RATU IBLIS

RATU IBLIS
Hari Pertama


__ADS_3

Xiao Ziya menatap kesekeliling dan ia menemukan beberapa penjaga perbatasan. Saat Xiao Ziya ingin masuk kedalam wilayah dunia atas beberapa dari prajurit menghentikan langkah gadis itu. Mereka menanyakan siapa Xiao Ziya dan apa tujuannya datang ke dunia atas.


"Tolong tunjukkan token identitas anda." ucap salah seorang penjaga wilayah perbatasan.


Mereka sempat melihat ke arah Xiao Ziya sejenak dan berfikir apakah gadis itu ada kaitannya dengan fenomena yang baru saja terjadi, namun dari penampilan Xiao Ziya para penjaga gerbang itu merasa ragu karna tak mungkin seorang gadis kecil memiliki kemampuan yang sangar tinggi hingga diakui oleh pemilik dunia atas.


Xiao Ziya menunjukkan sebuab token berwarna hitam, token itu ia dapatkan dari Raja Zeuz. Penjaga perbatasan itu tentu saja mengenali token hitam yang ditunjukkan oleh Xiao Ziya.


"Apa hubunganmu dengan Raja Zeuz?." tanya salah seorang penjaga perbatasan yang merasa Raja Zeuz tak memiliki seorang putri.


"Saya adalah putri angkar dari Raja Zeuz token ini asli jika anda tak percaya tanyakan pada pemimpin terdekat yang ada di sini." ucap Xiao Ziya yang bersabar karna ini bukanlah dunia bawah yang bisa ia taklukkan dengan mudah.


Seorang penjaga perbatasan melaksanakan saran dari Xiao Ziya, penjaga perbatasan itu berlari kedalam dan pergi menuju istana Zu Long. Wilayah pertama yang akan Xiao Ziya pijaki saat berada di dunia atas adalah Kerajaan Zu Long.


Penjaga perbatasan itu masuk kedalam aula untuk menemui Yang Mulia Raja Zu Fengzo, padahal saat itu sedang ada rapat penting untung saja sang raja dan yang lainnya tak marah pada penjaga perbatasan itu.


"Ada apa hingga kau datang dengan terburu buru." ucap Raja Fengzo yang keheranan dengan sikap penjaga perbatasannya itu.


"Ada seorang gadis yang sepertinya baru tiba di dunia atas, kemungkinan besar ia berasal dari dunia bawah. Saat saya menanyai tentang token identitasnya gadis itu memberikan sebuah token berwarna hitam dengan lambang khusus. Menurut pengetahuan saya token ini milik Kerajaan Hitam yang dipimpin oleh Raja Zeuz. Saya datang untuk memastikan apakah token ini asli ataukah tidak." ucap penjaga perbatasan itu yang menjelaskan secara rinci apa yang sedang terjadi.


Penjaga perbatasan itu menunjukkan token yang diberikan oleh Xiao Ziya kepada Raja Zu Fengzo, sang raja meneliti token identitas itu dengan seksama dan benar token hitam itu memang asli.


"Apa yang dikatan oleh gadis itu ketika kau menanyai darimana ia mendapatkannya?." tanya Raja Zu Fengzo yang ingin tau lebih detail lagi jangan sampai ia menyinggung orang orang dari Kerajaan Hitam.


"Gadis itu mengatakan bahwa ia adalah putri angkat dari Raja Zeuz." ucap penjaga gerbang yang membuat Rana Zu Fengzo tersedak ludahnya sendiri.


Jika gadis itu berbohong sama saja ia sedang menyerahkan nyawanya pada Kerajaan Hitam, namun jika apa yang dikatakan oleh gadis itu adalah kebenaran maka Kerajaan Zu Long akan dalam masalah karna telah menghalangi jalan dari putri angkat Raja Zeuz.


"Biarkan dia masuk dan bawa dia ke istana terlebih dahulu." ucap Raja Zu Fengzo yang tak ingin mengambil resiko.


Penjaga perbatasan itu pergi dari aula utama Kerajaan Zu Long untuk menemui gadis yang masih menunggunya di luar wilayah perbatasan.


