RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bersama Sang Paman


__ADS_3

Xiao Yan dan Putri Zo Ruhi sedang memikirkan bagaimana kondisi Xiao Ziya saat ini. Apakah gadis itu dirawat dengan baik oleh sang paman, ataukah sedang ditelantarkan di sana. Saat keduanya sedang melamun memikirkan hal itu tiba-tiba sang tabib datang dan memberitahukan kedatangan beberapa anggota Klan Xiao ke wilayah Kerajaan Binglin untuk mencari Nona Xiao Ziya.


"Maaf Tuan Muda Xiao Yan, saat ini ayah Anda bersama beberapa ketua Klan Xiao yang lain sedang dalam perjalanan menuju Istana Kerajaan Binglin. Meskipun Anda belum resmi menjadi raja dari kerajaan ini, Andalah yang harus menjelaskan pada mereka mengenai kondisi Nona Xiao Ziya saat ini." ucap sang tabib.


"Baik saya akan pergi untuk menemui mereka, tolong rawat Putri Zo Ruhi hingga ia sembuh." ucap Xiao Yan sembari berjalan pergi meninggalkan rumah tabib itu.


Raja Artur yang saat ini sedang berada di dalam Istana Kerajaan Binglin merasakan kehadiran beberapa orang yang ia kenal, akhirnya ia bergegas pergi menuju gerbang depan untuk mempersilahkan para tamu untuk masuk kedalamnya.


Perlu diketahui hingga saat ini hanya Raja Artur yang dapat keluar masuk melintasi pembatas yang Xiao Ziya pasang dan membukakan jalur untuk orang orang yang ingin masuk ke dalam istana.


"Selamat datang Tuan Xiao Cunyu dan Ketua Klan Xiao yang lain, saya secara pribadi menyambut kedatangan kalian di sini." ucap Raja Artur dengan senyuman ramah.


Rombongan dari Klan Xiao saling bertatapan satu sama lain, mereka merasa bingung dengan keberadaan Raja Artur yang merupakan rekan Xiao Ziya di dalam istana itu. Xiao Yuza menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Xiao Ziya namun tak kunjung menemukannya.


"Dimana Nona Ziya? mengapa dia tidak keluar dari dalam istana untuk menyambut kedatangan kami?." tanya Xiao Yuza dengan rasa penasaran. Tak biasanya keponakannya itu bertingkah aneh, dia selalu menyambut kedatangan anggota Klan Xiao apalagi ayahnya sendiri.


"Ah silahkan masuk kedalam terlebih dahulu, ada beberapa hal yang perlu saya jelaskan mengenai apa yang terjadi pada Nona Xiao Ziya dan dimana dia saat ini." jawab Raja Artur.


Akhirnya Raja Artur dan rombongan Klan Xiao masuk ke dalam Istana Kerajaan Binglin, mereka semua berjalan sembari memperhatikan kemewahan istana yang dibangun oleh Xiao Ziya dalam waktu satu malam itu. Nuansa warna hitam, emas, dan putih menambah kesan elegan dan misterius dari istana itu. Ada beberapa barang yang belum pernah dilihat oleh para anggota Klan Xiao seperti vas bunga di era moderen, beberapa lukisan, hingga peralatan lainnya.


Raja Artur mengarahkan rombongan itu untuk masuk ke ruang tamu Istana Kerajaan Binglin, suasana di dalam istana masih sangat sepi karna belum ada pelayan ataupun prajurit yang direkrut.


"Silahkan duduk Tuan Tuan." ucap Raja Artur.


Xiao Cunyu bersama beberapa ketua klan yang lain duduk di sofa empuk berwarna hitam, mereka terkejut karna mengira tempat duduk itu terbuat dari kayu namun tebakan mereka salah.


"Jadi dimana putri saya saat ini, apakah dia baik baik saja Raja Artur?." tanya Xiao Cunyu dengan rasa khawatir yang menyelimuti hatinya. Sebagai seorang ayah tentu Xiao Cunyu tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan putrinya itu.


"Beberapa waktu yang lalu Nona Ziya mengalami kebangkitan hingga kekuatannya tidak terkendali, ia hampir menyakiti Tuan Muda Xiao Yan dan para penduduk yang beraktivitas disekitarnya. Untunglah saya segera datang untuk menahan Nona Ziya menyakiti orang lain, sangat disayangkan kemampuan saya tidak cukup untuk melawan ledakan energi dari tubuh Nona Ziya. Tuan Xiao Cunyu pasti tau bahwa ibu kandung Nona Ziya memiliki seorang adik laki laki bernama Lee Brian, saat ini Nona Ziya sedang dibawa ke dunia tempat pria itu tinggal hingga kekuatannya stabil kembali." jelas Raja Artur pada Xiao Cunyu.


"Dia dibawa oleh pamannya pergi?. Apakah Lee Brian dapat mengatasi Ziya sendirian??" tanya Xiao Cunyu, pria itu tidak bisa berhenti khawatir pada putrinya.


