RATU IBLIS

RATU IBLIS
91


__ADS_3

Dimas masuk kedalam club malam, dia melihat sekeliling mencari Sarah dkk. Setelah ketemu dia menghampiri mereka.


"Hai" sapa Dimas.


"Bang Dimas disini juga" ucap Sarah.


"Iya, boleh gabung?" tanya Dimas.


"Bolehlah" jawab Wawa tersenyum.


"Tidak mungkin aku langsung meniduri mereka bertiga malam ini, bertahap saja hari ini Santi besok Wawa lusa Sarah" batin Dimas.


Dimas lalu duduk, setelah itu dia memesan minuman. Sarah dkk sudah setengah sadar karena sudah minum sedari tadi.


"Kalian tidak belajar, sebentar lagikan ujian?" tanya Dimas.


"Tidak" jawab Sarah dkk.


"Nanti saja belajarnya" ucap Santi.


"Yah benar sekarang bersenang-senang dulu" ucap Wawa.


"Abang belum skripsi?" tanya Salah.


"Masih lama, bentar lagi sih mau praktek" jawab Dimas.


"Mungkin gak tau juga sih ngarang aja padahal dosen belum bilang mau atau nggak praktek" batin Dimas.


"Emang abang ngambil jurusan apa?" tanya Sarah.


"Kedokteran" jawab Dimas.


"Wah pintar" ucap Santi.


"Nggaklah biasa aja" ucap Dimas.


"Oh iya bang kak Dara kemana kok gak pernah keliatan Andre juga gak pernah sekolah?" tanya Wawa.


"Mereka lagi ada urusan diluar negeri katanya" jawab Dimas.


"Ohh" balas Sarah dkk.


Mereka semua sibuk meminum-minumannya, Andre muncul tapi hanya bisa dilihat oleh Dimaa saja, dia membuat Sarah dan Wawa tertidur setelah itu dia membuat Santi terangsang kepada Dimas. Setalah itu dia menghilang dari sana.


"Banghhh" panggil Santi pindah kepangkuan Dimas.


"Iya Santi" jawab Dimas dengan suara berat memeluk pinggang Santi.


"Pengen" ucap Santi, Dimas tersenyum melihat Santi. Tanpa banyak basa-basi Santi mencium bibir Dimas dan Dimas membalasnya.

__ADS_1


"Besok dia tidak akan mengingat kejadian yang kalian berdua lakukan, dia hanya ingat kalau dia dan temannya tertidur disini" suara Andre terdengar oleh Dimas.


"Iya" batin Dimas.


"Emang kamu tidak ada pacar?" tanya Dimas setelah ciumannya terlepas, Santi menggeleng.


"Tapi aku pernah" ucap Santi jujur karena pengaruh alkohol.


"Mau ya bang" ucap Santi mengalungkan tangannya.


"Hmm boleh saja" ucap Dimas.


"Tapi kamu harus bisa membuat aku puas" bisik Dimas. Dimas lalu mencium leher Santi.


"Demi Dara, jika bukan karena Dara aku tidak mau" batin Dimas.


"Kita kekamar aja" ucap Dimas menggendong Santi.


................


Setelah melakukannya bersama Santi, Andre langsung muncul kedalam kamar yang digunakan Dimas dan Santi. Santi sudah tertidur sedangkan Dimas sedang mandi.


Andre mengambil energi Santi tapi tidak mengambil nyawanya karena matinya akan disamakan bersama Sarah dan Wawa. Setelah mengambil energinya Andre menghilangkan ingatam disaat Santi bermain bersama Dimas.


Andre menjentikkan jarinya seketika Santi sudah menggunakan pakaian yang tadi, dia lalu membawa Santi ketempat Wawa dan Sarah tertidur.


"Dia sudah bergabung dengan Sarah dan Wawa, tenang saja dia masih bisa bernapas untuk hari ini besok dan mungkin lusa juga" ucap Andre yang tiba-tiba datang.


"Terus sekarang gimana?" tanya Dimas. Andre menjentikkan jarinya, seketika itu juga Andre dan Dimas menghilang dari sana dan muncul dineraka ditempat Hermione dirawat.


