RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyebalkan


__ADS_3

Xiao Ziya tersenyum senang mungkin Kaisar Lu Yunha meragukan kekuatannya tapi nanti saat ia melihat kedua jenderal tingginya kalah maka ia akan mengerti siapa Xiao Ziya sebenarnya.


Saat ini anggota Kekaisaran Lungzo sedang berkumpul di halaman belakang yang biasanya digunakan sebagai tempat latihan. Mereka semua sangat antusias ketika mendengar kabar bahwa perwakilan dari Akademi Kekaisaran Qiyu akan beradu pedang dengan kedua jenderal tinggi yang ada di Kekaisaran Lungzo.


"Baiklah hari ini kita akan menyaksikan pertandingan pedang antara perwakilan Akademi Kekaisaran Qiyu dengan kedua jenderal terbaik kita." ucap Kaisar Lu Yunha yang memimpin jalannya pertandingan.


Xiao Ziya naik ketas arena begitupun dengan Jenderal Lui Monggi dan Jenderal Liu Anzo. Jenderal Liu Anzo yang tak mengetahu apapun tentang kejadian tadi merasa keheranan mengapa ia harus beradu pedang dengan seorang gadis kecil seperti ini.


"Baiklah siapa yang ingin kau lawan terlebih dahulu." tanya Kaisar Yunha yang meminta Xiao Ziya untuk memilih siapa yang akan menjadi lawannya terlebih dahulu.


Xiao Ziya memilih Jenderal Liu Anzo untuk ia lawan terlebih dahulu karna dilihat lihat Jenderal Liu Anzo lebih baik daripada jenderal sebelumnya yang sangat menyebalkan, walau marga mereka sama namun tingkah laku mereka jauh berbeda.


"Saya harap Jenderal Anzo tidak sungkan pada saya walau saya ini hanyalah gadis kecil." ucap Xiao Ziya yang ingin beradu pedang dengan sungguh sungguh.


"Baiklah karna nona yang berkata demikian maka saya tak akan sungkan lagi." ucap Jenderal Lui Anzo yang menyukai sikap Xiao Ziya. Walau ia seorang wanita Xiao Ziya tampak begitu tangguh.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru yang begitu indah dari cincin semestanya, melihat pedang itu Liu Anzo merasa gemetaran pedang yang terlihat begitu hebat dan mengesankan itu dimiliki oleh gadis yang ada di depannya, berarti gadis itu bukanlah gadis biasa.


Liu Anzo hanya menggunakan pedang biasa yang diberikan oleh Kekaisaran Lungzo, melihat pedang yang digunakan oleh Liu Anzo membuat Xiao Ziya merasa miris, bukankah Kekaisaran Lungzo sangat kaya namun mengapa membeli sebuh pedang tingkat tinggi untuk jenderalnya saja mereka tak mampu.


Xiao Ziya dan Liu Anzo mulai beradu pedang berbagai jurus sudah mereka keluarkan suara dentingan pedang yang saling beradu terdengar sangat nyaring.


"Nona itu ternyata sangat hebat." ucap Pangeran Lu Xunzo yang tak menyangka bahwa kemampuan Xiao Ziya bukanlah omong kosong belaka.


"Kau mengenal gadis itu?." tanya Putri Lu Sin yang penasaran dengan identitas gadis yang sedang ada di atas arena itu. Sungguh kemampuan yang luar biasa mungkin gadis itu bisa menjadi kesatrianya.


"Dia adalah perwakilan dari Akademi Kekaisaran Qiyu yang akan menyelesaikan masalah Aliansi Hitam Wungu yang sudah membuat kekacauan di kekaisaran ini." jawab Pangeran Lu Xunzo yang memberitaukan siapa gadis kecil nan manis yang ada di atas arena itu.


Setengah jam telah berlalu Jenderal Liu Anzo mulai kehabisan tenaga, serangan terakhir dari Xiao Ziya membuat Jenderal Liu Anzo menjatuhkan pedangnya karna sudah tak sanggup lagi melawan gadis hebat itu.


"Baiklah saya mengaku kalah, kemampuan nona sangat luar biasa." ucap Jenderal Liu Anzo yang mengakui kehebatan Xiao Ziya.


Xiao Ziya tersenyum dengan ramah ke arah Jenderal Liu Anzo, ia mengambil satu pedang lainnya yang juga berwarna biru namun dengan tingkatan di bawah pedang yang dipegang oleh Xiao Ziya.


"Ini saya berikan pada anda." ucap Xiao Ziya yang memberikan pedang itu pada Jenderal Liu Anzo.


"Nona memberikan pedang indah dan hebat ini pada saya?." tanya Jenderal Liu Anzo yang tak percaya bahwa lawannya di atas arena itu memberikannya sebuah pedang tingkat tinggi yang mungkin harganya akan sangat mahal bila dijual.


Xiao Ziya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia benar benar memberikan pedang itu pada sang jenderal. Jenderal Liu Anzo menerimanya dengan senang hati dan sangat bertrimakasih pada gadis yang ada dihadapannya.