"Tuan Lee Brian jauh lebih kuat daripada saya, karna itulah Anda tidak perlu mencemaskan kondisi Nona Ziya yang sedang dalam perawatan pria itu. Saya bisa menjamin Lee Brian akan menjaga Nona Ziya dengan baik. Dan untuk sementara waktu mohon bantuannya untuk mengelola Kerajaan Binglin hingga Nona Ziya kembali." ucap Raja Artur. Meskipun ia mendapatkan tugas untuk menjaga wilayah Kerajaan Binglin selama Xiao Ziya tidak ada, ia harus kembali ke Alam Neraka untuk menyelesaikan beberapa tugas terlebih dahulu.


"Bukankah Ziya menunjuk Xiao Yan sebagai raja baru di wilayah ini?" tanya Xiao Anmi.


"Saat ini pemerintah di kerajaan baru yang Nona Ziya dirikan belum stabil, masih ada beberapa tahapan lagi untuk menyempurnakannya. Saya sangat berharap Klan Xiao bersedia untuk membantu." jelas Raja Artur.


"Kami tidak bisa menolak jika yang membutuhkan bantuan adalah Nona Xiao Ziya, bagaimanapun juga Klan Xiao dan Kekaisaran Qiyu berada di bawah kepemimpinan Nona Ziya." jawab Xiao Yuza sembari menghela nafas panjang.

__ADS_1


Di tempat lain saat ini Xiao Ziya sedang beristirahat di sebuah kamar dengan nuansa warna hitam, emas, dengan sedikit warna merah tua. Ranjang tempat tidur yang ditempati oleh Ziya juga sangat luas.


"Ugh..." lenguh Xiao Ziya sembari membuka matanya perlahan, gadis itu memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.


Ziya memposisikan dirinya duduk di atas ranjang, ia mengambil beberapa butir obat dari dalam cincin semesta untuk menekan kekuatannya yang ingin meledak lagi. Ternyata cukup kerepotan ketika seorang pemimpin Alam Neraka mengalami kebangkitan ataupun transformasi kedua.


"Mengapa kakek tua itu tidak pernah mengatakan mengenai kebangkitan kedua ini, apakah dia sengaja ingin menyiksa saya." gerutu Xiao Ziya dengan tatapan kesal.


Ziya meminum tiga butir pil dengan warna berbeda itu sekaligus, beberapa saat setelannya ledakan energi dari dalam tubuh Ziya kembali mereda dan sakit di kepala juga menghilang.


Setelah kondisinya membaik Xiao Ziya mulai merasa bosan terus menerus berada di dalam kamar tanpa tau saat ini pagi, siang, sore, ataupun malam hari. Xiao Ziya penasaran dengan sejarah terbentuknya dunia tempat tinggal para malaikat kematian, mengapa dunia yang mereka tempati tidak bisa dijangkau oleh cahaya matahari.


Tok tok tok....


Suara pintu kamar yang ditempati Ziya sedang diketuk oleh seseorang. Xiao Ziya dengan segera turun dari tempat tidurnya kemudian berjalan ke arah pintu. Ziya membuka pintu itu dan bertatapan langsung dengan Min Yuzang salah satu malaikat kematian dengan rambut merah menyala.


"Apa yang sedang Yuzang Gege lakukan di sini?." tanya Ziya sembari memiringkan kepalanya.


"Saya datang untuk melihat kondisi Adik Ziya, syukurlah jika adik sudah kembali pulih. Untuk sementara waktu tetaplah tinggal di kastil ini hingga kondisi Anda benar-benar sembuh, jika ingin berpergian keluar adik bisa meminta ditemani oleh prajurit ataupun orang yang berada di sekitar sini." pesan Min Yuzang pada Xiao Ziya yang sudah dia anggap seperti adik perempuannya sendiri.


"Baik Gege, maaf telah merepotkan Anda dan Paman Lee Brian." ucap Xiao Ziya yang masih memikirkan kejadian beberapa jam yang lalu.


"Sudahlah jangan membahas kejadian itu, lagipula semua ini bukan kesalahan adik Ziya saja. Kami semua sangat teledor dan membuat Anda dalam bahaya." jawab Min Yuzang.


"Saya bisa menemani adik Ziya untuk berkeliling jika adik menghendakinya. Kastil tempat tinggal pemimpin malaikat kematian sangatlah luas, saya khawatir Nona Ziya akan tersesat." ucap Min Yuzang yang menawarkan diri untuk mengawal Xiao Ziya.


"Terimakasih untuk tawarannya, maaf karna saya ingin berkeliling sendiri untuk menenangkan diri. Saya harap Yuzang Gege bisa mengerti keputusan saya ini." jawab Xiao Ziya yang langsung menolak tawaran itu.


"Baiklah saya tidak akan memaksakan kehendak pada adik Ziya. Panggil saya jika membutuhkan bantuan, saya permisi terlebih dahulu." ucap Min Yuzang yang bergegas pergi meninggalkan Xiao Ziya sendirian di ambang pintu.


