RATU IBLIS

RATU IBLIS
Paviliun Baru


__ADS_3

"Ada keperluan apa hingga nona Xiao Ziya datang jauh jauh ke Akademi Merpati?." tanya Xi Sunbi yang belum mengetahui maksut kedatangan dari Xiao Ziya ke akademinya.


"Saya ingin menanyakan sesuatu pada anda." ucap Xiao Ziya yang ingin menanyakan sesuatu pada Xi Sunbi.


"Apa yang ingin nona tanyakan pada saya." ucap Xi Sunbi yang merasa ia tak memiliki informasi penting tentang seseorang.


"Saya ingin bertanya apakah di sini ada portal menuju dunia atas?." tanya Xiao Ziya yang mendapatkan informasi dari buku yang pernah di pinjamkan oleh Raja Artur, dalam buku tersebut ada sebuah catatan yang menyebutkan bahwa dahulu ada sekelompok orang dari dunia atas yang turun ke dunia bawah.


Karna terlalu lama tinggal di dunia bawah sekelompok orang itu merasa enggan untuk kembali ke dunia atas sehingga mereka membentuk sebuah kelompok baru, selain itu mereka juga membuat sebuah tempat teleportasi yang dapat menghubungkan dunia atas dengan dunia bawah. Dan sekelompok orang itu adalah leluhur yang membangun Akademi Merpati sehingga bisa dipastikan bahwa gerbang teleportasi menuju dunia atas ada di Akademi Merpati.


Mendengar ucapan dari Xiao Ziya membuat Xi Sunbi sedikit terkejut karna fakta mengenai Akademi Merpati terdapat sebuah gerbang teleportasi yang bisa mengantar seseorang ke dunia atas namun tak sembarang orang yang bisa pergi ke sana.


"Bagaimana nona bisa tau tentang sejarah akademi ini?." tanya Xi Sunbi yang ingin mengetahui dari mana Xiao Ziya tau tentang informasi rahasia mengenai Akademi Merpati, apakah informasi itu memang sudah bocor ke orang lain.


"Saya mendapatkan informasi dari seorang kakek tua yang luar biasa." ucap Xiao Ziya yang masih saja menyebut Raja Artur dengan sebutan kakek tua, entahlah mungkin itu menyenangkan baginya.


"Apa nona memberitaukannya pada orang lain juga?." tanya Xi Sunbi yang masih terlihat khawatir karna jika banyak yang mengetahui hal ini maka keamanan Akademi Merpati akan terancam.


"Saya tak memberitau siapapun karna informasi seperti ini pastilah sangat rahasia, dan saya juga yakin tak semua orang yang tinggal di Akademi Merpati mengetahui sejarah akademi ini dengan baik." ucap Xiao Ziya yang asal menebak namun tebakanya memang benar.


"Saya harap nona akan merahasiakannya dari siapapun, apa yang nona katakan memang benar namun gerbang itu akan terbuka dua bulan lagi." ucap Xi Sunbi yang memberitau Xiao Ziya bahwa gerbang itu tak terbuka setiap hari hanya beberapa kali dalam setahun.


Xiao Ziya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia faham dengan apa yang dimaksud oleh Xi Sunbi. Xi Sunbi meminta pada Xiao Ziya untuk tinggal di Akademi Merpati untuk satu minggu kedepan karna persyaratan agar bisa masuk ke gerbang teleportasi itu adalah harus tinggal di Akademi Merpati minimal selama satu minggu.


"Baiklah jika begitu saya akan tinggal di sini selama satu minggu." ucap Xiao Ziya yang menyetujui persyaratan yang Xi Sunbi ucapkan.


Xi Sunbi mengantar Xiao Ziya ke salah satu rumah tinggal untuk para tamu yang biasanya datang ke Akademi Merpati, Saat masuk ke rumah itu Xiao Ziya terlihat sedikit tak nyaman karna berantakan, selain berantakan rumah itu juga tak ditumbuhi oleh pohon pohon yang menjadi penyejuk.


"Tuan Xi Sunbi apakah di Akademi Merpati ada sebuah lahan kosong yang lumayan luas?." tanya Xiao Ziya yang berencana untuk membangun sebuah paviliunnya sendiri di sana.


"Kami memiliki sebuah lahan kosong apa yang ingin nona lakukan?." tanya Xi Sunbi yang merasa keheranan karna gadis yang ada di hadapannya itu menanyakan tentang lahan kosong.

__ADS_1


"Antar saya ke ruang administrasi, saya akan membeli lahan itu." ucap Xiao Ziya yang berniat memiliki sebuah tempat tinggal di Akademi Merpati karna nantinya ia akan datang lebih awal sebelum gerbang teleportasi itu terbuka.


