RATU IBLIS

RATU IBLIS
Serangkaian Bencana


__ADS_3

Xiao Ziya menatap ke arah Yoe dan Yue dengan tatapan serius, gadis itu tak yakin jika tugas yang mereka katakan tak berhubungan dengannya. Karna sudah cukup lama Ziya bersama dengan kedua pemuda itu ia sampai lupa untuk pergi ke ruang vip, gadis itu pergi meninggalkan Yoe dan Yue tanpa sepatah katapun bahkan ia melihat kearah keduanya dengan tatapan dingin. Xiao Ziya naik hingga ke lantai dimana ruang vip berada, gadis itu masuk kesebuah ruangan kemudian duduk di salah satu kursi kosong. Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu melihat bahwa adik tiri mereka sedang merasa kesal, entah apa yang terjadi di sana hingga Xiao Ziya sekesal itu.


"Apa yang terjadi padamu?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu, ia menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan khawatir.


"Saya baik baik saja dan Anda tak perlu mencemaskan keadaan saya." jawab Xiao Ziya dengan nada datar, ia tak akan membicarakan masalah ini pada orang lain.


"Baiklah jika adik Ziya baik baik saja, makanan sudah datang beberapa saat yang lalu. Sebaiknya adik memakannya sekarang sebelum menjadi dingin." ucap Pangeran Honzi Zu.


Akhirnya mereka bertiga makan dengan lahap, Xiao Ziya juga memesan beberapa menu tambahan karna ia sangat kesal. Kali ini gadis itu memilih melampiaskan semua kemarahan serta kekesalannya pada makanan, jangan sampai wajahnya yang cantik menjadi keriput karna terlalu sering emosi.


Saat ini di dunia bawah sedang terjadi hal buruk yang tak pernah dibayangkan oleh semua orang, beberapa wilayah menutup akses perdagangan serta akses keluar masuk dari wilayah mereka dikarenakan muncul wabah penyakit yang sangat mengerikan. Beberapa kerajaan sudah berusaha memanggil tabib serta alkamis terbaik untuk menemukan obat yang dapat menyembuhkan wabah tersebut. Para penduduk yang terjangkit wabah akan kehilangan selera makan mereka dan tak bisa tidur, akan muncul banyak ruam gatal di sekujur tubuh bahkan dalam beberapa kasus ada penduduk yang kehilangan akal akibat terjangkit wabah. Saat ini wilayah Kekaisaran Qiyu masih aman dari wabah tersebut, Kaisar Zue meminta para prajurit penjaga gerbang untuk melarang penduduk bepergian ke wilayah lain dan menghadang setiap pedagang ataupun orang luar yang ingin masuk ke wilayah mereka. Wilayah Kekaisaran Qiyu memiliki energi qi pelindung yang ditinggalkan oleh Xiao Ziya sebelum gadis itu pergi untuk bertemu dengan ibunya, dengan energi tersebut selama dua tahun terakhir Kekaisaran Qiyu tak pernah mengalami masalah serius.


"Bagaimana dengan kekacauan yang terjadi di wilayah perbatasan?." tanya Kaisar Zue pada salah seorang jenderal yang ada di hadapannya.


"Para pengungsi meminta agar kita membukakan gerbang untuk mereka, beberapa prajurit menemukan ada yang sudah terjangkit wabah diantara pengungsi itu." jawab jenderal tersebut dengan wajah khawatir.


"Kirimkan surat pada beberapa klan besar yang ada di Wilayah Kekaisaran Qiyu, kita akan mengadakan rapat." ucap Kaisar Zue dengan tatapan serius.


Jenderal itupun pergi meninggalkan sang kaisar di ruangannya, Kaisar Zue melihat ke arah jendela lalu menghela nafas panjang. Kaisar Zue atau yang lebih dikenal dengan Pangeran Kegelapan sangat merindukan adik kecilnya yang kini entah ada di mana, dua tahun adalah waktu yang sangat lama dan parahnya gadis itu tak pernah memberikan kabar sama sekali.