Setelah kepergian sang malaikat kematian berambut merah Xiao Ziya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam kamar untuk mandi dan berganti pakaian sebelum ia berkeliling.


Di sisi lain saat ini Min Yuzang sedang pergi menuju ruang kerja pemimpinnya untuk memberikan laporan.


Tok tok tok....


Suara pintu ruang kerja Lee Brian yang sedang diketuk oleh Min Yuzang, setelah menunggu sekitar dua menit akhirnya Min Yuzang diizinkan untuk masuk ke dalam.


"Salam hormat saya pada pemimpin Lee Brian, seperti perintah Anda saya telah menanyakan apa yang ingin Nona Ziya lakukan. Nona menjawab bahwa dia ingin berkeliling di sekitar kastil ini tanpa dikawal oleh siapapun." ucap Min Yuzang sembari membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Kau tidak menawarkan diri untuk mengawal gadis itu? bagaimana jika dia tersesat ataupun bertemu dengan binatang peliharaan saya yang sangat berbahaya itu!." bentak Lee Brian pada Min Yuzang.


"Saya telah menawarkan diri namun Nona Ziya langsung menolaknya, saya rasa saat ini perasaan nona sedang gelisah semenjak sikap Anda berubah." jawab Min Yuzang secara terang-terangan.


Lee Brian terdiam beberapa saat untuk mencerna perkataan dari salah satu malaikat kematian yang berada di bawah kepemimpinannya itu. Sepertinya sikap Lee Brian kali ini terlalu berlebihan hingga membuat Xiao Ziya merasa kurang nyaman.


"Saya memang bersalah dan akan memperbaikinya, semoga saja gadis itu belum pergi berkeliling." ucap Lee Brian sembari bangun dari kursi kerjanya kemudian berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Min Yuzang sendirian di dalam sana.


"Apa yang sebenarnya sedang difikirkan oleh pemimpin, mengapa ia terlihat seperti seorang pemuda yang masih labil." gumam Min Yuzang dengan raut wajah datar.


Lee Brian berjalan menyusuri lorong kastil yang sangat panjang, melewati taman dan beberapa ruangan hingga ia sampai di depan pintu kamar yang ditempati oleh keponakan kesayangannya itu. Belum sempat Lee Brian mengetuk pintu kamar tersebut tiba-tiba saja Xiao Ziya membuka pintu dan keduanya menunjukkan ekspresi terkejut.


"Hah saya kira siapa. Mengapa Paman Lee Brian tiba tiba muncul di hadapan saya seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi kesal.


"Ahahaha maaf paman hanya ingin mengajak mu pergi berjalan-jalan diluar sebentar agar kau tidak merasa bosan selama ada di sini." jawab Lee Brian tanpa rasa bersalah meskipun ia membuat Xiao Ziya terkejut.


"Kemana kita akan pergi paman?" tanya Ziya dengan tatapan bingung.


Tanpa menjawab pertanyaan dari keponakannya itu tiba-tiba saya Lee Brian menggendong Ziya kemudian mengajaknya terbang. Kali ini Lee Brian tidak mengeluarkan sayap hitam miliknya agar para malaikat kematian yang lain tak menyadari keberadaan keduanya di atas langit.


"Lihatlah kebawah, suasana di dunia yang paman mu ini tempati jauh berbeda dari tempat tinggal mu bukan?." tanya Lee Brian sembari menatap lekat ke arah Xiao Ziya.


Bukannya melihat kebawah Xiao Ziya malah terpaku menatap ke arah sang paman. Entah mengapa hati Xiao Ziya mengatakan bahwa pamannya itu adalah seseorang yang ia kenal di masa lalu. Tanpa keduanya sadari mereka sedang terlarut dalam fikiran masing-masing.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya paman?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik.


"Mungkin saja kita sepasang kekasih di kehidupan sebelumnya." jawab Lee Brian dengan senyuman lebar.


"Jangan bercanda paman, saya serius menanyakan hal ini." ucap Ziya dengan wajah cemberut.


Cukup lama Lee Brian mengajak keponakan kesayangannya itu terbang di atas langit, tanpa sadar perlahan lahan rasa kantuk Ziya datang dan mata gadis itu terpejam.


"Tinggallah di sini untuk beberapa hari kedepan, paman tidak ingin sesuatu terjadi padamu." ucap Lee Brian.


Tidak mendapatkan jawaban dari Ziya akhirnya Lee Brian mengarahkan pandangannya pada gadis itu. Ternyata Ziya sedang tertidur pulas, pantas saja ia tidak merespon apapun yang dikatakan oleh sang paman.


"Cantik, masih sama seperti dahulu. Hiduplah dengan baik, kita pasti akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya. Saya sangat berharap bisa menjadi pendamping mu lagi." gumam Lee Brian sembari tersenyum tipis saat menatap keponakannya yang sedang tertidur itu.


__ADS_1


ILUSTRASI SAAT LEE BRIAN MENGGENDONG XIAO ZIYA UNTUK DIAJAK TERBANG KE ATAS LANGIT.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kangen ga sama Novel ini?. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2