
Pagi telah tiba, hari ini Xiao Ziya bersama dengan saudara dan teman temannya akan pergi menuju Akademi Kekaisaran, mereka perlu mengejar pelajaran yang tertinggal cukup jauh. Saat ini Xiao Ziya beserta yang lainnya ada di aula utama istana kekaisaran. Mereka ingin berpamitan dengan yang lainnya.
"Ayah aku akan pergi ke akademi dengan yang lain, Ziya harap ayah bisa menjaga diri dengan baik, oh ya sekarang ada Zoe jadi ayah takakan kesepian lagi. Satu hal lagi ayah titip Yan gege dia itu sedikit ceroboh." ucap Xiao Ziya yang berpesan pada ayahnya.
Xiao Cunyu melihat putrinya dan tertawa, putrinya itu tak akan pernah berubah dia akan selalu berkata apapun sesuka hatinya.
"Hei beraninya kau menghina kaisar ini." ucap Xiao Yan yang sedang bercanda pada adiknya itu.
Melihat tingkah kakak laki lakinya yang menyebalkan membuat Xiao Ziya sedikit kesal dan langsung menjewer telinga Xiao Yan hingga pemuda itu meringis kesakitan.
"Yan gege benar benar menyebalkan aku akan menyuruh Zue gege untuk memukulmu setiap pagi." ucap Xiao Ziya yang sedang mengancam kaisar baru itu, semua orang tertawa melihat tingkah Xiao Ziya bersama para kakak laki lakinya.
Setelah selesai berpamitan dengan semua orang Xiao Ziya bersama yang lain memulai perjalanan menuju Akademi Kekaisaran. Saat menyusuri jalan setapak yang mengarah akademi banyak orang orang yang memberikan Xiao Ziya bingkisan.
"Ekem sepertinya nona muda kita ini sangat populer." ucap Xiao Feng yang sedang meledek Xiao Ziya.
"Diamlah jika tidak adikku akan menghajarmu, jangan merusak suasana hatinya." ucap Xiao Xun yang mengingatkan Xiao Feng agar tak mengganggu adiknya.
Sedangkan Xiao Ziya masih sibuk menerima bingkisan dari semua orang, hah ini bukan hari ulang tahun gadis itu mengapa ia mendapatkan banyak hadiah.
"Bukankah ini sangat aneh, mengapa mereka semua memberikan bingkisan padaku." ucap Xiao Ziya yang merasa keheranan.
"Itu karna saudariku ini sangat cantik dan mempesona." ucap Xiao Yuna yang langsung merangkul pundak Ziya dari belakang.
"Yuna jiejie hentikan bualanmu itu, aku ini hanya gadis biasa yang masih berusia sebelas tahun." ucap Xiao Ziya yang sedikit tak nyaman dengan pujian yang dikatakan Xiao Yuna.
Mendengar perkataan Xiao Ziya membuat teman temannya ingin mengatai gadis itu, apanya yang baru berusia sebelas tahun gadis itu bahkan lebih kuat daripada orang yang sudah hidup setengah abad.
"Sudahlah kita harus segera melanjutkan perjalanan." ucap Muyen yang berusaha memecahkan suasana panas yang sedang terjadi.
"Baiklah kakak ipar." ucap Xiao Ziya yang sengaja mengatakannya untuk mengerjai Xiao Yuna.
Hari sudah hampir sore akhirnya mereka semua sampai di gerbang masuk Akademi kekaisaran. Seorang penjaga menghentikan langkah mereka dan menannyakan kartu siswa yang mereka miliki.
"Tunjukkan kartu siswa kalian semua." ucap para penjaga.
__ADS_1
Xiao Xun dan juga Xiao Muer yang merupakan murid inti Akademi Kekaisaran langsung menunjukkan kartu siswa mereka. Sedangkan Xiao Ziya dan teman temannya belum memiliki kartu siswa tersebut karna baru saja masuk ke Akademi Kekaisaran.
"Dan yang lain mana kartu siswa kalian." ucap penjaga itu.
Xiao Ziya mencoba menjelaskan keadaan mereka saat ini dan sang penjaga mendengarkan cerita Xiao Ziya dengan baik. Namun masih sulit untuknya membiarkan orang luar tanpa kartu identitas siswanya masuk kedalam akademi.
"Apakah kami memang tak diizinkan untuk masuk?." tanya Su Miji yang sudah tak sabar lagi dan ingin segera masuk kedalam.
"Apakah kalian tak memiliki identitas lain agar bisa masuk kedalam." ucap sang penjaga gerbang yang menannyai mereka dengan sopan.
Xiao Ziya menunjukkan token kekaisaran pada penjaga gerbang, ia sedikit terkejut ternyata gadis yang ada di depannya merupakan anggota kekaisaran yang baru.
"Baiklah kalian boleh masuk, maaf atas kelancangan saya nona." ucap sang penjaga gerbang yang seketika merubah sikapnya.
Xiao Ziya sebenarnya enggan menggunakan token kekaisaran miliknya, namun kali ini konsisinya sedikit mendesak jika gadis itu tak menunjukkan token kekaisaran mungkin ia dan teman temannya yang lain tak akan pernah bisa masuk kedalam.
Saat masuk kedalam akademi, mereka sedikit menarik perhatian.
"Bukankah itu senior Xiao Xun, siapa orang orang yang ada di sebelahnya itu." ucap seorang siswa yang merasa sedikit heran.
"Salam senior Xun." ucap seorang pemuda yang tiba tiba menghampiri mereka.
