
Di tempat lain saat ini Raja Artur sedang mempersiapkan seluruh pasukannya untuk segera berangkat ke Dunia Manusia Abadi, ada seratus ribu prajurit iblis yang berkumpul di depan gerbang utama Istana Kerajaan Neraka.
"Kita semua akan berangkat ke Dunia Manusia Abadi untuk membakar Kerajaan Bulan. Bunuh semua yang menghalangi jalan junjungan muda kalian." triak Raja Artur dengan penuh semangat, kapanpun Xiao Ziya ingin berperang ia dan para prajurit neraka siap untuk membantu.
"Bunuh semuanya jangan sisakan satu musuh untuk masa depan junjungan muda." triak kesepuluh Jenderal Iblis yang akan ikut dalam peperangan kali ini. Xiao Ziya adalah mada depan alam neraka, karna hal itu seluruh prajurit neraka akan menjaga gadis itu dengan taruhan nyawa mereka.
"Bunuh mereka semua!." ucap seratus ribu prajurit iblis secara serentak.
"Mari kita berangkat sekarang." ucap Raja Artur, ia membuka sebuah gulungan sihir teleportasi yang diberikan oleh Ratu Rexuca, sang ratu mengetahui sebuah fakta bahwa Raja Artur dan para prajuritnya memerlukan bantuan untuk sampai di Dunia Manusia Abadi dengan cepat.
Raja Artur membuka gulungan teleportasi itu dan melemparkannya ke tanah, seketika ia dan semua pasukan neraka menghilangkan begitu saja. Para penjaga gerbang masuk istana Kerajaan Neraka hanya terdiam melihat hal itu, mereka berharap sang raja dan rekan rekan yang lain kembali membawa kemenangan.
Raja Artur dan pasukannya dalam perjalanan menuju Dunia Manusia Abadi begitupun dengan Raja Zeus ia telah membacakan sihir kuno yang dapat mengirim seluruh pasukannya sampai ke tempat tujuan dalam waktu singkat. Raja Zeus memiliki ambisi untuk memenangkan peperangan ini atas nama Xiao Ziya sebagai sebuah bukti bahwa mereka yang berasal dari lapisan dunia di bawah Dunia Manusia Abadi tak bisa dipandang sebelah mata.
Di sisi lain Pangeran Yozan Zee baru saja tiba di Kerajaan Bulan, dengan segera ia pergi menemui sang ayah untuk melaporkan tentang persiapan perang yang tengah dilakukan oleh Xiao Ziya, Raja Anling Zee ada di dalam ruang kerja ia masih bimbang mengenai peperangan yang akan terjadi kali ini.
Tok tok tok.
Suara pintu ruang kerja Raja Anling Zee yang diketuk oleh Pangeran Yozan Zee, sang raja mempersilahkan putranya untuk masuk ke dalam.
"Bagaimana?." tanya Raja Anling Zee dengan raut wajah khawatir, ia berharap pasukan sekutu yang akan membantu Xiao Ziya tak lebih dari dua ratus ribu prajurit.
"Nyonya Yie Weinje mengatakan bahwa sekutu yang akan membantu gadis itu berkisar seratus ribu prajurit saja, dengan begitu kemenangan pasti ada di pihak kita." ucap Pangeran Yozan Zee dengan senyuman remeh, ia kira bantuan dari Dunia Peri akan membuat Kerajaan Bulan terpojok. Ternyata Dunia peri hanya membawa seratus ribu pasukan saja, apakah mereka hanya menggertak?.
"Siapkan dua ratus ribu prajurit terbaik yang kita miliki untuk peperangan kali ini, buat juga markas di wilayah perbatasan." ucap Raja Anling Zee, ia mempercayakan kemenangan Kerajaan Bulan pada Pangeran Yozan Zee.
"Saya akan melakukannya dengan sebaik mungkin, ayah tak perlu terlalu khawatir." ucap Pangeran Yozan Zee yang langsung pergi dari kamar sang ayah menuju area tempat tinggal para prajurit kerajaan.