"Silahkan nona muda masuk, namun Raja Zu Fengzo berpesan agar nona mampir terlebih dahulu di istana Kerajaan Zu Long." ucap penjaga wilayah perbatasan itu. Xiao Ziyapun masuk kedalam dan menganggukkan kepalanya sebagai pertanda ia akan datang ke istana Kerajaan Fengzo.


Token hitam itu sudah kembali ke tangan Xiao Ziya, ini pertama kalinya Xiao Ziya menginjakkan kakinya di dunia atas. Saat melihat kesekeliling Xiao Ziya merasa bahwa wilayah dunia atas sama saja dengan yang ada di dunia bawah, bangunan bangunan yang ada di sini juga sama dengan yang ada di Wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Hah akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di sini juga." ucap Xiao Ziya yang langsung mencari sebuah penginapan yang bisa ia tinggali dalam tiga hari kedepan.


Xiao Ziya melihat kesana kemari ia menemukan banyak sekali pedagang makanan yang sangat enak, karna merasa perutnya perlu di isi Xiao Ziya mampir kesebuah kedai yang menjual mie pedas dengan daging asap yang enak.


"Permisi paman saya ingin pesan satu mie pedas, dua porsi daging asap, dan minuman dingin." ucap Xiao Ziya yang tau bahwa di kedai ini memiliki sebuah benda yang dapat digunakan untuk membuat makanan atau minuman menjadi dingin.


Pemilik kedai itu sempat melihat Xiao Ziya sejenak karna gadis itu datang sendirian tanpa orang tuanya, pemilik kedai itu takut jika gadis itu tak bisa membayar apa yang ia pesan.


"Ada apa paman mengapa anda tak membuat pesanan yang saya pesan." ucap Xiao Ziya yang kebingungan dengan pemilik kedai itu.


"Maaf bukannya saya tak ingin membuatkan pesanan anda namun dimana orang tua anda nona?." tanya pemilik kedai itu yang ingin tau dimana kedua orang tua Xiao Ziya.


"Berapa yang harus saya bayar untuk makanan yang saya pesan?." tanya Xiao Ziya yang mengerti bahwa pemilik kedai itu takut jika Xiao Ziya tak membayar apa yang ia pesan.


"Semuanya tiga keping emas." ucap pemilik kedai itu yang berkata dengan jujur, tinggal di dunia atas artinya harus memiliki banyak harta agar tetap bisa bertahan hidup. Namun tiga keping koin emas bukanlah hal yang besar untuk Xiao Ziya. Gadis itu memberikan empat koin emas pada pemilik kedai, pria itu tampak malu karna telah meremehkan kadis yang ada di hadapannya.


"Maaf karna saya meragukan nona, saya akan segera menyiapkan apa yang nona pesan." ucap pemilik kedai itu yang langsung pergi untuk menyiapkan apa yang Xiao Ziya pesan.


Gadis itu tersenyum karna aturan yang ada di dunia atas tak jauh berbeda dengan yang ada di dunia bawah hanya saja mereka yang tinggal di sini rata rata berada di tingkatan petarung senior untuk tingkat terendah.


Tak lama kemudian pesanan Xiao Ziya datang, gadis itu menikmati makananya dengan lahap namun tiba tiba muncul beberapa orang menggunakan jubah biru dan menghampiri sang pemilik kedai mereka meminta umpeti pada pemilik kedai itu.


Xiao Ziya yang tadinya fokus dengan mie pedas miliknya akhirnya terganggu, gadis itu menengok kesamping ia merasa familiar dengan orang orang berjubah biru itu.


"Mungkin mereka aliansi hitam yang dimaksut oleh Raja Artur." ucap Xiao Ziya.

__ADS_1


Pemilik kedai hanya memiliki lima puluh koin emas hari ini dan ia tak mungkin memberikan semuanya pada orang orang berjubah biru itu, karna tak mendapat apa yang mereka inginkan orang orang berjubah biru itu hendak memukul sang pemilik kedai namun sebuah belati melayang dan menggores wajah salah satu dari mereka.


"Siapa yang berani mengganggu kami." ucap salah seorang dari mereka, semua pengunjung yang ada di sana hanya diam karna tak ingin berurusan dengan Aliansi Hitam Wunzo yang terkenal sangat kuat dab jahat di dunia atas, bahkan beberapa kerajaan hanya diam saja saat rakyat mereka diperlakukan kasar oleh anggota Aliansi Hitam Wungzo.


