RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akademi Merpati


__ADS_3

Orang orang dari aliansi tengkorak hitam sepertinya tidak bisa bersabar sebentar. Beberapa dari mereka memilih untuk menyeran Xiao Ziya dengan berutal. Xiao Ziya dapat menghindari semua serangan serangan yang ditujukan padanya. Gadis itupun gerem tangannya mengepal dengan keras dan mengeluarkan aura hitam pekat.


Bugh bugh bugh


Pukulan demi pukulan mengenai telak orang orang dari aliansi tengkorak hitam itu. Xiao Ziya menyerang dengan tangan kosong namun mampu menumbangkan mereka. Karna tak ingin menjadi pusat perhatian Xiao Ziya berencana menyelesaikan semua ini dengan cepat.


"Argh mengapa gadis kecil sepertimu memiliki tenaga yang begitu besar." ucap salah satu dari anggota aliansi tengkorak hitam.


"Kalian tak perlu banyak bicara, nantinya aku masih membutuhkan kalian." ucap Xiao Ziya yang langsung memasukkan kelompok aliansi tengkorak hitam itu kedalam cincin semestanya dan meminta Zier untuk menjaga mereka semua.


Yin Yifeng dan Xu Yuan menatap Xiao Ziya dengan heran, kemana perginya kelompok aliansi tengkorak hitam itu? mereka berdua tau jika gadis yang ada di hadapannya itu memiliji sebuah cincin dimensi yang dapat menyimpain berbagai macam benda. Namun mereka berdua tak menyangka bahwa cincin milik Xiao Ziya dapat menyimpan makhluk hidup juga.


"Nona memasukkan mereka ke dalam cincin itu?." tanya Xu Yuan yang masih penasaran.


Pasalnya sebuah cincin dimensi atau cincin ruang yang dapat menyimpan makhluk hidup sangatlah jarang bahkan sangat langka.


"Ya saya memasukkan mereka kedalam cincin ini senior. Karna sudah tak ada masalah lagi saya pamit untuk kembali ke penginapan." ucap Xiao Ziya yang melompat ke atas dan masuk kembali ke kamarnya melalui jendela kamar yang masih terbuka.


"Bukankah junior kita terlalu hebat?." tanya Yin Yifeng pada Xu Yuan yang masih terperanjat dengan tindakan yang dilakukan oleh Xiao Ziya.


"Gadis itu memang sangat luar biasa, namun siapa permaisuri yang dimaksut oleh nona Ziya." ucap Xu Yuan yang masih penasaran, jika bisa ia akan membantu Xiao Ziya untuk menyingkirkan orang orang menyebalkan yang menghalangi jalannya.


Setelah itu Yin Yifeng dan Xu Yuan memilih untuk melanjutkan acara makan mereka yang sempat terganggu tadi.


Sedangkan di tempat lain saat ini murid murid dari akademi lain mulai berdatangan satu persatu, mereka mulai mencari penginapan yang cocok untuk ditinggali selama berada di Kekaisaran Binzo. Namun penginapan yang ditempati oleh Xiao Ziya memang sangat menarik perhatian peserta lain.


"Kepala akademi Sunbi, kami ingin menginap di penginapan ini." ucap Ruo Bai yang tertarik dengan penginapan nuansa emas itu.


"Saya akan tanyakan terlebih dahulu pada pengelola penginapan." ucap Kepala Akademi Merpati.


Mereka adalah perwakilan dari Akademi Merpati yang berada di wilayah paling selatan dunia bawah. Akademi Merpati merupakan salah satu akademi yang tidak berada di suatu wilayah kerajaan maupun suatu kekaisaran. Mereka berada di sebuah wilayah yang diselimuti salju yang sangat tebal.


Saat kepala akademi merpati bertanya pada pengelola penginapan yang ternyata bernama penginapan kaisar emas, hanya tersisa beberapa kamar vip dengan tarif permalam yang sangat mahal. Kepala Akademi Merpati terlihat berfikir sejenak mereka membawa koin emas yang sangat cukup, jika terlalu banyak menggunakan koin emas untuk tempat tinggal mungkin saja mereka akan kekurangan saat perjalanan pulang nanti.