Sebenarnya Xiao Ziya bisa saja pergi ke dunia atas menggunakan mantra teleportasi yang ia pelajari dari dunia peri, namun jika ia melakukan itu maka Xiao Ziya akan dianggap sebagai penjahat atau penyusup karna tak memiliki izin untuk menginjakkan kaki di dunia atas. Jika Xiao Ziya menggunakan gerbang teleportasi yang ada di Akademi Merpati maka ia akan mendapatkan sebuah token ketika melewati gerbang itu, dan token yang ia dapatkan berisi izin masuk ke wilayah dunia atas.


Xi Sunbi mengantar Xiao Ziya menuju tempat administrasi yang biasanya digunakan untuk para murid membayar biyaya sekolah mereka. Setelah sampai di tempat administrasi Xiao Ziya bertemu dengan seorang wanita paruh baya.


"Selamat datang kepala akademi." ucap wanita paruh baya itu yang melihat kedatangan Xi Sunbi dengan seorang gadis yang sangat asing baginya.


"Ah saya mengantar nona ini, dia ingin membeli lahan kosong yang ada di dekat asrama putra." ucap Xi Sunbi yang mengatakan maksud kedatantannya ke tempat administrasi.


"Saya akan menyiapkan semua surat suratnya, nona harus membayar sekitar seribu delapam ratus koin emas, jika nona tak membawa koin emasnya sekarang maka nona bisa membayar dua ratua koin emas terlebih dahulu untuk pembayaran pertama." ucap wanita paruh baya itu yang menjelaskan pada Xiao Ziya berapa koin emas yang harus ia bayar untuk membeli lahan kosing itu.


"Baiklah saya akan membayarnya." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sebuah peti kecil yang berisi dua ribu koin emas. Melihat koin emas sebanyak itu ada di tangan seorang gadis yang nampak biasa saja membuat sang wanita paruh baya merasa sedikit curiga.


"Dari mana nona mendapatkan koin emas sebanyak ini? nona tak mengambilnya dari orang lain." ucap wanita paruh baya itu yang menatap Xiao Ziya penuh dengan curiga.


Andai saja wanita paruh baya itu tau bahwa Xiao Ziya memiliki bergunung gunung koin emas dan juga berlian. Selain itu masih banyak lagi harta berharga yang Xiao Ziya miliki. Selain itu Xiao Ziya juga mendapatkan jatah uang jajan bulanan dari Klan Xiao, dari ayahnya, dari Xiao Yan dan masih banyak lagi.


"Apakah wajah saya seperti penjahat?." tanya Xiao Ziya yang balik bertanya pada wanita paruh baya itu.


"Saya adalah Xiao Ziya master dari Akademi Kekaisaran Qiyu, saya datang kesini karna ada keperluan di tempat ini." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan token identitasnya sebagai seorang master.


Melihat token identitas milik gadis yang ada di hadapannya membuat sang wanita paruh baya merasa sangat malu karna menuduh yang tidak tidak pada Xiao Ziya.


"Maaf atas ketidak sopanan saya pada nona." ucap wanita paruh baya itu yang langsung membungkukan badannya.


Setelah selesai membayarkan sejumlah koin emas dan mendapatkan surat tanah. Xiao Ziyapun langsung pergi ke tanah kosong itu bersama dengan Xi Sunbi. Setelah sampai di tanah kosong itu Xiao Ziya menyalakan api hitam di tangan kirinya dan api merah di tangan kananya.


"Terbentuklah." ucap Xiao Ziya.


Seketika kedua jenis api yang berbeda itu turun ke tanah kosong dan mulai membentuk sebuah bangunan di atas lahan kosong. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya sebuah paviliun mewah terbentuk dari api hitam dan api merah itu. Xi Sunbi yang melihat betapa mewahnya paviliun yang dibangun oleh Xiao Ziya merasa terkejut sekaligus kagum.

__ADS_1


"Bagaimana nona bisa membuat paviliun megah dalam jangka waktu yang singkat?." tanya Xi Sunbi yang tak menyangka bahwa gelar master yang disandang oleh gadis itu bukanlah lelucon belaka karna ia memang memiliki kemampuan yang munpuni.


"Trimakasih atas bantuan Tuan Xi Sunbi saya harap tuan menerima hadiah kecil dari saja." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah pedang dengan aura berwarna hijau yang sangat pekat, pedang itu adi satu tingkat di bawah tingkat misteri.


