RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kartu Identitas


__ADS_3

Saat ini Ling An tengah mempertimbangkan permintaan yang ada di dalam surat titah kaisar itu. Penyerangan para binatang buas memang harus segera dihentikan, dan menjadikannya misi bagi murid akademi dengan imbalan yang setimpal merupakan ide yang bagus.


"Baiklah aku akan menyetujui permintaan kaisar muda." ucap Ling An pada Pangeran Kegelapan.


Mendengar jawaban dari kepala akademi membuat Pangeran Kegelapan merasa senang karna ia tak perlu mondar mandi kesana kesini untuk mencari akademi lain yang mau membantu mereka.


"Trimakasih telah setuju dengan permintaan kaisar, saya pamit undur diri." ucap Pangeran Kegelapan yang langsung bergegas pergi dari ruangan kepala akademi.


Saat ini Pangeran Kegelapan tengah berkeliling akademi untuk mencari adik kesayangannya. Kehadirannya di akademi cukup menarik perhatian para murid yang ada di sana karna Pangeran Kegelapan memiliki paras yang tampan.


"Siapa pria itu mengapa ia ada di sini?." tanya salah satu murid yang tak sengaja berpapasan dengan Pangeran Kegelapan.


"Dia adalah jenderal muda baru, lihatlah dia sangat tampan." ucap seorang murid perempuan.


"Siapa yang sedang ia cari, mengapa ia terlihat sedang kebingungan." ucap murid yang lain.


Pangeran Kegelapan terus berkeliling dan ia memilih untuk beristirahat saat melihat ada sebuah kantin yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Saat ini Xiao Ziya dan teman temannya masih asyik menikmati makanan yang sangat banyak dihidangkan di meja mereka. Namun Xiao Ziya merasakan aura yang sangat familiar baginya disekitar kantin.


Gadis itupun mengedarkan pandangannya keseluruh kantin akhirnya menemukan sang pemilik aura.


"Zue gege kemarilah." triak Xiao Ziya yang membuat beberapa orang yang ada di sana terkejut.


Merasa ada yang memanggil dirinya Pangeran Kegelapanpun langsung menengok, ternyata itu adalah adik kesayangannya.


"Gege sudah mencarimu dimana mana, ternyata kau ada di sini." ucap Pangeran Kegelapan sambil mengacak rambut Xiao Ziya.


"Mengapa gege datang kesini?, apakah kaisar baru itu memberi perintah." ucap Xiao Ziya sambil mempersilahkan Pangeran Kegelapan untuk duduk di sampingnya.


"Aih kau ini, bagaimanapun dia adalah kaisar dan aku jenderalnya." ucap Pangeran Kegelapan yang tersenyum mendengar Xiao Ziya yang sepertinya masih sedikit kesal pada Xiao Yan.


Setelah berbincang bincang cukup lama Pangeran Kegelapan pamit untuk kembali ke istana kekaisaran. Hari ini ia harus melatih beberapa prajurid baru. Sedangkan Xiao Ziya dan teman temannya yang lain kembali ke kelas.

__ADS_1


Saat Xiao Ziya baru saja duduk dikursinya ada seorang pemuda yang menghampirinya dengan senyum bodoh yang menghiasi wajah pemuda itu.


"Hai cantik, apakah kau mau menjadi kekasihku?." ucap pemuda itu yang ternyata bernama Qin Yu salah satu murid luar baru yang berasal dari sekte luar Kekaisaran Qiyu.


Xiao Ziya yang mendapatkan pernyataan cinta dari seorang pemuda hanya diam dan memandang pemuda itu penuh dengan rasa heran. Apakah kepala pemuda itu telah terbentur benda keras? mengapa ia ingin menjalin hubungan dengan gadis yang baru berusia sebelas tahun.


"Apakah kau sakit? hey aku ini baru sebelas tahun dan tak memikirkan hubungan seperti itu." ucap Xiao Ziya dengan suara yang lantang agar tak ada lagi pemuda bodoh yang menyatakan perasaanya seperti itu.


"Aku siap menunggumu hingga kau dewasa." ucap Qin Yu yang masih berusaha memenangkan hati Xiao Ziya.


