RATU IBLIS

RATU IBLIS
Turun Tangan


__ADS_3

Xiao Ziya melihat ke atas kepala mayat hidup yang telah dibangkitkan oleh Raja Min Lunxi, samar samar bayangan gerbang neraka yang hampir terbuka terlihat dengan sangat jelas di sisi lain lotus putih dari alam para dewa mekar di atas Putra Mahkota Yunzo Zu. Xiao Ziya menghela nafas panjang, ia mengambil pedang hitam miliknya hanya dengan menggerakkan tangannya kebelakang saja dan pedang itu langsung mengikuti arah gerakan tangan Xiao Ziya.


"Tutup kembali gerbang jelek mu itu Yang Mulia Raja Artur." ucap Xiao Ziya penuh dengan penekanan, gerbang neraka tak akan bisa terbuka tanpa izin langsung dari Raja Artur.


Para iblis yang bertugas untuk membuka dan menutup gerbang neraka merasa bingung, perintah siapa yang harus mereka patuhi saat ini?. Di satu sisi Raja Artur mengizinkan gerbang neraka untuk dibuka agar jiwa Raja Yongling Zu masuk kedalamnya, di sisi lain junjungan muda mereka meminta agar gerbang neraka ditutup. Karna Raja Artur tak segera menarik perintahnya untuk menutup gerbang neraka, dengan terpaksa Xiao Ziya mengambil sabit kematian dari dalam cincin penguasa mutlak miliknya. Tekanan yang sangat kuat membuat gerbang neraka perlahan lahan tertutup dengan sendirinya, para iblis sudah berusaha keras agar gerbang itu tetap terbuka seperti perintah Raja Artur namun anehnya kekuatan agung milik Xiao Ziya jauh lebih besar dari raja mereka.


Raja Artur yang saat itu sedang berada di aula utama Kerajaan Neraka mendapatkan tekanan kuat karna gerbang miliknya di tutup paksa oleh seseorang. Para petinggi alam neraka yang lain sangat khawatir saat melihat Raja Artur memuntahkan darah berwarna hitam pekat.


"Siapa yang berani melakukan hal semacam ini pada Raja kami." ucap salah seorang petinggi Kerajaan Neraka dengan kemarahan yang meluap luap.


"Mungkinkah ada musuh yang ingin menyerang Yang Mulia Raja Artur secara diam diam." ucap petinggi lain, mereka sibuk dengan pemikiran masing masing.


Raja Artur terdiam beberapa saat untuk memulihkan luka di dalam tubuhnya, setelah lukanya sembuh pria itu malah tertawa dengan suara kencang hingga membingungkan para petinggi alam neraka yang sedang khawatir dengan keadaannya saat itu.


"Mengapa Anda malah merasa senang seperti itu Yang Mulia Raja Artur?." tanya salah seorang petinggi alam neraka dengan mengerutkan dahinya.


"Saya tak salah memilih calon pewaris tahta Alam Neraka, gadis itu sudah jauh lebih kuat daripada saya." ucap Raja Artur yang merasa bangga dengan tindakan Xiao Ziya. Ia sengaja tak menarik perintahnya dan menutup gerbang neraka untuk melihat apa yang akan dilakukan Xiao Ziya dalam memecahkan masalah ini.


"Anda membuat kami semua khawatir Yang Mulia Raja Artur." ucap para petinggi alam neraka yang sudah bisa menghela nafas lega karna raja mereka baik baik saja.


Di sisi lain saat ini gerbang neraka telah tertutup sepenuhnya, bayangan gerbang tersebut juga menghilang begitupun dengan mayat hidup yang dibangkitkan oleh Raja Min Lunxi. Sepertinya para mayat hidup itu menyadari kehadiran sosok yang lebih hebat daripada orang yang telah membangkitkan mereka, sehingga mayat mayat hidup itu kembali masuk ke dalam tanah. Xiao Ziya melihat ke arah teratai putih yang mekar di atas kepala Putra Mahkota Yunzo Zu, gadis itu mengedipkan matanya satu kali dan seketika teratai itu menghilang.