"Akan sulit menghadapi semua ini tanpa ada kau di sini adik Ziya, semoga urusanmu di sana segera selesai karna kami semua sangat merindukanmu." ucap Kaisar Zue sembari memandang ke arah langit.


Di tempat lain tepatnya Klan Xiao, para ketua sedang berkumpul untuk membahas wabah aneh yang mulai menjalar ke beberapa wilayah kerajaan yang cukup dekat dengan Kekaisaran Qiyu, meraka khawatir jika wabah itu masuk ke Kekaisaran Qiyu dan menyebabkan masalah besar. Xiao Ciyun tampak memijat keningnya yang terasa sakit, baru kali ini ada masalah besar yang menimpa Dunia Bawah setelah kepergian Xiao Ziya.


"Tuan Xiao Cunyu apakah Anda bisa menghubungi Nona Ziya?." tanya Xiao Ciyun dengan tatapan frustasi, ia sudah sangat pusing memikirkan beberapa masalah kecil yang terjadi di dalam Klan Xiao.


"Sejak ia pergi ia tak pernah memberi kabar apapun, terakhir kali Artur datang membawa Zoe kembali dengan seorang gadis yang berasal dari Dunia Manusia Abadi." jawab Xiao Cunyu yang sangat mencemaskan konsisi putri kesayangannya saat ini, bagaimana jika keluarga dari istrinya memperlakukan Ziya dengan buruk?. Mungkin saat ini gadis itu sedang merasa sangat terpukul karna wanita yang telah melahirkannya tak memiliki ingatan apapun tentangnya.


"Saya merasa lega karna saat masalah sebesar ini terjadi putri saya sedang berada di lapisan dunia lain." ucap Xiao Yuza, satu bulan yang lalu Xiao Yuna mengirim surat padanya melalui seorang kultivator yang sedang kembali menuju dunia bawah.


"Tak ada cara lain, kita tak bisa menunggu Nona Xiao Ziya kembali untuk menyelesaikan masalah ini." ucap Xiao Zuen dengan raut wajah serius, jika masalah wabah ini dibiarkan berlarut larut maka akan muncul masalah yang lebih besar di kemudian hari.

__ADS_1


Kekacauan yang terjadi di dunia bawah adalah ulah dari seseorang, entah orang itu berasal dari dunia bagian mana ataupun ia memiliki dendam dengan siapa. Orang yang menyebarkan wabah penyakit merupakan seorang alkemis bintang lima yang menggunakan ilmu hitam dalam setiap prakteknya, orang itu sudah menyatu dengan kejahatan yang ada di dunia, ia bahkan memiliki wilayah kekuasaan sendiri yang tak diketahui oleh orang dari dunia luar.


"Saya akan menunggu pahlawan dari Dunia Bawah datang menyelamatkan seluruh penduduknya." ucap seorang pria dengan senyuman jahat, wajah putih halus dan hidung mancung, rambut serta mata yang berwarna hitam legam. Bisa dikatakan pria itu adalah pria tertampan yang belum pernah ditemui oleh Xiao Ziya.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya, Putra Mahkota Yunzo Zu, dan Pangeran Honzi Zu berada di teras depan restoran tempat mereka makan, saat ingin kembali ke Istana Kerajaan Bintang Timur tiba tiba hujan turun dengan sangat lebat. Xiao Ziya menatap ke arah langit dengan perasaan gelisah, ia sangat khawatir pada keluarganya yang berada di dunia bawah. Saat Xiao Ziya sedang fokus melihat rintik hujan yang turun gadis itu menyadari ada hal aneh yang terjadi, air hujan yang seharusnya berwarna bening berubah menjadi merah darah dalam beberapa saat.


"Kita harus segera kembali ke istana!." ucap Xiao Ziya dengan suara keras dan lantang.


"Apa yang terjadi adik Ziya?." tanya Pangeran Honzi yang merasa terkejut karna tiba tiba adik tirinya mengeluarkan suara yang kencang.