Kerajaan Zu Long salah satunya karna mereka tak memiliki banyak kultivator tingkat tinggi ataupun senjata spiritual yang dapat membantu mereka, senjata spiritual tertinggi yang ada di Kerajaan Zu Long hanya berada di tingkat kaisar bumi.


"Kalian sangat menggangu waktu makan saya." ucap Xiao Ziya dengan lantang yang membuat semua orang terkejut, mereka berfikir apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu mengapa ia mengakui tindakannya barusan.


"Jadi seorang gadis kecil yang berani menggaggu kami apa kau bosan hidup?." tanya salah satu dari mereka yang mendekat ke arah Xiao Ziya.


Xiao Ziya hanya tersenyum, baru saja sampai di dunia atas sudah ada yang menantang dirinya untuk bertarung bukankah ini sangat menyenangkan.


"Kau ingin melawan saya? apakah kau layak melakukannya?." tanya Xiao Ziya yang ini tengah beradu argumen dengan salah satu orang berjubah biru itu.


"Apa kau tak tau siapa kami?." ucap yang lain yang merasa kesal dengan sikap Xiao Ziya.


"Sudahlah nona muda sebaiknya anda mengalah saja." ucap penjaga kedai yang tak ingin jika gadis itu sampai terluka.


"Paman tenang saja." ucap Xiao Ziya pada sang pemilik kedai karna ia mampu mengatasi mereka.


"Memangnya siapa kalian hingga saya harus mengenal kalian semua?." tanya Xiao Ziya dengan entengnya padahal semua pengunjung yang ada di sana sudah berkeringat dingin dan membayangkan bagaimana nasib Xiao Ziya.


"Kami dari Aliansi Hitam Wunzo, kami adalah yang terkuat di sini." ucap mereka secara bersamaan, bukannya takut Xiao Ziya malah tertawa saat mendengar penjelasan dari mereka.


"Ah ku kira kalian berasal dari alam neraka atau alam dewa ternyata hanya orang yang berasal dari Aliansi Wunzo." ucap Xiao Ziya yang tak habis fikir sebenarnya apa yang mereka bangga banggakan semuanya terdengar biasa biasa saja di telinga Xiao Ziya.


"Kau membuat kami marah ini adalah hari kematianmu gadis tak tau diri." ucap mereka yang ingin menyerang Xiao Ziya.


Xiao Ziya menjentikkan tangannya hingga muncul api berwarna putih kemerah merahan yang membakar tubuh orang orang berjubah biru itu. Mereka tak tau dari mana api ini bersal namun rasanya sangat menyakitkan.


"Kematian kematian dan kematian kalian sangat berisik nikmati saja sensasi terbakar itu." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.


"Bos kami pasti akan mencarimu ia akan membalaskan dedam untuk kami." ucap orang orang berjubah biru itu yang sedang mensumpah serapahi Xiao Ziya.


Semua yang ada di sana tentu saja tercengang, siapa gadis itu sebenarnya mengapa ia terlihat begitu tenang saat berhadapan dengan orang orang Aliansi Hitam Wunzo.


"Trimakasih karna nona telah membantu saya, bagaimana cara saya membalas kebaikan anda?." tanya pemilik kedai itu yang ingin mentraktir Xiao Ziya makan gratis sepuasnya.


"Bisakah paman memunjukkan penginapan terdekat yang bisa disewa perharinya?." ucap Xiao Ziya yang sudah melihat penginapan di sekeliling yang rata rata harus disewa perbulan.


"Ah kebetulan sekali istri saya mengelola sebuah penginapan yang ada di sebelah kedai ini saya akan mengantar nona." ucap pemilik kedai itu yang kembali bekerja sembari menunggu Xiao Ziya selesai makan.


Setelah selesai makan pemilik kedai mie pedas itu mengantar Xiao Ziya kesebuah penginapan yang tak jauh dari sana. Penginapan itu terlihat minimalis namun elegan.


"Ini adalah penginapan yang dikelola oleh istri saya silahkan nona masuk kedalam." ucap pria pemilik kedai mie pedas.