"Jangan bertarung dengan mempertaruhkan keseimbangan dua alam sekaligus jika kalian tak bisa menanggung akibatnya nanti. Tak semua orang bisa berkaitan dengan alam neraka dan alam para dewa. Saya datang tepat waktu karna petir bencana belum tiba di sini, ingatlah untuk tak sembarangan menggunakan kekuatan Anda Paman Min Lunxi. Dan untuk Anda Putra Mahkota Yunzo Zu, mantra yang Anda gunakan belum sempurna dan bisa saja mengambil nyawa Anda dan kedua pangeran. Di masa depan, sebelum menggunakan mantra sihir kuno tingkat tinggi pastikan terlebih dahulu bahwa mantra itu sudah sempurna." ucap Xiao Ziya dengan kekesalan yang sudah memuncak di ubun ubunnya.


"Terimakasih telah mengingatkan paman Anda yang sangat ceroboh ini." ucap Raja Min Lunxi yang mengakui kesalahannya karna telah membuka gerbang neraka secara paksa.


"Saya akan mengingat perkataan Anda Nona Ziya." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan membungkukkan badan di bawah Xiao Ziya yang masih menaiki naga hitam miliknya.


"Apa yang sedang kalian lakukan dengan seribu lilin itu? jiwa yang telah hancur tak akan pernah bisa hidup kembali. Menyatukan jiwa yang hancur tak dapat dilakukan oleh siapapun selain Sang Pencipta Alam Semesta, dengan semua tindakan yang dilakukan oleh Pangeran Xilian Zu maka tak ada kesempatan baginya untuk hidup kembali." ucap Xiao Ziya dengan nada datar sembari melihat ke arah Selir Mue Zu dan Raja Yongling Zu secara bergantian.

__ADS_1


"Karna Putri Beiling Zu dan peri yang ada di pedangnya itu, putra yang sangat saya cintai menjadi seperti ini." ucap Selir Mue Zu yang terus menyalahkan Putri Beiling Zu atas kematian putra kesayangannya.


"Jika putra Anda tak memiliki sikap angkuh seperti yang Anda miliki, mungkin ia masih bisa hidup sampai saat ini." jawab Xiao Ziya dengan tatapan tajam, kematian Pangeran Xilian Zu adalah kesalahan dirinya sendiri.


"Tentu kau akan membela jiejie mu itu." ucap Putri Ming Zu dengan tatapan tak suka.


"Tentu saja saya akan membelanya, apa kalian merasa keberatan?. Jadilah kuat agar bisa melindungi siapapun yang ingin kalian lindungi, bukankah selama ini kalian hidup karna belas kasih orang lain?." kritik Xiao Ziya dengan kalimat yang sangat kejam.


"Bisakah Anda menghentikan perdebatan ini Nona Ziya?." tanya Raja Yongling Zu yang sudah bisa berdiri dengan tegak dan menatap ke arah langit untuk menatap langsung Xiao Ziya.


"Saya tak sedang berbicara dengan Anda Yang Mulia Raja Yongling Zu. Jangan sampai istana Anda berubah menjadi abu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, ia tak ingin Raja Yongling Zu ikut campur dalam pembicaraannya dengan Selir Mue Zu.


"Saya berhak mengatur istana saya sendiri." jawab Raja Yongling Zu dengan keras kepala.


"Diamlah!." bentak Xiao Ziya pada Raka Yongling Zu. Mokuzo, naga hitam yang sedang ditunggangi gadis itu juga marah dan menyemburkan apinya pada Raja Yongling Zu, untunglah semburan api Mokuzo sengaja meleset.


