RATU IBLIS

RATU IBLIS
Dunia Semesta Tingkat Rendah 10


__ADS_3

Beberapa saat setelah itu muncul seorang pria di depan toko black daimon, Hanz mengintip dari jendela kacanya untuk memastikan siapa orang tersebut. Setelah melihat cukup dekat Hanz pun mengenali siapa pria itu, dia adalah Wenzi pemimpin organisasi serikat perdagangan terbesar yang ada di dunia semesta tingkat rendah. Wenzi adalah seorang kultivator yang selama ini menyembunyikan kekuatannya agar bisa tinggal di tempat ini, bagi Wenzi dunia semesta tingkat rendah sangat cocok dijadikan tempat untuk memulai bisnis dagangnya.


"Selamat sore Tuan Wenzi, apa ada yang bisa saya bantu?." tanya Hanz dengan sopan karna ia menghormati pria itu.


"Saya ingin mencari beberapa geranat dan senjata api." ucap Wenzi dengan santai, ia masuk kedalam toko dan melihat lihat semua benda yang di jual di sana. Setelah memutuskan barang apa yang ingin ia beli Wenzi meminta satu set pistol terbaik yang dimiliki oleh toko black daimon.


"Mohon maaf Tuan Wenzi satu set pistol yang kami miliki telah kami berikan pada orang lain." ucap Hanz dengan sebuah senyuman sebagai pertanda bahwa mereka belum memiliki satu set pistol lagi.


"Siapa yang telah membelinya?." tanya Wenzi yang ingin menemui orang itu, mungkin ia bisa membeli kembali dengan harga yang lebih tinggi.


Hanz dengan ragu ragu menunjuk ke arah Xiao Ziya yang sedang berbaring di sofa tamu, Wenzi melihat ke arah gadis itu dengan tatapan bingung. Untuk apa gadis yang masih sangat muda membeli satu set pistol terbaik yang ada di toko ini? apakah ia ingin mencoba peruntungan menjadi seorang mafia ataupun anggota gengster.


"Biar saya menemui gadis itu." ucap Wenzi yang mendekati Xiao Ziya.


"Saya harap anda tidak mengganggu waktu tidur nona kami." ucap Hanz yang merasa ragu saat Wenzi ingin membangunkan Xiao Ziya.


Pria bernama Wenzi itu cukup keras kepala ia tetap membangunkan Xiao Ziya yang sedang tidur dengan cara mengguncang badannya. Xiao Ziya merasa terganggu dan mulai membuka matanya, ia melihat sesosok pria asing yang sedang menatap dingin ke arah dirinya.


"Anda yang mengganggu tidur saya?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi datar layaknya orang yang baru saja bangun tidur.


"Saya ingin membicarakan sesuatu dengan anda." ucap Wenzi yang tak menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya ia malah mengatakan hal lain yang tak ingin diketahui oleh gadis itu.


"Anda yang membangunkan saya?." tanya Xiao Ziya lagi masih dengan ekspresi yang sama.


"Bangunlah ini bukan rumahmu, saya ingin membeli satu set pistol yang kau miliki." ucap Wenzi dengan nada bicara yang sedikit kasar, mungkin ini pertama kali ia bertemu dengan seseorang seangkuh Xiao Ziya.


Xiao Ziya tak menggubris perkataan pria itu, ia kembali memejamkan matanya agar masuk ke alam mimpi. Hanz yang melihat semua itu hanya bisa diam,meskipun ia dan kedua saudaranya adalah mafia yang sangat terkenal namun mereka tetap membutuhkan kerja sama dengan organisasi serikat perdagangan untuk menjalankan bisnis mereka.


"Bangunlah!!!." teriak Wenzi di dekat telinga Xiao Ziya.


Tanpa basa basi Xiao Ziya melayangkan satu pukulan pada pria itu hingga terpental beberapa meter, gadis itu bangun dan menatap Wenzi dengan tajam aura membunuh yang sangat kental keluar dari tubuh gadis itu. Wenzi melihat Xiao Ziya seperti malaikat maut yang datang untuk mencabut nyawanya, selama ini Wenzi mengira bahwa ia satu satunya kultivator yang ada di dunia semesta tingkat rendah ini.


"Katakan kau ingin mati dengan cara seperti apa?." tanya Xiao Ziya yang sudah sangat geram, lagipula siapa pria itu mengapa ia sangat berani mengganggu waktu tidur orang lain.


