
Sarah menggesek-gesekkan kepalanya didada Andre, Andre sudah terbangun dia melihat Sarah yang masih tertidur.
"Belum bangun ni orang" batin Andre.
"Pegel woi, tolonglah mengerti sedikit penderitaan cowok kalau posisinya begini dari malam sampai pagi" batin Andre.
Sarah bergerak sedikit lalu memeluk Andre erat.
"Anak siapa sih lo gak ada akhlak banget, lo tau gak adek gue masih ada disitu belum dikeluarin" batin Andre. Sarah meraba-raba tubuh Andre.
"Eh ini bukan guling" batin Sarah masih menutup mata.
"Memang bukan gue iblis puas lo" batin Andre.
"Malam tadi bukannya gue ada di" batin Sarah, dia langsung membuka matanya lalu menengadahkan kepalanya melihat Andre, Andre melihat Sarah sambil mengernyitkan alisnya.
Sarah melihat posisinya dan baru sadar kalau dirinya tidak menggunakan pakaian. Sarah refleks bergerak, Andre menggigit bibir bawahnya.
"Kau" ucap Andre menatap Sarah.
"Maaf" ucap Sarah.
"Te terima ka kasih malam tadi mau membantuku, a aku harus pergi" ucap Sarah beranjak dari pangkuan Andre dia mengambil baju yang berserakan lalu masuk kedalam toilet. Andre menjentikkan jarinya menghilang dari sana bersama baju yang berserakan miliknya.
Andre muncul diruang rawat vvip karena Hermione sudah dipindahkan tidak lagi diruang icu. Andre duduk disofa bersama yang lain, Dimas juga ada disana dia izin untuk tidak masuk kuliah.
"Hermione semakin membaik padahal mereka belum dibawa keneraka baru energinya aja dikasih ke Hermione" ucap Evan.
"Bagus deh" ucap Andre.
"Tapi tetep aja racunnya bisa menyebar kapan saja" ucap Drew.
"Hmm betul tuh" ucap Julio. Mereka lalu melihat kearah Dimas.
"Jangan liatin kayak gitu, aku akan melaksanakan tugasku tenang saja" ucap Dimas.
"Bagusnya kapan ya?" ucap Dela seperti bertanya.
"Hari ini, atau besok" ucap Mona.
"Lebih cepat lebih baik" ucap Iliana.
"Hari ini, tapi apakan melakukan disini?" tanya Dimas.
"Nanti pindah kekamar milik Dara yang ada dirumah untuk sementara setelah selesai baru pindah kesini lagi" ucap Julio.
"Hmmm terserah" ucap Dimas.
***
Sarah dkk pulang dari sekolah mereka bertiga menggunakan 1 mobil bersama, mereka merencanakan ingin pergi kemall.
"Gue liat ada tas baru pengen beli itu aja deh" ucap Santi.
"Kalau gue naksir mau beli high heels yang terbaru itu lho" ucap Wawa.
"Gue sih make up" ucap Sarah.
"Lo pada tau gak, malam tadi ada orang yang gak dikenal ngasih gue obat perangsang abis itu gue ketoiletkan pas keluar dari toilet gue malah nabrak orang yang gak dikenal, karena gue dalam pengaruh obat gue malah minta dia main sama gue, dia sempet gak mau tapi setelah gue cium bibirnya dan buka bajunya dia ngikutin permainan gue" ucap Sarah.
"Widih siapa yang berani ngasih obatnya ke lo" tanya Santi.
"Nggak tau" jawab Sarah, Wawa lebih memilih fokus menyetir.
Tiba-tiba ada mobil yang melaju sangat kencang.
"Wawa awas" teriak Sarah.
"Akhhh" teriak mereka bertiga, Wawa membanting stir supaya tidak tertabrak tapi dia terlambat. Mobilnya berguling-guling lalu masuk kedalam jurang yang tidak terlalu dalam.
Brak...
Sarah dkk pingsan dengan darah yang mengalir dikepala mereka. Andre langsung menarik jiwa mereka lalu pergi keneraka untuk memasukkannya kedalam neraka. Setelah selesai dia kembali kealam manusia.