Raja Yongling Zu terkejut karna ia hampir saja terbakar dan mati menjadi abu, bagaimana cara Xiao Ziya mendapatkan binatang pengikut setia sekuat naga hitam itu. Di sisi lain Putri Beiling Zu terus melihat ke arah Xiao Ziya dengan senyuman cerah yang menghiasi wajah cantiknya, sang putri merasa senang karna Xiao Ziya baik baik saja dalam hal kondisi fisik.


Peri Elster yang tadinya sedang tertidur di dalam pedang langsung bagun dan menunjukkan wujudnya pada Xiao Ziya, ia meminta maaf karna tak menyambut Nona Besar itu.


"Saya akan mematuhi perintah Nona Ziya, siapapun yang berani menyakiti Tuan Putri Beiling Zu maka akan hancur menjadi kepingan es." jawab Peri Elster dengan membungkukkan badannya.


"Terimakasih karna telah melindungi Beiling Jiejie selama saya tak ada, silahkan kembali ke tempatmu." ucap Xiao Ziya yang mengizinkan Peri Elster untuk kembali berisitirahat di dalam pedang elemen es itu.


"Bisakah saya ikut pergi dengan Adik Ziya?." tanya Putri Beiling Zu dengan tatapan penuh harap.


"Tetaplah di sini jiejie, Ratu Junyi Zu masih membutuhkan mu." ucap Xiao Ziya yang enggan menyebutkan Ratu Junyi Zu dengan sebutan ibu setelah apa yang terjadi terakhir kali diantara mereka berdua.


"Baiklah saya mengerti Adik Ziya, jaga dirimu baik baik. Kirimkan saja surat jika ingin bertemu dengan ku di wilayah lain." ucap Putri Beiling Zu, ya Xiao Ziya menepati kata katanya untuk tak menginjakkan kaki di wilayah Kerajaan Bintang Timur karna saat ini gadis itu sedang terbang di atas langit tanpa menyentuh tanah.

__ADS_1


"Jika paman dan bibi sudah selesai segeralah kembali ke istana, sebentar lagi saya harus pergi karna sudah menemukan petunjuk." ucap Xiao Ziya pada Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi.


"Tenang saja kami akan segera kembali." ucap Ratu Min Xunzi dengan mengacungkan kedua jempolnya pada Xiao Ziya.


"Karna urusan saya di tempat ini telah selesai, saya akan kembali ke istana untuk melanjutkan tidur yang tertunda." ucap Xiao Ziya, gadis itu meminta pada Mokuzo untuk terbang ke arah Kerajaan Bulan dengan lambat karna ia ingin tidur pulas sembari menikmati indahnya langit malam. Tanpa basa basi Mokuzo langsung terbang sesuai dengan perintah Nona Besarnya, naga hitam itu juga sangat senang karna memiliki waktu cukup lama untuk melayani Xiao Ziya.


Setelah kepergian Xiao Ziya, Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi memilih untuk segera kembali ke Istana Kerajaan Bulan. Untuk apa mereka berlama lama di Kerajaan Bintang Timur jika yang mereka dapat hanyalah sambutan yang sangat ramah hingga keduanya memiliki niatan untuk menghancurkan istana itu. Sebelum pergi Ratu Min Xunzi memberikan sebuah gelang giok berwarna biru muda pada Putri Beiling Zu, sang ratu juga mencium kening keponakannya itu.


"Lakukanlah apa yang menurutmu benar, dengarkan hatimu dan lupakan bagaimana tanggapan orang orang itu. Adik sepupumu sudah mempercayaimu sepenuhnya, jangan pernah mengecewakan apalagi menggianatinya." pesan Ratu Min Xunzi pada Putri Beiling Zu. Hanya beberapa orang saja yang kini mendapat kepercayaan penuh dari gadis itu, awalnya Ratu Min Xunzi juga terkejut karna Xiao Ziya memiliki ikatan yang cukup dekat dengan salah satu anak kakaknya dan Raja Yongling Zu.


"Saya akan terus berada di pihak Adik Ziya apapun yang terjadi, bibi tenang saja karna saya telah menganggap Adik Ziya sebagai adik kandung saya sendiri." ucap Putri Beiling Zu dengan tulus.


