RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pertengkaran


__ADS_3

Kaisar Yan memeluk Wi Xume dengan erat dan menenangkan gadis itu perkataan yang dilontarkan oleh adiknya itu membuat hati Kaisar Yan panas. Wi Xume menangis dengan kencang dipelukan Kaisar Yan.


"Saya tak berniat jahat pada anda atau keluarga anda, namun mengapa adik anda menghina saya seperti itu." ucap Wi Xume yang memelas di hadapan Kaisar Yan.


Semua orang yang ada di pesta penyambutan melihat ke arah Wi Xume dengan tatapan jengah, mengapa Kaisar Yan lebih membela gadis yang baru ia temui daripada adik kandung yang selalu ada dan membela dirinya. Xiao Ziya sangat ingin membunuh gadis itu namun Ziya harus bersabar menghadapi gadis itu.


"Ahahaha menggelikan." suara tawa Xiao Ziya yang terdengar di seluruh aula utama, gadis itu benar benar tak menyangka jika kakak laki laki yang ia sayang dan ia bela lebih memilih gadis itu.


"Gege harap kau akan bersikap lebih baik nantinya." ucap Kaisar Yan yang ingin melangkah pergi dari aula utama akademi.


Sebelum Kaisar Yan dan Wi Xume keluar dari aula utama ada puluhan orang dengan baju hitam masuk kedalam aula utama, mereka adalah pembunuh bayaran yang disewa oleh para panatua Akademi Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya meminta para tamu undangan yang datang untuk menepi dan memberikan ruang pada para pembunuh bayaran.


"Ah kalian sudah datang rupanya, apakah panatua pertama sangat tidak sabar untuk membunuh saya?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi wajah bahagia. Mungkin orang lain akan menganggap gadis itu gila karna siapa yang akan merasa senang saat didatangi puluhan pembunuh bayaran selain Xiao Ziya.


"Serahkan nyawamu maka kami akan mengampuni mereka semua." ucap pemimpin dari para pembunuh bayaran itu, karna para panatua hanya menugaskan mereka untuk membunuh Xiao Ziya saja.


Gadis itu tetap tenang ia melihat ke arah tamu undangan dan para murid akademi yang sedang dalam posisi siaga, tentu sebagai Master dari Akademi Kekaisaran Qiyu gadis itu harus melindungi mereka semua. Xiao Ziya membuat perisai pelindung dengan ukuran besar, perisai itu cukup untuk mengamankan semua orang yang berada di aula utama.


"Jika kalian menginginkan nyawaku maka ambillah sendiri." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebarnya, ia mengambil sebilah pedang berwarna merah untuk menghabisi para pembunuh bayaran itu.


Pertarungan antara Xiao Ziya dengan puluhan pembunuh bayaran disaksikan langsung oleh semua orang yang ada di aula utama tak terkecuali Wi Xume yang sedang ketakutan melihat keganasan dari seorang Xiao Ziya.


"Adik anda seperti seorang pembunuh profesional." ucap Wi Xume yang dapat di dengar oleh Ziya walau gadis itu sedang sibuk bertarung.


"Dia memang unggul dalam hal seperti ini." jawab Kaisar Yan dengan singkat, karna alasan itulah ia tak mungkin bersaing dengan adik perempuannya itu.


"Apa anda tak merasa takut jika suatu hari adik anda akan menikam anda dari belakang dan merebut tahta?." ucap Wi Xume yang ingin mempengaruhi Kaisar Yan. Gadis itu berfikir jika Ksisar Yan membenci adiknya sendiri kemungkinan besar Xiao Ziya akan di usir dari Wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Itu tidak mungkin terjadi." jawab Kaisar Yan dengan senyum percaya diri. Ia tau bahwa Xiao Ziya sangat menyayangi keluarganya jadi gadis itu tak akan membiarkan hal buruk terjadi pada dirinya.


Saat Xiao Ziya sedang sibuk membunuh para pembunuh bayaran amatrian itu tiba tiba saja ada seorang pembunuh bayaran yang melesat ke arah Wi Xume, pembunuh bayaran itu menjadikan Wi Xume sebagai sandra dan mulai mengancam Xiao Ziya.


