
Waktu berjalan dengan cepat, malam telah berlalu dan pagi pun datang. Selir Mue Zu bangun pagi pagi buta dan bergegas pergi menuju Paviliun Obat Langit, ia akan mengambil racun yang telah di pesan dari Tuan Jiangnan. Selir Mue Zu berencana menaruh racun itu ke dalam susu hangat milik Ratu Junyi Zu dan Xiao Ziya pagi ini, karna setiap pagi akan disediakan susu hangat sebagai minuman penutup. Selir Mue Zu sampai di depan Paviliun Obat Langit, beberapa penjaga mempersilahkan wanita itu masuk ke dalam karna pemimpin mereka sudah menunggu. Saat masuk kedalam Paviliun Obat Langit terlihat Jiangnan sedang duduk di sebuah kursi tempat ia melayani para pembeli, Jiangnan tersenyum saat melihat Selir Mue Zu sudah sampai di tempatnya.
"Salam saya pada Selir Mue Zu, saya telah selesai membuat racun yang anda pesan." ucap Jiangnan sembari memberikan sebuah botol kaca kecil pada Selir Mue Zu. Di dalam botol kaca itu terdapat cairan berwarna bening dengan kadar racun paling rendah yang pernah Jiangnan buat.
"Ini bayaran untuk anda." ucap Selir Mue Zu memberikan sekantung penuh berisikan koin emas, ia tersenyum puas karna sebentar lagi semua penghalang akan dimusnahkan dari dunia ini.
"Anda tak perlu membayar sebanyak ini Selir Mue Zu." ucap Jiangnan yang mengembalikan semua koin emas yang diberikan oleh sang selir, ia tak membutuhkan uang itu karna pemberian Xiao Ziya semalam lebih berharga dari apapun yang ada di Dunia Manusia Abadi.
"Ambillah itu bayaran anda, tak ada yang gratis di dunia ini Tuan Jiangnan." ucap Selir Mue Zu yang tetap ingin memberikan koin emasnya pada Jiangnan, jika fakta tentang Kematian Ratu Junyi Zu dan Xiao Ziya terungkap suatu hari nanti maka Selir Mue Zu dapat menyalahkan Paviliun Obat Langit.
"Saya senang bisa membantu Anda, yang saya butuhkan Anda tak akan pernah melupakan bantuan saya ini." ucap Jiangnan dengan alasan cukup logis. Selir Mue Zu kembali mengambil kantong koin emas itu, ia berjanji pada Jiangnan akan membantu Paviliun Obat Langit jika mendapat masalah suatu hari nanti.
"Kalau begitu saya kembali ke istana terlebih dahulu." ucap Selir Mue Zu yang langsung membalikkan badan kemudian beranjak pergi dari Paviliun Obat Langit.
Setelah kepergian sang selir, Jiangnan langsung membuka toko obat yang ada di sebelah paviliun miliknya. Jiangnan melakukan aktivitas seperti biasa agar tak ada orang lain yang curiga dengan apa yang telah Paviliun Obat Langit lakukan, Jiangnan sudah menjalankan setiap tugas yang diberikan oleh Xiao Ziya dengan baik. Sebenarnya Xiao Ziya lah yang melarang Jiangnan atau anggota Paviliun Obat Langit menerima bayaran dari selir Mue Zu, karna kemungkinan besar sang selir akan melempar kesalahannya pada Paviliun Obat yang. Jiangnan merasa sangat terbantu dengan semua saran yang diberikan oleh Xiao Ziya, untung saja ia mengenal gadis itu jika tidak mungkin Jiangnan akan melakukan hal ceroboh dan membuat permusuhan diantara Xiao Ziya dengan Paviliun Obat Langit.
Selir Mue Zu sudah sampai di Istana Kerajaan Bintang Timur, wanita itu pergi menuju dapur dan melihat ke beberapa pelayan yang sedang sibuk menyiapkan makanan. Setelah dirasa tak aman sang selir langsung menuangkan racun yang ia bawa kedalam dua gelas susu hangat, setelah melakukan aksinya itu Selir Mue Zu bergegas pergi dari dapur.
Di sisi lain saat ini Xiao Ziya dan Putri Beiling Zu sudah bangun dari tidur lelapnya, mereka berdua bersiap pergi menuju ruang makan istana utama untuk sarapan bersama yang lain. Xiao Ziya menggunakan seragam master Akademi Kekaisaran Qiyu yang sudah lama tak ia kenakan, gadis itu merindukan semua keluarga serta teman temannya yang berada di Dunia Bawah maupun Dunia Semesta Tingkat Rendah.
