
Setelah berunding dengan beberapa guru di Paviliun Obat Langit, Jiangnan memutuskan untuk bertemu dengan Xiao Ziya malam itu juga. Hal yang perlu mereka pikirkan adalah bagaimana caranya masuk kedalam Istana Kerajaan Bintang Timur tanpa diketahui oleh Selir Mue Zu bahwa mereka berkunjung kesana. Cukup lama mereka semua berfikir hingga menemukan sebuah cara dan semoga saja rencana mereka berhasil untuk menyelamatkan Xiao Ziya.
"Siapa yang akan pergi bersama anda?." ucap Ling Jin dengan tatapan bingung.
"Saya akan pergi bersama dengan Henzo, kalian tunggulah di sini dan siapkan racun yang dipesan oleh Selir Mue Zu, pastikan racun itu memiliki efek paling ringan." ucap Jiangnan pada guru guru yang lain.
Akhirnya Jiangnan dan Henzo pergi dari Paviliun Obat Langit menuju Istana Kerajaan Bintang Timur. Di sisi lain Selir Mue Zu baru saja kembali ke istana utama, suasana di dalam istana utama sangat sepi dan hanya ada beberapa prajurit yang sedang berjaga karna hal itulah tak ada yang curiga dari mana Selir Mue Zu, dan mengapa wanita itu kembali saat larut malam. Selir Mue Zu masuk kedalam kamar, ia sudah tak sabar menunggu hari kematian Ratu Junyi Zu dan Xiao Ziya.
"Mereka berdua akan mati dengan cara yang sangat mengenaskan." ucap Selir Mue Zu, wanita itu memejamkan matanya dan mulai masuk ke dalam alam mimpi.
Saat ini Xiao Ziya, Raja Yongling Zu, dan Putra Mahkota Yunzo Zu sedang berada di penjara bawah tanah. Xiao Ziya akan membuktikan bahwa Nyonya Yingwa Zuvana, Zuen, dan Hana adalah bagian dari alam neraka dan seorang iblis yang telah kabur dari sana. Di sebuah sel tahanan kosong Xiao Ziya membuat beberapa pola sihir yang sangat rumit hingga Raja Yongling Zu tak mengerti arti dari pola pola dan tulisan aneh itu, Putra Mahkota Yunzo Zu hanya mengamati apa yang sedang dilakukan oleh adik tirinya itu.
"Apa yang sedang anda gambar di lantai?." tanya Raja Yongling Zu, ia berharap itu bukan sihir untuk meledakkan Istana Kerajaan Bintang Timur.
Xiao Ziya tak menjawab pertanyaan sang raja karna ia harus fokus menyelesaikan pola sihir kutukan itu, tak boleh ada kesalahan sedikitpun jika tidak akan berakibat fatal bagi Xiao Ziya maupun orang orang yang berada di dalam penjara bawah tanah. Karna diabaikan oleh Xiao Ziya, Raja Yongling Zu memilih untuk diam dan mengamati seperti Putra Mahkota karna mungkin saat ini Xiao Ziya membutuhkan waktu untuk tenang. Setelah menunggu cukup lama akhirnya sebuah pola sihir dengan ukuran yang sangat besar sudah selesai dibuat oleh Xiao Ziya, gadis itu tersenyum puas melihat hasil karyanya yang luar biasa.
"Anda sudah selesai Nona Ziya?" tanya Raja Yongling Zu dengan senyuman tipis serta tatapan datar.
"Saya sudah menyelesaikan pola sihir kutukan ini, Anda bisa meminta beberapa prajurit untuk membawa ketiga tahanan kesini." ucap Xiao Ziya dengan wajah datar juga, ia tak merasa bersalah pada Raja Yongling Zu meski telah mengabaikan perkataanya tadi.
Raja Yongling Zu memanggil beberapa prajurit yang bertugas menjaga penjara bawah tanah, sang raja meminta prajurit itu untuk membawa ketiga tahanannya. Tak butuh waktu lama para prajurit itu kembali dengan membawa Yingwa Zuvana, Zuen, dan Hana. Yingwa Zuvana memberontak ketika melihat pola sihir yang ada di dalam sel tahanan kosong, menurut pengetahuan yang ia miliki pola sihir itu akan mengutuk setiap iblis yang berani melarikan diri dari tempat mereka. Para iblis yang terkana kutukan akan berubah menjadi wujud asli mereka dan merasakan panas luar biasa sedang membakar tubuh mereka.
