
Xiao Ziya dan sosok yang menyerupai dirinya itu saling bertarung aura satu sama lain. Meski aura yang dimiliki Xiao Ziya yang paling dominan adalah aura kegelapan, sedangkan sosok yang menyerupai dirinya memiliki aura putih yang begitu kuat. Tapi Xiao Ziya yakin aura putih yang sosok itu miliki bukanlah aura baik yang murni karna ia merasakan kebencian yang begitu mendalam pada aura itu.
"Menyerahlah kini giliranku yang akan menempati tubuh ini." ucap sosok yang menyerupai Xiao Ziya.
"Tidak, kau bukanlah aku karna aku adalah diriku sendiri jadi jangan pernah bermimpi aku akan mengalah padamu." ucap Xiao Ziya yang akan terus berusaha mempertahankan perjuangan yang telah ia lakukan selama bertahun tahun.
Dewi Yin Yuer yang ada di dalam cincin semesta milik Xiao Ziya dapat merasakan bahwa nonanya itu sedang dalam bahaya. Dewi Yin Yuer yang pernah berada di dunia spiritual Xiao Ziyapun segera pergi ke dalam dunia spiritual yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya. Saat sampai di sana Dewi Yin Yuer merasakan dua aura yang sedang bertarung namun ia tak bisa menemukan dimana keberadaan nona mudanya.
"Dimana jiwa nona Xiao Ziya, mengapa aku tak dapat menemukannya di sini." ucap Dewi Yin Yuer yang mulai mencari cari jiwa Xiao Ziya di sekitar dunia spiritual Xiao Ziya.
Saat melihat ke arah lautan spiritual milik Xiao Ziya, Dewi Yin Yuer merasa keheranan karna lautan spiritual milik Xiao Ziya berubah warna menjadi hitam pekat. Dewi Yin Yuerpun menyelam kedalam lautan spiritual Xiao Ziya saat sampai di pusat lautan spiritual, Dewi Yin Yuer menemukan dua jiwa yang sangat mirip dengan nonanya.
"Mengapa nonaku ada dua?." ucap Dewi Yin Yuer yang membuat kedua jiwa itu terkejut ternyata ada jiwa lain yang datang menghampiri mereka.
"Akulah Xiao Ziya yang asli tolong aku." ucap sosok yang mirip dengan Xiao Ziya, ia meminta pertolongan pada Dewi Yin Yuer.
Namun sang dewi merasa bahwa jiwa dengan aura putih itu bukanlah nona yang sudah menyelamatkannya, setelah menatap ke arah jiwa dengan aura kegelapan ia yakin bahwa itulah jiwa nonanya karna saat ia menatap kearah jiwa Xiao Ziya dengan aura kegelapan jiwa itu kembali menatapnya dengan tajam.
"Bukan kau bukanlah nonaku, aku hanya akan membawa nonaku saja." ucap Dewi Yin Yuer pada sosok yang menyerupai Xiao Ziya.
Jiwa Xiao Ziya yang asli menjauh dari jiwa yang menyerupai diriya. Xiao Ziya mendekat ke arah Dewi Yin Yuer.
"Bagaimana kau bisa masuk kesini." tanya Xiao Ziya yang merasa heran mengapa dewi itu bisa masuk ke alam spiritualnya.
"Saya pernah berada di sini sehingga saya bisa datang kesini nona. Mari kita keluar dari sini yang lain tengah khawatir pada kondisi tubuh nona yang semakin memburuk." ucap Dewi Yin Yuer yang berenang ke permukaan lautan spiritual namun jiwa Xiao Ziya tertahan di sana.
"Saya tak bisa pergi ini belum berakhir, tolong jaga yang lain." ucap Xiao Ziya yang meminta Dewi Yin Yuer untuk menjaga orang orang yang sedang mengkhawatirkannya.
Dewi Yin Yuer mematuhi perintah dari nonanya itu ia keluar dari dunia spiritual milik Xiao Ziya.