"Tak ada waktu untuk menjelaskannya, mari kita kembali ke istana sekarang juga." ucap Xiao Ziya, gadis itu memegangi tangan Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu setelahnya gadis itu melesat dengan kecepatan penuh. Gadis itu menerjang hujan dengan kecepatan tinggi, tak ada satu tetes air yang mengenai baju mereka bertiga. Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di dalam istana Kerajaan Bintang Timur dengan keadaan Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu muntah muntah karna merasa sangat mual.


"Mengapa Anda melesat dengan begitu cepat, kita baru saja makan banyak dan sekarang perut saya terguncang." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang masih merasa mual, pemuda itu butuh penjelasan dari Xiao Ziya.


"Air hujan yang jatuh berwarna merah darah, ada dua hal yang mungkin saja sedang terjadi." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius, gadis itu berharap semoga kekhawatirannya tak benar benar terjadi.


"Katakan apa yang sedang


"Pertama, mungkin ini hanya hujan asam biasa yang terjadi setiap beberapa tahun sekali. Yang kedua, saya khawatir ada malaikat yang sedang menentang langit dan berusaha untuk melakukan pengorbanan dengan jiwanya sendiri. Jika kita tetap berada di restoran itu maka akan perlu waktu yang sangat lama untuk bisa kembali ke Istana Kerajaan Bintang Timur." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi serius.


Putra Mahkota Yunzo Zu terdiam sejenak, ia merasa biasa biasa saja saat melihat hujan berwarna merah karna hal itu memang akan terjadi dalam kurun waktu dua ataupun tiga tahun sekali, namun Putra Mahkota Yunzo Zu tak pernah mendengar tentang malaikat yang menentang langit dengan menentang jiwanya sendiri.


"Mengapa seorang malaikat ingin menentang langit? bukankah malaikat dipilih langsung oleh Penguasa Alam Semesta?." tanya Pangeran Honzi dengan rasa penasaran tinggi.


"Mungkin mereka tak puas hanya menjadi seorang malaikat saja, beberapa diantara mereka akan menentang langit untuk menjadi tangan kanan ataupun tangan kiri Sang


Penguasa Alam Semesta." jawab Xiao Ziya, hanya itu yang ia ketahui hingga saat ini mengenai dunia dunia yang ada di lapisan paling atas.


Sebenarnya Xiao Ziya merasa sangat senang karna terlahir di dunia bawah, semakin rendah tempat kelahiran seseorang maka semakin kecil kemungkinan ada musibah besar yang terjadi. Jika air hujan berwarna merah itu adalah campuran air dari langit dengan darah seorang malaikat, maka siapapun dengan tingkatan di bawah malaikat itu akan mengalami luka bakar yang sangat parah kecuali mereka memiliki pelindung yang cukup kuat.


"Segera perintahkan para prajurit dan pelayan untuk masuk ke dalam istana, sebentar lagi hujan itu akan sampai di sini." ucap Xiao Ziya yang melihat awan berwarna merah darah berjalan mendekat ke arah Istana Kerajaan Bintang Timur.

__ADS_1


Pangeran Honzi Zu dan Putra Mahkota Yunzo Zu segera berlari menuju gerbang masuk Istana Kerajaan Bintang Timur, beberapa prajurit tak mendengar perkataan keduanya namun setelah Putra Mahkota Yunzo Zu mengatakan bahwa itu perintah dari Xiao Ziya mereka langsung masuk ke dalam istana tanpa mengatakan apapun. Karna Putra Mahkota Yunzo Zu dan Pangeran Honzi Zu yang berlarian di sekitar lorong istana membuat beberapa anggota kerajaan merasa bingung, apa yang sedang dilakukan oleh mereka berdua? dan mengapa banyak prajurit yang berkumpul di aula utama Istana Kerajaan Bintang Timur.


"Berhenti." perintah Raja Yongling Zu pada seorang prajurit yang sedang melintas di hadapannya.


"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap prajurit itu yang langsung memberikan salam pada rajanya.


