
"Ambil koin emas itu untuk upah kalian beberapa bulan kedepan, seorang Jenderal mendapatkan upah seribu koin emas perbulan, prajurit biasa mendapatkan tujuh ratus koin emas, sedangkan untuk para pelayan mendapatkan upah lima ratus koin emas. Jangan sampai saya mendengar ada penggelap dana upah para pekerja yang terjadi di Kerajaan Xi Anglung ini apa Anda mengerti Tuan Jenderal?." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajam serta tekanan yang cukup kuat keluar dari tubuh gadis itu. Sang jenderal merinding saat merasakan tekanan itu, dengan upah yang sangat besar tentu ia akan bekerja dengan lebih keras dari sebelumnya.
"Terimakasih untuk kebaikan hati Nona Besar Xiao Ziya, saya dan rekan rekan saya akan menjaga wilayah Kerajaan Xi Anglung dengan sepenuh hati. Terimakasih banyak Nona Besar Xiao Ziya." ucap para prajurit secara serentak saat kalimat terakhir yang diucapkan oleh jenderal itu.
"Baiklah saya akan pergi sekarang karna ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Saya serahkan istana itu pada kalian." ucap Xiao Ziya kemudian gadis itu menghilang dari hadapan semua orang. Xiao Ziya menggunakan teleportasi agar segera sampai di Istana Kerajaan Bulan, ia yakin pertarungan yang terjadi sudah berakhir karna pasukan yang dipimpin oleh para putri dan pangeran dari Kerajaan Yuan Liong hanya berjumlah enam ribu prajurit saja.
Setelah kepergian Xiao Ziya, seorang jenderal mengambil alih untuk memimpin dan mengatur para prajurit. Kini kondisi wilayah tersebut mulai tertata kembali meski mereka belum memiliki pemimpin, selama kabar mengenai jatuhnya Kerajaan Yuan Liong belum tersebar hingga wilayah kerajaan lain maka semuanya akan baik baik saja. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang melalui dimensi ruang dan waktu, tak perlu waktu lama bagi gadis itu untuk sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan. Xiao Ziya tiba tiba muncul dihadapan para prajurit penjaga gerbang hingga membuat mereka semua terkejut, setelah menyadari yang datang adalah Nona Besar mereka para prajurit penjaga gerbang itu membungkukkan badan serta mengucapkan salam pada Xiao Ziya.
"Selamat datang kembali ke Istana Kerajaan Bulan, kami menyambut kedatangan Nona Besar Xiao Ziya." ucap para prajurit penjaga gerbang secara serempak.
"Terimakasih atas sambutannya, saya akan masuk ke dalam terlebih dahulu." jawab Xiao Ziya dengan senyuman ramah. Gadis itu melangkah masuk ke dalam halaman depan Istana Kerajaan Bulan, ia terus melangkahkan kakinya hingga berada di area dalam istana.
Xiao Ziya masuk ke dalam aula utama Kerajaan Bulan dan meminta beberapa prajurit untuk memanggil seluruh anggota Kerajaan Bulan serta para tamu yang datang, ada beberapa hal penting yang ingin gadis itu sampaikan. Akhirnya para prajurit itu mulai berpencar untuk mencari orang orang yang dipanggil oleh Nona Besar mereka, seorang prajurit berada di depan kamar yang ditempati oleh Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi.
Tok tok tok.
Suara pintu kamar yang diketuk oleh seorang prajurit, tak berselang lama pintu kamar tersebut terbuka lebar dan menunjukkan wajah Raja Min Lunxi.
"Salam hormat saya pada Raja Min Lunxi, saya mendapatkan pesan dari Nona Besar Xiao Ziya agar Anda dan Ratu Min Xunzi datang ke aula utama. Ada beberapa hal penting yang ingin disampaikan oleh Nona Besar." ucap prajurit itu dengan menundukkan kepalanya.
"Baik kami akan segera datang, terimakasih untuk informasinya. Anda bisa kembali bertugas di tempat semula." jawab Raja Min Lunxi.
"Saya permisi terlebih dahulu." ucap prajurit itu yang langsung pergi menuju tempatnya bertugas. Kini Raja Min Lunxi masuk kembali ke dalam kamar untuk memberitahu sang istri bahwa Xiao Ziya memanggil mereka untuk datang ke aula utama, tanpa menunggu lama keduanya langsung keluar kamar dan bergegas pergi menuju aula utama Kerajaan Bulan.
Di sisi lain para prajurit sudah menyampaikan pesan mereka pada semua orang sesuai perintah dari Xiao Ziya setelah itu para prajurit kembali menuju tempat masing masing. Xiao Ziya menunggu dengan sabar di dalam aula utama, satu persatu orang yang ia undang mulai berdatangan. Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya semua orang telah duduk di kursi mereka masing masing dan siap untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Xiao Ziya.
