
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di taman kota yang menjadi pusat dari Kekaisaran Qiyu, banyak anak anak yang sedang bermain di sana bersama saudara ataupun orang tua mereka. Xiao Zoe terlihat sangat senang karna pertama kali baginya bermain di tempat yang banyak anak seusianya.
"Zoe ingin turun." ucap anak laki laki itu dengan logat yang sangat menggemaskan.
Xiao Ziya langsung menurunkan Zoe dari gendongannya kemudian anak itu berlarian kesana kemari, wajah ceria dari Zoe membuat suasana hati Xiao Ziya menjadi lebih baik. Saat mereka berdua sedang asyik menikmati suasana taman yang sejuk dan juga ramai ada tiga orang pemuda yang datang dari belakang Xiao Ziya. Mereka adalah Kaisar Yan, Xiao Xun, dan juga Jenderal Zue.
"Jadi dimana gadis yang anda maksut Yang Mulia Kaisar Yan?." tanya Jenderal Zue yang menoleh kesana kemari untuk mencari gadis yang menjadi rebutan kaisar dengan adik laki lakinya.
Kaisar Yan dan Xiao Xun sedang mencari keberadaan Xiao Ziya setelah menemukan dimana adik mereka berada dengan cepat kedua pemuda itu menunjuk ke arah Xiao Ziya yang sedang duduk membelakangi mereka bertiga. Dengan segera Jenderal Zue berjalan mendekati gadis itu ia sudah sangat penasaran seperti apa wajah sang gadis.
"Permisi nona jika saya boleh tau anda berasal dari keluarga mana?." tanya Jenderal Zue dengan menepuk pundak Xiao Ziya dengan pelan.
Dengan cepat Xiao Ziya menoleh kebelakang dan melihat Pangeran Kegelapan yang tampak terkejut saat melihat wajahnya. Xiao Ziya mengangkat sebelah alisnya ia menatap dengan tatapan penasaran pada Pangeran Kegelapan.
"Kau sudah lupa ingatan?." tanya Xiao Ziya dengan nada datarnya.
"Adik Ziya?." ucap Jenderal Zue yang masih mempertanyakan apakah gadis yang ada di hadapannya benar benar Xiao Ziya ataukah bukan.
"Saya hanya arwahnya saja." jawab gadis itu lagi dengan datar dan sangat ingin memukul Pangeran Kegelapan yang menunjukkan ekspresi bodohnya.
Xiao Ziya melihat kesana kemari, ia yakin bahwa Pangeran Kegelapan tak mungkin datang sendirian ke taman kota. Pasti ada dua dedemit yang iku bersama dengan Pangeran Kegelapan. Benar saja Xiao Ziya menemukan Kaisar Yan dan Xiao Xun yang sedang bersembunyi disebuah kedai yang ada di ujung taman. Xiao Ziya menatap dengan tajam kearah kedua kakak laki lakinya, karna keberadaan mereka sudah diketahui oleh Xiao Ziya akhirnya Kaisar Yan san Xiao Xun keluar dari kedai itu dan berjalan mendekati Xiao Ziya.
"Apa yang sedang kalian lakukan di taman kota? apa kalian sengaja mengikutiku?." tanya Xiao Ziya dengan nada kesalnya pada Xiao Yan dan Xiao Xun.
"Maafkan kami adik, kami hanya ingin mengerjai Jenderal Zue saja." ucap Xiao Yan dengan nada yang gemetaran ia takut jika adik perempuannya itu semakin marah padanya.
"Kami berdua siap menerima hukuman apapun asal adik tidak marah lagi." ucap Xiao Xun yang memilih untuk mendapatkan hukuman daripada dijauhi sang adik kesayangannya.
Xiao Ziya tampak berfikir sebentar, sepertinya memberikan hukuman pada mereka bedua adalah ide yang bagus namun hukuman apa yang harus ia berikan.
"Saya akan memikirkannya nanti." ucap Xiao Ziya yang langsung mengalihkan pandangannya pada Zoe yang sedang bermain.
Ketiga pemuda itu mencari tempat duduk yang tak jauh dari tempat Xiao Ziya berada, mereka sedang memperhatikan apa yanh dilakukan oleh gadis itu. Xiao Ziya sangat fokus mengawasi Zoe yang sedang bermain, tiba tiba saja ada beberapa orang dengan tubuh kekar, tinggi, dan wajah seram masuk ke arena taman kota.
"Serahkan semua harta yang kalian bawa." triak salah satu dari kelompok itu. Xiao Ziya melihat ke arah Zoe yang hendak dipukul oleh salah satu dari pria bertubuh kekar itu dengan segera Xiao Ziya melesat untuk menyelamatkan adik laki lakinya yang sedang dalam bahaya.