Raja Anling Zee tersenyum dengan puas, ia tak perlu mengkhawatirkan peperangan yang akan terjadi antara Kerajaan Bulan dengan pihak Xiao Ziya. Akan sangat bagus jika putranya menangkap gadis itu sebagai tawanan perang, Raja Anling Zee bisa mengancam Ratu Junyi Zu menggunakan putri tercintanya dari seorang laki laki yang berasal dari dunia bawah. Sebagai seorang ibu, hati Ratu Junyi Zu pasti akan tergerak ditambah ia tak pernah merawat putrinya itu sejak bayi.
"Bau kemenangan yang sangat indah." ucap Raja Anling Zee dengan ekspresi sangat bahagia, setelah peperangan ini selesai ia bisa mengambil beberapa langkah untuk menggulingkan Kerajaan Bintang Timur.
Raja Zeus dan pasukannya telah sampai di Dunia Manusia Abadi, mereka berada di hutan dekat perbatasan Kerajaan Bulan dengan wilayah kekuasaan Klan Yuang Yie. Karna tak pernah datang ke tempat itu sebelumya, Raja Zeus kebingungan menentukan arah dimana tempat Xiao Ziya mendirikan markas.
"Kemana kita harus pergi Yang Mulia Raja?." tanya salah seorang jenderal, wilayah ini terasa sangat asing untuk mereka semua.
Raja Zeus terdiam untuk beberapa saat, ia juga melihat lihat kesekitar untuk bertanya dimana letak Klan Yuang Yie. Sangat di sayangkan hutan itu sangatlah sepi, hanya terdengar suara jangkrik dan katak yang sedang bernyanyi saja di sana.
"Saya belum pernah datang ke tempat ini." ucap Raja Zeus dengan jujur, ia masih berfikir untuk menentukan arah semua pasukannya.
"Lebih baik kita beristirahat di sini sampai pagi tiba, akan lebih mudah menemukan seseorang yang melintas saat pagi tiba." ucap salah seorang jenderal yang memberikan sebuah saran pada Raja Zeus. Karna tak menemukan solusi lainnya, sang raja menerima sarang jenderalnya itu, merekapun mendirikan beberapa tenda untuk beristirahat malam itu juga.
Kenzo sang buku bersampul tengkorak yang berada di dalam dantian Xiao Ziya merasakan aura yang cukup familiar baginya, Kenzo berfikir mungkin sekutu nonanya yang lain sudah datang.
"Nona bangunlah." ucap Kenzo dari dalam dantian Xiao Ziya.
Xiao Ziya masih tertidur dengan sangat pulas, ia tak mendengar panggilan dari Kenzo. Karna tak mendapat respon apapun dari nonanya itu, Kenzo meledakkan kekuatannya di dalam tubuh Xiao Ziya agar gadis itu bangun karna merasa terkejut. Rencana Kenzo berjalan dengan lancar, setelah sebagian kekuatan miliknya meledak di dalam tubuh Xiao Ziya gadis itu bangun dengan nafas ngos-ngosan.
"Apa yang terjadi pada saya?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri, Ziya dengan cepat minat beberapa bagian tubuhnya.
"Sepertinya tak terjadi apapun, lalu dari mana datangnya ledakan kekuatan tadi?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi yang sangat lucu, tanpa berfikir panjang Xiao Ziya langsung keluar dari kamarnya untuk melihat kesekitar.
__ADS_1
Kenzo diam sembari menahan tawanya yang akan pecah, respon dari nona mudanya sangatlah lucu. Mungkin Xiao Ziya ingin memastikan apakah suara itu berasal dari serangan musuh ataukah ledakan kekuatan seperti biasanya. Di luar rumah kayu gadis itu tak menemukan apapun, Xiao Ziya juga bertanya pada beberapa prajurit iblis yang sedang berjaga.
"Kalian mendengar suara ledekan?." tanya Xiao Ziya dengan wajah lucu khas orang yang baru bangun tidur.
"Kami tak melihat apapun sedari tadi nona." ucap para prajurit iblis itu dengan jujur.