"Apa yang sedang terjadi? mengapa banyak prajurit dan pelayan yang masuk ke istana utama? saya juga melihat prajurit yang bertugas di luar istana masuk ke dalam Aula utama Kerajaan Bintang Timur?" tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan penuh selidik, ia tak memerintahkan apapun pada para prajurit itu.


"Ini perintah dari Nona Xiao Ziya, Nona ingin meminta bantuan pada kami." ucap prajurit itu yang mengucap salam lalu pergi meninggalkan Raka Yongling Zu dengan perasaan bingung.


Kini seluruh prajurit yang bertugas di sekitar Istana Kerajaan Bintang Timur sudah berkumpul di dalam aula utama Kerajaan Bintang Timur, terlihat Xiao Ziya berdiri dengan tegap sembari memandang ke arah ribuan prajurit itu. Pintu aula utama Kerajaan Bintang Timur terbuka dengan lebar, terlihat Raja Yongling Zu yang masuk kedalam aula dengan tatapan bingung. Sang raja menginginkan penjelasan dari gadis itu, seharusnya Xiao Ziya meminta izin sebelum menggunakan aula utama.


"Saya tak bisa menunda waktu lagi karna saat ini situasi sangat genting, air hujan berwarna merah yang sedang jatuh di wilayah Dunia Manusia Abadi bukanlah hujan asam biasa. Saya melihat setiap air hujan itu jatuh ke tanah maka tanah tersebut langsung berubah warna menjadi hitam pekat dengan asap panas membumbung ke atas langit." ucap Xiao Ziya dengan tatapan serius pada seluruh prajurit yang ada di aula utama.


"Lalu apa yang sedang terjadi? saya sangat yakin itu sekedar hujan asam biasa yang sering terjadi dalam beberapa tahun." ucap salah seorang prajurit yang tak percaya dengan perkataan Xiao Ziya.


"Jika Anda tak percaya silahkan keluar dan berdiri di tengah tengah hujan." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar, jika prajurit itu tak percaya maka ia bisa membuktikannya sendiri.


Prajurit tersebut melangkahkan kakinya keluar dari aula utama Kerajaan Bintang Timur kemudian berdiri di tengah tengah hujan, air hujan berwarna merah darah yang menyentuh tubuhnya menimbulkan luka bakar yang sangat parah. Dari dalam aula utama Kerajaan Bintang Timur semua orang mendengar suara teriakan minta tolong dari prajurit itu, tak ada yang berani menginjakkan kaki keluar karna takut mengalami nasib yang sama.


"Lalu apa yang sedang terjadi saat ini nona Ziya?." tanya salah seorang prajurit pada Xiao Ziya, bagaimana nasib para penduduk Kerajaan Bintang Timur yang tak mengetahui hal ini.


"Kemungkinan besar seorang malaikat sedang menentang langit dan mengorbankan jiwanya sendiri, sepertinya langit tak menghendaki keinginan malaikat tersebut lalu meleburnya bersama dengan air hujan. Siapapun manusia dengan kekuatan di bawah malaikat itu maka tubuhnya akan terbakar saat terkena air hujan." ucap Xiao Ziya yang sedang menjelaskan hal yang tak pernah ia temui sebelumnya.


"Pengorbanan malaikat?." tanya Raja Yongling Zu dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Kita bisa menyebutnya dengan malaikat pembangkang." jawab Xiao Ziya dengan nada datar, ia sangat malas menjelaskan panjang lebar mengenai fenomena menyebalkan ini.


"Lalu untuk apa Nona Ziya mengumpulkan kami semua di sini?." tanya salah seorang prajurit dengan perasaan was was.


"Kalian harus mengevakuasi para penduduk dan meminta mereka tetap berada di dalam rumah selama hujan ini belum berhenti." ucap Xiao Ziya dengan santai, di sisi lain perkataan gadis tersebut membuat para prajurit terkejut. Bagaimana bisa mereka mengevaluasi para penduduk jika tubuh mereka akan terbakar saat terkena air hujan?.

__ADS_1


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.


__ADS_2