RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akhir Gadis Rubah


__ADS_3

Kelima gadis rubah itu saling menatap satu sama lain, mereka tak akan mengira bahwa gadis kecil dengan pakaian yang sangat aneh itu adalah seorang nona muda. Namun jelas mereka tak peduli dengan fakta bahwa Yin Jung bukanlah seorang tuan muda karna ia adalah pemuda yang paling tampan diantara pemuda yang ada di sana. Lima gadis rubah itu kembali menggoda Yin Jung dan berusaha untuk meredakan amarahnya.


Xiao Ziya yang tadinya hanya diam dan menonton saja akhirnya merasa mual dan ingin muntah ketika melihat bagaimana kelima gadis rubah itu menggoda salah satu anggota pasukan khususnya.


"Ini sungguh menggelikan." ucap Xiao Ziya yang sudah tak bisa mentolerir apa yang dilakukan oleh para gadis rubah itu.


"Hey kalian para siluman rubah segeralah menyingkir dari pandangan mataku." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada kelima gadis rubah itu untuk segera pergi dari sana jika tidak nyawa merekalah yang akan menjadi taruhannya.


"Cih kau saja yang pergi dari sini." ucap salah satu gadis rubah itu yang tak peduli dengan Xiao Ziya.


"Baiklah jika ini yang kalian berlima inginkan, tapi ingat aku sudah memperingatkan kalian." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan pistol yang baru saja ia beli di pasar gelap. Xiao Ziya mengarahkan pistol itu ke arah kepala salah satu gadis rubah.


Karna benda yang digunakan oleh Xiao Ziya sangat asing bagi mereka, kelima gadis rubah itu tetap diam di tempat mereka masing masing tanpa ada niatan menghindar.


Cetak


Duaar


Suara sebuah peluru yang melesat dengan cepat kearah salah satu gadis rubah, tembakan Xiao Ziya tepat mengenai sasaran. Salah satu dari gadis rubah itu tumbang dan di kepalanya ada sebuah lubang kecil.


Melihat salah satu saudari mereka terkapar tak berdaya membuat keempat gadis rubah itu panik, mereka hendak pergi namun dari arah depan ada seekor piton salju yang menghalangi jalan mereka.


"Menyingkirlah binatang sialan." ucap keempat gadis rubah itu pada piton salju milik Xiao Ziya yang sedang menghalangi jalan mereka.


"Kalian sendiri yang memilih untuk mati di tanganku." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata berwarna merah menyeramkan.


Para budak yang tadinya berniat kabur karna mengira Xiao Ziya hanyalah putri bangsawan kaya yang tak mempunyai kultivasipun mengurungkan niat mereka karna pada kenyataanya Xiao Ziya adalah seorang gadis jenius diantara para jenius yang pernah ada selain itu ia juga terlihat sangat kuat.


"Sebaiknya kita menurut saja pada nona baru, mungkin apa yang pemuda itu katakan memang benar." ucap salah satu budak yang masih ingat dengan jelas apa yang dikatakan oleh Yin Jung jika mereka menjadi pengikut setia dari Xiao Ziya.


Walau jumlah mereka sangat banyak namun mereka juga tak yakin berhasil melawan Xiao Ziya serta para binatang dengan tingkatan yang tak mereka ketahui namun terlihat begitu kuat.


"Jangan sampai kita mati sia sia di sini." ucap salah seorang budak perempuan yang hanya bisa pasrah dan berharap apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya bukanlah omong kosong belaka.

__ADS_1


Keempat gadis rubah itu tak memiliki pilihan lain selain melawan Xiao Ziya meski mereka ragu dapat mengalahkannya namun keempat gadis rubah itu tetap nekat menyerang. Kali ini Xiao Ziya memasukan kembali pistolnya kedalam cincin semesta kemudian ia hanya menggunakan tangan kosong untuk menyerang balik keempat gadis rubah itu.


"Sihir gabungan kutukan ratu salju." ucap keempat gadia rubah itu yang sepertinya mengeluarkan sebuah jurus.