Ketiga pemuda yang tadinya hanya mengamati Xiao Ziya langsung melesat mendekati adik perempuan mereka. Xiao Yan, Xiao Xun, dan Jenderal Zue mengeluarkan senjata yang mereka bawa.
__ADS_1
"Jangan coba coba melukai adik kami." ucap Xiao Yan dengan nada marahnya.
"Ahahah siapa pemuda ini mengapa kau menjadi sok jagoan?." ucap salah satu dari pria bertubuh kekar itu yang sedang menertawakan Kaisar dari Kekaisaran Qiyu.
Xiao Yan merasa marah dan tak terima jika dirinya di hina, ia mengelurkan salah satu jurusnya untuk menumbangkan beberapa pria bertubuh kekar itu. Setelah berhasil menumbangkan beberapa dari mereka ada seorang pria yang menggertakkan giginya dengan keras sepertinya ia adalah pemimpin dari para perampok.
"Cih pemuda lemah sepertimu berani beraninya melukai anggotaku." ucap pria itu yang mengelurkan sebuah kapak besar berwarna merah, sepertinya mereka adalah kelompok perampok kapak merah yang terbentuk saat Xiao Ziya sedang berada di dunia atas.
"Gege tolong gendong Zoe dan kalian bertiga carilah tempat yang aman." ucap Xiao Ziya yang memberikan Zoe pada Xiao Xun.
"Bagaimana denganmu adik?." tanya Jenderal Zue yang tak ingin meninggalkan Xiao Ziya karna ia juga mampu membunuh pria sombong itu.
"Saya tidak suka dibantah." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang dingin. Seketika ketiga pemuda itu pergi dan mencari tempat yang aman.
Xiao Ziya mentap pemimpin perampok itu dengan senyuman sinis yang tercipta di bibirnya, ternyata selama ia pergi banyak sekali tikus tikus yang membuat kelompok mereka untuk membuat kekacauan. Setelah pesta ulang tahunnya di Akademi Kekaisaran Qiyu selesai Xiao Ziya akan membereskan tikus tikus yang tersebar di dunia bawah dengan tangannya sendiri.
"Siapa gadis manis ini, jika di jual di rumah bordil harganya pasti sangat mahal." ucap pemimpin perampok kapak merah yang menatap Xiao Ziya dengan senyuman penuh arti yang membuat Xiao Ziya ingin muntah.
"Hei jangan menunjukkan senyum yang mengerikan seperti itu." ucap Xiao Ziya yang memperingatkan pria itu agar tak membuat senyuman yang membuatnya jijik.
"Gadis gila yang menyebalkan." ucap pemimpin perampok itu dengan raut wajah marahnya. Pria itu memukulkan kapaknya pada Xiao Ziya beberapa kali dengan cepat gadis itu menghindar agar gadis itu tak terluka.
"Bajingan kecil sepertimu ternyata sangat menyebalkan." ucap pria itu yang memutar kapaknya dengan kecepatan tinggi lalu ia melepas kapak merah itu. Kapak merah melesat dengan cepat ke arah Xiao Ziya dengan api yang mengelilinginya.
"Dinding es terbentuklah." ucap Xiao Ziya yang menggunakan salah satu jurus sihirnya yang berelemenkan es. Sebuah dinding besar yang menjulang tinggi menutupi tubuh Xiao Ziya sehingga kapak merah yang dilapisi api itu tak mampu menghancurkan pertahanan milik Xiao Ziya.
"Argh gadis sialan." ucap sang pemimpin kelompok perampok kapak merah yang merasa sangat marah.
Pria itu menarik kapak merahnya kembali kemudian menggores tangannya menggunakan kapak merahnya, setelah itu pria pemimpin kelompok perampok kapak merah itu menggambar sesuatu di tanah seperti gambar seekor singa dengan surai yang sangat panjang. Mungkin kah ia akan memanggil spirit best iblis karna pria itu menggambar menggunakan darahnya sendiri.
"Dewa singa kematian yang agung saya memanggilmu." ucap pria itu kemudian cahaya berwarna merah darah keluar dari gambat itu. Seketika seekor singa besar dengan surai panjang berwarna merah muncul di hadapan mereka semua.
Ruuuaaar.
Auman sang singa dewa kematian yang mengaum sangat keras membuat beberapa orang yang masih ada di sana langsung menutup telinga mereka, bahkan telinga mereka mengeluarkan darah segar.
"Ada apa kau memanggilku manusia?." ucap singa dewa kematian pada pemimpin kelompok perampok kapak merah.