__ADS_1


Dilain sisi saat ini Xiao Ziya sudah terbangun dari tidur lelapnya ia mandi dan mengganti pakaian dengan sebuah gaun yang bisa dibilang sederhana dan tak menunjukan statusnya sebagai seorang bangsawan. Walaupun begitu Xiao Ziya tetap memancarkan aura emas yang menunjukkan jatidirinya sebagai seseorang yang memiliki status yang tinggi.


"Humm aku sedikit lapar, sepertinya di lantai bawah penginapan ini adalah sebuah tempat makan." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari kamar dan mulai menuruni anak tangga satu persatu.


"Bagaimana kepala akademi, apakah kita bisa tinggal di sini selama mengikuti turnamen?." tanya Ruo Bai yang sangat berharap bisa tinggal di penginapan yang mewah, hal hal semacam ini tidak bisa ia temukan di wilayah selatan.


Dikarnakan wilayah paling selatan dari dunia bawah tertutupi salju yang sangat tebal sehingga hanya ada beberapa desa saya yang ada di sana dan sangat jarang ditemukan para pedangang yang mau berinfestasi di tempat semacam itu.


"Maaf sepertinya kita harus mencari penginapan lain, kita bisa saja menginap di sini namun kita akan kekurangan biyaya perjalanan pulang." ucap Kepala Akademi Xi Sunbi yang sebenarnya tak ingin mengecewakan murid muridnya.


"Kita bisa mencari penginapan lain, mohon saudara Ruo Bai lapang dada." ucap Yin Er yang juga merupakan salah satu murid dari Akademi Merpati yang ikut berpartisipasi dalam turnamen kali ini.


Xiao Ziya yang sudah ada di lantai bawah dan tengah menyantap makanannya itu sedari tadi mendengarkan percakapan antara murid dan kepala akademi itu, gadis itu sempat berfikir sejenak, bukankah wilayah paling selatan dunia bawah itu sangat berbahaya karna untuk mencapainya saja harus melewati hutan hutan yang di jaga oleh binatang iblis dan binatang sihir tingkat tinggi. Bukankah kemampuan mereka begitu hebat hingga bisa sampai di Kelaisaran Binzo tanpa ada luka sedikitpun di tubuh mereka?.


"Haruskah aku membantu mereka? mengapa pemuda tadi terlihat seperti ingin manangis." ucap Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya, bagi Xiao Ziya mungkin hal itu sedikit lucu namun ia tak ingin membuat orang yang bersangkutan tersindir.


Kelompok Akademi Merpati hendak meninggalkan penginapan itu, Xiao Ziya sudah memutuskan bahwa ia akan membantu mereka, lagipula koin koin emasnya ini tak akan habis jika ia terlalu sering meniyimpan tanpa mengeluarkan koin. Mungkin ini terdengar sedikit boros namun tak ada yang salah jika ia membatu orang lain dengan kekayaan yang ia miliki sekarang.


"Permisi maaf jika saya mengganggu." ucap Xiao Ziya yang saat ini sudah berada si hadapan perwakilan dari Akademi Merpati itu.


"Maaf ada keperluan apa hingga nona menghalangi jalan kami?." tanya Kepala Xi Sunbi yang bisa merasakan aura emas yang terpancar dari tubuh Xiao Ziya.


"Saya tadi secara tak sengaja mendengar percakapan kalian, jika saya boleh tau kalian ini kelompok yang ikut berpartisipasi dalam turnamen?." tanya Xiao Ziya dengan sopan karna mereka terlihat seperti orang orang baik yang tak memiliki niatan jahat.


"Ah iya kami adalah perwakilan dari Akademi Merpati." ucap Sin Sihu yang merupakan dewan keamanan Akademi Merpati yang terlihat sedikit was was dengan kehadiran Xiao Ziya.


Tentu saja Xiao Ziya menyadari hal tersebut namun ia menghiraukan hal tersebut karna itu adalah sesuatu yang sangat wajar, siapapun akan was was dengan orang yang baru pertama kali mereka temui.


Xiao Ziya mengajak orang orang yang berasal dari Akademi Merpati itu untuk masuk kedalam restoran yang ada di penginapan itu.