"Baju yang adik gunakan sangat unik, ini pertama kali bagi saya melihat baju seperti itu." ucap Putri Beiling Zu dengan senyuman tipis, sepertinya sang putri juga menginginkan baju seperti milik adik tirinya itu.
"Baju ini adalah seragam seorang master dari Akademi Kekaisaran Qiyu yang saya desain sendiri. Saya menambahkan beberapa lambang khusus agar orang orang dari Dunia Bawah tau bahwa saya seorang master akademi. Jika Beiling jiejie menginginkan baju seperti ini saya bisa membuat pola gambarnya." ucap Xiao Ziya dengan santai, ia masih ingat dengan jelas pola dari baju yang ia gunakan itu
"Benarkah saya bisa memiliki baju seperti itu juga?? kapan kita akan membuatnya." jawab Putri Beiling Zu dengan binar mata cerah dan senyuman lebar. Adik tirinya itu sangat baik padanya, dan ia akan memperlakukan adik tirinya dengan baik juga.
"Besok kita akan pergi ke pasar untuk membeli kain yang bagus, setelah itu Beiling jiejie bisa mengantar saya pada penjahit khusu baju anggota keluarga Kerajaan Bintang Timur." ucap Xiao Ziya, beberapa kerajaan memiliki orang kepercayaannya yang akan membuatkan baju khusus untuk anggota keluarga kerajaan saja.
"Baiklah kita akan pergi besok, sebaiknya kita bergegas pergi ke ruang makan." ucap Putri Beiling Zu, gadis itu menarik tangan Xiao Ziya pelan dan mulai berlari menuju istana utama.
Setelah sampai di ruang makan istana utama ternyata semua sudah berkumpul di sana, Xiao Ziya dan Putri Beiling Zu duduk di tempat yang tersisa. Terlihat Selir Mue Zu melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan aneh, sang selir tersenyum pada Xiao Ziya tanpa alasan yang jelas. Xiao Ziya yang sudah mengerti rencana dari sang selir hanya diam sembari menatapnya dengan tatapan dingin. Akhirnya semua orang memulai sarapan mereka dan Xiao Ziya hanya mengambil beberapa buah saja, gadis itu sedang mengamati dimana Selir Mue Zu menuangkan racunnya.
"Mengapa Anda hanya makan buah saja Nona Ziya? apakah makanan yang kami sediakan tak enak?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan heran karna di hari hari sebelumnya Xiao Ziya selalu makan dengan porsi besar, melihat anak tirinya makan dengan lahap membuat Raja Yongling Zu merasa senang.
__ADS_1
"Saya sedang tak selera makan pagi ini." jawab Xiao Ziya dengan singkat.
"Bagaimana dengan susu hangat? kau bisa meminumnya kan." celetuk Selir Mue Zu, Xiao Ziya menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan heran. Sangat aneh jika sang selir khawatir padanya saat ia tek selera makan, mungkinkah racun yang wanita itu beli dari Paviliun Obat Langit dimasukkan kedalam susu hangat?.
"Baiklah saya akan meminumnya nanti." jawab Xiao Ziya dengan wajah datar.
Saat anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur yang lain sedang menikmati makanan tiba tiba dari arah luar istana terdengar suara ledakan yang cukup besar, para prajurit berlarian untuk melihat apa yang sedang terjadi. Raja Yongling Zu dan yang lain juga merasa terkejut, mereka berlari ke luar ruang makan untuk bertanya pada beberapa prajurit. Di saat semua orang sedang sibuk mencari tau asal usul suara ledakan itu, Xiao Ziya menukar susu hangat miliknya dan Ratu Junyi Zu dengan milik Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu, setelah selesai melakukan tugasnya Xiao Ziya langsung melesat dan berdiri di samping Putri Beiling Zu.
"Apa yang terjadi di luar sana Beiling jiejie?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penasaran seolah olah ia tak tau apapun tentang hal itu.
"Ada orang yang meledakkan sesuatu di gerbang samping, para prajurit sedang mencari si pelaku." jawab Putri Beiling Zu dengan cemas, semoga tak ada kejadian buruk lainnya.