Xi Sunbi menerima pedang itu dengan senang hati, ia merasa sangat senang karna memiliki pedang baru yang begitu indah dan kuat, Xi Sunbi adalah seorang ahli pedang sehingga Xiao Ziya memberi hadiah sebuah pedang.


"Saha mohon pamit untuk mencoba pedang yang nona berikan, selamat beristirahat nona Ziya semoga anda betah di sini." ucap Xi Sunbi yang yang sangat bahagia kemudian pria itu segera pergi dari sana. Sedangkan Xiao Ziya masuk kedalam paviliunnya.


Sebuah paviliun yang sangat megah dengan warna dominan hitam merah dan beberapa bagian yang memiliki warna emas yang tampak elegan. Xiao Ziya merasa ada yang kurang dengan paviliunnya itu, Xiao Ziya menanam beberapa pohon buah dan bunga bunga yang menghiasi paviliunnya. Selain itu Xiao Ziya menanam beberapa tanaman langka di halaman belakangnya.


Setelah semuanya telah siap Xiao Ziya masuk kedalam paviliun dan segera memilih sebuah ruangan untuk menjadi kamar utamanya. Xiao Ziya memilih sebuah ruangan yang paling besar, ia meletakkan kasur yang sangat luas lalu beberapa benda benda lainnya.


"Hah akhirnya sebagian ruangan sudah diisi dengan beberapa barang, saatnya saya beristirahat." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian masuk kedalam kamarnya, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur yang luas dan juga nyaman itu.


Kemunculan paviliun milik Xiao Ziya tentu saja membuat geger murid murid Akademi Merpati, beberapa ketua sampai mengira bahwa bangunan itu turun dari langit dan merupakan sebuah berkah dari langit untuk Akademi Merpati mereka.


"Mengapa ada sebuah bangunan megah yang berdiri di tanah kosong di dekat asrama murid laki laki?." ucap Sin Binzu yang merupakan ketua pertama dari Akademi Merpati.


"Mungkin itu berkah dari langit." ucap Ling Minya yang berfikir bangunan itu milik Akademi Merpati sehingga ia berniat untuk datang kesana dan melihat apa yang ada di dalamnya.


Beberapa murid akademi juga penasaran namun mereka tak berani pergi ke sana tanpa izin dari guru mereka ataupun ketua akademi. Xi Sunbi yang tadinya sedang berlatih pedang teringat sesuatu penting ia lupa memberi taukan pada yang lainnya bahwa ada seseorang yang membeli tanah kosong itu. Mungkin saja sekarang para petinggi Akademi Marpati sedang gaduh karna kemunculan paviliun mewah di sana, yang paling membuatnya cemas adalah jika mereka membuat masalah dengan Xiao Ziya yang merupakan Master dari Akademi Kekaisaran Qiyu sekaligus adik dari Kaisar Yan.


Dengan segera Xi Sunbi pergi dari tempat latihannya. Ia pergi ke ruang rapat utama dan meminta semua petinggi Akademi Merpati untuk berkumpul, para ketua yang tadinya ingin melihat bangunan apa yang muncul tiba tiba di tanah kosong yang ada di Akademi Merpati.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya semua petinggi dari Akademi Merpati sudah berkumpul di ruang rapat utama akademi. Mereka bertanya tanya mengapa kepala akademi memanggil mereka semua secara tiba tiba.


"Selamat sore semua, saya ingin membicarakan hal penting pada kalian." ucap Xi Sunbi yang ingin menyampaikan sesuatu.


"Apakah ini tentang bangunan yang tiba tiba muncul di lahan kosong itu?." tanya Ning Ruhi.


"Iya saya akan membahas bangunan yang tiba tiba muncul di sana. Sebenarnya bangunan itu tak muncul tiba tiba karna ada seseorang yang membeli tanah itu seharga dua ribu keping emas, pemilik tanah kosong itu adalah nona Xiao Ziya dari wilayah Kekaisaran Qiyu, ia juga seorang master dari Akademi Kekaisaran Qiyu. Saya harap kalian semua tak membuat masalah dengan nona Ziya." ucap Xi Sunbi yang menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.

__ADS_1


Semua orang sedang berusaha untuk mencerna perkataan dari kepala akademi. Mengapa tiba tiba ada orang luar yang membeli tanah kosong itu? apa yang ingin dilakukan oleh nona yang bernama Xiao Ziya itu. Beberapa pertanyaan muncul di kepala para petinggi Akademi Merpati yang datang di ruang rapat.


Hai hai semuanya Akhirnya aku update lagi, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote tiket kalian ke novel ini, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga ya.


__ADS_2