"Baiklah jika begitu saya kembali ke kamar dulu." ucap Xiao Ziya yang ingin kembali masuk ke delam kamarnya yang berada di salah satu rumah kayu.
Sebelum sampai di kamarnya, Xiao Ziya mendengar suara tawa meledek dari dalam tubuhnya itu. Seketika ekspresi gadis itu berubah menjadi kesal, ia ingin memukuli kenzo dengan keras hingga pria itu pingsan. Sebelum nona mudanya semakin marah, Kenzo menjelaskan mengapa ia melakukan hal semacam itu pada Xiao Ziya.
"Maksud mu kau merasakan kehadiran sekutu lain yang baru saja sampai?." tanya Xiao Ziya pada Kenzo yang berada di dalam dantiannya
"Coba anda rasakan aura mereka nona." ucap Kenzo.
Xiao Ziya berdiri di depan pintu masuk kamarnya dengan cukup lama, ia sedang mencoba merasakan aura familiar yang ada di sekitar perbatasan Klan Yuang Yie. Cukup lama Xiao Ziya mencari cari siapa yang baru tiba di Dunia Manusia Abadi namun tak langsung pergi ke markas sebagai tempat berkumpul pasukan sekutu.
"Pantas saja mereka tak langsung pergi kesini, ternyata yang datang ayah angkat saya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman kecil, kemungkinan besar Raja Zeus tak pernah datang ke Dunia Manusia itu karna itulah Raja Zeus kesulitan untuk menentukan arah.
Tanpa basa basi lagi Xiao Ziya melesat menuju hutan yang menjadi pemisah antara wilayah Kerajaan Bulan dengan wilayah kekuasaan Klan Yuang yie. Saat masuk lebih dalam lagi Xiao Ziya menemukan tenda tenda dengan lambang Kerajaan Hitam, Xiao Ziya mendekat ke arah beberapa prajurit Kerajaan Hitam yang sedang berjaga. Kedatangan Xiao Ziya secara tiba tiba membuat para prajurit yang sedang mendapat tugas untuk berjaga terkejut dan menodongkan senjata pada gadis itu.
"Ini saya, kalian tenanglah." ucap Xiao Ziya dengan santai meski beberapa ujung tombak dan pedang sedang terarah pada lehernya.
Mengetahui yang datang adalah Xiao Ziya, para prajurit yang memiliki tugas untuk berjaga itu langsung menurunkan senjata mereka dan meminta maaf pada Xiao Ziya. Untung saja gadis itu tak mempermasalahkan apa yang baru saja terjadi, sangat wajar mereka menunjukkan respon seperti itu karna mereka ada di dunia yang asing.
"Maafkan kami karna tak mengenali anda dengan baik nona Ziya." ucap para prajurit dengan membungkukkan badan.
"Bangunlah ini bukan salah kalian, dimana ayah sekarang?." tanya Xiao Ziya yang ingin bertemu dengan Raja Zeus. Xiao Ziya ingin membawa semua pasukan yang dibawa oleh Raja Zeus ke markas utama agar mereka bisa beristirahat.
Xiao Ziya pun pergi menuju sebuah tenda berwarna putih di antara tenda berwarna biru dan merah. Gadis itu langsung masuk ke dalam dan melihat apakah sang ayah ada di sana atau tidak, untung saja Raja Zeus belum tidur sang raja sedang membicarakannya beberapa hal bersama dengan kelima jenderal yang ikut dalam peperangan kali ini.
"Salam saya pada Yang Mulia Raja Zeus." ucap Xiao Ziya saat berada di hadapan ayah angkatnya itu. Raja Zeus menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan terkejut karna tak menyadari kehadiran putrinya itu.
"Salam hormat kami pada nona Xiao Ziya." balas Raja Zeus bersama kelima Jenderal Kerajaan Hitam yang ada di sana.
"Untunglah saya menemukan keberadaan kalian dengan cepat, saya kira kalian akan datang bersama pasukan Raja Artur." ucap Xiao Ziya dengan cemas, ia hanya takut Raja Zeus dan pasukannya masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan tanpa mereka sadari.