Sebuah pola sihir yang terbuat dari lapisan es terbentuk dibawah kaki Xiao Ziya, dari pola sihir itu terbentuklah sebuah rantai yang membelenggu tubuh gadis itu. Walau terlihat sangat kuat namun rantai es itu bukanlah masalah yang besar untuk Xiao Ziya.


"Kalian sedang ingin bermain main denganku?." tanya Xiao Ziya dengan sebuah senyuman yang manis namun mematikan.


"Kau tak akan pernah bisa lepas dari belenggu es itu." ucap keempat gadis rubah secara bersamaan.


"Benarkah? ah aku sangar takut." ucap Xiao Ziya yang tak menunjukkan ekspresi ketakutan sama sekali. Senyumnya malah semakin lebar dan seketika rantai rantai es itu meleleh.


"Bagaimana bisa kau lolos dari jurus gabungan terkuat kami." triak keempat rubah yang sepertinya merasa tak senang dengan keberhasilan Xiao Ziya.


"Kalian ingin mati dengan cara seperti apa?." tanya Xiao Ziya dengan nada dinginnya, udara malam yang dingin bertambah dingin lagi.


"Kau tak boleh membunuh kami berempat jika tidak maka ratu rubah pasti akan menghabisimu." ucap keempat gadis rubah itu yang mencari sebuah alasan agar mereka tak dibunuh oleh Xiao Ziya.


"Siapa itu ratu rubah? saya tak mengenalnya dan saya tak peduli." ucap Xiao Ziya yang langsung menebas kepala keempat gadis rubah itu dalam satu tebasan. Kepala mereka menggelinding di tanah, para budak yang baru saja melihat kejadian itu hanya menggigil ketakutan.


Setelah masalahnya dengan kelima gadis rubah itu selesai Xiao Ziya kembali menyandarkan tubuhnya di sebuah batang pohon yang cukup besar kemudian gadis itu memejamkan matanya dan mulai terlelap. Melihat Xiao Ziya yang tidur dengan damai dan tanpa gangguan membuat para budak dan merasa mengantuk akhirnya mereka semuapun tertidur.


Hari dengan begitu cepat berganti matahari mulai menampakkan diri. Xiao Ziya terbangun dari tidur lelapnya karna ia terkena pantulan sinar matahari tepat di wajahnya. Saat membuka mata gadis itu melihat kearah para budak yang masih terlelap dalam tidur mereka. Karna tak ingin membuang buang waktu lagi Xiao Ziya membangunkan mereka untuk sarapan kemudian melanjutkan perjalanan. Mendengat triakan yang sangat keras membuat para budak terbangun dari tidur mereka. Orang yang bertriak itu adalah Xiao Ziya.


"Di depan kalian semua sudah ada buah buahan segar kalian bisa memakannya untuk sarapan setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan." ucap Xiao Ziya yang sudah mempersiapkan semua sebelum membangunkan para budak. Merekapun menuruti perintah Xiao Ziya dan memakan buah buahan yang gadis itu berikan.


Sejauh ini mereka diperlakukan dengan baik dan makanan yang diberikan juga sangat layak, mereka juga memiliki waktu tidur yang cukup lama di malam hari. Sangat berbeda dengan saat mereka masih menjadi tawanan di pasar gelap, para budak hanya diberi makan sehari sekali dan terkadang tak diberi makan, mereka juga hanya mendapat waktu satu jam untuk tidur.


"Kalian semua sudah selesai sarapan?." tanya Xiao Ziya pada budak budak yang baru saja dibelinya itu.


"Sudah nona." jawab mereka semua secara serentak.


Xiao Ziya memutuskan untuk melanjutkan perjalananya menuju kota kecil miliknya jika prediksinya tak salah maka mereka semua akan tiba pada saat siang hari.

__ADS_1


"Yin Jung mendekatlah." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Yin Jung untuk mendekat ke arahnya.


"Ada apa nona?." tanya Yin Jung yang bingung.