"Jika kau tak ingin menyerahkan tubuh yang kau tempati padaku maka tinggalah di sini selamanya bersamaku." ucap jiwa yang tadinya menyerupai Xiao Ziya namun tiba tiba saja berubah. Ternyata itu adalah jiwa milik Xiao Muer yang waktu itu tewas mengenaskan di tangan Xiao Ziya.
Saat Xiao Ziya pergi untuk menyelesaikannya dan meninggalkan Xiao Muer sendirian di Paviliun Xiao Bing, sepertinya Xiao Ziya melewatkan sesuatu yang telah terjadi pada Xiao Muer.
Xiao Muer yang tau bahwa dirinya tak akan selamat itu dan kemungkinan jiwanya akan dihancurkan oleh Xiao Ziya akhirnya merapalkan sebuah mantra kuno, mantra itu adalah sebuah mantra terlarang dimana setelah seseorang mati maka jiwanya akan pergi ke dunia spiritual milik orang yang paling ia benci.
Setelah kematian Xiao Muer jiwanya berpindah kedalam dunia spiritual Xiao Ziya, ia sangat tak menyangka bahwa dunia spiritual milik Xiao Ziya sangatlah luas dan tak terbatas selain itu tumbuh mawar es dan mawar api di tepi lautan spiritual gadis itu. Xiao Muer sangat iri dengan semua yang dimiliki oleh Xiao Ziya sehingga ia berencana untuk merebut tubuh Xiao Ziya.
Namun sebelum rencananya itu berhasil tiba tiba saja ada sesuatu yang menarik jiwa Xiao Muer dan menenggelamkannya di dalam lautan spiritual milik Xiao Ziya dan disanalah jiwa Xiao Muer tersegel.
__ADS_1
Saat Xiao Ziya melawan srigala iblis segel yang menahan jiwa Xiao Muer melemah dan jiwa gadis itu bisa bebas. Saat Xiao Ziya pingsan dan jiwanya masuk kedalam dunia spiritual miliknya sendiri disitulan Xiao Muer melancarkan aksinya dengan cara meniru wujud dari Xiao Ziya.
"Hah ternyata itu kau, ku kira jiwamu sudah di siksa di alam neraka." ucap Xiao Ziya yang kini tau bahwa jiwa yang berpura pura menjadi sisi lain dari jiwanya adalah jiwa milik Xiao Muer yang masuk kedalam dunia spiritualnya menggunakan mantra terlarang.
"Hahahaha aku akan mendapatkan tubuhmu dan memiliki semua yang kau miliki." ucap Xiao Muer yang sepertinya terlalu percaya diri.
Xiao Ziya menatap jiwa Xiao Muer dengan jijik, seharusnya ia memastikan semuanya dengan baik. Namun ini semua belum terlambat. Xiao Ziya menarik jiwa Xiao Muer hingga mereka sekarang ada di permukaan lautan spiritual Xiao Ziya.
Xiao Ziya membawa jiwa Xiao Muer hingga sampai di hamparan bunga mawar api.
"Hahaha jadi kau menyerah sekarang, itu keputusan yang bagus." ucap Xiao Muer yang mengira Xiao Ziya mengalah atau mengaku kalah atas dirinya.
"Jangan bermimpi terlalu jauh, ini lautan spiritualku dan tentu saja aku bisa melakukan apapun sesukaku." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat marah pada jiwa Xiao Muer. Berani beraninya gadis itu memanfaatkan dirinya yang sedang melemah. Kali ini ia akan memberikan pelajaran pada gadis itu dan juga merupakan peringatan untuk semua orang walaupun jiwanya sedang melemah namun ia tak bisa diremehkan.
Xiao Ziya membuat sebuah pola sihir sederhana kemudian mengarahkan pola sihir itu pada jiwa Xiao Muer. Jiwa Xiao Muer yang tadinya ada di dunia spiritual milik Xiao Ziya tiba tiba berpindah dalam sebuah tubuh yang asing bagi Xiao Muer.