Mereka masuk kedalam penginapan, terlihat wanita dengan gaun biru tua yang terlihat cantik ia adalah istri dari pemilik kedai itu. Sang istri terlihat sangat senang saat suaminya datang kepenginapannya.


"Apa kau merindukanku hingga datang saat kedaimu belum tutup?." tanya wanita itu dengan tawa bahagia yang keluar dari bibirnya.


"Istriku perkenalkan ini nona muda yang membantuku saat akan dipukuli oleh orang orang dari Aliansi Hitam Wunzo, tolong layani ia dengan baik aku harus kembali ke kedai karna sangat ramai." ucap pria pemilik kedai mie pedas yang kemudian mengecup kening istrinya kemudian pergi.


"Ah trimakasih telah membantu suami saya, apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan nona." ucap wanita itu yang ingin membalas kebaikan Xiao Ziya.


"Saya ingin menyewa sebuah kamar selama tiga hari saja apakah boleh?." tanya Xiao Ziya dengan ragu ragu.


"Tantu saja, nona bisa menginap secara gratis di sini." ucap wanita itu namun Xiao Ziya menolak ia tetap ingin membayar biyaya untuk menginap di sana selama tiga hari.


Akhirnya Xiao Ziya bisa istrahat di sebuah kamar yang sangat nyaman. Xiao Ziya langsung membersihkan dirinya dan mengganti pakaian dengan gaun berwarna hitam dengan hiasan merak emas. Setelah selesai Xiao Ziya keluar dari kamarnya ia ingat memiliki janji untuk pergi ke istana Kerajaan Zu Long.


"Maaf bibi dimana letak istana Kerajaan Zu Long." ucap Xiao Ziya yang bingung dimana letak istana Kerajaan Zu Long karna ini hari pertama ia tiba di dunia atas.

__ADS_1


Wanita itu tampak bingung mengapa gadis yang ada di depannya itu tak tau letak Istana Kerajaan Zu Long.


"Dari mana nona berasal hingga tak tau letak istana Kerajaan Zu Long." ucap wanita itu yang ingin tau dari mana Xiao Ziya berasal.


"Saya berasal dari dunia bawah dan baru hari ini sampai di dunia atas." jawab Xiao Ziya dengan jujur.


Wanita itu terkejut bukan main akhirnya setelah tiga puluh tahun berlalu ada seseorang dari dunia bawah yang mampu datang dan tinggal di dunia atas. Wanita itu tampak sangat senang karna dulunya ia juga berasal dari dunia bawah.


"Ah akhrinya ada yang biasa datang kesini, apalagi yang datang adalah gadis muda yang cantik. Nona tinggal berjalan lurus saja mengikuti jalan yang terbuat dari bata merah." ucap wanita itu yang memberi tau Xiao Zjya untuk mengikuti jalan yang terbuat dari bata berwarna merah.


"Trimakasih bibi, saya pamit pergi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari penginapan itu. Ia berjalan sesuai dengan arahan yang diberi oleh wanita itu.


Xiao Ziya berjalan dengan santai dan melihat para pedagang yang sedang menjajakan dagangan mereka. Xiao Ziya tertarik dengan salah satu penjual gaun, ada gaun berwana merah yang sangat indah.


"Saya ingin membeli gaun ini berapa koin yang harus saya bayarkan?." tanya Xiao Ziya yang ingin membeli gaun merah itu.


"Gaun ini cukup mahal nona, anda harus membayar dua puluh keping emas." ucap penjual gaun itu karna gaun merah yang diinginkan oleh Xiao Ziya dijahit dengan benang emas dan dihiasi beberapa mutiara cantik.


"Baiklah ini dua puluh koin emasnya tolong bungkuskan gaun itu untuk saya." ucap Xiao Ziya dengan senang. Penjual itu membungkuskan gaun merah dengan rapi dan memberikannya pada Xiao Ziya. Gadis itu memasukan gaun itu kedalam cincin semestanya.


Setelah cukup lama berjalan akhirnya Xiao Ziya sampai di istana Kerajaan Zu Long. Penjaga gerbang masuk menghalangi Xiao Ziya.


"Maaf nona ada keperluan apa hingga ada datang ke istana?." tanya penjaga itu yang memastikan bahwa Xiao Ziya tak memiliki niatan yang jahat.