"Trimakasih atas kebaikan nona." ucap Jenderal Liu Anzo yang merasa terharu.

__ADS_1


Ia saja tak pernah mendapatkan pedang yang layak dari kaisar padahal ia sudah memenangkan banyak peperangan atas nama Kaisar Lu Yunha. Namun gadis yang baru saja bertemu dengannya, gadis yang bahkan ia tak tau identitas lengkapnya dan ia baru saja melawannya di atas arena memberinya sebuah pedang yang cantik dan sangat berharga.


"Baiklah selanjutnya Jenderal Liu Monggi, saya harap anda tak kalah untuk itu saya pinjamkan pedang merah darah milik saya." ucap Kaisar Lu Yunha yang tak membayangkan jika ia harus meminta maaf pada seorang anak yang masih berumur sepuluh tahun.


Jenderal Liu Monggi menerima pedang merah darah milik kaisar dengan senang hari dan ia percaya bahwa ia sanggung mengalahkan gadis rendahan yang ada di hadapannya itu.


"Aku tak akan sungkan padamu." triak Jenderal Liu Monggi yang langsung menyerang Xiao Ziya tanpa aba aba.


Dengan segera Xiao Ziya mengambil pedang berwarna merah miliknya yang mengeluarkan hawa panas yang luar biasa. Pedang merah darah yang dipegang Jenderal Liu Monggi bertemu dengan pedang api milik Xiao Ziya. Pertarungan sengit mereka berdua sangat menegangkan hingga para penonton.


"Apakah Jenderal Liu Monggi bisa menang melawannya." ucap Pangeran Lu Limji yang khawatir jika jenderal mereka tak bisa mengalahkan gadis itu.


Benar saja Jenderal Liu Monggi mulai kesulitan untuk mengikuti tempo kecepatan Xiao Ziya mengayunkan pedang, tangan Jenderal Liu Monggi sampai mendapatkan beberapa luka gores yang langsung menghitam sepertinya jejak itu tak bisa dihilangkan.


"Aku tak akan kalah dengan gadis sepertimu." triak Jenderal Liu Monggi yang mulai tersulut emosi dan mulai menyerang Xiao Ziya dengan pola yang acak acakan sehingga mudah terbaca oleh Xiao Ziya.


Trang...


Pedang merah darah milik Kaisar Lu Yunha yang dipinjamkan pada Jenderal Liu Monggi terbelah menjadi dua karna tak sanggup menahan kuatnya pedang milik Xiao Ziya.


Jenderal Liu Monggi kalah dalam pertandingan pedang ini, namun sang jenderal sangat tak terima dengan kekalahannya itu sehingga ia menyerang Xiao Ziya secara tiba tiba dengan sebuah tombak yang ia ambil dari salah seorang prajurit yang ada di sana.


"Kau adalah jenderal dari Kekaisaran Lungzo mengapa kau malah melindungi orang asing." triak Jenderal Liu Monggi yang merasa sangat kesal pada rekannya itu.


"Walau nona adalah orang asing, namun kecurangan dalam pertandingan bukanlah sesuatu yang harus dimaklumi." ucap Jenderal Anzo yang merasa tindakan Jenderal Liu Monggi sangat memalukan.


"Baiklah karna saya sudah menang bukankah Kaisar Lu Yunha menepati janjinya." ucap Xiao Ziya yang masih berdiri di atas arena sambil menatap Kaisar Lu Yunha yang tengah meremas tangannya sendiri karna merasa kesal.


Bagaimana bisa kedua jenderal terbaiknya bisa kalah hanya karna melawan seorang gadis, walaupun ia adalah master dari Akademi Kekaisaran tak ada yang menyangka bahwa ia benar benar sekuat gelarnya itu.


"Anda sudah mematahkan pedang saya jadi anggap saja kita impas." ucap sang Kaisar yang masih enggan untuk meminta maaf pada Xiao Ziya.


"Bukankah janji adalah hutang lalu Kaisar macam apa yang tak bisa dipegang kata katanya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum merehkan. Pantas saja sedari dulu masalah Aliansi Hitam Wungu tak bisa mereka selesaikan kaisarnya saja seorang pria bodoh.


Jika Aliansi Hitam Wungu tak melukai ayahnya mungkin saja Xiao Ziya sudah memilih untuk pulang dan membiarkan aliansi hitam itu menghancurkan Kekaisaran Lungzo.


"Jaga ucapanmu ia ini adalah seorang kaisar." ucap Pangeran Lu Limji yang tak terima ketika ada yang berkata seperti itu pada sang ayah.


"Apakah tindakan ayahmu ini adalah hal yang biasa ia lakukan?." tanya Xiao Ziya yang kini menatap Pangeran Lu Limji dengan tajam dan juga dingin.


"Hah kau sudah menghina ayah kami." triak Putri Lu Yu yang sangat membela ayahnya.