"Terimakasih karna kalian semua telah datang memenuhi panggilan dari saya, maaf jika rapat kali ini dilaksanakan secara mendadak karna ada hal penting yang ingin saya sampaikan. Yang pertama saya yakin Yie Gu dan anggota Keluarga Kerajaan Yuan Liong yang datang menyerang beberapa waktu lalu telah kalian kalahkan, apakah ada diantara kalian yang ingin memberi laporan singkat mengenai pertarungan itu?." tanya Xiao Ziya dengan keanggunan dan wibawa yang membuat Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu merasa kagum. Putra Mahkota Yunzo Zu saja tak bisa mengeluarkan aura yang sangat hebat seperti itu, mungkin Xiao Ziya telah ditakdirkan menjadi pemimpin bagi banyak orang.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya dengan segera Yie Munha mengangkat tangannya karna ia ingin memberi penjelasan singkat atas pertarungan yang terjadi di wilayah perbatasan Kerajaan Bulan.
"Silahkan Nona Yie Munha." ucap Xiao Ziya, ia mempersilakan Yie Munha untuk menjelaskan beberapa hal penting yang perlu disampaikan.
__ADS_1
"Saya ingin memberitahukan pada Nona Besar Xiao Ziya bahwa pertarungan itu dimenangkan oleh pihak kita, saya berhasil membalaskan dendam pada Yie Gu dengan cara membunuhnya. Saat ini tiga Pangeran dan tiga Putri dari Kerajaan Yuan Liong berada di dalam penjara, mereka sedang menantikan kedatangan Putra Mahkota Yuan Konju untuk membantu mereka bebas dari hukuman. Itu saja laporan singkat yang ingin saya beritahukan pada Anda." ucap Yie Munha dengan ketegasan yang terlihat jelas dari ekspresi wajahnya, gadis itu kembali duduk.
"Saya merasa senang karna Nona Yie Munha berhasil membalaskan dendam Anda yang tersimpan cukup lama, orang orang seperti Yie Gu dan Yie Weinje memang tak perlu diberikan banyak kesempatan untuk hidup. Saya sudah berbaik hati memberikan waktu cukup lama pada keduanya untuk menyesali perbuatannya yang telah dilakukan namun yang terjadi mereka malah semakin liar. Saya juga ingin memberitahukan bahwa kepemimpinan keturunan Klan Yuan atas Kerajaan Yuan Liong telah berakhir, saya menghancurkan seluruh istana itu dan membuat istana baru dengan nama baru." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi datar seperti yang ia lakukan adalah hal yang biasa. Di sisi lain semua orang yang ada aula tersebut membelalakkan matanya saat mendengar perkataan Xiao Ziya, gadis itu hanya sendirian dan mampu menaklukkan sebuah kerajaan besar? sungguh kekuatan yang mengerikan padahal ia baru saja sembuh.
"Lalu siapa yang akan memimpin kerajaan itu sekarang?." tanya Zu Junyang dengan rasa penasaran tinggi, ia yakin Xiao Ziya akan menunjuk seseorang untuk memimpin kerajaan tersebut.
"Itulah hal penting yang ingin saya sampaikan pada rapat kali ini, setelah mempertimbangkan secara matang saya menunjuk Putri Beiling Zu dan Pangeran Jongsu Zu untuk memimpin kerajaan tersebut. Saat ini nama Kerajaan Yuan Liong telah terhapus kan dari Lapisan Dunia Manusia Abadi dan digantikan dengan Kerajaan Xi Anglung. Apakah Putri Beiling Zu bersedia menjadi Ratu yang memimpin kerajaan tersebut? dan saya meminta Pangeran Jongsu Zu untuk membantu Putri Beiling Zu menata pemerintah yang ada." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar, Putri Beiling Zu adalah sosok yang baik dan juga rela melakukan apapun untuk kepentingan banyak orang. Saat pertama kali datang ke Istana Kerajaan Bintang Timur, Xiao Ziya dapat merasakan ketulusan dari sang putri dan itu benar benar terbukti hingga akhir pertemuan mereka di Istana Kerajaan Bintang Timur.
Putri Beiling Zu merasa bingung, ia menatap ke arah ayah dan ibunya seakan akan meminta izin untuk menyanggupi permintaan dari adik tirinya itu. Putri Beiling Zu tak akan pernah mengecewakan amanah yang diberikan oleh Xiao Ziya padanya meski memimpin sebuah kerajaan bukanlah hal yang mudah.
"Saya bersedia membantu Putri Beiling Zu untuk mengatur tatanan pemerintahan yang ada di Kerajaan Yuan Liong, semua ini tergantung keputusan Putri Beiling Zu." jawab Pangerang Jongsu Zu dengan senyuman menawan, ia tak menyangka Xiao Ziya akan menyerahkan wilayahnya pada Putri Beiling Zu.