"Siapa kau? bagaimana seorang kultivator bisa masuk ke wilayah ini?." tanya Wenzi dengan tubuh yang gemetaran, semua aura membunuh sedang terarah padanya ia ingin segera pergi dari tempat itu untuk menyelamatkan diri.


"Jika kau bisa mengapa saya tidak?." ucap Xiao Ziya dengan senyum remeh. Mungkin Wenzi bisa membohongi semua orang yang ada di dunia semesta tingkat rendah dengan menghilangkan aura dan menutupi basis kultivasi ya, namun pria itu tak bisa membohongi Xiao Ziya yang ribuan kali lebih kuat darinya.


"Apa maksud nona?." tanya Hanz yang tak mengerti dengan pembicaraan mereka berdua.


" Dia juga seorang kultivator, bukankah begitu tuan?." ucap Xiao Ziya yang berjalan mendekat ke arah Wenzi, ia mengangkat tubuh pria itu kemudian melemparkannya keluar toko black daimon.


"Tolong ampuni kesalahan saya nona besar." ucap Wenzi yang meminta pengampunan dari Xiao Ziya, ia tak menyangka akan bertemu kultivator yang lebih kuat darinya.


Xiao Ziya meminta pria itu untuk segera pergi sebelum ia berubah fikiran dan membunuhnya di sana, Wenzi segera pergi setelah membayar dan membawa semua benda yang ia beli. Setelah pria itu pergi Xiao Ziya kembali masuk kedalam toko dan berbaring di atas sofa, saat Xiao Ziya sudah merasa tenang kini giliran Hanz yang gelisah.


"Saya yakin pria itu akan kembali lagi membawa anak buahnya." ucap Hanz yang tak tau bagaimana bisnis ini akan berjalan jika mereka berselisih paham dengan organisasi serikat dagang.


"Kau takut pada mereka?." tanya Xiao Ziya dengan mata yang terpejam.

__ADS_1


"Saya tidak takut jika harus melawan mereka, namun bisnis kami memerlukan bantuan dari serikat dagang yang dipimpin oleh Tuan Wenzi." ucap Hanz yang menjelaskan bahwa ketiga bersaudara itu mampu bersaing dengan seluruh anggota serikat dagang dalam hal kekuatan, namun mereka tak bisa menandingi serikat dagang dalam hal pengaruh perdagangan secara luas.


Xiao Ziya memahami kegelisahan pemuda itu, namun masalah ini tak ada hubungannya dengan toko black daimon jika pria bernama Wenzi itu datang dan mengacaukan bisnis mafia bersaudara itu maka Xiao Ziya akan datang ke markas organisasi serikat perdagangan untuk menghancurkan mereka semua. Mendengar perkataan dari Xiao Ziya membuat Hanz sedikit tenang karna ia tau gadis muda yang sedang tidur itu tak pernah main main dengan apa yang ia katakan.


Malampun tiba Xiao Ziya masih terlarut dalam tidurnya, Hanz pergi untuk mencari makan malam ia sudah mengunci semua pintu dan jendela toko. Saat Xiao Ziya sedang tidur ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah toko black daimon.


"Perisai pelindung tuju warna terbukalah." ucap Xiao Ziya yang mengaktifkan salah satu perisai pelindungnya untuk melindungi toko black daimon, setelah kondisi terasa aman ia melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.


Benar saja di luar toko black daimon sudah ada beberapa orang dengan baju berwarna merah dan lambang timbangan di bagian belakang, mereka adalah orang orang organisasi serikat dagang yang dikirim oleh Wenzi untuk membakar toko black daimon agar ketiga mafia bersaudara itu tak mengungkap rahasianya sebagai seorang kultivator.


"Sebarkan minyak tanah keseluruh bagian toko." ucap salah seorang pria yang memimpin anggota lain.


Merekapun mulai menuangkan literan minyak tanah di sekeliling toko black daimon setelah selesai mereka mulai menyalakan korek api dan melemparnya. Anehnya toko black daimon tak terbakar.


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? apakah kalian menuang air putih?." tanya Grenz, ia ditunjuk sebagai pemimpin dalam rencana mereka kali ini.


"Kami menuang minyak tanah seperti yang anda minta." ucap salah satu anggota serikat perdagangan yang sangat yakin bahwa mereka mengambil minyak tanah bukan air putih.


"Lalu mengapa tempat ini tidak terbakar?." ucap Grenz yang merasa kesal. Ia mencoba untuk melangkah lebih dekat dengan toko black daimon, tiba tiba tububnya terpental seperti ada tembok transparan yang melindungi toko itu.