Jiwa Xiao Ziya kembali ke alam sadarnya gadis itu perlahan membuka matanya, dan ia melihat banyak orang yang sedang mengelilingi dengan tatapan penuh kesedihan.
"Akhirnya kau sadar juga putriku yang cantik, ayah sangat cemas padamu." ucao Xiao Cunyu yang juga ada di sana.
Saat Xiao Xun pergi ke Klan Xiao dan mengabari sang ayah bahwa Xiao Ziya pingsan dan tak kunjung sadar membuat Xiao Cunyu sangat khawatir dan langsung pergi menuju Akademi Kekaisaran Qiyu begitupun dengan Kaisar Yan yang langsung meninggalkan pekerjaanya yang masih menumpuk di kekaisaran.
Xiao Ziya tak tau bahwa ia sudah tak sadarkan diri selama tiga hari, dan selama tiga hari itu tabib sempat menyatakan bahwa Xiao Ziya telah meninggal karna detak jantungnya tak terdeteksi untunglah setelah diperiksa lagi sang tabib bisa merasakan detak jantung dari Xiao Ziya. Jika sampai gadis itu meninggal maka seluruh dunia akan gempar.
"Aku baik baik saja, maaf telah membuat kalian khawatir." ucap Xiao Ziya yang sangat tak enak hati pada yang lain karna beberapa hari ini dirinya telah membuat banyak orang merasa cemas karnanya.
"Tak apa putriku, sekarang beristirahatlah hingga kondisimu pulih, teman temanmu yang lain juga ingin mengunjungimu." ucap Xiao Cunyu yang mengajak kedua putranya untuk keluar dari ruang kesehatan akademi karna banyak yang ingin mengunjungi Xiao Ziya.
Saat Xiao Cunyu, Xiao Xun, dan Xiao Yan keluar dari ruang kesehatan teman teman Xiao Ziya berebut untuk masuk kedalam ruang kesehatan untuk melihat kondisi Xiao Ziya yang sudah membaik.
"Aku ingin melihat saudariku terlebih dahulu." ucap Xiao Yuna yang berdesakan dengan yang lain untuk masuk kedalam.
"Aku duluan." ucap Ling Zungze yang juga ingin masuk kedalam untuk melihat kondisi Xiao Ziya.
Mereka saling berebut hingga Ling An yang ada di sana bersama petinggi yang lain merasa pusing melihat tingkah murid murid mereka yang begitu bersemangat saat Xiao Ziya sudah sadar dan membaik.
"Lihatlah begitu gadis itu dicintai oleh semua murid." ucap Ling An yang menggeleng gelengkan kepalanya.
"Semua karna Master Ziya sangat luar biasa dan ini pertama kalinya ia terluka." ucap Xiao Mian yang merupakan panatua ketiga dari Akademi Kekaisaran Qiyu.
__ADS_1
Xiao Ziya yang ada di ruang kesehatan akademi bisa mendengar kegaduhan yang terjadi di luar ruangannya, gadis itu hanya tetawa pelan karna nyatanya ia begitu dicintai oleh banyak orang sehingga ia harus berlatih lagi agar lebih kuat dan mampu melindungi semua orang yang mencintainya.
"Ya, aku tak pernah sendirian di sini." ucap Xiao Ziya pelan.
Sedangkan saat ini jiwa Xiao Muer menempati sebuah tubuh yang sangat asing, saat ia ingin menggerakkan badan yang baru saja jiwa Xiao Muer tempati ia merasa sedikit kesulitan. Saat ia mencoba untuk melihat seperti apa bentuk tangannya betapa terkejutnya Xiao Muer karna jiwanya berada di tubuh seekor ular berwarna putih.
"Arrrggh Xiao Ziya sialan beraninya kau memindahkan jiwaku ke seekor ular piton." triak Xiao Muer yang tak terima dengan apa yang telah Xiao Ziya lakukan padanya.