Putri Beiling Zu masih saja diam, ia masih memikirkan bagaimana jika sang ayah tak setuju jika ia naik tahta menjadi seorang Ratu saat kakak tertuanya masih berstatus sebagai seorang Putra Mahkota. Xiao Ziya memahami kekhawatiran kakak tirinya itu, ia menatap ke arah Raja Yongling Zu dengan tatapan tajam.
"Mungkinkah Yang Mulia Raja Yongling Zu merasa keberatan jika anak ketiga Anda naik tahta menjadi seorang Ratu sedangkan kakak tertuanya masih menjadi seorang Putra Mahkota?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu tak ingin memilih kandidat lain untuk memimpin Kerajaan Xi Anglung karna ia sudah mempercayakannya pada Putri Beiling Zu.
"Saya tak berani memikirkan hal seperti itu Nona Xiao Ziya, saya hanya khawatir dengan keselamatan sang putri ketika harus berpisah dari keluarganya. Memimpin sebuah kerajaan besar bukanlah hal yang mudah, bagaimana jika para prajurit dari bekas Kerajaan Yuan Liong berencana untuk menyakiti putri saya." ucap Raja Yongling Zu, pria itu mengungkapkan kegelisahannya pada Xiao Ziya. Biasanya akan ada banyak kekacauan yang terjadi saat kerajaan baru di dirikan.
"Anda tenang saja, saya bisa menjamin bahwa semua prajurit dan penduduk Kerajaan Xi Anglung akan menerima Putri Beiling Zu dengan baik. Mereka sedang menantikan seorang pemimpin baru yang dapat membawa kesejahteraan dan kedamaian di wilayah mereka, karna itulah saya memilih Putri Beiling Zu." jawab Xiao Ziya dengan senyuman hangat, perasaan Raja Yongling Zu menjadi tenang saat melihat senyum dari anak tirinya itu.
"Baiklah saya akan menyerahkan keputusan itu pada Putri Beiling Zu, lakukanlah seusai keinginan mu putriku karna ayah dan ibu akan selalu mendukung setiap keputusan mu." ucap Raja Yongling Zu dengan tulus pada putrinya.
Putri Beiling Zu menghela nafas lega karna ia tak perlu mengkhawatirkan keretakan hubungan antara ia dan ayahnya, karna sang ayah telah setuju maka sang putri akan mengatakannya keputusannya pada Xiao Ziya mengenai tawaran gadis itu.
"Saya Putri Beiling Zu bersedia menjadi Ratu sekaligus pemimpin untuk penduduk Kerajaan Xi Anglung. Saya akan berkerja dengan baik untuk mensejahterakan kehidupan para penduduk dan membawa kedamaian untuk mereka semua. Terimakasih atas kesempatan yang telah Nona Xiao Ziya berikan, saya berjanji tak akan pernah mengecewakan Anda." ucap Putri Beiling Zu dengan posisi berdiri dan tatapan mata penuh dengan ambisi dan keyakinan. Xiao Ziya tersenyum puas melihat ekspresi dari kakak tirinya itu.
"Saya sangat lega karna Putri Beiling Zu dan Pangeran Jongsu Zu bersedia menerima tawaran dari saya." ucap Xiao Ziya.
"Saya juga ingin mengajukan beberapa permintaan pada Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi, mungkin permintaan saya kali ini sedikit keterlaluan." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi yang cukup aneh. Raja Min Lunxi dan Ratu Min Xunzi langsung menatap ke arah gadis itu, memangnya permintaan seperti apa? mengapa keponakan mereka menunjukkan ekspresi yang tak biasa.
"Katakanlah kami akan mempertimbangkan permintaan Anda." jawab Raja Min Lunxi, pria itu merasa sedikit gugup. Raja Min Lunxi khawatir keponakannya itu akan meminta sesuatu yang tak bisa mereka lakukan.
__ADS_1
"Jika kalian berkenan bagaimana saya ingin wilayah penyihir hitam di pindahkan ke wilayah Kerajaan Bulan. Setelah saya kembali ke dunia bawah maka tahta Kerajaan Bulan akan kosong, para pekerja di istana ini sangat menyukai kehadiran para penyihir hitam yang membuat suasana istana semakin ramai. Selain itu energi yang ada Lapisan Dunia Manusia Abadi sangat cocok untuk mengembangkan sihir hitam milik kalian." ucap Xiao Ziya dengan ragu ragu, ia tak akan memaksa paman dan bibinya menyetujui permintaan anehnya itu. Meninggalkan sebuah wilayah untuk tinggal si wilayah baru bukanlah hal yang mudah, letak Dunia Atas dan Dunia Manusia Abadi juga cukup jauh karna itu pasti banyak perbedaan yang mereka rasakan selama tinggal di sini.