"Selesai" ucap Andre.
__ADS_1
"Bagus" ucap Iliana.
"Eh jari Dara gerak tadi" ucap Dimas melihat jari Hermione sedikit bergerak, dia langsung menghampiri dan menggenggam tangan Hermione.
"Iya iya aku lihat tadi" ucap Dela.
"Dara ku mohon bangun" ucap Dimas mencium punggung tangan Hermione.
Yang lain langsung berdiri dan menghampiri Hermione, mereka melihat Hermione yang sudah tidak pucat lagi.
"Tapi ini hanya sementara, untung saja Andre kealam Phoenix dan Mawar untuk mencari obatnya kalau tidak kita hanya mengetahui ini saja" ucap Mona.
"Iya kau benar" ucap Julio. Mata Hermione perlahan terbuka sedikit demi sedikit.
"Dara/kak Dara" ucap mereka semua bersamaan. Pandangan Hermione rabun dia mengerjapkan matanya beberapa menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.
"Gimana ada yang sakit? Sakit yang mana? Pusing gak kepalanya? Mau minum? Mau panggil dokter untuk periksa kamu? Ayo bilang mau apa" ucap Dimas bertanya bertubi-tubi. Hermione hanya membalas dengan senyuman, tubuhnya terasa kaku karena tidak pernah bergerak 5 bulan.
"Akhirnya bangun" ucap Andre, Evan dan yang lainnya. Hermione ingin duduk, Dimas langsung membantu dirinya.
Dimas menatap mata Hermione sambil tersenyum manis, matanya berkaca-kaca.
"Kenapa liatinnya gitu?" tanya Hermione.
"Seneng akhirnya bisa liat mata kamu yang biru itu lagi, kangen tau 5 bulan gak ketemu pas ketemu liat kamu kayak gini, yang lain enak bisa liat kamu aku nggak" jawab Dimas cemberut. Hermione tersenyum manis.
"Kita mau pergi dulu ya ada urusan kalian lanjut aja ngobrolnya" ucap Iliana.
"Bye" ucap Evan, mereka semua menghilang, sekarang yang tersisa hanya Dimas dan Hermione.
Dimas memeluk tubuh Hermione dan dibalas oleh Hermione. Dimas menangis tanpa mengeluarkan suara.
"Kenapa menangis aku tidak apa-apa?" ucap Hermione mengusap punggung Dimas.
"Pada saat detak jantungmu berhenti dan kata Andre dan yang lain tubuhmu mengeluarkan asap dan memudar aku sangat takut kehilanganmu" ucap Dimas.
"Tapi takut aku berhenti saat kamu menepati janjimu tidak akan meninggalkanku" ucap Dimas.
"Itu semua berkat kamu" ucap Hermione, Dimas melepaskan pelukannya lalu duduk disamping ranjang.
"Tidak, itu semua berkat kamu yang bisa bertahan walaupun racunnya sudah hampir menyebar keseluruh tubuhmu" ucap Dimas.
"Nggak itu berkat kamu" ucap Dimas.
"Kamu" ucap Hermione.
"Kamu" ucap Dimas.
"Kamu" ucap Hermione.
"Berkat kita berdua" ucap Dimas mengambil jalan tengah.
"Berkat semuanya juga" ucap Hermione.
"Nah itutuh berkat semuanya" ucap Dimas tersenyum.
"Jangan menatapku seperti itu" Hermione menutup mata Dimas, Dimas memegang tangan Hermione lalu memindahkannya kepipi dirinya.
"Kenapa? Salting ya kalau diliatin kayak gini?" goda Dimas.
"Biasa aja" ucap Hermione.
"Bohong itu kamu senyum-senyum kayak gitu, pipinya merah lagi" ucap Dimas menoel hidung Hermione.
"Ihh apaan sih Mas" ucap Hermione mengalihkan pandangannya dan menarik tangannya dari pipi Dimas.
"Ihhh tangannya disini aja" Dimas mengambil tangan Hermione lalu menyimpannya dipipi dirinya.
"Jangan natap aku gitu ihhh" Hermione mencubit pipi Dimas.
