
"Ada keperluan apa hingga Yang Mulia Raja Zeus datang kesini?." tanya Yue Zunlong dengan nada yang ramah, pria itu sedang menutupi rasa takutnya.
"Dimana kedua pria yang kalian sembunyikan." ucap Raja Zeus yang tak ingin basa basi lagi dengan pria yang ada di hadapannya. Berani beraninya pria itu berencana untuk membunuh putri kesayangannya.
Yue Zunlong, istri, dan putranya merasa sangat terkejut. Ternyata Raja Zeus sudah mengetahui apa yang mereka lakukan, jika seperti ini maka besar kemungkinan Yue Zunlong dan keluarganya akan dipenjarakan.
"Kami tak mengerti apa yang anda katakan." ucap Yue Jinha yang berusaha untuk berkelit agar mereka tak disalahkan dalam hal ini. Apapun yang mereka semua katakan Raja Zeus hanya akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
"Jangan coba coba untuk mengelabuhi saya, seorang prajurit telah melaporkan bahwa kau sudah menjamin dua orang asing untuk masuk kedalam wilayah kekuasaanku." ucap Raja Zeus yang menarik pedang yang ada di pinggangnya lalu Raja Zeus meletakkan pedang itu tepat di leher Yue Zunlong. Keadaan semakin memanas karna mereka tak ingin mengatakan yang sebenarnya.
"Kami hanya merasa kasihan pada kedua pria itu, mereka ingin mengunjungi kerabat mereka yang tinggal tak jauh dari sini, namun mereka lupa membawa token identitas." ucap Yue Zunlong yang masih mencari cari sebuah alasan agar ia bisa terbebas dari tuduhan.
Tiba tiba Xiao Ziya datang dengan menyeret tubuh kedua pria yang sudah berlumuran darah, kedua pria itu tampak pasrah dan lemas karna kehilangan banyak darah. Melihat kedua anggota Aliansi Hitam Wunzo yang berhasil ditangkap oleh Xiao Ziya tentu saja membuat Yue Zunlong dan keluarganya gemetaran. Mereka kira kedua anggota Aliansi Hitam Wunzo berhasil kabur ternyata mereka tertangkap oleh Xiao Ziya.
"Ahahaha kalian bilang kalian tak tau apapun? kalian kira saya tak tau siapa kedua pria ini?." ucap Xiao Ziya yang melempar kedua pria itu kehadapan Yue Zunlong.
"Aa..apa yang kau lakukan pada mereka?." ucap Yue Zunlong yang ketakutan melihat kedua pria itu terbaring lemah penuh dengan darah di semua bagian tubuhnya selain itu terdapat bekas bekas cambukan hingga terlihat tulang mereka.
"Apa kau ingin bernasib sama seperti mereka?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan mata yang tajam serta mengintimidasi.
Yue Zunlongpun mengaku bahwa ia memang dengan sengaja membantu kedua orang yang berasal dari Aliansi Hitam Wunzo itu agar bisa masuk ke wilayah Kerajaan Neraka karna ia mendengar sebuah rumor bahwa para anggota Aliansi Hitam Wunzo sedang mencari seorang gadis bernama Xiao Ziya karna gadis itu telah membuat mereka rugi besar. Yue Zunlong berfikir jika orang orang aliansi bisa menghabisi Xiao Ziya maka ia tak perlu melakukan apapun pada Xiao Ziya.
"Tangkap mereka semua dan masukkan kedalam penjara." ucap Raja Zeus yang memerintahkan pada para prajuritnya untuk membawa Yue Zunlong, Yue Jinha, dan Yue Alzof untuk dijebloskan kedalam penjara.
Sedangkan kedua anggota Aliansi Hitam Wunzo yang sudah lemah tak berdaya itu Xiao Ziya bakar menggunakan api putih miliknya, keduanya merintih kesakitan karna yang dibakar oleh api putih itu hanyalah tulang mereka saja. Setelah urusannya di Kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi selesai Xiao Ziya dan Raja Zeus memutuskan untuk kembali ke istana hitam.