"Dara" ucap Dimas pelan melihat kondisi Hermione yang terbaring lemah.


"Apa udaranya panas untukmu? Aku akan mengganti udaranya supaya kau tidak kepanasan" ucap Andre menjentikkan jarinya membuat udaranya sejuk.


"Kau bisa melihat kakakku tapi sebentar karena waktu alam manusia dan alam gaib berbeda" ucap Andre, dia mentransfer energi Santi kepada Hermione setelah itu menghilang meninggalkan Hermione dan Dimas.


"Dara aku mohon bangun" ucap Dimas duduk dilantai lalu memegang tangan Hermione.


"Dingin sekali" ucap Dimas merasakan tangan Hermione.


Dimas mengusap tangan Hermione untuk memberikan kehangatan, dia mencium punggung tangan Hermione.


"1 bulan gak ketemu gak masalah dari pada 5 bulan paling parahnya lagi kamu malah seperti ini" ucap Dimas.


"Aku kangen kamu Ra, kangen banget" ucap Dimas.


"Aku kangen bibir kamu yang pink alami gak kayak gini pucat" ucap Dimas mengusap bibir Hermione setelah itu mengusap pipi Hermione.


"Dimas kau ada dineraka?" ucap Drew yang baru masuk, Dimas menoleh lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


"Dibawa Andre" jawab Dimas.


"Ayo kita kealammu" ucap Drew, Dimas dengan cepat menggeleng.


"Nggak, aku mau bersama Dara" ucap Dimas.


"Bahaya Mas kalau kau berlama-lama disini" ucap Drew.


"Biarin aku mau bersama dengan Dara, aku tidak mau kehilangan Dara" ucap Dimas.


"Bawa Dara kealam manusia perintah dari tuan Lucifer, kita rawat dia dirumah sakit" ucap Iliana yang baru datang.


"Hah kok mendadak" ucap Drew heran.


"Tuan Lucifer dan para penguasa neraka yang lain sudah mengatakan ini kemarin saat kau masih dialam manusia, Dara masih keturunan manusia kita juga sama jadi kita bawa kerumah sakit untuk menyembuhkan luka luarnya itu bisa sedikit membantu" ucap Iliana.


"Yang lain udah tau?" tanya Drew.


"Udah, mereka sedang dialam manusia menyiapkan semuanya, disana sudah pagi kau harus kuliah Dimas ditambah lagi Reno jika mengetahui kau tidak ada dirumah bisa ribet" ucap Iliana.


"Ayo kealammu" ucap Drew.


"Tapi Dara" ucap Dimas.


"Dara akan aku bawa, kau bersama dengan Drew kesananya" ucap Iliana.


"Hmm baik" ucap Dimas, Drew dan Dimas langsung menghilang dari sana. Iliana menghampiri Hermione.


"Kau harus sembuh Dara" ucap Iliana lalu menghilang bersama Hermione.


Dimas dan Drew muncul dikamar Dimas.


"Dara ada dirumah sakit xxx diruang icu untuk dirawat intensif disana, kau boleh kesana setelah selesai kuliah jika kau tidsk kuliah awas saja" ucap Drew.


"Iya aku akan kuliah" ucap Dimas.


"Aku pergi dulu" ucap Drew langsung menghilang.


"Aku harus siap-siap" ucap Dimas langsung bersiap-siap untuk pergi kuliah.


Hermione sudah ada diruang icu, dia sudah dipasang alat untuk membantunya tetap bertahan hidup. Detak jantung Hermione lemah sangat lemah. Dokter manusia yang tadi memeriksa Hermione memberitahu jika racun yang ada ditubuh Hermione sudah menyebar hanya ada kesempatan tipis untuk bisa hidup.


"Tenang Dre tubuh Dara tidak memudar jadi bisa dibilang kesempatan untuk Dara sembuh sangat besar" ucap Evan.


"Tidak memudar dan tidak berasap jadi bisa dibilang Dara akan sembuh, walaupun detak jantung Dara nanti alat ini tidak terdeteksi tapi jika tubuh Dara masih seperti ini berarti Dara masih aman" ucap Julio.


"Hmm" balas Andre lesu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2