__ADS_1


"Jika hari ini Aliansi Hitam Wungu kumusnahkan itu bukan untuk kalian namun untuk membalas apa yang mereka lakukan pada ayah saya. Dan Jenderal Liu Anzo lebih baik anda ikut dengan saya saja di sini anda sangat tak dihargai." ucap Xiao Ziya yang sudah paham dengan kondisi yang terjadi di sini.


Jenderal Liu Anzo hanyalah seorang jenderal tinggi dari kalangan rakyat biasa walaupun ia sangat berbakat namun tetap saja Kaisar memandangnya sebagai manusia rendahan yang memiliki kekuatan yang lebih.


"Baiklah saya akan ikut dengan nona." ucap Jenderal Liu Anzo yang melepas semua baju Zirah yang ia kenakan. Pemuda itu lebih memilih untuk mengikuti Xiao Ziya daripada bertahan di Kekaisaran Lunzo.


"Kau meninggalkan jabatanmu ini hanya untuk gadis itu sungguh manusia rendahan kalian sangat cocok jika bersama." ucap Jenderal Liu Monggi yang membuat Xiao Ziya dengan kesal.


"Akan ada saatnya kalian akan menyesali apa yang kalian katakan." ucap Xiao Ziya yang menarik tangan Liu Anzo dan mengajaknya pergi bersama meninggalkan istana yang sangat menjijikkan itu.


Saat ini Xiao Ziya dan Liu Anzo sedang menyusuri jalan dan memcari markas dari Aliansi Hitam Wungu, ketika melewati sebuah kedai ia melihat keributan di kedai itu.


"Nona itu adalah orang orang Aliansi Hitam Wungu." ucap Liu Anzo yang memberitau pada Xiao Ziya bahwa orang orang yang sedang mengacaukan kedai adalah kelompok Aliansi Hitam Wungu.


Dengan segera Xiao Ziya menghampiri kedai itu. Xiao Ziya menatap tajam kearah orang orang Aliansi Hitam Wungu yang sedang membuat kekacauan itu, matanya berubah menjadi merah karna kemarahannya memuncak.


"Kalian orang orang dari Aliansi Hitam Wungu." ucap Xiao Ziya yang menghentikan aktivitas orang orang itu.


"Iya ada urusan apa kau dengan kami, lebih baik gadis lemah sepertimu pergi jika tak ingin kami jual ke perdagangan manusia." ucap Binzinxi yang merupakan tangan kanan dari pemimpin Aliansi Hitam Wungu.


"Apa kalian ingat beberapa minggu yang lalu kalian melukai seorang pria yang berasal dari Klan Xiao." tanya Xiao Ziya yang berusaha menahan emosinya.


"Hahahaha apakah pria tua sok berani itu sudah mati sekarang." ucap Binzinxi yang membuat Xiao Ziya meledak dan langsung memisahkan kepala Binzinxi dari badannya pria itu tewas dengan mengenaskan.


"Saya Xiao Ziya datang untuk membalas apa yang kalian lakukan pada ayah saya." triak Xiao Ziya yang menggema hingga keluar kedai penduduk yang penasaran dengan apa yang terjadi mulai mengintip dari rumah mereka masing masing.


Xiao Ziya membunuh dua puluh orang yang berasal dari Aliansi Hitam Wungu dengan pedang yang ia genggam, darah berceceran di mana mana pembantaian Aliansi Hitam Wungu sudah dimulai.


"Dengar Rakyat Kekaisaran Lungzo saya melakukan ini karna kehendak saya sendiri bukan karna perintak Kaisar sialan itu jadi jangan pernah memujinya jika Aliansi Hitam Wungu luluh lantah ditanganku." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada penduduk Kekaisaran Lungzo.


Semua orang yang ada di sana hanya menganggukkan kepala mereka tandanya mereka mengerti apa yang sedang gadis itu katakan.


Liu Anzo tak menyangka bahwa nona muda yang kini menjadi nonanya itu begitu kuat hingga ia tak bisa membayangkan seberapa kuat dirinya.


Xiao Ziya segera pergi untuk mencari keberadaan anggota Aliansi Hitam Wungu yang lainnya. Saat mencari kesana dan kesini akhirnya ia sampai disebuah penginapan yang tampak mencurigakan karna tak ada penduduk yang berani berlalulalang di depannya.


Xiao Ziya melihat ke arah pria yang ia duga sebagai pemilik penginapan tersebut. Xiao Ziya membisikkan sesuatu pada pemilik penginapan itu dan memberikan sekantung koin emas. Dengan segera pemilik penginapan itu pergi.


Liu Anzo tak mengerti apa yang sedang nonanya itu lakukan namun apapun itu akan mengikuti nona barunya.


Hai hai semuanya aku update lagi nih, jangan lupa follow aku bagi yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, Rate bintang lima, tips, dan share ke temen temen kalian. Like juga ya game ganti ganti baju punyaku

__ADS_1


__ADS_2