Dilain tempat tepatnya di wilayah Kekaisaran Binzo, jenderal neraka yang sedang dalam misi menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di dunia bawah sudah mendapatkan beberapa informasi penting, setelah mendapat banyak informasi di Kekaisaran Binzo ia memilih untuk pergi ke Kekaisaran Qiyu.
Di Istana Kekaisaran Qiyu saat ini sedang terjadi keributan yang cukup besar Klan Wei datang langsung ke istana membawa ribuan anggotanya, mereka juga menyerang para prajurit penjaga perbatasan serta beberapa anggota prajurit khusus milik Xiao Ziya. Klan Wei yang berasal dari dunia atas tentu saja memiliki kekuatan dan kultuvasi yang lebih unggul dari semua pasukan yang ada, Kaisar Yan saat ini sedang merasa kebingungan bagaimana cara agar ia dapat mengatasi masalah ini.
"Seandainya adik Ziya ada di sini pasti ia sanggup melawan mereka." ucap Kaisar Yan yang sudah kehabisan cara untuk mengatasi Klan Wei yang bersikeras ingin masuk kedalam wilayah Kekaisaran Qiyu.
Pasukan milik Kekaisaran Qiyu, pasukan khusus milik Xiao Ziya tak dapat menandingi anggota Klan Wei yang rata rata sudah berada di tingkat kaisar langit tahap akhir, bahkan ratusan anggota Klan Xiao yang ikut membantu tak sanggup untuk mengatasi mereka semua.
"Bagaimana ini jika kita tak bisa menjaga wilayah Kekaisaran Qiyu apa yang harus kita katakan pada adik Ziya saat ia kembali." ucap Xiao Bin yang juga ikut membantu dalam peperangan secara terbuka itu, mereka tak pernah mengira bahwa Klan Wei akan sekuat ini.
"Kita tak bisa mengalah pada mereka, adik Ziya sudah bersusah payah menjaga Kekaisaran Qiyu selama ia ada di sini, kita tak boleh mengecewakannya." Ucap Xiao Yuna yang juga tak ingin wilayah Kekaisaran Qiyi jatuh di tangan Klan Wei.
Jenderal neraka yang baru sampai di wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu merasa terkejut karna ada ratusan prajurit yang tergeletek lemah tak berdaya, ia mencoba bertanya pada salah satu prajurit yang tak terluka parah.
"Apa yang sedang terjadi di tempat ini?." tanya sang jenderal neraka pada prajurit itu dengan nada khawatir.
"Kami diserang oleh pasukan Klan Wei yang datang dari dunia atas." ucap prajurit itu dengan nada terbata bata karna ternyata ia mengalami luka dalam yang cukup serius.
Jenderal neraka sangat terkejut mendengar penjelasan dari prajurit itu, dengan cepat ia membaca sebuah mantra agar segera bisa menemui Xiao Ziya yang sedang berada di Istana Kerajaan Hitam. Saat ini Xiao Ziya tengah bersiap untuk pergi menuju Akademi Wunyeng namun tiba tiba jenderal neraka yang ia utus untuk mengawasi dunia bawah selama tiga hari datang dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
"Apa yang terjadi mengapa kau kembali dengan sangat cepat?." ucap Xiao Ziya yang ikut khawatir, karna terlalu sibuk dengan beberapa urusan di dunia atas ia sampai lupa mengechek kondisi keluarganya yang ada di dunia bawah. Jika sampai terjadi hal buruk maka ia akan menghancurkan mereka yang telah membuat orang orang yang ia sayangi terluka.
"Saat saya akan masuk ke wilayah Kekaisaran Qiyi terlihat ada peperangan yang sedang terjadi, yang menjadi lawan mereka adalah Klan Wei yang berasal dari dunia atas sehingga pasukan kekaisaran, pasukan khusus anda, dan pasukan Klan Xiao tak sanggup mengatasinya." ucap sang jenderal neraka yang melapor pada Xiao Ziya tentang konsisi Kekaisaran Qiyu saat ini.
__ADS_1
Xiao Ziya merasa sangat marah ia ingin langsung turun ke sana untuk membunuh mereka semua namun ia tak bisa melakukan hal itu, baru kali ini gadis itu merasa sangat frustasi karna tak bisa melakukan apapun.
"Kembali ke neraka dan bawa lima ribu pasukan serta beberapa jenderal untuk membantu mereka." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Jenderal Neraka untuk kembali ke istana neraka dan menyiapkan pasukan.
Sang jenderal neraka langsung pamit pada Xiao Ziya dan langsung pergi menuju istana Kerajaan Neraka, setelah itu Xiao Ziya pergi menunu aula utama di sana sedang ada rapat untuk menentukan hukuman yang akan dijatuhkan pada beberapa anggota Keluarga Bangsawan Yue Funzi. Xiao Ziya masuk kedalam aula dengan wajah suramnya hal itu membuat beberapa orang yang ada di aula merasa kebingungan apa yang sedang terjadi pada gadis itu.
"Apa yang sedang terjadi padamu putriku?." tanya Raja Zeus yang dapat merasakan bahwa Xiao Ziya tengah gelisah.
"Saya ingin meminjam lima ribu pasukan untuk dikirim ke Kekaisaran Qiyu, saya baru saja mendapatkan kabar bahwa Kekaisaran Qiyu sedang diserang oleh Klan Wei yang berasal dari dunia atas. Para pasukan utama dan bantuan tak dapat mengalahkan mereka karna anggota Klan Wei semuanya telah mencapai Kultivasi Kaisar Langit dan sebagian sudah berada di ranah dewa." ucap Xiao Ziya yang menyampaikan keluh kesahnya dihadapan banyak orang.
Dengan segera Pangeran Zeeling mengangkat tangannya ia mengatakan bahwa ia akan memimpin pasukan yang akan pergi ke Kekaisaran Qiyu, mendengar itu Xiao Ziya merasa lebih tenang dan langsung berlari untuk memeluk Pangeran Zeeling.
"Kembalilah dengan selamat gege, trimakasih telah membantuku." ucap Xiao Ziya yang merasa beruntung karna memiliki keluarga angkat yang sangat sayang dan peduli padanya.
"Sekarang pergilah ke Akademi Wunyeng para muridmu sudah menunggu di sana, kau tenang saja masalah ini biar gege yang menyelesaikan." ucap Pangeran Zeeling yang membuat Xiao Ziya senang. Ia mencium pipi Pangeran Zeeling kemudian pamit pada semua orang karna gadis itu harus pergi ke Akademi Wunyeng. Ini adalah hari pertamanya menjadi guru para murid inti yang ada di sana.
Setelah Xiao Ziya pergi dari aula Raja Zeus dan Pangeran Anz menatap tajam ke arah Pangeran Zeeling yang baru saja mendapatkan ciuman dari Xiao Ziya sepertinya kedua orang itu merasa iri pada Pangeran Zeeling.
"Mengapa kalian berdua menatapku seperti itu?." tanya Pangeran Zeeling dengan nada meledek.
"Kau curang, seharusnya ayah yang mendapatkan ciuman itu." ucap Raja Zeus yang sedang kesal pada putra pertamanya.
"Seharusnya aku tadi menawarkan diri untuk pergi ke sana." ucap Pangeran Anz dengan wajahnya yang tampak lesuh, ia juga ingin dicium oleh adik kesayangannya itu.
"Kalian berdua terlalu lamban." ucap Pangeran Zeeling yang langsung pergi dari aula utama untuk menyiapkan pasukan yang akan ia bawa ke Kekaisaran Qiyu.
Sedangkan di tempat lain tepatnya Akademi Wunyeng para murid inti sudah berkumpul di dalam kelas mereka dan menunggu Xiao Ziya datang, sepertinya gadis itu sedikit terlambat karna ada sesuatu yang harus ia lakukan.
"Mungkin gadis itu lupa bahwa hari ini adalah hari pertama ia mengajar di kelas kita." ucap Runsugi salah satu gadis yang ada di kelas murid inti, sebenarnya sedari awal gadis itu tak terlalu suka pada Xiao Ziya. Namun karna gadis bernama Xiao Ziya itu sangat disukai oleh para tuan muda yang berasal dari keluarga bangsawan sehingga ia tak dapat melakukan apapun.
"Mungkin saja guru sedang ada sedikit hambatan sehingga ia terlambat." ucap Yue Agze yang membela Xiao Ziya, pemuda itu tau bahwa gadis itu tak akan melakukan hal seperti ini dengan sengaja.
Akhirnya yang mereka bicarakan datang, Xiao Ziya masuk kedalam kelas lalu berdiri menghadap para murid inti ia membungkukkan badannya sedikit lalu meminta maaf karna ia datang terlambat padahal ia sendiri yang meminta seluruh murid untuk datang tepat waktu.
"Apa yang membuat Guru Ziya datang terlambat? apakah ada hal buruk yang terjadi?." tanya Xiao Sunjin ia adalah satu satunya anggota Klan Xiao dari dunia atas yang bersekolah di Akademi Wunyeng.
"Ah ada sedikit masalah saat saya ingin berangkat ke sini tadi, Kekaisaran Qiyu yang ada di dunia bawah diserang sehingga saya meminta banguan pada ayah untuk mengirim pasukan kesana." jawab Xiao Ziya dengan jujur, beberapa murid inti bisa memaklumi mengapa gadis itu sampai terlambat.
"Apa hubungannya Kekaisaran Qiyu yang ada di dunia bawah dengan dirimu?." ucap Runsugi yang tak dapat terima begitu saja dengan alasan yang diberikan oleh Xiao Ziya.
"Karna disanalah saya di lahirkan dan diesarkan, disana juga tempat keluarga dan orang orang yang saya sayangi tinggal." jawab Xiao Ziya dengan nada yang sedikit dingin ia tau bahwa gadis bernama Runsugi itu memang tak menyukainya.
"Baiklah tidak masalah guru terlambat hari ini, lagipula jauh dengan keluarga kandung memang sangat sulit." ucap Al Denzi yang disetujui oleh seluruh murid inti kecuali Runsugi yang hanya diam dan tak mengatakan apapun.
Xiao Ziya mulai menjelaskan beberapa hal secara mendasar mengenai sihir, kultivasi, dan bagaimana cara mengembangkan kekuatan yang ada di dalam senjata spiritual secara maksimal semua murid inti mendengarkan penjelasan Xiao Ziya dengan baik kecuali Runsugi yang memilih untuk meletakkan kepalanya di atas meja dan mulai memejamkan matanya, gadis itu merasa materi yang diberikan oleh Xiao Ziya sama seperti dengan materi yang pernah diajarkan oleh guru Ayunzo.
Setelah memberikan penjelasan tentang materi itu Xiao Ziya meminta pada murid muridnya untuk pergi ke lapangan tempat para murid inti biasanya berlatih ia akan memberikan pengajaran secara langsung bagaimana cara menyerap energi qi dengan baik dan cara untuk bertahan dari serangan musuh yang kultivasinya ada diatad kita. Saat semua murid sudah berada di lapangan tinggal Runsugi saja yang masih tertinggal di kelas karna gadis itu tertidur lelap.
"Baiklah semua pejamkan mata kalian dan rasakan kekuatan murni yang ada di sekitar kalian." ucap Xiao Ziya yang mulai memberikan arahan pada murid muridnya itu, semua murid inti mengikuti setiap intruksi yang diberikan oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
Hari ini para murid inti belajar banyak hal baru, ternyata mereka bisa menyerap energi qi dengan cepat namun mereka tak boleh menyerapnya secara berlebihan karna itu akan merusak aliran energi yang ada di dalam tubuh. Selain itu Xiao Ziya mengajarkan cara bertahan dari musuh yang lebih kuat dari pada mereka, semua murid inti mempraktekkan gerakan yang diajarkan oleh Xiao Ziya. Beberapa murid yang sudah hafal dengan jurus itu langsung mempraktekkanya dengan bertanding dengan Xiao Ziya.
Gerakan gerakan yang diajarkan oleh guru Ziya memang sangat efisien untuk bertahan, mereka juga hanya mendapatkan sedikit luka saja tanpa ada luka yang serius.
Ditempat lain saat ini lima ribu pasukan yang dibawa oleh Pangeran Zeeling sudah sampai di wilayah perbatasan Kekaisaran Qiyu, mereka langsung pergi menuju ke Istana Kekaisaran Qiyu. Sedangkan pasukan dari neraka sedang dalam perjalanan menuju Kekaisaran Qiyu.
Setelah tiba di Istana Kekaisaran Qiyu, Pangeran Zeeling melihat pasukan Kekaisaran Qiyu dan beberapa pasukan bantuan sudah terpojok. Kaisar Yan dan beberapa anggota Klan Xiao juga terluka parah karna mereka tak mampu menghadapi para ketua Klan Wei yang sudah berda di ranah dewa.
"Berani beraninya kalian melakukan hal ini pada mereka semua." triak Pangeran Zeeling yang terlihat sangat marah, ia tak akan terima saat keluarga dari adik kesayangannya tersakiti seperti ini.
Triakan Pangeran Zeeling mengalihkan perhatian para ketua Klan Wei yang sedang menyerang beberapa anggota Klan Xiao yang masih bertahan. Para ketua Klan Wei sangat terkejut ketika melihat bendera hitam dengan lambang Kerajaan Hitam ada di hadapan mereka. Untuk apa Kerjaan Hitam datang ke Wilayah Kekaisaran Qiyu? apakah ini ada hubungannya dengan gadis yang sedari tadi Kaisar Yan bicarakan.
"Kami tak memiliki urusan denganmu Pangeran Zeeling, kau tak perlu ikut campur." ucap Wei Zunlin ketua pertama dari Klan Wei.
"Saya akan ikut campur dalam masalah kalian karna yang kalian sakiti adalah keluarga dari Nona Xiao Ziya." ucap Pangeran Zeeling yang sudah kehabisan kesabarannya. Pangeran Zeeling memerintahkan pasukannya untuk menyerang pasukan dari Klan Wei.
Dengan begini Klan Wei mulai kewalahan karna pasukan yang dibawa oleh Pangeran Zeeling setara dengan pasukan yang mereka miliki. Tiba tiba saja lima ribu pasukan lain datang mereka membawa bendera khusus yang hanya dimiliki oleh Kerjaan Neraka, Klan Wei semakin tak mengerti mengapa wilayah neraka ikut campur dengan urusan mereka.
"Mengapa kalian datang dan membangu Kekaisaran Qiyu." teriak Wei Cozi ketua kedua Klan Wei. Jika wilayah neraka sudah turun tangan maka dapat dipastikan kondisi akan berbalik dan Klan Wei lah yang akan kalah.
"Orang orang yang kalian usik ini adalah orang orang penting bagi junjungan muda kami. Junjungan muda juga memerintahkan pada kami untuk meluluh lantahkan kalian semua." ucap salah seorang jenderal neraka dengan mata merahnya yang terlihat sangat marah.
Kini kondisi benar benar berbalik ribuan anggota Klan Wei mati dengan cara yang mengenaskan. Peperangan itu berakhir untung saja bantuan datang dengan tepat waktu jika tidak akan banyak korban jiwa yang berjatuhan.
"Trimakasih karna telah membantu kami." ucap Xiao Cunyu yang mewakili Kaisar Yan karna putranya itu terluka cukup parah.
"Jika bukan karna perintah nona Ziya kami juga tak akan datang ke sini, bertrimakasihlah pada putrimu." ucap Pangeran Zeeling yang langsung pergi, ia kembali menuju Kerajaan Hitam bersama pasukannya.
Para pasukan yang berasal dari wilayah neraka sudah menggilang ketika peperangan itu berakhir, kini yang perlu penduduk Kekaisaran Qiyu lakukan adalah membereskan semua kekacauan yang tersisa.
"Untung saja putriku selalu peduli pada kami walau saat ini ia sedang jauh dari kami." ucap Xiao Cunyu yang merasa sangat beruntung karna memiliki seorang putri yang baik dan perhatian padanya dan keluarganya yang lain.
Disis lain Xiao Ziya dan para murid inti telah kembali ke kelas mereka, Xiao Ziya mencatatkan beberapa hal yang dapat dilakukan agar latihan yang mereka lakukan secara pribadi dapat maksimal, semua murid mencatat dengan baik kecuali Runsugi yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Ah ternyata hanya materi materi tak penting saja." gerutu Runsugi dengan pelan namun dapat di dengar oleg Xiao Ziya.
"Baiklah setelah kalian mencatat semua ini kalian bisa beristirahat dan kelakukan pelatihan mandiri setelahnya, saya akan mengawasi latihan yang kalian lakukan jika ada kesalahan maka saya akan membenarkannya." ucap Xiao Ziya yang memperbolehkan para muridnya untuk beristirahat, semua murid inti keluar dari kelas. Mereka menuju kantin dan mulai memesan makanan. Sedangkan Xiao Ziya masih sangat khawatir tentang kondisi Kekaisaran Qiyu, ia harap semuanya akan baik baik saja dan Kekaisaran Qiyulah yang akan menang dalam peperangan kali ini.
Seseorang datang menghampiri Xiao Ziya yang sedang duduk termenung di taman belakang Akademi Wunyeng, orang itu adalah Yue Agze yang membawakan nampan berisi makanan.
"Mengapa guru Ziya tampak begitu sedih, tenanglah semua akan baik baik saja Pangeran Zeeling pasti bisa mengatasinya." ucap Yue Agze yang berusaha menenangkan Xiao Ziya, ia tau gadis itu sangat mencemaskan keluarganya namun ia juga tak bisa pulang ke tempat asalnya begitu saja. Tadinya Yue Agze mengira hidup seperti Xiao Ziya akan sangat menyenangkan karna ia bisa melakukan apapun sendiri dan dengan kekuatannya sendiri. Namun saat pelatihan di lapangan tadi Xiao Ziya menjelaskan bahwa sekuat apapun kita nantinya kita pasti akan tetap membutuhkan bantuan orang lain. Karna itu Yue Agze sadar bahawa hidup menjadi Xiao Ziya tak semenyenangkan yang ia fikirkan.
"Apa sebaiknya aku kembali ke Istana Hitam dan bertanya pada ayah apakah Zeeling gege sudah kembali ataukah belum." ucap Xiao Ziya yang sangat gelisah bahkan gadis itu meneteskan air matanya.
"Sebaiknya guru Ziya tetap berada di sini, saya membawakan makanan untuk guru sebaiknya anda makan terlebih dahulu." ucap Yue Agze yang ingin membalas kebaikan Xiao Ziya padanya selama ini. Walau gadis itu yang membuatnya tak memiliki keluarga kandung nyatanya semakin hari hidupnya semakin membaik karna banyak orang yang tulus peduli dan perhatian padanya.
"Trimakasih Agze gege." ucap Xiao Ziya yang menerima nampan berisi makanan itu, Xiao Ziya mennyantap makanannya dengan pelan karna ia sedang tak selera makan, ia juga tak bisa menolak pemberian dari Yue Agze yang sangat tulus itu.
"Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu, guru Ziya bisa menenangkan diri di sini." ucap Yue Agze yang membungkukkan badannya kemudian segera pergi dari sana.
__ADS_1
Hai hai semua akhirnya author dobel up nih karna anak anak gc pada minta wkwkwk dan kebetulan ga terlalu sibuk juga. Jangan lupa follow buat yang belum, vote, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.