"Mari kita kembali ke ruang makan, semuanya sudah diatasi oleh para prajurit dan beberapa jenderal." ucap Raja Yongling Zu dengan santai, semuanya kembali ke dalam ruang makan seperti perintah sang raja.
Karna mereka sudah selesai makan, kini saatnya meminum susu hangat dan Xiao Ziya meminumnya sampai habis. Selir Mue Zu merasa sangat puas karna rencananya berjalan dengan lancar, beberapa menit lagi racun itu akan menunjukkan reaksinya.
"Terimakasih untuk makanan yang pihak Keluarga Kerajaan Bintang Timur sajikan pagi ini, saya senang karna diterima baik di tempat ini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis, mungkin beberapa hari lagi ia akan kembali ke Istana Kerajaan Bulan untuk bertemu dengan Yie Munha dan mengungkap identitas nenek kandungnya.
"Kami merasa senang karna Nona Ziya betah tinggal di sini." jawab Ratu Junyi Zu, ia menatap ke arah Xiao Ziya dengan raut wajah bahagia.
Selir Mue Zu sudah tak sabar menunggu Xiao Ziya dan Ratu Junyi Zu mati karna racun itu, ia sudah menunggu cukup lama namun tak ada reaksi yang terjadi pada mereka berdua. Mungkinkah pemimpin Paviliun Obat Langit salah memberikan racun padanya? atau Xiao Ziya memang kebal terhadap racun?. Selir Mue Zu semakin cemas, mata sang selir secara bergantian melihat ke arah semua orang yang ada di ruang makan karna ia khawatir salah meletakkan susu hangat berisi racun itu.
Saat semua sedang berbincang bincang dengan santai di ruang makan tiba tiba saja Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu kejang kejang, mulut mereka berdua mengeluarkan busa dalam jumlah cukup banyak. Semuanya menjadi sangat panik, Raja Yongling Zu memanggil beberapa prajurit dan meminta mereka membawa Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu ke ruang kesehatan.
Suasana di ruang makan menjadi suram, beberapa orang sedang berfikir siapa yang meletakkan racun kedalam susu hangat milik Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu, sedangkan Selir Mue Zu tak menyangka bahwa ia malah meletakkan susu beracun pada kedua anaknya.
"Bagaimana bisa begini." batin Selir Mue Zu yang tak bisa menerima kejadian barusan, sang selir sangat yakin bahwa ia meletakkan susu beracun di itu di tempat yang tepat.
"Siapa diantara kalian yang melakukan hal ini!." ucap Raja Yongling Zu dengan raut wajah serius, pelaku dari kejadian ini pastilah orang dalam karna tak mudah bagu orang luar untuk menembus keamanan Istana Kerajaan Bintang Timur.
Semua orang terdiam tak ada yang menjawab perkataan Raja Yongling Zu karna mereka memang tak mengetahui apapun. Selir Mue Zu dengan segera menunjuk ke arah Xiao Ziya seolah olah gadis itu yang telah meracuni kedua anaknya, Xiao Ziya menatap dingin ke arah wanita gila itu.
"Pasti kau yang telah meracuni kedua anakku." teriak Selir Mue Zu dengan histeris, wanita itu mendorong Xiao Ziya namun anehnya tubuh Ziya tak berpindah sedikitpun.
__ADS_1
"Mengapa saya harus melakukan hal serendah itu untuk menyakiti kedua anak anda, sudah saya katakan saya bisa menebas kepala mereka sewaktu waktu jika saya mau." jawab Xiao Ziya dengan santai disertai seringai liciknya.
"Lagipula adik Ziya semalaman tidur bersama saya di dalam kamar dan kami juga datang bersama tadi." bela Putri Beiling Zu, sang putri sangat yakin Xiao Ziya tak akan melakukan hal hina seperti tuduhan
Selir Mue Zu.
"Hanya gadis ini yang memiliki masalah dengan kedua anak saya, siapa lagi yang tega melakukan kejahatan selain anak haram ini." ucap Selir Mue Zu penuh dengan emosi sembari menunjuk nunjuk ke arah Xiao Ziya.
"Anda perlu bukti jika ingin menuduh saya." ucap Xiao Ziya, gadis itu akan memberitahu pada semua orang seberapa jahat Selir Mue Zu pada ibu kandungnya.
Sang selir terdiam beberapa saat, wanita itu sedang memikirkan alasan yang tepat untuk menuduh Xiao Ziya dan membuat gadis itu menjadi tersangka utama walau ia tak memiliki bukti apapun. Selir Mue Zu tak akan membiarkan orang lain mengetahui kegagalan dari rencananya sendiri yang membuat kedua anaknya hampir kehilangan nyawa.