Raja Min Lunxi dan Ratu Min Xunzi diam mematung, entah apa yang dipikirkan oleh keponakan kesayangan mereka itu hingga meminta pemindahan wilayah penyihir hitam ke wilayah Kerajaan Bulan. Ratu Min Xunzi sangat yakin Xiao Ziya tak mendengar keluhan para penyihir hitam yang tak ingin kembali ke wilayah mereka yang ada di Dunia Atas.
"Bagaimana kami bisa memimpin sebuah wilayah yang kau taklukkan dengan kekuatan mu sendiri? itu terdengar sangat tidak sopan." ucap Ratu Min Xunzi, ia tak berani mengambil alih kepemimpinan wilayah Kerajaan Bulan milik Xiao Ziya.
"Saya tak bisa terus berada di tempat ini dan menjaga penduduk Kerajaan Bulan setiap saat, saya melihat para penyihir hitam juga sangat nyaman saat tinggal di sini. Tolong pertimbangan sekali lagi bibi." ucap Xiao Ziya dengan mata berbinar binar.
"Hah baiklah kami bersedia memimpin wilayah Kerajaan Bulan, berjanjilah untuk mengunjungi kami saat kau memiliki waktu senggang." ucap Ratu Min Xunzi yang tak dapat menolak permintaan dari keponakannya yang sangat lucu dan menggemaskan itu.
Hampir seluruh wilayah yang mengalami kekosongan pemimpin mendapatkan pemimpin baru sesuai dengan rencana Xiao Ziya, setelah ini ia harus kembali ke Dunia Bawah untuk mengantar keluarganya sebelum pergi menuju Alam Neraka untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di wilayah Kalajengking Iblis. Saat suasana menjadi hening, Xiao Ziya melihat ke arah Yie Munha yang sedang memperlihatkan ekspresi wajah murung, apa yang sedang gadis itu pikirkan?.
"Ada apa Nona Yie Munha? mengapa Anda memperlihatkan ekspresi sedih seperti itu?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik.
"Apakah saya tak bisa ikut dengan Nona Ziya? saya ingin melayani Anda hingga akhir hidup saya." ucap Yie Munha dengan mata berkaca-kaca, apa yang harus ia lakukan jika Nona nya pergi dari Dunia Manusia Abadi dan kembali ke Dunia Bawah?.
"Sepertinya saya tak bisa mengajak Anda." jawab Xiao Ziya dengan singkat.
"Mengapa?? apakah Nona Ziya masih memiliki kemarahan pada saya?. Apa yang harus saya lakukan jika Anda pergi, dan kemana saya akan pulang?." tanya Yie Munha.
"Klan Yie adalah tempat Nona Yie Munha untuk pulang, saya ingin Anda yang memimpin klan itu. Saat ini posisi pemimpin klan sedang kosong, sebagai cucu dari Yie Linyia saya menunjuk Anda untuk menempati kursi pemimpin itu." jawab Xiao Ziya.
"Apakah saya pantas untuk menempati posisi setinggi itu? saya pernah melakukan kesalahan besar pada semua orang, termasuk para Ketua Klan Yie." ucap Yie Munha, ia tak berani menempati posisi sebagai Pemimpin Klan Yie dengan semua kesalahan yang pernah ia lakukan selama ini.
"Semua orang pernah melakukan kesalahan, saat ini Anda telah menyadari dan menyesali kesalahan yang pernah Anda perbuat. Tak semua orang bisa melakukan hal hebat seperti itu Nona Yie Munha." ucap Zu Genzi yang sedang menyemangati teman berlatihnya itu.
"Saat ini Anda adalah gadis dengan kepribadian yang baik, saya yakin Anda mampu memimpin Klan Yie dengan baik." ucap Tuan Muda Min Xome.
"Bukankah Anda sudah berjanji untuk selalu berada di pihak Nona Muda Xiao Ziya? karna itulah Anda harus memimpin Klan Yie dengan baik sebagai bentuk kesetiaan Anda pada Nona Ziya." ucap Zu Junyang dengan senyuman hangat. Entah bagaimana masa lalu Yie Munha dan sejahat apa ia dulu, yang terpenting gadis itu tak akan pernah melakukan kesalahan yang sama.
"Saya akan menuruti perkataan Nona Xiao Ziya." ucap Yie Munha dengan tegas.
__ADS_1
"Baiklah mulai hari ini posisi pemimpin Klan Yie akan diserahkan pada Yie Munha, saya akan mengantar Anda kembali ke Klan nanti. Sebelum itu saya ingin bertemu dengan para pangeran dan putri yang sedang ditahan." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi lega. Semuanya berjalan dengan lancar, ia tak perlu pusing memikirkan hal hal lain ketika sampai di Dunia Bawah nanti.
Hai semua author balik lagi update Ratu Iblis. Kangen bangat sama kalian semua. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.