__ADS_1
"Gadis itu telah membunuh seluruh anggota saya, saya ingin tuan singga membalaskan dendam saya." ucap pria itu sambil menunjuk ke arah Xiao Ziya.
Pangeran Kegelapan yang menyaksikan hal itu merasa sangat khawatir ia ingin pergi kesana dan membantu Xiao Ziya untuk melawan singa dewa kematian itu, namun pangeran kegelapan sadar jika ia melakukan hal itu maka adiknya akan sangat marah padanya.
Xiao Ziya menatap ke arah sang singa dewa kematian dari kepala hingga ujung kuku, siapa singa jelek yang ada di hadapannya ini berani beraninya ia mengaku sebagai singa dewa kematian padahal aura kematian yang dimilikinya sangat lah tipis.
"Apa kau spirit best palsu?." ucap Xiao Ziya dengan wajah tanpa dosanya, perkataan gadis itu membuat siapa saja yang mendengarnya merasa ingin memukulkan kepala mereka ke tembok.
"Berani beraninya bocah rendahan sepertimu menghina singa angung sepertiku." ucap sang singa dewa kematian yang tak terima saat mendapatkan julukan spirit best palsu dari seorang gadis yang baru saja bertemu dengannya hari ini.
Xiao Ziya melipat tangannya dan menatap ke arah singa dewa kematian itu, yang ada di dalam fikiran gadis itu hanyalah spirit best palsu yang ada di hadapannya sedang menantang dirinya oleh karna itu Xiao Ziya akan menunjukkan apa itu aura kamatian yang sebenarnya. Xiao Ziya mulai mengeluarkan aura kematian dari dalam tubuhnya, sebuah aura kematian yang sangat kental hingga sang singa yang mengaku sebagai singa dewa kematian gemetaran dan menunduk di hadapan Xiao Ziya. Sepertinya sang singa telah memilih lawan yang salah.
"Ampuni saya nona yang agung." ucap sang singa dewa kematian yang menunduk di hadapan Xiao Ziya.
"Jadi siapa yang ingin kau tentang?." ucap Xiao Ziya yang menatap tajam ke arah sang singa.
"Mohon ampun nona yang agung, saya permisi." ucap sang singa dewa kematian yang langsung menghilang begitu saja dari hadapan banyak orang.
Pemimpin kelompok perampok kapak merah menatap Xiao Ziya dengan tatapan kagetnya, siapa gadis itu mengapa spirit best yang selama ini telah ia sembah sangat takut pada gadis itu.
"Ah tapi maaf tuan sekarang waktu anda telah habis." ucap Xiao Ziya yang tak ingin memberitaukan siapa dirinya, Xiao Ziya melesat kearah pria itu dan menebas kepalanya. Pemimpin kelompok perampok kapak merah mati, Xiao Ziya membakar semua mayat yang ada di hadapannya menggunakan api hitam.
Sejak awal pertarungan hingga akhir Xiao Xun menutup mata Xiao Zoe menggunakan telapak tangannya agar anak laki laki itu tak melihat adegan yang seharusnya belum layak untuk ia lihat. Setelah menyelesaikan semuanya Xiao Ziya duduk di sebuah bangku yang ada di taman kota dan menyandarkan badannya.
Xiao Yan, Xiao Xun, Jenderal Zue, dan Xiao Zoe menghampiri gadis itu dan langsung duduk melingkar di sekitar gadis itu. Xiao Ziya tersenyum kemudian memejamkan matanya sebentar untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
"Jiejie." ucap Zoe yang langsung menempatkan dirinya di pangkuan Xiao Ziya.
Xiao Ziya membuka matanya kemudian menggigit pipi kenyal anak laki laki itu untuk mengisi energinya. Zoe hanya bisa pasrah saat pipinya digigit oleh kakak perempuannya yang sangat ia sayangi.
"Nyam nyam ummm." suara Xiao Ziya yang memainkan pipi adiknya dengan gemas.
Setelah selesai Xiao Ziya menurunkan adik laki lakinya dari pangkuannya, Zoe langsung berlari dan kembali bermain dengan anak anak sebayanya. Setelah itu Xiao Ziya mengambil manisan buah dari dalam cincin semestanya.
"Adik kemarilah." ucap Xiao Ziya yang memanggil Zoe agar mendekat ke arahnya.
Zoepun berlari ke arah sang kakak dan langsung mengambil sebuah kantung manisan buah yang diberikan oleh sang kakak, setelah itu Zoe menarik kantung itu dengan susah payah. Zoe membagikan manisan buah itu pada teman teman sebayanya.
__ADS_1
"Terimakasih adik manis." ucap salah seorang anak laki laki yang usianya dua tahun lebih tua dari Zoe.
Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga baik baik saja, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share ya muah.