Xiao Ziya semakin terganggu dengan suara bising yang berasal dari luar, ia bangun dan mulai berjalan keluar toko. Saat membuka pintu ia melihat sekelompok orang sedang kebingungan sambil membawa wadah yang beraroma minyak tanah.


"Hoaam, apa yang ingin kalian lakukan di sini? pulanglah." ucap Xiao Ziya dengan tenang.


"Bagaimana bisa kau berada di dalam sana?." tanya Grenz yang merasa bingung karna ia tak bisa mendekat ke arah toko sedangkan gadis itu baru saja keluar dari dalam toko.


"Saya sudah ada di sini sejak siang tadi. Ah kalian ingin membakar toko ini? selamat berjuang sampai jumpa." ucap Xiao Ziya yang ingin kembali masuk kedalam untuk melanjutkan tidurnya, bagi Xiao Ziya jam tidur lebih berharga daripada jutaan berlian yang ada di dalam cincin semestanya.


Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi kemudian menebas kepala pria itu dengan sekejap mata, anggota serikat perdagangan yang lain merasa terkejut saat salah satu dari mereka mati dengan kondisi kepala yang terputus. Anehnya gadis itu masih ada di tempat semula tanpa melakukan pergerakan apapun.


"Apa yang kau lakukan pada salah satu anggota kami!!!." triak Grenz dengan sangat marah, bagaimana ia menjelaskan semua ini pada bosnya.


"Bukankah kalian semua melihat jika saya masih berada di sini?." tanya Xiao Ziya dengan tenang.


"Lalu siapa yang membunuhnya?." tanya Grenz sambil menunjuk ke arah mayat anggotanya.


"Entahlah." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menjelaskan apapun tentang kematian pria itu.


Grenz semakin marah, ia mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mulai menembak ke arah Xiao Ziya di ikuti anggota serikat perdagangan yang lain. Peluru peluru itu tak bisa menembus perisai yang telah diaktifkan oleh Ziya sehingga semua peluru yang mengarah padanya jatuh ketanah.


"Argh bagaimana ini bisa terjadi, apakah kau seorang penyihir?." tanya Grenz yang penasaran dengan identitas gadis muda itu.


"Apa saya terlihat seperti seorang penyihir?." ucap Xiao Ziya yang kembali bertanya, semua anggota serikat perdagangan menggelengkan kepala mereka karna Xiao Ziya tampak seperti seorang gadis biasa.


"Lalu apa yang sedang terjadi di sini, mengapa kami tak bisa membakar toko ini dan peluru tak bisa menyentuh mu?." tanya Grenz yang masih bersikeras bahwa pelaku dari semua kejadian ini adalah gadis yang ada di depannya.


"Terserah kalian." ucap Xiao Ziya yang masih mengantuk, ia mengambil sebuah kasur lipat yang ada di dalam cincin semestanya kemudian berbaring di depan pintu masuk toko black daimon ia akan menjaga toko itu hingga salah satu dari pemiliknya datang.


Anggota organisasi serikat perdagangan hanya melihat ke arah Xiao Ziya dengan melongo bagaimana bisa gadis itu tetap tenang walau nyawanya sedang terancam, ditambah saat ini ia bisa tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Siapa gadis itu sebenarnya." ucap salah satu anggota serikat dagang.


"Mungkinkah dia berasal dari dunia luar?." ucap anggota yang lain.


"Pemerintah tak akan mengizinkan orang luar masuk ke sini." ucap Grenz dengan sangat percaya diri padahal yang mengundang Xiao Ziya untuk datang ke dunia semesta tingkat rendah adalah pemimpin dunia itu sendiri.


Hari semakin larut Hanz dalam perjalanan pulang menuju tokonya, ia membawa beberapa makanan seperti toppoki, ayam pedas manis, gorengan, dan berbagai macam minuman dingin. Saat dalam perjalanan Hanz bertemu dengan dua saudaranya yang lain mereka baru kembali dari menyelesaikan misi.


"Wah kau sudah membeli makanan?." ucap Kenzo yang sudah merasa lapar, namun ia sedikit keheranan saat melihat porsi makanan yang dibeli oleh Hanz lebih banyak daripada biasanya.


"Apakah sedang ada tamu di toko kita?." tanya Kenzo.


"Mungkin kak Hanz sedang ingin makan lebih banyak?." ucap Zero, karna sangat tak mungkin ada seseorang yang berkunjung dalam jangka waktu yang lama di toko mereka.


"Nona Ziya datang untuk berkunjung, mungkin saat ini ia masih tidur." ucap Hanz yang menjawab rasa penasaran kedua adiknya itu.


