
Hermione, Dimas dan Reno muncul didepan rumah milik Dimas. Hermione tidak mengantarkan Dimas kekampung halamannya.
"Ariel, Dani, Sani, Veno, Aris, Desi dan Fido kau bawa juga keneraka untuk disiksa tidak ada penolakan!" suara Lucifer terdengar ditelinga Hermione.
"Baik" batin Hermione.
"Jaga diri kalian baik-baik aku sudah tidak bisa menjaga kalian lagi" ucap Hermione tersenyum manis sangat manis. Reno langsung memeluk Hermione, Dimas masih terdiam menatap Hermione dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak mau ninggalin aku, padahal kita baru saja berbaikan" ucap Reno menangis. Hermione mencoba menahan air matanya.
"Sudahlah jangan menangis, kau tambah jelek jika menangis" ucap Hermione mencoba mencairkan suasana.
"Biarkan saja aku jelek, aku tidak peduli" ucap Reno masih memeluk Hermione.
"Kakak aku tidak akan melupakanmu dan yang lain juga" ucap Reno.
"Iya terserah kau saja mau melupakanku atau tidak, aku tidak peduli lagian aku juga tidak menanyakannya" ucap Hermione.
"Kakak mah ihhh orang lagi sedih juga" ucap Reno.
"Udahlah sedihnya aku hanya disiksa 500.000 tahun" ucap Hermione.
"Hanya kakak bilang itu sangat-sangat lama kak" ucap Reno.
"Sutt udahlah" ucap Hermione mengusap air mata Reno. Reno melepaskan pelukannya lalu mundur, Dimas masih menatap Hermione. Hermione tersenyum manis melihatnya.
Dimas langsung memeluk tubuh Hermione erat dan menumpahkan tangisannya yang tadi ditahan.
"Kenapa kau ingin meninggalkanku, kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku" ucap Dimas.
"Kau bilang aku yang akan meninggalkanmu bukan kau yang meninggalkanku tapi sekarang apa" ucap Dimas.
"Kau ingin meninggalkanku disini" ucap Dimas.
"Maaf, kau tidak perlu menangisi kepergianku, aku pergi bukan untuk selama-lamanya" ucap Hermione.
"Aku tau kau tidak pergi selama-lamanya tapi tetap saja aku tidak akan bisa melihatmu lagi sampai aku mati" ucap Dimas.
"Aku mau kalian masuk pesantren, kalian belajar agama disana, supaya nanti kalian bisa masuk ke hmm surga ya kalian bisa masuk kesurga tidak keneraka sepertiku hehe" ucap Hermione, Dimas langsung melepaskan pelukannya.
"Disaat seperti ini kau masih bisa tertawa?" ucap Dimas.
"Dengarkan aku, masuk pesantren lupakan aku dan yang lain mulai hidup kalian yang baru disana" ucap Hermione mengusap air mata Dimas.
"Tidak kakak" ucap Reno.
"Apa kau ingin menyia-nyiakan pengorbananku hah! Dengarkan perkataanku" ucap Hermione.
"Dimas kau yang bilang sendirikan, kau tidak akan bisa melihatku lagi jadi lebih baik kalian masuk pesantren" ucap Hermione.
"Hmm jika itu maumu baiklah" ucap Dimas.
"Hermione waktumu tidak banyak lagi" suara Lucifer terdengar oleh mereka semua.
"Baik suamiku Lucifer" ucap Hermione dengan suara iblis.
"Iman"
"Iman"
"Iman salah satu penghuni surga ini aku Hermione" panggil Hermione, tiba-tiba muncul cahaya dari sebelah Hermione karena kedatangan Iman.
"Ada apa ratu Hermione Darahera Andromeda Phoenix?" tanya Iman.
"Jaga mereka pada saat dipesantren, jangan biarkan ada orang yang menyakiti mereka jika waktu siksaanku selesai dan aku tau kalau kau tidak menjaga mereka akan aku hancurkan kau" ancam Hermione.
