
Turnamenpun akan segera dimulai semua sudah pada tempat dan posisi mereka masing masing, kini tinggal menunggu anggota dari Kekaisaran Binzo saja untuk masuk ke tempat turnamen.
"Baiklah selamat pagi semua, saya Min Funze kali ini dipercaya menjadi pambawa acara dalam turnamen tahunan antar akademi yang ada di dunia bawah. Selamat datang dan semangat untuk para murid akademi yang mewakili akademi kalian. Sekarang saat yang ditunggu tunggu silahkan pada anggota Kekaisaran Binzo untuk masuk ke arena turnamen." ucap Min Funze seorang panatua dari Kekaisaran Binzo yang dipercaya menjadi pembawa acara kali ini.
Semua peserta dan penonton bangkit dari kursi mereka dan membungkuk memberikan penghormatam saat anggota Kekaisaran Binzo mulai masuk ke dalam tempat turnamen, setelah itu mereka memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Saya sebagai kaisar di Kekaisaran Binzo mengucapkan trimakasih karna kalian sudah hadir dalam acara turnamen tahun ini. Saya berharap jura tahun ini adalah seorang murid akademi yang hebat." ucap Kaisar Zo Linzu yang memberikan kata sambutan pada semua yang hadir pada turnamen antar murid akademi di dunia bawah.
Setelah itu para anggota Kekaisaran Binzo menempati tempat mereka masing masing, kali ini Kaisar Zo Linzu juga menjadi seorang juri.
Saat semua peserta turnamen sedang fokus dan menyusun rencana apa yang akan mereka lakukan saat turnamen sudah dimulai, Xiao Ziya masih saja bersantai dan menutup matanya seperti orang yang sedang tertidur.
Seorang murid dari Akademi Kekaisaran Binzo yang duduk di sebelah kanan Xiao Ziya merasa heran, bagaimana bisa gadis yang ada di sampingnya sangatlah santai.
"Hey bangunlah acara sudah di mulai." ucap Yu Minxi yang merupakan seorang perempuan.
Merasa ada yang memanggil dan menoel neolnya Xiao Ziyapun terbangun dan menengok ke samping. Seorang gadis cantik yang terlihat lebih tua darinya sedang menatap Xiao Ziya.
"Ah saya tidak tidur, saya mendengarkan semua." ucap Xiao Ziya yang memang hanya memejamkan matanya bukan tertidur.
"Maaf saya kira anda tadi tidur, perkenalkan saya Yu Minxi salah satu perwakilan dari Kekaisaran Binzo." ucap Yu Minxi yang memperkenalkan dirinya pada Xiao Ziya.
"Saya Xiao Ziya perwakilan dari Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Ziya yang menperkenalkan dirinya juga.
"Acara selanjutnya, para peserta bisa naik ke atas arena dan berkumpul sesuai dengan akademi masing masing. Menurut informasi yang saya terima ada dua puluh akademi yang berpartisipasi dalam turnamen kali ini. Silahkan para peserta naik ke atas arena." ucap Min Fuzen yang sedang mengatur jalannya turnamen kali ini.
__ADS_1
Para murid perwakilan berbagai akademi mulai naik ke atas arena dan membentuk kelompok mereka, dan Xiao Ziya sudah bersama senior seniornya yang lain. Saat melihat peserta yang lain Xiao Ziya merasa dialah yang paling muda di sini.
"Setelah kalian semua sudah berkumpul dalam kelompok masing masing maka saya umumkan turnamen tahap pertama akan kita mulai. Dimensi pembatas terbukalah." ucap Min Funze yang membuat suatu pola untuk membuka sebuah dinding dimensi.
Setelah dinding dimensi itu terbuka nampaklah sebuah air terjun yang sangat deras dengan tebing yang menjulang tinggi. Air terjun itu bernama air terjun mata dewa, dalam air terjun mata dewa terdapat energi Qi yang sangat alami selain itu siapaun yang melakukan pertapaan mendalam di bawah derasnya air terjun itu pasti akan mendapat tekanan yang sangat kuat.
"Silahkan para peserta masuk kedalam air terjun dan mulai melakukan pertapaan mendalam, siapapun yang keluar dari air terjun itu sebelum enam puluh menit maka ia akan dinyatakan gugur." ucap Min Funze yang menjelaskan apa yamg harus dilakukan oleh peserta turnamen kali ini pada tahap pertama.
Satu persatu mulai masuk kedalam air terjun dan duduk disebuah batu yang disediakan oleh panitia, mereka mulai berkonsentrasi dan memesan k An mata. Tadinya banyak peserta yang memandang remeh tahap pertama dari turnamen itu, namun saat mereka baru saja melakukan petapaan mendalam para peserta mendapatkan tekanan yang sangat hebat.
"Arghh ini sangat menyakitkan." ucap seorang peserta yang sepertinya sudah tidak tahan lagi dengan tekanan yang ia dapatkan. Satu orang keluar saat lima menit pertama karna merasa tak kuat. Dalam sepuluh menit ada dua orang peserta yang keluar juga.
"Sepertinya para peserta sudah banyak yang gugur." ucap Yun Siru yang merupakan seorang juri dari turnamen antar murid akademi di dunia bawah.
Xiao Ziya saat ini sedang sangat berkonsentrasi dalam melakukan pertapaan mendalam. Ia juga merasakan tekanan yang sangat kuat sama seperti murid yang lain namun Xiao Ziya tak ingin menyerah dan terua berusaha. