RATU IBLIS

RATU IBLIS
Siapa Xiao Ziya?


__ADS_3

Yanze Xu kembali merubah wujudnya menjadi seekor kalajengking iblis dengan ukuran yang lebih besar daripada sebelumnya, kali ini Xiao Ziya merasakan aura yang lebih kuat dari pemuda itu akibat kemarahan yang sedang pemuda itu rasakan. Di sisi lain Lunzie Xu juga merubah wujudnya menjadi kalajengking iblis dengan ukuran yang lebih besar dengan beberapa bagian dilapisi dengan armor emas karna Lunzie Xu salah satu Jenderal Neraka dengan tingkatan yang tinggi hingga ia mendapat beberapa keistimewaan. Lunzie Xu dan Yanze Xu saling bertatapan satu sama lain, keduanya sama sama keras kepala atas pendapat yang mereka miliki. Lunzie Xu sengaja tak ingin kembali ke kelompok Kalajengking Iblis karna ia sudah lelah mengatur begitu banyak iblis yang sulit untuk diatur, selain itu kelompok Kalajengking Iblis sering menyakiti satu sama lain hanya karna hal hal sepele.


"Aku akan membawa kakak kembali bagaimanapun caranya, jangan harap kakak bisa bersama dengan Dewi Yin Yuer untuk selamanya. Gadis itu juga tak akan bisa membantu mu karma aku sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya." ucap Yanze Xu dengan sorot mata tajam, pemuda itu mulai kehilangan akal sehatnya dan menyerang Lunxi Xu secara tiba tiba.


Lunzie Xu tak tinggal diam, ia juga menyerang menggunakan kedua capitnya yang besar. Adik dan kakak itu saling bertarung dengan sengit, sedangkan Xiao Ziya masih mengawasi pertarungan tersebut dan jika sesuatu terjadi pada Lunzie Xu maka ia akan turun tangan untuk membantu. Saat ini Dewi Yin Yuer sedang menyaksikan pertarungan antara kekasihnya dengan adiknya sendiri, Dewi Yin Yuer merasa bersalah karna kehadirannya hubungan Lunzie Xu dan keluarga menjadi berantakan seperti ini. Zier yang saat itu ada di dekat sang dewi langsung memberikan semangat, semua yang terjadi adalah takdir.


"Anda tak perlu merasa bersalah atas apa yang telah terjadi, Tuan Lunzie Xu telah mempertaruhkan segalanya untuk Anda. Saya harap Anda bisa menghargai setiap perjuangan yang telah ia lakukan." ucap Zier pada Dewi Yin Yuer.


"Mungkin saya salah satu wanita beruntung di dunia ini karna memiliki kekasih yang begitu mencintai saya." ucap Dewi Yin Yuer dengan senyuman lebar serta tatapan sendu.


Pertarungan antara Lunzie Xu dan Yanze Xu masih berlangsung, keduanya saling menembakkan racun dari ekor mereka untuk mengalahkan pihak musuh. Dari kejauhan Xiao Ziya merasa ada beberapa prajurit kalajengking iblis yang datang untuk membantu Raja mereka, Xiao Ziya menggenggam pedang hitamnya dengan kuat dan bersiap menyerang jika para prajurit itu ikut campur salam pertarungan yang sedang terjadi. Benar saya beberapa saat setelahnya muncul dua ratus prajurit kalajengking iblis dengan baju perang lengkap serta pedang yang mereka bawa, mereka semua masuk ke dalam aula utama dengan mendobrak pintu aula.


"Bantu Yang Mulia Raja Yanze Xu sekarang, serang pria yang sedang melawannya itu. Jangan sampai kita kehilangan pemimpi lagi!!!." seru salah seorang prajurit dengan armor yang lebih kuat dari yang lain, jika di lihat lihat mungkin ia jenderal di kerajaan tersebut.


Xiao Ziya mengangkat pedangnya kemudian melesat dengan cepat hingga ia berada di hadapan dua ratus prajurit kalajengking iblis itu, Ziya menatap mereka dengan tajam dan penuh dengan kemarahan.


"Tak ada yang boleh ikut campur dalam pertarungan mereka." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin.


"Menyingkir lah, gadis manusia sepertimu tak berhak untuk menghalangi kami." ucap jenderal kalajengking iblis dengan tatapan merendahkan.


Untuk melawan iblis tentu Xiao Ziya juga harus menjadi iblis, dengan segera gadis itu merubah penampilannya menjadi lima puluh persen sosok iblis. Mata menyala dengan warna merah darah, rambut berwarna hitam legam dengan api hitam yang dapat membakar apa saya yang disentuhnya, tanduk kecil berwarna merah, serta mahkota kecil yang menghiasi kepala gadis itu. Entah mengapa para prajurit kalajengking iblis merinding ketakutan saat ditatap oleh gadis itu, mereka juga tak mengerti mengapa seorang manusia memiliki aura kematian yang sangat mendominasi seperti sekarang ini.


Yanze Xu yang tadinya sibuk bertarung dengan sang kakak laki laki seketika menghentikan serangannya, ia menoleh ke sisi lain untuk melihat apa yang sedang terjadi. Sebelum itu Yanze Xu sempat merasakan aura yang hampir serupa dengan Yang Mulia Raja Artur, namun setelah melihat ke ara Xiao Ziya ia semakin terkejut dan tak bisa mengatakan apapun lagi.


"Mari hentikan pertarungan ini, jika tidak seluruh pasukan yang kau miliki akan mati di tangan nona Xiao Ziya." ucap Lunzie Xu yang masih bisa mengontrol emosinya dengan baik, ia tau saat ini sang adik sedang tak fokus dengan pertarungan antara mereka berdua karna merasakan aura yang kuat dari Xiao Ziya.


"Siapa gadis itu sebenarnya? mengapa aku merasakan aura dari Raja Artur ada di dalam tubuh gadis itu?." tanya Yanze Xu pada Lunzie Xu dengan sedikit emosi yang tersisa.


"Kau pasti mengenali gadis itu." ucap Lunzie Xu dengan santai, memberitahu identitas nona mudanya pada sembarang orang bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh Lunzie Xu.


"Katakan siapa gadis itu! apakah dia telah membunuh Raja Artur dan mengekstrak tubuh Raja Artur kedalam tubuhnya." ucap Yanze Xu yang kembali berubah menjadi seorang pemuda bodoh dan menyebalkan. Pemuda itu tak bisa berfikir positif tentang siapa sebenarnya Xiao Ziya dan mengapa aura Raja Artur ada dalam tubuhnya.

__ADS_1


Lunzie Xu juga kembali dalam wujud pria tampan, ia bergegas berjalan mendekat ke arah sang adik kemudian memukul kepala adiknya itu dengan kencang agar bisa berfikir lebih jernih lagi. Mendapat pukulan telak dari kakak laki lakinya membuat Yanze Xu meringis kesakitan, pemuda itu mengusap kepalanya pelan kemudian menatap ke arah Lunzie Xu seperti sedang meminta penjelasan.


"Nona Ziya bukanlah orang jahat yang akan membunuh setiap orang yang tak bersalah. Lagipula untuk apa ia membunuh Yang Mulia Raja Azvago jika ia adalah bagian dari Alam Neraka." jelas Lunzie Xu dengan singkat. Meski ucapan dari kakak laki lakinya masih membingungkan namun perlahan lahan Yanze Xu mulai mengerti.


"Bagian dari alam neraka? jangan bilang jika gadis itu adalah penerus dari Yang Mulia Raja Artur." ucap Yanze Xu dengan mata yang melebar, mengapa Raja Neraka memilih seorang gadis manusia dari Dunia Bawah untuk menjadi penerusnya?.


"Ya itu benar, jadi apa yang ingin kau lakukan sekarang? jika sesuatu terjadi pada gadis itu maka Raja Artur akan membinasakan kalian semua tanpa ampun." ucap Lunzie Xu dengan senyuman miring, seharusnya Nona Besar nya itu memberitahukan sejak awal identitas sebagai Junjungan Muda dari Alam Neraka pada Yanze Xu agar pertarungan dan perdebatan seperti ini tak perlu terjadi.


Tubuh Yanze Xu gemetaran ketika mendengar bahwa Xiao Ziya adalah penerus yang di pilih secara langsung oleh Raja Artur, mau tak mau pemuda itu harus mengakui bahwa gadis itu memiliki kedudukan lebih tinggi daripada dirinya. Pantas saja Yanze Xu merasakan aura Raja Artur pada gadis manusia itu, tanpa basa basi lagi Yanze Xu menghampiri dua ratus prajurit yang sedang dihadang oleh Xiao Ziya dan setelah berada di hadapan Xiao Ziya ia langsung bersujud meminta pengampunan pada gadis itu.


"Maaf atas kelancangan yang telah kami lakukan pada Junjungan muda Xiao Ziya." ucap Yanze Xu yang membuat dua ratus prajurit dibelakangnya membelalakkan mata, jadi gadis itu adalah junjungan muda dari Alam Neraka?.


Kedua ratus prajurit kalajengking iblis mengikuti raja mereka dengan bersujud di hadapan Xiao Ziya, sedangkan gadis itu hanya menatap datar ke arah para kalajengking iblis yang baru saja mengetahui identitasnya itu. Xiao Ziya menghela nafas panjang kemudian memasukkan kembali pedang hitam miliknya kedalam cincin semesta kemudian merubah penampilannya menjadi gadis biasa, ia meminta pada Yanze Xu dan prajuritnya untuk berdiri karna Xiao Ziya tak suka melihat orang lain bersujud di bawah kakinya.


"Terimakasih atas kerendahan hati Junjungan Muda." ucap Yanze Xu sembari membungkukkan badannya di hadapan Xiao Ziya.


"Terimakasih atas kerendahan hati Junjungan Muda, kami yang rendah ini telah menyinggung Anda." ucap dua ratus prajurit kalajengking iblis dengan membungkukkan badan mereka.


"Mari pergi ke ruang kerja saya karna di sini tak ada kursi untuk Junjungan Muda duduk." ucap Yanze Xu dengan sangat sopan pada Xiao Ziya, pantas saja kakak laki lakinya betah ikut bersama dengan gadis itu.


"Baiklah mari pergi sekarang." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari aula utama Kerajaan Kalajengking Iblis tanpa menunggu sang raja keluar terlebih dahulu. Dua ratus prajurit kalajengking iblis membuka jalan agar junjungan muda mereka dapat keluar dengan mudah.


Yanze Xu dan Lunzie Xu menyusul Xiao Ziya yang sudah pergi terlebih dahulu, saat Lunzie Xu melewati prajurit kalajengking iblis itu ada beberapa prajurit yang masih mengenalinya dan langsung membungkukkan badan padanya. Melihat hal itu, Lunzie Xu hanya tersenyum tipis karna ia sudah tak mengharapkan posisi sebagai Jenderal Neraka tingkat tinggi ataupun pemimpin dari kelompok Kalajengking Iblis.


"Mengapa kalian menunduk ketika pria asing itu melintas?." ucap salah seorang prajurit yang tak mengenal Lunzie Xu.


"Dia adalah kakak dari Raja Yanze Xu, dulu Tuan Lunzie Xu adalah Jenderal Neraka dengan tingkatan yang tinggi ia memiliki pengaruh yang cukup besar di Alam Neraka. Karna sebuah kejadian yang tak terduga, ia memutuskan untuk pergi dari Alam Neraka." jelas salah seorang prajurit kalajengking iblis yang masih memiliki ingatan baik tentang Lunzie Xu.


Sementara di tempat lain tepatnya Klan Yie, Yie Gu dan Yie Weinje meminta Yie Laingfu untuk datang ke ruang kesehatan. Mereka akan membuat sebuah rencana agar Yie Munha kembali berpihak pada Klan Yie, dengan begitu posisi mereka akan kembali diperkuat.


"Pergilah ke Kerajaan Bulan dan minta pada putrimu untuk kembali sekarang juga." ucap Yie Gu dengan sorot mata tajam, meski kondisi Yie Laingfu belum pulih namun pria tua itu tetap memaksa putranya untuk pergi.

__ADS_1


"Baiklah jika itu keinginan ayah maka saya akan melakukannya, bagaimana jika Yie Munha bersikeras tak ingin kembali?." tanya Yie Laingfu, ia mengenal putrinya dengan sangat baik dan jauh di dalam hati kecilnya ia ingin Yie Munha hidup dengan baik di Istana Kerajaan Bulan.


"Katakan pada Yie Munha bahwa saat ini neneknya sedang sekarat dan ingin bertemu dengannya." ucap Yie Gu dengan senyuman licik, ia percaya cucunya tak akan menolak jika Yie Laingfu mengatakan hal itu.


"Bagaimana ayah bisa menjadikan ibu sebagai alasan agar gadis itu kembali? saat ini kondisi ibu sudah membaik." ucap Yie Laingfu dengan tatapan tak suka, seharusnya sang ayah memberikan sebuah alasan logis mengapa Yie Munha harus pulang bukan malah membuat alasan aneh seperti.


"Lakukan saja seperti perintah ku dan jangan terlalu banyak bertanya." ucap Yie Gu dengan tatapan sinis yang ia berikan pada Yie Laingfu.


Pada akhirnya Yie Laingfu hanya bisa mengalah dan menuruti keinginan kedua orang tuanya itu, pria itu keluar dari ruang kesehatan dengan wajah lesu. Saat keluar dari ruang kesehatan Yie Laingfu berpapasan dengan kedua putranya yang sedang berjalan ke arah berlawanan.


"Rencana apa lagi yang ingin dilakukan oleh orang tua bau tanah itu?." tanya Yie Cinling dengan tatapan tak suka, ia sudah bosan dengan semua drama yang dibuat oleh kakek dan neneknya. Saat ini adik perempuan mereka telah hidup dengan baik di Istana Kerajaan Bulan, mungkin adik mereka mendapat pelajaran berharga dan memilih untuk berada di pihak Xiao Ziya.


"Jaga ucapan mu, bagaimanapun juga mereka berdua tetap kakek dan nenek kalian." tegas Yie Laingfu yang sedang memberi nasehat pada kedua anak laki lakinya itu.


"Saya baru melihat seorang kakek dan nenek yang tega mengorbankan cucunya sendiri, iblis saja sangat menjaga keluarga mereka mengapa kita yang ditakdirkan menjadi manusia bisa malah lebih kejam dari seorang iblis." ucap Yie Junghwa dengan raut wajah kecewa, ia mengajak adik laki lakinya untuk pergi meninggalkan sang ayah. Apapun yang terjadi, ayah mereka akan tetap berada di pihak kakek dan nenek tanpa memikirkan kodisi putrinya sendiri.


Yie Laingfu melihat kepergian kedua putranya itu, hatinya sangat berat untuk menerima kenyataan bahwa keluarganya telah hancur karna berbagai macam rencana yang dibuat oleh ayah dan ibunya sendiri. Yie Laingfu memutuskan untuk segera pergi dari wilayah kekuasaan Klan Yie menuju Wilayah Kerajaan Bulan.