"Bukankah gadis hebat sepertimu bisa melakukan apapun? bisa saja kau memiliki kekuatan untuk membuat tubuhmu menjadi transparan." ucap Selir Mue Zu, ia ingat bahwa Xiao Ziya seorang kultivator tingkat tinggi. Dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar Xiao Ziya memiliki kekuatan aneh seperti membuat dirinya tak terlihat.
Xiao Ziya berdiri dari tempat duduknya, gadis itu berjalan mengitari meja makan beberapa kali. Ziya mengambil gelas bekas milik Putri Ming Zu yang masih terdapat sisa susu beracun di dalamnya, Xiao Ziya melirik ke arah Selir Mue Zu kemudian tersenyum miring. Brak... suara meja ruang makan yang dipikul Ziya dengan cukup keras, tindakan gadis itu membuat semuanya terkejut dan langsung menatap ke arah Xiao Ziya.
"Saya tak memiliki racun yang sama dengan yang ada di dalam susu hangat ini." ucap Xiao Ziya dengan mata membelalakkan, ekspresinya menunjukkan bahwa ia tak ingin dituduh sebagai tersangka.
"Apa maksudmu Anda dengan tak memiliki racun jenis yang sama?." tanya Raja Yongling Zu dengan tatapan bingung, jangan bilang anak tirinya menyimpan beberapa racun juga?.
"Racun ini hanya membuat orang yang meminumnya lumpuh saja, sedangkan racun yang saya miliki akan membuat seseorang kehilangan akal, membunuh dirinya sendiri tanpa sadar, ataupun mati dalam waktu kurang lebih lima detik. Racun yang saya miliki berasal dari luar wilayah Dunia Manusia Abadi sedangkan racun ini terbuat dari tanaman yang hanya tumbuh di sekitar wilayah ini saja." ucap Xiao Ziya yang memberi penjelasan mengapa ia bukan dalang dibalik semua ini. Bukannya membuat orang lain tenang, penjelasan dari Ziya membuat Anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur semakin cemas.
"Mengapa Anda membawa racun saat datang ke lapisan dunia ini?." tanya Raja Yongling Zu dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
"Ini hanya sekedar hobi saya, mungkin suatu hari nanti saya harus bertarung dengan seorang ahli racun yang membuat saya harus memiliki beberapa racun mematikan." jawab Xiao Ziya dengan jujur, memang itulah alasannya menyimpan beberapa jenis racun mematikan di dalam cincin penguasa mutlak.
"Sudah jelas bahwa kau yang telah meracuni kedua anakku!!." tuduh Selir Mue Zu lagi, ia yakin semua orang akan lebih percaya padanya daripada Xiao Ziya.
"Ah bagaimana kalau begini, Selir Mue Zu ingin meracuni saya dan Ratu Junyi Zu namun ia salah meletakkan racun tersebut?. Selama ini semua orang juga tau bahwa Selir Mue Zu sangat membenci kehadiran saya di Istana Kerajaan Bintang Timur dan menginginkan posisi sebagai Ratu di kerajaan ini." ucap Xiao Ziya, gadis itu tersenyum saat matanya bertemu dengan mata Selir Mue Zu.
"Jangan membalikkan fakta seperti itu, untuk apa saya meracuni Ratu Junyi Zu." ucap Selir Mue Zu dengan gelagapan, bagaimana mungkin rencananya bisa terbaca dengan sangat sempurna oleh Xiao Ziya.
"Apakah itu benar Selir Mue Zu?." tanya Ratu Junyi Zu dengan tatapan sedih, ia tak tau jika wanita yang sudah ia anggap sebagai saudarinya sendiri ingin mencelakainya.
__ADS_1
"Jangan dengarkan perkataan gadis liar itu Yang Mulia Ratu Junyi Zu, saya tak mungkin memiliki niatan jahat pada anda." ucap Selir Mue Zu dengan ekspresi yang sangat meyakinkan. Xiao Ziya tak punya banyak waktu untuk memainkan drama murahan seperti ini, ia harus segera mengungkap kelicikan sang selir selama ini.
Hai hai semua author balik lagi nih, jangan lupa baca Novel Putri Amerilya dan Novel Ling Huo ya. Jangan lupa juga follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.