"Kalau begitu bibi pergi dulu, jagalah dirimu dengan baik. Sampai jumpa di lain waktu Tuan Putri Beiling Zu." ucap Ratu Min Xunzi yang mengajak suaminya untuk melesat pergi dari Istana Kerajaan Bintang Timur.


Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi terlah pergi dari tempat itu, seribu lilin yang dinyalakan untuk jiwa Pangeran Xilian Zu telah mati dengan sia sia karna jiwa sang pengeran benar benar hancur dan tak akan pernah bisa berreingkarnasi lagi. Raja Yongling Zu masih terdiam di tempatnya, entah mengapa pria itu merasa linglung dengan apa yang baru saja terjadi padanya sedangkan Putri Beiling Zu memilih kembali ke istana putri dan berisitirahat daripada harus terus menerus melihat wajah Selir Mue Zu dan Putri Ming Zu yang sangat menyebalkan itu.


"Semuanya gagal, jiwa putraku tak akan pernah kembali lagi. Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu Xiao Ziya!." triak Selir Mue Zu dengan suara kencang, ia sangat marah dengan semua hal yang dilakukan oleh Xiao Ziya. Klan Mue hancur karna gadis itu, rencananya untuk menjadi seorang ratu juga gagal karna gadis itu, putranya meninggal karna peri yang dititipkan untuk menjaga Putri Beiling Zu oleh gadis itu. Semua kegagalan dan kehancuran yang menghampiri Selir Mue Zu diakibatkan oleh gadis bernama Xiao Ziya.


Di tempat lain tepatnya bagian belakang Istana Kerajaan Bulan, Yang Zu masih menunggu gadis pujaannya keluar dari tempat itu. Walaupun gadis itu memiliki paras yang sangat cantik, tak mungkin ia sala satu putri dari Kerajaan Bulan. Jika gadis itu seorang putri untuk apa ia masuk dengan melompati gerbang belakang? bukankah ia bisa masuk melalui gerbang depan. Sedangkan di dalam istana beberapa penyihir yang memperkuat sihir pelindung istana Kerajaan Bulan merasakan ada orang luar yang terus mengintai istana, karna hal itu mereka melapor pada Min Xome dan Min Wungi.


Tok tok tok.


Dua orang penyihir hitam sedang mengetuk pintu kamar kedua tuan muda mereka, setelah beberapa saat Min Xome membuka pintu dengan mata mengantuk karna pemuda itu hampir tertidur lelap. Min Xome menatap kearah dua penyihir hitam yang ada di hadapannya itu dengan tatapan meminta penjelasan mengapa mereka berdua menganggu waktu tidur pemuda itu.


"Maaf karna mengganggu waktu istirahat Tuan Muda Min Xome, kami merasakan ada orang luar yang sedang memantau istana ini. Kami khawatir orang itu memiliki niatan jahat terhadap Nona Besar Xiao Ziya ataupun pada anggota yang lain." ucap salah seorang penyihir hitam yang menjelaskan maksud mereka mengganggu waktu tidur Tuan Muda Min Xome.


"Orang luar? dimana dia sekarang?." tanya Min Xome , rasa kantuknya langsung menghilang jika sudah menyangkut Xiao Ziya.


"Sepertinya ia berada di gerbang bagian belakang istana, ia tak bisa masuk kedalam tanpa izin dari Nona Besar Xiao Ziya. Anda harus menanyakan niatnya mengintai istana ini." ucap penyihir hitam itu.

__ADS_1


"Baiklah kalian bisa pergi sekarang, saya dan Min Wungi akan melihat ke gerbang belakang istana." ucap Min Xome yang meminta kedua penyihir hitam itu untuk kembali ke tempat mereka masing masing. Dulunya para penyihir hitam sangat sulit menerima keberadaan Xiao Ziya namun sekarang mereka mengakui kekuatan gadis itu.


Hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2