
Xiao Ziya hendak masuk ke aula pertemuan istana peri, namun Putra Mahkota Robert menghalangi Xiao Ziya karna dia merasa bahwa gadis manusia tak pantas bertemu dengan ibundanya.
"Biarkan aku lewat." ucap Xiao Ziya dengan datar dan dingin.
"Kau tidak bisa masuk kedalam karna saat ini ratu tak ingin bertemu dengan siapapun." ucap Pangeran Mahkota Robert yang tak mengizinkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam aula.
Namun Xiao Ziya tetap keras kepala dan memaksa untuk masuk. Xiliu hanya melihat pertengkaran antara Putra Mahkota Robret dan Xiao Ziya. Hingga akhirnya Xiao Ziya menang dan membuka pintu aula dengan paksa. Terlihat seorang wanita cantik sedang duduk di singgasana dengan tatapan tajamnya yang mengarah pada Xiao Ziya, selain itu ada beberapa orang yang sepertinya para bawahan sang wanita.
"Siapa kau beraninya masuk kedalam aula tanpa izinku." triak Ratu Rexuca yang terlihat sangat marah hingga badannya mengeluarkan aura berwarna merah.
"Salam Yang Mulia Ratu, saya Xiao Ziya datang dengan tujuan meminta daun peri yang ada di istana ini." ucap Xiao Ziya yang langsung menyatakan tujuannya datang ke istana peri.
Saat ini mata sang ratu tertuju pada Xiliu yang sedang berdiri di samping Xiao Ziya, tatapan matanya seperti meminta penjelasan tentang mengapa gadis manusia bisa masuk kedalam istananya.
"Maaf Yang Mulia Ratu atas kelancangan saya membawa manusia ke istana anda tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu." ucap Xiliu sambil bersujud untuk meminta pengampunan dari ratu peri.
"Bawa dia pergi saya tak ingin melihatnya." ucap sang ratu yang tak senang dengan kehadiran Xiao Ziya.
Xiao Ziya berjalan dan mendekat ke arah sang ratu, gadis itu menatap tajam dan mengeluarkan aura emas yang ia miliki, tentu saja semua yang ada di sana merasakan tekanan yang sangat kuat jumlah aura emas yang dikeluarkan Xiao Ziya jauh lebih besar daripada sebelumnya. Sang ratu merasa terkejut bagaimana seorang gadis manusia memiliki aura yang sangat hebat dan terasa agung.
"Saya datang dengan baik baik, jika niay baik saya tak bisa diterima maka saya akan menggunakan cara kasar." ucap Xiao Ziya yang kini bola matanya sudah berubah warna menjadi merah, rambutnya juga berganti warna.
__ADS_1
"Kau siapa kau sebenarnya mengapa auramu begitu kuat." ucap Ratu Rexuca yang kini badannya sedang gemetaran karna berhadapan dengan mata merah menyala yang sangat tajam dan mematikan.
"Baiklah apa yang akan saya dapat jika memberi anda sebuah pohon peri untuk anda." ucap Ratu Rexuca yang tak ingin rugi, karna pohon peri yang ada di istananya hanya berjumlah 10 pohon saja.
Xiao Ziya nampak sedang berfikir, namun gadis itu sudah tau apa yang akan ia berikan sebagai ganti dari sebuah pohon peri.
"Anda tidak akan pernah menyesal jika memberikan sebuah pohon peri pada saya, walau anda memberikan semua pohon peri yang ada di istana ini mungkin tak cukup untuk menukarnya." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum dengan penuh arti.
Sang ratu dan putra mahkota melihat kearah Xiao Ziya, memangnya benda apa yang akan gadis manusia itu tukar sebagai ganti dari pohon peri. Ratu sepertinya sangat tertarik dengan tawaran yang Xiao Ziya berikan, karna ia bisa melihat dari mata gadis itu bahwa ia tidak berbohong.
"Baiklah, putraku tolong ambilkan sebuah pohon peri dan berikan pada gadis manusia itu." ucap Ratu Rexuca yang memerintah putra mahkota untuk mengambil sebuah pohon peri yang ada di ruang rahasia yang ada di istana peri.