"Berhenti, jangan membunuh rekan rekan saya lagi atau saya akan membunuh gadis ini." ucap sang pembunuh bayaran, jarak antara pedang dan leher Wi Xume tak sampai satu jengkal tangan.


Wi Xume sangat panik karna ia menjadi sandra, Xiao Xun mengeluarkan pedang miliknya dan ingin menyerang pembunuh itu namun tiba tiba sang pembunuh menggores pelan pedang miliknya ke leher Wi Xume.


"Jangan mendekat atau gadis ini akan mati di sini." ucap sang pembunuh bayaran dengan tegas.


"Bunuh saja karna saya tak peduli dengan gadis itu." ucap Xiao Ziya dengan santai ia melanjutkan pertarungannya. Kali ini Xiao Ziya membelah tubuh para pembunuh bayaran yang menyerangnya menjadi tiga bagian.


"Serahkan diri anda jika ingin gadis ini selamat." ucap pembunuh bayaran itu yang tetap mengancam Xiao Ziya.


"Kaisar Yan mohon selamatkan saya, saya tak ingin mati dengan sia sia di sini." ucap Wi Xume yang ketskutan ia tak menyangka dalam pesta penyambutan yang sangat besar terjadi hal yang tak terduga.

__ADS_1


Kaisar Yan tampak bingung ia harus memilih antara menyerahkan adiknya untuk menyelamatkan orang yang ia cintai atau membiarkan orang yang ia cintai mati ditangan pembunuh bayaran itu demi keselamatan adik perempuannya.


"Bukankah ksisar sudah berjanji akan selalu melindungi saya dan mengutamakan saya daripada hal lain." ucap Wi Xume yang masih ingat jika Kaisar Yan pernah mengatan hal itu padanya. Akhirnya Ksisar Yan sudah mengambil sebuah keputusan.


"Adik tolong serahkan dirimu." ucap Kaisar Yan, ia memberikan perintah pada Xiao Ziya. Semua orang terkejut mendengar perkataan Ksisar Yan termasuk Ayah dan juga adik laki lakinya.


"Apa yang kau ucapkan itu putraku dia adalah adikmu." triak Xiao Cunyu dengan sangat marah, walau putranya itu sangat mencintai gadis bernana Wi Xume namun ia tak boleh mengabaikan fakta bahwa Xiao Ziya adalah adik perempuannya.


"Mengapa kau tega mengorbankan adik kita sendiri demi gadis rendahan itu." triak Xiao Xun yang melesat ke arah Kaisar Yan kemudian memukulnya dengan sangat keras.


Kesabaran Xiao Xun sudah habis, kakak laki lakinya yang dulu sangat pemberani, pintar, kuat, dan sangat menyayangi keluarga sendiri termasuk Xiao Ziya walau gadis itu hanyalah adik tirinya. Kini kakak laki laki yang Xiao Xun bangga banggakan menjadi bodoh dan idiot hanya karna soal percintaan.


Bugh bugh bugh.


Xiao Xun masih memukuli Xiao Yan dengan keras, tak ada yang menghentikan mereka termasuk Xiao Cunyu karna ia sangat kecewa dengan putra pertamanya itu. Xiao Yan membalas pukulan Xiao Xun hingga pemuda itu terpertal kebelakang, Xiao Xun menyeka darah yang keluar dari mulutnya kemudian kembali bangkit.


"Sialan, apa yang gadis rendahan itu berikan padamu hingga kau ingin menyerahkan adik Ziya." ucap Xiao Xun dengan tatapan penuh amarah.


"Saya sudah berjanji untuk melindunginya." ucap Kaisar Yan dengan ekspresi dinginnya, ia melihat ke arah Xiao Ziya seperti meminta gadis itu untuk menyerahkan dirinya.


"Ziya adalah adik kita berdua, adik yang sangat kita sayangi. Bukankah adik juga banyak berkorban untuk kita mengapa kau memaksanya." ucap Xiao Xun yang ingin membunuh kakak kandungnya sendiri namun ia berusaha untuk menekan hasrat membunuh itu.


"Karna itu saya memintanya untuk berkorban sekali lagi." ucap Kaisar Yan, sepertinya ia dibutakan oleh cintanya pada Wi Xume.


"Berkorban demi siapa? demi gadis itu hahaha yang benar saja." ucap Xiao Ziya yang tak akan mengorbankan dirinya demi seorang gadis yang membuat hubungannya dengan kakak pertamanya hancur.