"Ada apa junior Yogi menemuiku?." tanya Xiao Xun yang sudah kenal dengan pemuda yang ada di hadapannya.
"Siapa mereka senior?." tanya Ruo Yogi yang penasaran dengan gerombolan orang yang ada dibelakan Xiao Xun.
"Mereka adalah saudara saudara dan juga teman temanku. Sedangkan gadis kecil itu adalah adik kesayanganku." ucap Xiao Xun sambil menunjuk Xiao Ziya yang sedang berdiri dengan tenang dan menatap semua seperti tak ada apa apa.
Rou Yogi melihat ke arah Xiao Ziya, dia langsung terpesona dengan kecantikan yang dimiliki gadis itu. Untung saja sebuah pukulan yang mendarat di kepala Ruo Yogi langsung menyadarkan pemuda itu.
"Hey jangan menatap adikku seperti itu, atau akan ku congkel kedua matamu." ucap Xiao Yuna yang sedikit terbawa emosi.
"Bisakah kalian berhenti bertengkar aku hanya ingin segera tau dimana kita akan tinggal dan segera beristirahat." ucap Xiao Ziya yang menatap teman temannya dengan malas, hari sudah mulai malam dan mereka masih saja bertengkar jika begini terus hingga tengah malampun tak akan terselesaikan.
"Baiklah Ruo Yogi tolong antar mereka ke ruang administrasi, aku harus segera melapor ke ketua kesiswaan dulu." ucap Xiao Xun yang langsung pergi karna ada urusan yang harus ia selesaikan.
__ADS_1
"Mohon bimbingannya senior." ucap Xiao Xinzo pada Ruo Yogi.
Ruo Yogipun mengantar mereka menuju ruang administrasi, di sana mereka bisa menyewa kamar ataupun sebuah paviliun sesuai dengan keinginan mereka masing masing.
"Di sini kalian bisa melakukan registrasi terlebih dahulu." ucap Ruo Yogi yang menemani mereka masuk.
Sstu persatu mulai menyewa sebuah kamar seperti yang mereka inginkan, sedangkan Xiao Ziya masih diam mengantri, sepertinya gadis itu ingin melakukan registrasi di urutan paling akhir.
"Selanjutnya." ucap seorang wanita yang cukup muda, ia merupakan anggota Klan Xiao yang dulunya menuntut ilmu di Akademi Kekaisaran dan setelah lulus ia diangkat menjadi Kepala regristrasi.
"Salam bibi Min, aku ingin menyewa sebuah paviliun dalam jangka waktu satu tahun." ucap Xiao Ziya yang membuat teman temannya terkejut. Darimana gadis itu mendapat koin emas untuk menyewa sebuah paviliun, setau mereka apalagi yang berasal dari Klan Xiao, Xiao Cunyu tak pernah memberikan uang yang banyak pada putra dan putrinya agar mereka bisa mandiri.
"Bukankah ini keponakanku, wah sekarang kau sudah besar. Untuk menyewa paviliun selama satu tahun menerlukan biyaya lima ratus sampai tiga ribu koin emas tergantung kemewahan dari paviliunnya." ucap Xiao Minmin yang menjelaskan pada keponakannya itu.
"Apakah di sini ada paviliun yang memiliki banyak pohon persik dan halaman belakang tang luas?." tanya Xiao Ziya yang menyebutkan kriteria paviliun yang ia inginkan.
"Masih tersisa satu paviliun elit seperti yang kau inginkan itu, namun biyayanya empat ribu koin emas." ucap Xiao Minmin dengan ragu ragu, bagaimanapun juga keponakannya itu hanyalah gadis yang baru saja menjadi nona besar belum tentu ia memiliki uang sebanyak itu.
Tanpa basa basi Xiao Ziya mengeluarkan sebuah kotak peti berukuran sedang yang berisi empat ribu koin emas. Xiao Ziya langsung menyerahkannya.
"Ini totalnya ada empat ribu koin emas, mohon bibi mengurus surat sewanya." ucap Xiao Ziya dengan datar kemudian ia mengambil kunci paviliunnya.
Setelah semua orang memilih kamar mereka, Ruo Yogi mengantar sesuai dengan asrama masing masing. Semua telah diantar kini tinggal Xiao Ziya saja yang belum menemukan paviliunnya.
"Senior trimakasih sudah mengantar kami, aku bisa pergi ke paviliunku sendiri. Ini sedikit hadiah dariku." ucap Xiao Ziya yang memberikan sebuah peti kayu kecil.
Saat Ruo Yogi membukanya, terdapat dua pil dengan warna yang berbeda. Yang satu adalah pil penguat tubuh level empat, dan yang satu adalah pil pencucian sumsum level tiga. Kedua pil tersebut sangatlah mahal dan langka, namun Xiao Ziya memiliki ribuan pil seperti itu.
"Adik Ziya ini terlalu berharga aku tak bisa menerimanya." ucap Ruo Yogi yang merasa tak enak hati.
"Ambilah senior Yogi, jika kau menolaknya aku tak mau lagi bertemu denganmu." ucap Xiao Ziya yang mengancam.
Akhirnya Ruo Yogi pasrah dan menerima pemberian Xiao Ziya, setelah itu Ruo Yogi bergegas kembali ke kamarnya.
Hai semua gimana kabar kalian? akhirnya bisa update lagi kangen banget akutuh sama kalian semua. Jangan lupa vote, like, komen, rate, share ya.
__ADS_1