"Aku tidak tertarik dengan itu, carilah gadis lain." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin.


Untuk saat ini ia hanya akan fokus dengan akademinya, dan di masa depan dia akan pergi untuk mencari ibunya tak ada waktu bagi gadis itu untuk mengurus hal percintaan.


"Namun aku jatuh cinta padamu." ucap Qin Yu.


"Namun tidak denganku." jawab Xiao Ziya.


"Ya aku akan terus mengajarmu, hingga kau mau menerimaku." ucap pemuda itu di dalam hatinya.


Sedangkan Xiao Ziya hanya menghela nafasnya kasar ini adalah hari pertamanya belajar di Akademi, mengapa banyak hal yang tak terduga terjadi. Jika ia lepas kendali bisa saja Akademi Kekaisaran luluh lantah karna ulahnya.


"Sabarlah adikku." ucap Xiao Yuna yang menyadari perubahan ekspresi wajah Xiao Ziya.


"Aku sedang mencobanya jiejie." jawab Xiao Ziya sambil tersenyum manis.


Akhirnya pelajaran hari ini selesai semua murid bisa kembali ke asrama dan paviliun mereka masing masing. Namun Xiao Ziya memilih untuk pergi ke ruang regristrasi menannyakan kartu identitas muridnya, dan ia ingin memesan sebuah kartu identitas khusus.


"Selamat sore bibi minmim." ucap Xiao Ziya yang menyapa kepala regristrasi.


"Sore juga keponakanku, ada keperluan apa kau datang kesini." tanya Xiao Minmin yang merasa keponakannya ini memiliki sesuatu yang penting untuk dikatakan.


"Aku ingin memesan kartu identitas khusus." ucap Xiao Ziya yang membuat sang bibi terkejut.

__ADS_1


Pasalnya kartu identitas khusus hanya dimiliki oleh murid inti dan juga murid miseri, namun keponakannya ini baru saja masuk ke akademi kemarin bagaimana ia bisa meminta sebuah kartu khusus.


"Itu akan sangat sulit keponakanku, kartu identitas khusus tak sembarangan murid mendapatkannya." ucap Xiao Minmim yang berkata jujur.


Xiao Ziyapun berfikir keras bagaimana cara agar ia memiliki kartu identitas murid khusus yang memiliki banyak keuntungan itu. Akhirnya gadis itu memilih untuk melesat pergi ke ruang kepala akademi untuk meminta sesuatu yang dulu belum sempat ia minta.


Tok tok tok


Suara pintu ruang kepala akademi yang diketuk oleh Xiao Ziya.


"Masuklah." ucap Ling An yang mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam.


Xiao Ziyapun melangkahkan kakinya masuk, melihat siapa yang datang membuat Ling An terkejut. Pasalnya gadis kecil yang ada dihadapannya bukanlah gadis biasa.


"Ada keperluan apa nona Ziya datang menemui saya." ucap Ling An dengan nada yang gemetaran.


"Aku masih ingat kau memiliki hutang padaku." ucap Xiao Ziya dengan aura yang mengintimidasi.


Ia tak menyangka gadis yang ada di hadapannya itu mampu membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Hutang apa yang saya miliki pada nona." ucap Ling An sembari menyeka keringat yang ada di keningnya.


"Saat aku menyelamatkan para murid dari serangan di hutan kematian, aku ingat kau berkata akan memberiku hadiah dan aku menolak, karna aku tak tau apa yang ingin kuminta." ucap Xiao Ziya yang membuat Ling An sedikit lega namun juga merasa takut bagaimana jika gadis itu meminta posisinya sebagai kepala akademi


"Apakah nona sekarang sudah tau apa yang nona inginkan." ucap Ling An dengan hati hati.


"Aku ingin sebuah kartu identitas khusus." ucap Xiao Ziya yang hampir membuat Ling An pingsan.


Setelah mengucapkan apa yang ia inginkan gadis itu langsung pergi begitu saja. Karna ia tau kepala akademi akan menyanggupi keinginannya.


"Untunglah hanya sebuah kartu identitas." ucap Ling An yang terduduk lemas di kursinya.


Hai semua jangan lupa vote, komen, like, rare, share ya

__ADS_1


__ADS_2