimana kau menemukan putri saya dan mengapa keadaannya seperti ini?." tanya Xiao Ciyun sembari menatap ke arah Xiao Xun.


"Saya menemukannya di persimpangan jalan gelap yang ada di dekat pasar, sepertinya putri Anda tersesat dan tak bisa menemukan jalan pulang. Entah apa yang ia lakukan hingga sampai di tempat itu, lain kali Anda harus meminta beberapa prajurit untuk menemaninya agat tidak merepotkan orang banyak." jawab Xiao Xun dengan ketus. Untunglah ia mengesampingkan dendamnya pada Xiao Yungha jika tidak gadis itu pasti ditemukan dalam kondisi sekarat esok pagi.


"Apa yang terjadi padamu putri ku, bukankah kau susah hafal dengan jalan menuju Klan Xiao lalu mengapa kau bisa tersesat seperti itu." tanya Xiao Ciyun dengan tatapan khawatir.


"Tadi saya mengikuti Xiao Ziya dari belakang, saya fikir gadis itu ingin kembali ke Klan Xiao melewati jalan pintas namun tiba tiba saja ia menghilang dan saya kehilangan jejaknya." jawab Xiao Yungha dengan suara pelan.


"Pantas saja putri Anda tersesat, membuntuti orang lain dari belakang adalah tindakan yang tidak sopan. Terlebih lagi kita semua tau bahwa Adik Ziya memiliki kecepatan tinggi saat sedang melesat." ucap Xiao Xun dengan tatapan datar.


Xiao Ciyun menunjukan ekspresi marah, ia memanggil beberapa pelayan untuk membawa putrinya kembali ke paviliun sedangkan ia sendiri akan pergi menemui Xiao Ziya untuk meminta penjelasan pada gadis itu. Xiao Ciyun pergi meninggalkan aula utama dengan tatapan penuh kebencian, dengan segera Xiao Cunyu dan Xiao Yuza meminta anggota klan yang lain untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing masing sedangkan mereka berdua bersama Xiao Xun pergi menyusul Xiao Ciyun.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2