Walau mereka bertiga kembar namun Hanz tetaplah anak pertama karna ia lahir lima menit lebih awal daripada Kenzo. Sedangkan Kenzo dan Zero lahir dengan selisih waktu lima menit.


"Ternyata nona muda yang datang untuk berkunjung. Baiklah mari kita segera kembali ke toko." ucap Zero penuh dengan semangat, wajah Xiao Ziya sangat cantik dan manis sehingga Zero sangat betah jika harus berlama lama memandanginya.


Setelah beberapa saat berjalan mereka bertiga sudah dekat dengan toko black daimon, dari kejauhan mereka bertiga bisa melihat ada beberapa orang yang sedang memandang kesal ke arah toko mereka. Satu hal yang membuat tiga saudara itu terkejut yaitu Xiao Ziya yang tertidur di depan pintu masuk toko.


"Ayo, mungkin mereka ingin berbuat jahat." ucap Hanz yang berlari secepat mungkin untuk menyerang orang orang dari serikat dagang itu.


Kenzo dan Zero hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh kakak mereka. Anggota serikat perdagangan kewalahan menangkis serangan dari ketiga mafia bersaudara itu, beberapa dari mereka terluka parah dan memutuskan untuk mundur. Setelah semua orang organisasi serikat dagang pergi, Hanz menjelaskan kejadian sore tadi pada kedua saudaranya dan mereka bisa mengerti.


"Nona bangunlah." ucap Hanz yang berusaha membangunkan Xiao Ziya.


"Hooaam, apakah sudah pagi?." ucap Xiao Ziya sambil mengejap kejapkan matanya.


"Masuklah kedalam, mengapa nona tidur di luar seperti ini?." ucap Kenzo yang merasa tak enak hati.


"Saya tadi bermimpi ada orang orang jelek yang ingin membakar toko kalian." ucap Xiao Ziya yang berdiri kemudian masuk kedalam toko dengan mata yang masih terpejam. Kenzo dan dua saudaranya yang lain tersenyum saat melihat tingkah konyol dari Xiao Ziya.


Hanz mengambil piring dan beberapa peralatan makan yang lain, ia sudah menata rapi semua makanan dan minuman yang ia beli. Mereka berempat makan dengan lahap, meski matanya masih terpejam Xiao Ziya masih bisa makan dengan sangat lahap.


"Sebaiknya nona makan dengan mata yang terbuka." ucap Zero yang sedang menahan tawanya sekuat mungkin agar tak menyunggung perasaan Xiao Ziya.


"Umm saya masih mengantuk, dan tertawalah jika ingin tertawa." ucap Xiao Ziya.


Zero terkejut dengan kemampuan menganalisis luar biasa yang dimiliki oleh Xiao Ziya, bagaimana gadis itu bisa tau jika ia ingin tertawa?.


Di sisi lain para anggota organisasi serikat perdagangan sudah kembali ke markas besar mereka yang ada di dekat pelabuhan pusat. Dengan terpaksa Grenz melapor kegagalan mereka dalam menjalankan tugas karna lawan mereka sangat tak masuk akal. Wenzi mengangguk anggukkan kepalanya faham, untuk melawan seorang kultivator yang sangat kuat bukanlah hal yang mudah yang perlu mereka lakukan sekarang adalah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu gadis itu datang untuk membalas dendam.


"Siapkan semua persenjataan terbaik yang kita miliki, kumpulkan semua anggota yang masih bertugas di wilayah lain. Mungkin besok akan ada yang datang untuk menyerang kita." ucap Wenzi dengan sangat berhati hati. Jika dari awal ia tau gadis itu adalah seorang kultivator maka ia tak akan berani mengusik.


"Bagaimana bos bisa tau jika besok akan ada yang datang?." tanya Grenz yang sangat penasaran.


"Bukankah kita telah menyinggung tiga mafia bersaudara?." ucap Wenzi yang sedang mencari alasan lain agar tak dicurigai.

__ADS_1


Semua anggota organisasi serikat perdagangan mempersiapkan diri dengan baik, mereka menelfon anggota lain yang sedang menjalankan misi. Kini organisasi serikat perdagangan telah siap menerima serangan telak yang akan dilakukan oleh Xiao Ziya esok pagi.


Hai hai semua aku update lagi nih gimana kabar kalian semoga baik baik aja. Jangan lupa follow ya buat yang belum, vote ya guys karna wajib, jangan lupa gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga ya.


__ADS_2