"Kami tak bisa menentukan arah dimana letak markas anda berada." ucap Jenderal Li Anzi dengan ekspresi datar.
"Cukup sulit untuk keluar dari kawasan hutan ini, sebaiknya kalian segera membongkar tenda tenda ini dan ikut saya ke markas utama." ucap Xiao Ziya, tak aman jika mereka tetap berada di dalam hutan. Bisa saja pihak musuh mengirim mata mata untuk mencari tau apa saja yang sedang dilakukan oleh Xiao Ziya, jika mata mata itu bertemu dengan pasukan Raja Zeus semuanya akan menjadi kacau.
"Baiklah kami akan segera membereskan semua ini." ucap Raja Zeus sembari keluar dari dalam tenda, ia meminta beberapa prajurit untuk merapikan kembali tenda itu.
"Apakah ada yang sudah datang sebelum kami?." tanya Raja Zeus, ia penasaran siapa saja yang sudah sampai ke Dunia Manusia Abadi ini.
"Hanya Ratu Min Xunzi dan pasukannya yang sudah datang." jawab Xiao Ziya, gadis itu terlihat sedang mencari sesuatu karna terus menerus melihat sekelilingnya.
"Apa yang sedang kau cari putriku?." tanya Raja Zeus dengan tatapan bingung.
"Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz tak ikut?." tanya Xiao Ziya pada ayah angkatnya itu, ia berharap kedua kakak laki lakinya ikut ke dunia manusia abadi untuk menemaninya di sini. Xiao Ziya cukup kesepian selama berada di tempat itu karna tak banyak orang yang ia kenali.
"Saya tak mengizinkan mereka untuk ikut, akan sangat berbahaya jika mereka berdua terlibat dalam peperangan." jawab Raja Zeus dengan jujur, sang raja juga tak menyangka putri kesayangannya itu akan mencari kedua kakak laki lakinya.
__ADS_1
"Ah ternyata begitu, saya hanya merasa sedikit kesepian saja. Jika mereka ikut mereka tak perlu turun langsung ke medan perang, mereka bisa tetap berada di markas." ucap Xiao Ziya dengan wajah murung, ia tak bisa mengajak saudara saudara satu klannya untuk datang kesini karena mereka sedang menjalankan tugas lain di dunia semesta tingkat rendah.
Saat Raja Zeus ingin menghibur putrinya itu, ada seorang prajurit yang datang dan mengatakan bahwa semuanya sudah dibereskan.
"Mari ikut dengan saya, markas utama kita tak jauh dari tempat ini." ucap Xiao Ziya yang berjalan di barisan depan di susul Raja Zeus kemudian seratus ribu prajurit yang berjalan dengan rapi.
Di markas utama pasukan sekutu Xiao Ziya muncul asap yang cukup tebal, prajurit iblis yang sedang berjaga saat itu merasa khawatir jika ada musuh yang menyerang mereka secara diam diam. Akhirnya kelima ratus lima pasukan iblis Xiao Ziya berkumpul mencari tau dari mana asap tebal itu berasal, tak berselang lama asapnya menghilang dan muncul seratus ribu pasukan neraka yang datang bersama dengan Raja Artur.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Artur." ucap pasukan iblis milik Xiao Ziya secara bersamaan, mereka menyambut kedatangan Raja Artur yang pernah menjadi junjungan mereka.
"Saya terima salam kalian, dimana gadis nakal itu?." tanya Raja Artur karna ia tak merasakan keberadaan Xiao Ziya di markas, gadis itu selalu pergi ke sana kemari tanpa memberitahu orang lain.
"Nona belum lama pergi menuju hutan yang ada di depan sana, silahkan Yang Mulia Raja Artur serta pasukannya untuk beristirahat di tempat yang telah nona Xiao Ziya persiapkan." ucap salah seorang Jenderal Iblis yang menggantikan Xiao Ziya sementara waktu.