"Pergilah terlebih dahulu ke kota dan bawalah kantong berisi koin emas ini. Katakan pada semua wanita dan gadis di kota untuk berbelanja bahan makanan dan memasak. Jangan lupa katakan pada para pasukan yang bisa memasak untuk membantu." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Yin Jung untuk pergi ke kota kecilnya terlebih dahulu agar saat para budak sampai di sana mereka akan langsung mendapatkan makanan.


"Baiklah jika begitu, saya harap nona menjaga diri anda dengan baik." ucap Yin Jung yang langsung melesat pergi. Perjalananpun terus berlanjut, kali ini Xiao Ziya tak ingin beristirahat walau sejenak karna ia harus segera sampai.


Dari barisan paling belakang ada seorang budak wanita yang berteriak dengan keras.


"Tolong ibu saya tolong." triak seorang wanita muda yang sedang memangku kepala sang ibu.


Dengan segera Xiao Ziya melesat ke barisan paling belakang dan melihat apa yang sedang terjadi, seorang wanita paruh baya nampak begitu lemas dengan nafas tipis yang samar samar sulit dirasakan.


"Apa ibumu memiliki penyakit bawaan?." tanya Xiao Ziya pada wanita muda yang sedang memangku wanita paruh baya itu.


"Ibu saya memiliki riwayat penyakit asma." ucap wanita itu yang memberi taukan penyakit apa yang sedang diderita oleh ibunya.


Dengan segera Xiao Ziya mengambil beberapa tanaman obat lalu meremasnya dengan tangan hingga mengeluarkan air, air dari tanaman obat itu ia minumkan pada wanita paruh baya yang sedang terkena asma.


Perlahan lahan kondisi wanita itu membaik, sang anak merasa lega karna ibunya baik baik saja sekarang.


"Semua wanita / pria yang memiliki penyakit bawaan silahkan pindah ke barisan paling depan agar saat ada hal hal yang tak diinginkan terjadi saya bisa mengobati kalian." ucap Xiao Ziya yang meminta para budak yang memiliki penyakit bawaan untuk berada di barisan paling depan. Para budakpun menuruti perkataan Xiao Ziya dan mulai berpindah tempat.


Perjalananpun dilanjutkan kali ini tak ada hambatan sama sekali, dan benar apa yang Xiao Ziya prediksi mereka sampai di kota kecil yang ada di hutan perbatasan Kekaiasaran Qiyu saat sianh hari. Saat para budak memasuki kota kecil milik Xiao Ziya mereka terperanjat dengan keindahan yang ada di sana, tempat yang gadis itu sebut sebagai kota kecil sebenarnya sangatlah luas apalagi ditambah dengan peletakan sihir dimensi ruang yang membuat tempat itu lebih luas lagi.


"Apakah kita sedang ada di surga?." tanya salah satu budak yang merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat kali ini.


"Baiklah kalian semua sudah sampai dikota kecil milikku ini, dan para pasukan khususku tolong ajari dan beritau apa saja yang harus para anggota baru ini lalukan, selain itu bantu mereka seperti saya membantu kalian saat pertama kali ada di tempat ini. Saya percayakan anggota baru kita pada kalian para pasukan khusus dan pasukan iblis. Saya harus pergi karna ada hal lain yang harus dilakukan." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi Ke Klan Xiao untuk menjenguk sang ayah dan juga Zoe. Sebentar lagi Xiao Ziya akan berumur dua belas tahun, ia hanya perlu menunggu satu bulan.


Xiao Ziya berjalan keluar dari gerbang kota kecilnya kemudian pergi ke gerbang masuk Wilayah Kekaisaran Qiyu. Melihat kedatangan Xiao Ziya para prajurit yang ada di sana langsung membukakan gerbang dan membungkuk sebagai tanda rasa hormat mereka pada Xiao Ziya.


"Apakah semua baik baik saja selama saya pergi?." tanya Xiao Ziya pada salah seorang prajurit.

__ADS_1


"Silahkan nona pergi ke Istana Kekaisaran karna di sana ada seorang tamu yang menunggu nona." ucap prajurit itu. Xiao Ziya hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah Istana Kekaisaran Qiyu. Ia ingin tau siapa orang yang sedang mencarinya itu.


Hai hai semua aku update lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips juga ya.


__ADS_2