Sedangkan di tempat lain saat ini Xiao Ziya, Lunzie Xu, dan Yanze Xu sudah berada di ruang kerja milik Yanze Xu. Pemuda itu mempersilahkan Xiao Ziya untuk duduk di kurdi utama yang ada di sana namun dengan sangat sopan Xiao Ziya menolaknya, saat ini gadis itu hanyalah tamu di kerajaan tersebut dan ia harus menghormati pemimpin yang ada di sana meski statusnya lebih tinggi dari Yanze Xu.


"Baiklah saya akan menjawab pertanyaan dari Junjungan Muda. Puluhan tahun yang lalu setelah kepergian kakak Lunzie Xu terjadi perpecahan antara kelompok Kalajengking Iblis, ada beberapa pihak yang ingin menjadi pemimpin meski kekuatan mereka belum sebanding dengan kakak Lunzie Xu. Karna kejadian itu keseimbangan yang ada di alam neraka menjadi sedikitpun terguncang dan membuat Raja Artur menjadi marah. Akhirnya Yang Mulia Raja Artur datang menemui kami semua, ia memutuskan untuk membuat pertandingan untuk siapa saja yang ingin menjadi pemimpin kelompok Kalajengking Iblis dan siapapun yang memenangkan pertandingan itu maka ia akan diangkat menjadi seorang pemimpin. Singkat cerita pertandingan berlangsung dan sayalah yang memenangkannya, akan tetapi sembilan puluh ribu anggota kalajengking iblis berkhianat dan mengatakan bahwa saya melakukan kecurangan karna itulah saya dan anggota saya memutuskan untuk pergi dari Alam Neraka. Tujuan pertama kami adalah Dunia Bawah karna kami ingin menemukan kakak Lunzie Xu namun sangat disayangkan Dewa Agung menghalangi kami, akhirnya kami memutuskan untuk naik ke Dunia Manusia Abadi dan tinggal di sini." ucap Yanze Xu yang menjelaskan secara singkat alasan mengapa ia dan kelompoknya memilih untuk menetap di wilayah Dunia Manusia Abadi daripada kembali ke Alam Neraka.


Xiao Ziya memejamkan matanya dan mencoba untuk fokus atas apa yang terjadi di alam neraka puluhan tahun yang lalu, ia meminjam tangan Yanze Xu dan menggenggamnya dengan erat sebagai perantara. Beberapa saat setelahnya Xiao Ziya mendapat kilasan atas peristiwa yang telah terjadi, ia bisa melakukan hal itu karna memiliki berkat dari leluhur yang memimpin Alam Neraka pada generasi pertama.


"Baiklah saya mempercayai semua penjelasan Tuan Yanze Xu, tunggulah saya kembali dari perjalanan panjang untuk mencari jiwa nenek saya. Setelah itu saya akan mengantar Anda dan seluruh kelompok Anda untuk meminta keadilan pada Yang Mulia Raja Artur." jawab Xiao Ziya dengan tatapan serius dan raut wajah kesal, mengapa saat itu Raja Artur tak mencari kebenaran atas apa yang telah terjadi. Xiao Ziya akan memberi sedikit hukuman pada Raja Artur yang ceroboh itu agar ia tak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.


"Anda tak perlu berkorban untuk para iblis seperti kami, menghadapi Yang Mulia Raja Artur bukanlah hal yang mudah. Kami merasa sangat senang karna memiliki calon Ratu yang baik dan bijaksana seperti Anda." ucap Yanze Xu yang tak ingin merepotkan junjungan mudanya.


"Ini sudah tugas saya, siapapun yang melanggar aturan harus mendapatkan hukuman." ucap Xiao Ziya yang tak ingin dibantah oleh siapapun. Lunzie Xu memberi isyarat pada adik laki lakinya untuk menuruti perkataan Xiao Ziya.


"Baiklah kami akan menanti kepulangan Junjungan Muda." jawab Yanze Xu dengan senyuman tipis di wajahnya.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2