Satu prinsip yang selalu Xiao Ziya pegang ia tak akan takut kehilangan siapapun yang tega mengorbankan dirinya, dan ia akan melindungi siapapun yang menyayanginya.


"Bukan demi gadis itu namun demi gegemu ini." ucap Kaisar Yan dengan raut wajah memohon, ia menggunakan hubungan keluarga dengan Ziya agar gadis itu mau menuruti permintaanya.


Namun apakah Xiao Yan tak sadar bahwa gadis itu memiliki banyak kakak laki laki selain dirinya, walau mereka tak memiliki hubungan darah dengan Xiao Ziya namun mereka sangat menyayangi gadis itu. Jadi Xiao Ziya tak masalah kehilangan salah satu kakak laki laki yang tak menyayangi dirinya.


"Humm bagaimana ya." ucap Xiao Ziya dengan ragu ragu kemudian melihat ke arah sang ayah. Xiao Cunyu seperti mengerti apa yang ada di fikiran putrinya itu.


"Lakukanlah apa yang kau mau putriku, ayah akan selalu mendukungmu." ucap Xiao Cunyu yang tersenyum tulus pada putri kesayangannya itu, ia tau bahwa hati putrinya itu terluka melihat sikap kakak laki lakinya yang sangat ia sayangi menjadi seperti itu.


Setelah mendapatkan izin dari sang ayah, Xiao Ziya merasa lega dan tersenyum senang.


"Satu hal yang akan saya katakan pada anda Kaisar Yan, saya tidak takut kehilangan seseorang yang tidak menghargai keberadaan saya. Jadi jangan anda berfikir saya akan menuruti apa yang anda inginkan." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara tegasnya. Kaisar Yan terbelalak mendengar perkataan gadis itu, ia selama ini mengira bahwa apapun yang ia lakukan adik perempuannya akan selalu mendukungnya.


"Mengapa kau seperti ini pada kakak laki lakimu?." ucap Kaisar Yan dengan sedikit berteriak.


Plak.

__ADS_1


Satu tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi Kaisar Yan. Xiao Ziya sengaja menampar kakak laki lakinya itu karna ia sudah tak tahan lagi.


"Pergilah dengan gadis itu jika kau sangat menyayanginya, lindunilah dia dan dirimu sendiri dengan kekuatan yang kau miliki. Jika nanti kau tak sanggup melakukannya jangan harap saya akan membantu, ingatlah itu baik baik." ucap Xiao Ziya yang melesat secara zigzag, ia menghabisi seluruh pembunuh bayaran yang tersisa dan hanya meninggalkan satu orang saja.


Pembunuh bayaran yang masih hidup adalah ia yang sedang menodongkan pedang di leher Wi Xume karna Ziya rasa ia tak perlu menyelamatkan gadis itu. Jika orang lain memandangnya seperti iblis kejam yang tak punya rasa kemanusiaan maka biarkan saja karna Ziya hidup untuk dirinya, untuk keluarganya, dan orang orang yang peduli padanya. Selebihnya itu urusan mereka sendiri, jika Ziya membantu maka itu murni keinginannya dan bukan paksaan dari pihak manapun.


"Bukankah kau adikku, mengapa kau tega pada gegemu ini." ucap Kaisar Yan dengan raut wajah sedih, baru kali ini Xiao Ziya menganggapnya sebagai orang luar.


"Bercerminlah sebelum mengatakan apapun, jika anda tak punya cermin maka saya akan membelikannya." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara datar dan dingin.


Xiao Xun seperti ingin menangis ia tau bahwa adik perempuannya itu sedang menahan kesedihan yang luar biasa, Xiao Xun dengan hormat meminta agar para tamu undangan kembali ke rumah mereka masing masing dan para murid Akademi Kekaisaran Qiyu kembali ke asrama mereka. Para tamu dan murid akademi yang ada di aula tak merasa keberatan karna mereka tau ini adalah masalah pribadi. Akhirnya para tamu dan murid akademi membubarkan diri mereka yang tersisa hanyalah anggota Klan Xiao beserta para anggota Kekaisaran Qiyu.


"Jadi bagaimana dengan gadis ini?." tanya sang pembunuh bayaran yang merasa kebingungan karna ia ada di tengah tengah konflik keluarga.