"Lepaskan saya, saya tak ingin masuk kedalam sana." ucap Yingwa Zuvana sembari mendorong beberapa prajurit yang ingin memasukkannya kedalam sel tahanan itu.
"Masukkan mereka bertiga, dan kalian bisa kembali ke tempat masing masing." perintah Xiao Ziya dengan sorot mata tajam, gadis itu benar benar serius ingin membuktikan pada Raja Yongling Zu bahwa mereka bertiga adalah iblis.
Para prajurit melempar Yingwa Zuvana, Zuen, dan Hana dengan kasar ke dalam sel tahanan itu kemudian mereka pergi. Xiao Ziya menatap ke arah mereka bertiga, tiba tiba saja gadis itu tersenyum dengan mata memerah. Yingwa Zuvana menelan ludah dengan kasar, bagaimana bisa ia berurusan dengan iblis kejam seperti gadis itu dan jika identitasnya terbongkar maka ia akan dijemput oleh beberapa Jenderal Iblis ataupun Raja Artur untuk mendapat hukuman di alam neraka.
"Mengunci." ucap Xiao Ziya. Tiba tiba pola sihir yang berada di dalam sel tahanan itu memutar dengan kecepatan tinggi lalu muncul rantai rantai berwarna hitam pekat dengan suhu panas tinggi. Rantai rantai itu melilit tubuh Yingwa Zuvana, Zuen, dan Hana dengan sangat erat hingga mereka merasa kesakitan.
"Tolong lepaskan kami Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Nyonya Yingwa Zuvana dengan suara yang sangat memilukan, ia tak sanggup bila harus mendapat hukuman dari alam neraka.
"Kami penduduk Wilayah Kerajaan Bintang Timur, anda tak bisa membiarkan orang luar menyiksa kami seperti ini." ucap Hana denhan mata berkaca kaca, seluruh tubuhnya terasa sedang dibakar oleh api yang sangat panas.
"Bisakah Anda menghentikannya Nona Ziya?." tanya Raja Yongling Zu yang tak tega melihat mereka bertiga berteriak kesakitan dan merasa tersiksa.
__ADS_1
Xiao Ziya menggelengkan kepala dengan cepat, sihir kutukan alam neraka bukanlah sesuatu yang bisa dibatalkan hanya dengan mengentikan mantra atau menghapus pola sihirnya saja. Jika semua proses kutukan tak diselesaikan dengan baik maka orang yang membuat pola sihir itu akan diambil nyawanya dengan paksa oleh jiwa jiwa iblis yang terikat di dalam sihir itu. Xiao Ziya tak akan mengorbankan nyawanya sendiri demi ketiga pemberontak itu, dan dari awal Raja Yongling Zu yang memintanya untuk membuktikan apakah mereka bertiga benar benar iblis ataukah bukan.
"Saya Xiao Ziya penerus langsung dari Raja Artur mengaktifkan sihir kutukan ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu melukai ujung jari telunjuk dengan sebuah pisau kemudian meneteskan darahnya pada pola sihir itu.
Pola sihir yang berada di dalam sel penjara mengeluarkan cahaya berwarna merah pekat, muncul suara suara aneh yang dapat di dengar oleh Raja Yongling Zu maupun Putra Mahkota Yunzo Zu hingga keduanya merasa merinding. Para tahanan lain yang ada di sana merasakan aura kematian yang sangat kuat, mereka tak tau apa yang terjadi namun mereka berharap tak terlibat dalam kejadian itu. Tiba tiba saja Yingwa Zuvana, Zuen, dan Hana berubah menjadi tiga sosok iblis yang sangat menyeramkan. Xiao Ziya menaikkan salah satu alisnya, ternyata ketiganya adalah iblis yang pernah dikurung di dalam penjara alam neraka.
"Ternyata itu kalian? pantas saja kalian bisa kabur dari alam neraka." ucap Xiao Ziya dengan seringai menyeramkan.
"Lepaskan kami sialan." umpat Hana dengan mata merah dan tanduk besar yang ada di kepalanya, gadis itu memiliki wujud yang paling menyeramkan diantara Nyonya Yingwa Zuvana dan Zuen.