"Silahkan duduk dan pesan sesuatu, kalian tenang saja saya yang akan membayar." ucap Xiao Ziya yang melihat bahwa sebagian dari mereka terutama murid murid yang berpartisipasi terlihat kelaparan.


"Apakah nona serius ingin mentraktir kami? nona tak merasa menyesal?." tanya Ruo Bai yang terlihat sangat senang.

__ADS_1


Xiao Ziya membalas pertanyaan dari Ruo Bai dengan anggukan kepala, akhirnya mereka mulai memesan makanan tanpa sungkan lagi. Xiao Ziya mulai memperhatikan murid murid dari Akademi Merpati itu satu persatu untuk melihat seberapa kuat aura yang mereka miliki.


Setelah mengamati beberapa saat mereka memiliki aura yang sama yaitu biru dan putih, hawa dingin juga sangat terasa ketika Xiao Ziya berada di dekat mereka itu artinya murid murid dari Akademi Merpati sebagian besar berelemen air dan es.


"Maaf jika saya lancang namun sedari tadi nona belum memperkenalkan diri." ucap Xu Yansu yang merupakan seorang murid yang ikut berpartisipasi.


"Sepertinya saya kelupaan memperkenalkan diri, saya Xiao Ziya mewakili Akademi Kekaisaran Qiyu dalam turnamen kali ini." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan dirinya dengan singkat namun bisa membuat perwakilan dari Akademi Merpati merasa terkejut.


Saat berada di Akademi Merpati mereka banyak mendengar cerita tentang beberapa akademi hebat yang ada di luar wilayah mereka dan Akademi Kekaisaran Qiyu salah satunya.


"Wah ini sungguh hebat kami bisa bertemu dengan nona." ucap Yin Er yang terlihat sangat antusias.


Setelah beberapa saat mereka semua sudah selesai makan Xiao Ziya membayar tagihan kemudian ia pergi ke tempat pengelola penginapan dan memberikan sekantung koin emas.


"Tolong siapkan kamar untuk mereka, saya akan kembali ke kamar terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang mulai menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


Pengurus penginapanpun memhampiri kelompok dari Akademi Merpati yang masih duduk menunggu Xiao Ziya kembali.


"Silahkan kalian semua ikut saya, kami sudah menyiapkan beberapa kamar untuk kalian tinggal." ucap pengelola penginapan.


"Kami tidak memiliki koin emas yang cukup untuk membayar kamar vip." ucap Kepala Akademi Merpati yang merasa heran karna biyaya yang dibutuhkan untuk kamar vip sangatlah mahal.


"Nona yang duduk bersama kalian tadi sudah membayar semua biyaya kalian selama berada di penginapan kami." ucap pengelola penginapan yang membuat mereka tak percaya. Mengapa Xiao Ziya sangat baik pada orang orang yang baru pertama kali ia kenal?.


"Lalu dimana nona Ziya sekarang?." tanya Sin Sihu yang ingin bertemu dengan Xiao Ziya. Dia akan menanyakan lebih detail lagi apa maksut dari Xiao Ziya.


"Nona Ziya sudah kembali ke kamarnya, jika kalian ingin menemuinya saya akan menyampaikannya nanti, sekarang kalian bisa ikut saya." ucap pengelola penginapan yang mengantar mereka menuju kamar masing masing.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang ada di dalam kamarnya, ia melihat jari jarinya yang membeku akibat duduk terlalu lama dengan perwakilan Akademi Merpati.


"Saat turnamen nanti aku harus lebih waspada pada mereka, aura es yang dipancarkan sangatlah kuat hingga jari jariku saja membeku." ucap Xiao Ziya yang masih sedikit tak percaya. Untuk melelehkan jarinya yang membeku Xiao Ziya menggunakan api yang ada di dalam tubuhnya. Untung saja jari jari Xiao Ziya tak mati rasa saat membeku.


**Hai hai semua pembaca setiaku gimana kalian udah update Mangatoon/ Noveltoon versi baru belum, kalau belum buruan update ya guys. Nah akhir akhir ini aku rajin update kalian seneng ga.

__ADS_1


Jangan lupa yang punya tiket vote, divotin ke novelku ini ya , terus kasih hadiah juga, like, komen, rate, share**.


__ADS_2