"Baiklah Hermione" ucap Iman.
__ADS_1
"Aku senang jika mereka ingin bertobat, dan tobatnya karenamu padahalkan kau iblis" ucap Iman sedikit mencairkan suasana.
"Dasar sialan, akanku laporkan kau ketuhanmu" ucap Hermione.
"Tuhanku adalah tuhanmu para saat masih menjadi manusia" ucap Iman.
"Diam kau!" ucap Hermione.
"Dimas maaf aku mengembalikanmu kesini tidak kekampung halamanmu" ucap Hermione.
"Tidak apa-apa aku dan Reno nanti akan kesana, kami akan pindah kesana dan belajar agama disana" ucap Dimas.
"Baiklah, aku pamit waktuku tak banyak lagi" ucap Hermione, Dimas dan Reno mengangguk walaupun hatinya tidak rela.
"Jaga umat barumu" ucap Hermione menepuk pundak Iman.
"Tanpa kamu suruh aku akan menjaganya dengan izin Allah" ucap Iman.
"Jangan sok suci" ucap Hermione, Iman tersenyum mendengarnya.
"Jika waktu siksaanku selesai aku mau mendengar kalian masuk surga bukan neraka" ucap Hermione menatap Dimas dan Reno.
"Akan kami usahakan" ucap Dimas.
"Kami akan berusaha semampu kamu" ucap Reno.
"Selamat tinggal, aku mencintaimu Dimas dan aku menyayangimu Reno" ucap Hermione lalu menghilang.
"Aku juga mencintaimu Dara" ucap Dimas pelan.
"Aku juga menyayangi kakak" ucap Reno.
"Aku pamit semoga kalian bisa bertobat dengan sungguh-sungguh dan kembali kejalan yang benar" ucap Iman lalu menghilang.
Dimas dan Reno masuk kedalam rumah dengan wajah tak ada semangat untuk hidup. Hermione membawa jiwa Ariel dkk, Veno, Aris, Desi dan Fido keneraka setelah itu dia masuk kedalam tempat khusus disiksanya para iblis.
"Ratu mari ikut kami" ucap penjaga iblis disana.
"Iya" ucap Hermione.
***
Dimas dan Reno pergi kekampung halamannya beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, mereka menceritakan semua kejadian kepada orang tua Dimas dari awal sampai akhir. Orang tua Dimas kaget mendengar pengakuan mereka tapi mereka juga bersyukur Dimas dan Reno tidak kenapa-kenapa.
Beberapa hari kemudian setelah menceritakan semuanya mereka dimasukkan kedalam pesantren, Dimas tidak melanjutkan kuliahnya sama seperti Reno dia juga tidak melanjutkan sekolahnya. Mereka memilih masuk kedalam pesantren untuk belajar agama lebih dalam.
Usaha restoran dan kos-kosan/kontrakan Dimas masih berjalan lancar, usahanya diurus oleh orang kepercayaannya. Sekarang Dimas lebih memilih fokus kepelajaran agamanya walaupun dia sering termenung.
***
Hari bulan tahun terus berlalu, Dimas dan Reno sekarang sudah hafiz Al-Qur'an. Sholat tidak pernah mereka tinggalkan mau itu sholat fardu ataupun sholat sunah. Mereka berdua sekarang memilih untuk melanjutkan hidup mereka diluar pesantren.
"Hermione pasti bangga dengan kalian" ucap Iman, dia menjadi sahabat Dimas dan Reno dan selalu membantu mereka berdua.
"Iya" ucap Dimas tersenyum kecut. Hatinya masih belum bisa berpaling dari Hermione.
"Jangan sedih lagi, nanti dia pasti akan sedih disana" ucap Iman.
"Sebaiknya kita pulang untuk memberi supris kepada paman dan bibi" ucap Reno.
"Surprise Reno" ucap Dimas dan Iman.
"Nah itu maksudnya hehe" ucap Reno.