Sedangkan di sisi lain Raja Artur yang sedang sibuk membaca beberapa laporan tentang jiwa jiwa manusia yang beru memasuki alam neraka, beberapa diantara mereka akan menjadi penduduk alam neraka jika masih memiliki hati yang baik dan sisanya akan mendapatkan hukuman di penjara alam neraka. Saat Raja Artur sedang fokus dengan tugasnya itu ia merasakan aura kehadiran beberapa iblis yang pernah melarikan diri dari penjara neraka.
"Mereka mulai memperlihatkan diri." ucap Raja Artur dengan sorot mata tajam, ia harus menangkap semua tahanan yang telah kabur untuk keseimbangan alam semesta ini.
"Dimana mereka sekarang? akan sulit jika saya harus menghampiri seluruh lapisan dunia." ucap Raja Artur lagi, terkadang penglihatannya akan terhalang oleh beberapa sihir pelindung yang dibuat oleh beberapa dewa untuk melindungi lapisan lapisan dunia yang ada.
Xiao Ziya saat ini sedang menunggu kedatangan Raja Artur, namun gadis itu merasa bahwa si kakek tua tak akan datang. Ziya yang merasa kesal akhirnya berteriak dengan kencang dan memaksa Raja Artur untuk menghampirinya sekarang juga.
"Kakek tua cepatlah datang kesini, jangan membuang buang waktu saya yang sangat berharga!!!." triak Xiao Ziya menggunakan energi qi yang miliki.
Raja Artur cukup terkejut mendengar suara teriakan dari Xiao Ziya, pria itu langsung bersiap menghampiri gadis nakal itu. Raja Artur membaca mantra teleportasi yang diajarkan oleh Ratu Rexuca saat mereka masih berada di markas perbatasan Klan Yuang Yie, dengan secepat kilat Raja Artur melintasi dimensi ruang dan waktu. Dalam beberapa menit Raja Artur sudah berada di samping Xiao Ziya, pria itu menjitak kepala Ziya dengan pelan.
"Apa yang kau katakan tadi gadis nakal." ucap Raja Artur dengan tatapan tajam.
"Dasar kakek tua, mengapa anda sangat lama datang kesini. Saya sudah tak sanggup melihat wajah beruk mereka." ucap Xiao Ziya sembari menunjuk ke arah tiga iblis yang sedang berada di dalam sel tahanan.
"Yang Mulia Raja Artur tolong ampuni kami, kami tau apa yang kami lakukan membuat keseimbangan alam neraka menjadi kacau, kami melakukan hal ini karna tak sanggup menahan panas di penjara paling bawah alam neraka." ucap Hana yang sedang memohon ampun pada Raja Artur.
"Kami berjanji tak akan kabur dari alam neraka lagi." ucap Zuen, sihir kutukan itu terus menyiksa mereka bertiga tanpa henti.
"Apakah anda bersedia menyerahkan mereka bertiga pada Yang Mulia Raja Artur?." tanya Xiao Ziya pada Raja Yongling Zu, ia perlu meminta izin pada pria itu karna ketiga iblis yang telah ia tangkap tinggal cukup lama di Wilayah Kerajaan Bintang
Timur.
"Karna mereka penduduk asli alam neraka, maka saya dengan senang hati menyerahkannya pada Raja Artur." jawab Raja Yongling Zu yang tak keberatan jika Yingwa Zuvana, Hana, dan Zuen dibawa pergi ke alam neraka. Lagipula Raja Yongling Zu tak yakin bahwa penjara bawah tanah Kerajaan Bintang Timur dapat menahan ketiga iblis itu dalam waktu lama.
__ADS_1
"Baiklah saya akan membawa mereka dan memberikan hukuman yang setimpal. Sebagai penguasa Alam Neraka, saya melepaskan sihir kutukan yang telah diaktifkan oleh penerus saya." ucap Raja Artur yang menarik kembali sihir kutukan itu dengan mudah karna ia memiliki garis keturunan murni dari para Raja terdahulu di alam neraka.
"Trimakasih atas kerjasamanya." ucap Raja Artur yang langsung menghilang dari hadapan semua orang dengan membawa ketiga iblis itu bersamanya.
"Kakek tua itu tetap menyebalkan." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, cara berpamitan Raja Artur memang sangat aneh.
"Anda memiliki hubungan yang sangat dekat dengan penguasa alam neraka, kelihatannya dia pria yang baik." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu, ini pertama kalinya sang putra mahkota bertemu dengan Raja Artur. Sang Putra Mahkota juga merasakan aura kematian dari Raja Artur meski tak sekuat aura kematian milik Xiao Ziya.