"Lepaskan gadis itu dan pergilah dari sini." ucap Kaisar Yan, ia meminta sang pembunuh bayaran untuk melepaskan Wi Xume kemudian pergi dari wilayah Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Buat luka goresan di wajah gadis itu maka saya akan mengampuni nyawamu." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan menyeramkan, ia harus memberi pelajaran pada gadis yang telah menghancurkan keluarganya.


"Apa yang kau katakan, gadis itu tak memiliki kesalahan apapun padamu." ucap Kaisar Yan, kini wajah pemuda itu terlihat merah karna amarahnya yang semakin meluap luap.


"Hey kau siapa hingga berani meneriakiku?." ucap Xiao Ziya yang tak peduli dengan siapa Kaisar Yan.


Sang pembunuh bayaran sempat berfikir sejenak, mungkin ia bisa pergi begitu saja tanpa meninggalkan luka pada gadis itu namun tak ada yang menjamin Xiao Ziya tak akan mengejar dan membunuhnya. Jika ia menggores wajah gadis itu kemudian pergi dari Wilayah Kekaisaran Qiyu sepertinya ia akan aman. Sang pembunuh bayarang membuat luka goresan pada pipi sebelah kanan Wi Xume dan gadis itu menjerit histeris. Setelah melakukan apa yang diinginkan oleh Xiao Ziya pembunuh bayaran itupun melesat pergi.


"Aaaa wajahku, apa yang terjadi pada wajah cantikku ini." ucap Wi Xume yang menjerit dengan histeris.


"Kurang ajar." ucap Kaisar Yan yang melotot ke arah Xiao Ziya kemudian berlari ke arah Wi Xume untuk menenangkan gadis itu.


"Sepertinya kita harus bersiap untuk mengahapus nama putramu dari daftar anggota Klan Xiao." ucap Xiao Yuza yang melihat asap hitam keluar dari tubuh Xiao Ziya. Kemarahan gadis itu sangatlah besar, jika terus dibiarkan maka kehancuranlah akibatnya.


Xiao Ziya mengibaskan tangannya dengan kesal, lima jenderal neraka keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya. Aura para jenderal iblis juga sangat tidak bersahabat karna mereka melihat junjungan muda yang mereka hormati dibuat sakit hati oleh pemuda dan gadis gila itu.


"Bunuh para panatua dan petinggi akademi yang merencanakan semua ini, jangan sisakan satupun. Jika ada anggota keluarga mereka yang ikut campur juga atau memberontak maka habisi mereka semua tanpa kecuali." ucap Xiao Ziya yang memberikan tugas pada Jenderal Iblis miliknya.


"Siap laksanakan." ucap Kelima jenderal iblis yang bersujud di hadapan Xiao Ziya kemudian mereka pergi untuk menjalankan tugas.


"Gege tak menyangka bahwa kasih sayangmu pada gege tak sebesar yang gege kira." ucap Kaisar Yan, ia masih mendekap Wi Xume dengan erat untuk menenangkan gadis itu. Menurut Kaisar Yan gadis yang ada di dekapannya itu sangat syok tentang kejadian yang ia alami hari ini.


"Cih, jangan berlagak seolah olah saya yang jahat pada anda. Bukankah anda sendiri yang memilih untuk melindungi dan menyayangi gadis yang anda kenal?. Lakukanlah apa yang anda inginkan dan saya akan melakukan apa yang saya anggap benar." ucap Xiao Ziya yang berjalan pergi meninggalkan aula utama Akademi Kekaisaran Qiyu diikuti oleh anggota Klan Xiao Yang lain.


"Maaf karna saya sekarang anda berselisih faham dengan adik anda sendiri." ucap Wi Xume dengan raut wajah bersalah yang ia buat buat itu.


"Ini bukan salahmu lagipula kami hanyalah adik kakak tiri. Jika saya menikah denganmu nanti kita akan memiliki keluarga kecil yang bahagia." ucap Kaisar Yan, ia mengajak semua perwakilan istana kekaisaran untuk kembali. Hari ini Wi Xume merasa sangat puas karna berhasil membuat Ziya jauh dari kakak laki lakinya.

__ADS_1


Hai guys aku balik lagi. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2