"Apa ada yang sudah datang kesini?." tanya Raja Artur.
"Pasukan para penyihir sudah datang sejak tadi, mereka menempati rumah kayu yang ada di deretan paling belakang." jawab sang jenderal iblis dengan nada bicara ramah meski tatapannya cenderung datar.
"Kami akan menunggu gadis itu kembali terlebih dahulu." ucap Raja Artur yang sudah membuat keputusan.
Tak lama setelahnya Xiao Ziya datang bersama pasukan Kerajaan Hitam, gadis itu melihat ke arah markas yang terlihat sangat ramai sepertinya ada pasukan sekutu lain yang sudah tiba.
"Saya kira anda akan datang di paling awal." ucap Xiao Ziya sembari menatap dingin ke arah Raja Artur.
"Bukankah saya yang kedua?." tanya Raja Artur dengan ekspresi penuh tanya.
"Raja Zeus lah yang datang terlebih dahulu sebelum anda." jawab Xiao Ziya dengan senyum meledek.
"Baiklah saya yang ketiga, kita hanya tinggal menunggu pasukan para peri untuk datang." ucap Raja Artur, tinggal Ratu Rexuca saja yang belum menampakkan diri. Mungkin para peri sedang mengumpulkan banyak energi qi untuk peperangan nanti.
Xiao Ziya mempersilahkan semua pasukan neraka dan pasukan Kerajaan Hitam untuk menempati rumah kayu yang telah disiapkan oleh Xiao Ziya, gadis itu membawa Raja Artur dan Raja Zeus ke rumah khusus yang Ziya siapkan untuk mereka.
Di sisi lain Yie Munha terbangun dari tidurnya, gadis itu pergi ke kamar utama untuk bertemu dengan sang nenek. Mereka perlu membicarakan beberapa hal mengenai pemuda mana yang akan neneknya jodohkan dengannya. Yie Weinje memiliki dua calon untuk cucu kesayangannya itu, yang pertama Pangeran Yozan Zee dari Kerajaan Bulan bila mereka menang dalam peperangan kali ini, yang kedua salah satu pangeran dari Dunia Peri jika Kerajaan Bulan kalah dalam peperangan ini.
Yie Munha sudah sampai di depan kamar utama dan mengetuk pintu beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam kamar, Yie Munha mengira sang nenek ada di dalam kamar dan tertidur dengan lelap sehingga tak mendengarnya.
Saat Yie Munha ingin pergi, pintu kamar utama terbuka dengan lebar. Yie Gu menatap ke arah gadis yang tengah berdiri membelakanginya itu.
"Ada apa kau datang sepagi ini?." tanya Yie Gu pada Yie Munha dengan tatapan penuh selidik.
"Aku ingin bertemu dengan nenek, apakah nenek masih tidur?." tanya Yie Munha dengan sorot mata sinis, semenjak kakeknya itu lebih membela Xiao Ziya daripada dirinya Yie Munha mulai membenci pria tua itu.
"Bukankah nenekmu ada bersamamu? dia tak kembali ke kamar sejak tadi malam." ucap Yie Gu dengan tatapan bingung, semalam ia tak mencari istrinya yang tak kunjung kembali ke kamar karna mengira sang istri tidur bersama cucu kesayangannya.
"Nenek tidak bersamaku tadi malam, aku akan mencarinya." ucap Yie Munha, ia khawatir terjadi sesuatu pada sang nenek saat bertemu dengan Pangeran Yozan Zee tadi malam.
"Kemana kau akan mencarinya?." tanya Yie Gu dengan tatapan sinis. Mungkinkah mereka merencanakan sesuatu?.
"Aku akan mencari di sekitar klan." ucap Yie Munha.
"Baiklah saya akan membantumu mencarinya." ucap Yie Gu yang ikut merasa khawatir pada sang istri, meskipun istrinya itu melakukan banyak hal buruk namun tak mengubah fakta bahwa Yie Weinje adalah istrinya.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih, maaf baru bisa update karna ga ada kuota dan ini minta hostpot wkwkwk. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.