"Dia seorang kakek tua yang menyebalkan, karna masalahnya telah selesai saya pamit untuk kembali ke istana putri." ucap Xiao Ziya yang langsung pergi dari penjara bawah tanah Kerajaan Bintang Timur, gadis itu berjalan dengan santai di lorong lorong istana utama dan menyapa beberapa pelayan yang keluar dari kamar mereka.
Saat melewati bagian belakang istana utama Xiao Ziya sempat melihat dua orang yang mondar mandir di luar gerbang belakang Istana Kerajaan Bintang Timur, karna khawatir kedua orang itu adalah penjahat yang disewa oleh Selir Mue Zu akhirnya Xiao Ziya melesat untuk menemui kedua orang itu.
Setelah sampai di luar gerbang belakang Istana Kerajaan Bintang Timur, Xiao Ziya menatap bingung ke arah Jiangnan dan Henzo yang ada di sana. Mengapa dua orang dari Paviliun Obat Langit berada di luar istana? mungkinkah mereka berdua ingin mengirimkan obat secara diam diam pada salah satu anggota Kerajaan Bintang Timur.
"Salam hormat kami pada Nyonya Xiao Ziya." ucap Jiangnan dan Henzo yang memberikan salam pada Xiao Ziya dengan membungkukkan badan mereka.
"Saya terima salam kalian, untuk apa kalian datang ke Istana Kerajaan Bintang Timur malam malam seperti ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh dengan selidik, jika mereka berdua bekerja sama dengan Selir Mue Zu maka mereka perlu mendapat pukulan yang kuat dari gadis itu.
"Kami datang untuk memberitahukan informasi penting pada Anda." ucap Jiangnan dengan raut wajah tenang karna ia datang bukan untuk mencari masalah dengan Xiao Ziya.
"Katakanlah." jawab Xiao Ziya dengan tatapan dingin.
"Beberapa saat yang lalu Selir Mue Zu datang ke Paviliun Obat itu untuk bertemu dengan saya, sang selir meminta saya untuk membuat racun paling mematikan untuk menyingkirkan anda serta Yang Mulia Ratu Junyi Zu. Karna Anda pernah membantu saya sebelumnya, saya datang untuk memberitahu anda tentang hal ini agar terhindar dari rencana jahat Selir Mue Zu. Saya juga meminta pada beberapa guru di Paviliun Obat Langit untuk membuat racun dengan efek yang ringan." jelas Jiangnan pada Xiao Ziya agar gadis itu tak salah faham padanya.
"Jadi wanita rubah itu sudah mulai melakukan pergerakan baru, kalian buat saja racun dengan efek melumpuhkan pada Selir Mue Zu. Saya punya rencana yang bagus untuk membalas niat jahatnya itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar, Selir Mue Zu tak akan pernah menang jika ingin melawan Xiao Ziya.
"Baiklah kami akan menuruti permintaan Nona Ziya, kami harap nona menjaga diri dengan baik di tempat ini." ucap Jiangnan yang khawatir ada Anggota Keluarga Kerajaan lain yang menginginkan kematian Xiao Ziya selain Selir Mue Zu.
"Saya bisa menjaga diri dengan baik, kalian tak perlu khawatir. Ini imbalan untuk kalian." ucap Xiao Ziya memberikan sebuah kotak kayu pada Jiangnan dan Henzo.
"Apa ini Nona Ziya? kami tak menginginkan imbalan dari anda." ucap Henzo yang merasa tak enak hati jika harus menerima pemberian dari Xiao Ziya karna ia tak melakukan apapun.
"Ambillah, jika tidak saya akan sangat marah karna merasa terhina." ucap Xiao Ziya dengan tegas.
Jiangnan dan Henzo hanya bisa pasrah, mereka menerima pemberian Xiao Ziya kemudian pamit untuk kembali ke Paviliun Obat Langit. Setelah kepergian mereka berdua Xiao Ziya melanjutkan perjalanannya menunju istana putri dan masuk ke dalam kamar Putri Beiling Zu.
__ADS_1
Hai hai semuanya author balik lagi nih. Jangan lupa mampir ke Novel Putri Amerilya dan Novel Ling Huo karna author butuh banget dukungan dari kalian. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.