"Ah saya diberitahu oleh penjaga perbatasan untuk datang menemui Raja Fengzo, saya juga tak tau apa yang ingin dibahas oleh rasa." ucap Xiao Ziya pada kedua penjaga gerbang itu.


Kedua penjaga gerbang itu saling bertatap tatapan rupanya gadis itu adalah tamu yang sudah ditunggu tunggu oleh Yang Mulia Raja Zu Fengzo sedari tadi.


"Silahkan nona masuk, raja dan yang lainnya sudah menunggu kedatangan anda." ucap penjaga gerbang yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk.


Saat memasuki halaman depan istana Kerajaan Zu Lonh ada dua pelayan wanita yang datang menghampiri Xiao Ziya. Mereka diperintahkan untuk menunjukkan jalan pada Xiao Ziya untuk sampai di aula. Setelah berjalan melewati lorong lorong yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di aula utama istana Kerajaan Zu Long.


"Silahkan nona masuk yang mulia raja sudah menunggu." ucap kedua pelayan itu yang kemudiab pergi.


Xiao Ziyapun membuka pintu aula dan masuk kedalam. Terlihat banyak wajah asing yang ada di sana, Xiao Ziya berjalan untuk menghadap Raja Zu Long yang sedang duduk di singgasananya.


"Salam saya pada Yang Mulia Raja Zu Fengzo." ucap Xiao Ziya yang hanya membungkukkan sedikit badannya. Mungkin apa yang ia lakukan dikira kurang sopan oleh yang lainnya namun itu adalah kebiasaan dari Xiao Ziya.


"Jadi kau adalah gadis pemilik token hiam itu." benar karna ayah angkat saya yang memberikannya." ucap Xiao Ziya tanpa gugup walau saat ini sang raja sedang menatapnya dengan tajam.


"Apakah token itu benar benar diberikan oleh Raja Zeuz atau kau mengambilnya dari seseorang?." tanya Raja Zu Fengso yang ingin mengintrogasi Xiao Ziya karna ia ragu gadis itu pemilik dari token hitam itu.


"Saya tak perli membuktikannya pada anda." jawab Xiao Ziya dengan dingin yang membuat beberapa jenderal yang ada di sana merasa geram.


"Bicaralah dengan sopan pada Yang Mulia Raja." ucap Jenderal Zu Rexi yang tengah memperingatkan Xiao Ziya agar tak bertindak seenaknya saat ada di wilayah kekuasaan orang lain.


"Kalian meminta saya untuk datang hanya karna masalah ini? apa kalian sedang bercanda?. Seorang raja yang tak mampu melindungi rakyatnya dari gangguan aliansi hitam wunzo apa yang harus saya hormati darinya?." ucap Xiao Ziya yang langsung mengenai hati sang raja, apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya adalah kebenaran sehingga Raja Zu Fengzo tak marah.


"Walau begitu ini bukan wilayahmu." triak Jenderal Zu Rexi yang ingin melindungi harga diri rajanya yang begitu ia kagumi.


"Saya tau ini bukan wilayah saya, namun pantaskan kalian memperlakukan orang lain seperti ini? lihatlah semua orang duduk dengan tenang namun tak ada kursi kosong untukku." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan menyeramkan. Semua terdiam karna mereka memang tak menyiapkan kursi untuk gadis itu.


"Kau hanyalah orang baru yang baru saja menginjakkan kaki di dunia atas." ucap jenderal Zu Cinling.


"Baiklah baiklah tak masalah." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mempermasalahlan hal itu lagi.


Xiao Ziya meminta Zier untuk keluar dari cincin semestanya, setelah itu Xiao Ziya duduk di atas punggung Zier. Semua orang memandang ke arah harimau itu bagaimana gadis itu memiliki seekor binatang tingkat misteri yang mungkin lebih kuat dari Raja Zu Fengzo sendiri.


"Apa yang ingin anda lakukan?." tanya Raja Zu Fengzo yang terlihat takut pada Xiao Ziya.


"Saya hanya duduk dan ingin mendengarkan apa yang ingin anda ketahui tentang saya." ucap Xiao Ziya dengan santai karna ia memang tak ingin melakukan apapun.

__ADS_1


Hai hai semua maaf update satu aja, jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share, hari ini up hiji ges.


__ADS_2