"Aduh sakit" ucap Dimas cemberut mengusap pipinya.
"Olololo tayang-tayang" ucap Hermione mengusap pipi Dimas. Dimas tersenyum mendapat perlakuan dari Hermione.
"Cium" ucap Dimas manja menunjuk pipinya. Hermione mencium pipi sebelah kanan Dimas.
__ADS_1
"Sebelah lagi" ucap Dimas menunjuk yang sebelahnya, Hermione mencium pipi sebelah kanan Dimas.
"Makacih hehehe" ucap Dimas, Hermione tersenyum.
"Manis banget" ucap Dimas.
"Apanya yang manis?" tanya Hermione.
"Senyumanmu" ucap Dimas menoel hidung Hermione.
"Gombal hehe" ucap Hermione.
"Yaampun malah dibilang gombal itu jujur dari hati aku yang paling terdalam dia yang bilang itu" ucap Dimas.
"Dari mulut kamu, emang hati bisa ngomong" ucap Hermione.
"Eh iya hehe, ih kamu mah aku mau romantis malah gagal" ucap Dimas.
"Yaudah ambil garam sana" ucap Hermione.
"Buat apa garam?" tanya Dimas.
"Biar akunya asin gak manis lagi hehe" ucap Hermione.
"Nggak gitu konsepnya Hermione, hastag mengcapek" ucap Dimas cemberut.
"Idih tumben manggil Hermione biasanya Dara" ucap Hermione.
"Sekali-sekali" ucap Dimas.
"Makasih ya" ucap Hermione.
"Untuk?" tanya Dimas.
"Untuk semuanya, dari kamu yang mau cinta sama aku, terima aku apa adanya, mau jagain aku, berkorban demi aku, pokoknya semua" ucap Hermione membuat lingkaran besar dengan kedua lemgannya.
"Berkorban apa aku sama kamu perasaan gak berkorban apa-apa. Masalah jagain emang seharusnya aku jagain kamu ya walaupun cuman beberapa hari hehe. Tentang terima kamu apa adanya harus dong namanya juga cinta kalau udah cinta pasti nerima semua kekurangan dan kelebihan pasangannya tapi kamu gak ada kekurangan lebih semua sampai over dosis aku. Tentang aku cinta sama kamu itu diluar kendali aku, semuanya karena sudah terbiasa dan lama-lama tumbuh rasa cinta" ucap Dimas.
"Lama-lama tumbuh rasa cinta ya benar kau sangat benar, dan karena terbiasa itulah rasa cintaku tumbuh kepadamu" batin Hermione.
"Bisa aja kamu" ucap Hermione tersenyum.
"Aku ada pertanyaan buat kamu" ucap Hermione.
"Apa?" tanya Dimas.
"Micin apa yang bikin candu?" tanya Hermione.
"Gak tau emang micin apa?" tanya Dimas kepo.
"Mincintaimu sepenuh hati" jawab Hermione.
"Aaaa terbang nih" ucap Dimas lebay.
"Hati aku ini ibarat margarin dan kamu wajan panasnya" ucap Dimas.
"Kok gitu?" tanya Hermione.
"Kalau aku deket-deket sama kamu selalu meleleh" jawab Dimas.
"Bisa aja" ucap Hermione.
Dimas mendekat kewajah Hermione, Hermione menjauhkan wajahnya dari wajah Dimas. Dimas menahan tengkuk Hermione.
"Kenapa menjauh?" tanya Dimas.
"Nggak" jawab Hermione, Dimas mendekat kembali.
"Aduh kenapa deg-degan sih" batin Hermione.
Bibir Dimas mendarat tepat dibibir Hermione, Dimas memasukkan lidahnya dan Hermione menerimanya. Hanya ada suara kecapan didalam ruangan itu.
"Tuh kan manis" ucap Dimas setelah melepaskan ciumannya.
"Makanya ambilin garam biar asin" ucap Hermione.
__ADS_1
"Ih jangan dong" ucap Dimas, mereka berdua tersenyum saling tatap mengobati rasa rindu mereka.
Bersambung...