Dan yang membuat Xiao Muer semakin kesal adalah karna ia tak tau dimana dirinya berada sekarang, yang ia lihat hanyalah pohon pohon yang sangat tinggi dan juga semak semak lebat yang menghalangi pandangannya. Menjadi seekor binatang seperti ini adalah sebuah penghinaan yang sangat besar apalagi dirinya menjadi seekor ular yang bahkan tak memiliki kaki seperti hewan hewan lainnya.
Kini Xiao Ziya tengah bercengkrama dengan Xiao Yun dan juga Muyen karna Yunalah yang memenangkan perdebatan antara dirinya dan juga Ling Zungze.
"Apa yang terjadi padamu saudariku, mengapa kau bisa sampai seperti ini." ucap Xiao Yuna yang tampak sedih.
"Aku hanya kelelahan saja Yuna jiejie." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuat kakak sepupunya itu semakin cemas.
"Murid yang tinggal di sebelah paviliumu berkata jika kau tak ada di paviliun selama berhari hari dan dialah yang menemukanmu dalam kondisi pingsan di depan gerbang paviliun." ucap Muyen yang menceritakan tentang Ling Zungze yang membawa Xiao Ziya ke ruang kesehatan.
"Ah jadi dia yang menemukanku." ucap Xiao Ziya yang mengangguk anggukkan kepalanya faham.
Setelah itu Xiao Yuna dan Muyen keluar dari ruang kesehatan kini giliran Ling Zungze yang masuk ke ruang kesehatan.
"Kondsimu jauh lebih baik sekarang." ucap Ling Zungze yang sempat merasa ketakutan saat menemukan Xiao Ziya dalam kondisi pingsan.
"Trimakasih karna telah membawa saya ke ruang kesehatan." ucap Xiao Ziya yang sangat bertrimakasih karna Ling Zungze langsung membawanya ke ruang kesehatan bukan melakukan hal yang aneh aneh pada dirinya.
"Lain kali master harus lebih berhati hati." ucap Ling Zungze yang tak mau hal seperti itu terulang lagi untuk yang kedua kalinya.
"Baiklah saya akan lebih berhati hati lagi kedepannya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum manis ke arah Ling Zungze hingga pemuda itu hampir lupa cara bernafas.
Setelah semua telah selesai mengunjungi Xiao Ziya, gadis itu memilih untuk beristirahat sejenak karna masih banyak hal yang harus ia lakukan, dan Xiao Ziya berfikir bahwa dirinya masih sangat lemah sehingga ia harus berlatih keras lagi.
"Hah semangat Xiao Ziya semangat." ucap Xiao Ziya yang tengah menyemangati dirinya sendiri.
Haripun berganti dengan begitu cepat, kondisi Xiao Ziya juga berangsur angsur membaik sehingga dirinya bisa kembali ke paviliunnya yang ada di akademi. Bukannya beristirahat Xiao Ziya malah berlatih pedang di halaman belakang paviliunnya. Banyak jurus baru yang Xiao Ziya pelajari, keringat bercucuran dari kening gadis itu. Saat ia tengah bersemangat berlatih tiba tiba ada yang mengagetkannya.
"Putriku apa yang sedang kau lakukan, bukankah ayah sudah mengingatkanmu untuk beristirahat." ucap Xiao Cunyu yang meminta agar putrinya beristirahat sejenak dari berlatih pedang.
"Saya ingin menjadi lebih kuat lagi ayah." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan sebentar latihanya kemudian beristirahat di sebuah pohon yang ada di halaman belakangnya bersama sang ayah yang setia menunggunya.
__ADS_1
Hai hai semua akhirnya aku bisa update lagi walau ga banyak karna tangan aku masih nyut nyutan banget. Jangan lupa follow aku buat yang belum follow, vote buat yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun aku seneng banget, like like like, komen, rate, share ke temen temen kalian, tips.