"Ayo" ucap Dimas melihat kedepan, dia mengerjapkan matanya tak percaya melihat siapa yang ada didepan tak jauh dari tempat dia berdiri. Reno dan Iman ikut melihat kedepan mereka sama terkejutnya.
"Dara" ucap Dimas berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kak Dara" ucap Reno.
"Ratu Hermione" ucap Iman.
"Aku kesini hanya ingin mengucapkan selamat" ucap Hermione tersenyum manis dengan wujud Dara, tubuhnya penuh luka-luka. Dimas berjalan mendekat.
"Apakah aku boleh memelukmu?" tanya Dimas, Hermione melihat Iman, Iman mengangguk pelan sambil tersenyum.
"Kemari" Hermione merentangkan tangannya, Dimas berlari lalu memeluk tubuh Hermione.
"Aku merindukanmu" ucap Dimas.
"Aku tidak hehe" ucap Hermione.
"Kau ini" ucap Dimas.
"Aku juga merindukanmu Dimas" ucap Hermione. Tiba-tiba muncul Andre dan yang lainnya disana.
"Selamat ya udah hafiz aja gak nyangka" ucap mereka tersenyum manis. Reno dan Iman mendekati mereka semua. Dimas melepaskan pelukannya.
"Kenapa kalian ada disini?" tanya Reno.
"Kami diizinkan sebentar untuk menemui kalian walaupun siksaan kami harus ditambah tapi tidak masalah" jawab Julio.
"Siksaan kami tidak ada apa-apanya jika dengan siksaan Hermione" ucap Dela.
"Waktu kami sudah hampir habis, kalian jaga diri ya" ucap Evan.
"Jangan aneh-aneh kalian berdua" ucap Iliana.
"Maafkan kami jika kami banyak salah tapi aku rasa kami tidak ada salah dengan kalian" ucap Mona.
"Masih saja bercanda" ucap Julio.
"Jangan kecewakan kami" ucap Julio.
"Lupakan masalalu karena hidup itu kedepan bukan kebelakang" ucap Dela.
"Anggap kami hanya mitos atau sejarah saja" ucap Drew.
"Cari teman dan pasangan hidup yang mengajak kalian kejalan yang benar bukan jalan yang buruk seperti kami" ucap Andre.
"Dimas cari nama lain dihatimu jangan simpan terus namaku disini" ucap Hermione memegang dada Dimas.
"Masa depan kalian masih panjang, hidup cuman sekali nikmati hidup kalian boleh tapi jangan sampai kelewatan batas" ucap Hermione, Dimas dan Reno mengangguk.
"Kita dua kali nih buktinya" ucap Dela.
"Pas kita berubah jadi iblis belum mati masih hidup" ucap Drew.
"Oh iya lupa" ucap Dela. Hermione dkk saling pandang lalu mengangguk. Mereka berjalan mundur menjauhi Dimas, Reno dan Iman. Mereka melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.
"Kami pamit bye" ucap mereka Dimas, Reno dan Iman melambaikan tangannya. Tiba-tiba tubuh Hermione dkk dikelilingi asap berwarna merah saat asapnya hilang mereka juga menghilang dari sana.
"Makasih udah mau berkorban demi kami" ucap Dimas pelan.
"Makasih kalian adalah iblis terbaik" ucap Reno pelan.
"Ayo pulang bentar lagi malam nih" ucap Iman. Mereka semua lalu pergi dari sana, Dimas sudah memesan taxi untuk pulang kerumah orangtuanya.
"Aku mencintaimu Dimas melebihi apapun, semoga kamu bisa bahagia dialammu sendiri dan aku bisa bahagia dialamku sendiri" batin Hermione lalu masuk kembali ketempat khusus disiksanya para iblis.
Tamat...
Terima kasih yang mau membaca novelku, love you (づ ̄ ³ ̄)づ
Maaf kalau masih banyak typo dan ceritanya gak nyambung maklumin aja imajinasi bocil 15 tahun hehe.
__ADS_1
Semoga para pembaca diberikan kesehatan, bye bye kalian semua kesayanganku muah...