Xiao Ziyapun bercerita bahwa ia harus segera kembali ke klannya untuk memberikan daun peri itu pada tabib istana agar bisa segera membuat obat untuk ayahnya yang sedang sekarat, sebagai jaminan agar Xiao Ziya tak kabur ataupun mengingkari janjinya Ratu Rexuca bisa mengutus salah satu putranya ataupun kesatria peri untuk mengawal Xiao Ziya.
"Bagaimana ratu apakah anda setuju, saya tak pernah mengingkari janji yang saya buat." ucap Xiao Ziya penuh dengan keyakinan.
Tak lama setelah itu Putra Mahkota masuk kembali ke dalam aula sembari membawa sebuah pohon peri. Ternyata pohon peri sangat kecil seperti pohon cabe namun daunnya berbentuk seperti daun mint.
"Bawalah pohon peri itu bersamamu aku akan meminta putraku untuk ikut bersamamu." ucap Ratu Rexuca yanh sudah benar benar percaya dengan perkataan Xiao Ziya. Putra mahkota, Xiliu, dan beberapa peri yang ada di sana merasa terkejut.
Biasanya ratu mereka akan langsung marah jika ada yang meminta satu lembar daun peri, namun saat ini ia memberikan satu pohon daun peri pada seorang gadis manusia? bukankah hal ini sangat tak masuk akal. Mereka ingin protes namun mereka masih sayang dengan nyawa.
__ADS_1
Xiao Ziyapun pamit dan ia tak lupa mengucapkan trimakasih pada Ratu Rexuca, seorang pangeran kini ada di sebelahnya. Pangeran itu bernama Pangeran Roze merupakan putra kedua dari ratu. Pangeran Roze terlihat lebih ramah daripada Putra Mahkota Robert.
Sedangkan Xiliu harus kembali ke desanya terlebih dahulu sehingga ia tak bisa mengantar Xiao Ziya untuk kembali.
"Pangeran Roze apakah anda bisa menggunakan batu sihir?." tanya Xiao Ziya yang ingin mempersingkat waktu agar segera sampai ke Klan Xiao dan segera memberikan daun peri untuk kesembuhan ayahnya.
"Saya bisa menggunakannya nona, katakan pada saya kemana anda ingin pergi." ucap Pangeran Roze dengan lembut. Pangeran Roze memang sangat mirip dengan sang ayah yang sangat baik dan bersikap lembut pada siapapun walau pada manusia sekalipun.
"Saya ingin pergi ke Klan Xiao yang ada di dunia bawah, saya sangat khawatir dengan kondisi ayah saya sekarang." ucap Xiao Ziya yang wajahnya kembali terlihat murung saat memgingat bahwa ayahnya sedang sekarat saat ini.
"Ah baiklah nona, tolong pegang tangan saya dengan erat." ucap Pangeran Roze yang langsung meraih tangan Xiao Ziya dan langsung menggenggamnya dengan erat.
Pangeran Roze mengucapkan sebuah mantra yang terdengar sangat asing bagi Xiao Ziya, mantra yang diucap menggunakan bahasa kuno yang sangat sulit untuk dipahami. Tiba tiba saja sebuah cahaya biru cerah menghisap mereka berdua kedalamnya, sama seperti sebelumnya Xiao Ziya dan juga Pangeran Roze melintasi dimensi ruang dan waktu.
Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya dan juga Pangeran Roze sudah sampai di depan gerbang Klan Xiao. Para penjaga gerbang Klan Xiao sedikit terkejut melihat kedatangan Xiao Ziya dan seorang pemuda yang entah muncul dari arah mana.
"Salam pada nona Ziya." ucap para penjaga gerbang yang menunduk hormat saat Xiao Ziya dan seorang pemuda melintas masuk kedalam Klan Xiao.
**Hai hai para pembacaku, maaf ya author kelamaan hiatnya hehe gimana kabar kalian baik kan.
Jangan lupa Like, Vote, Komen, Rate, and Share ya**
__ADS_1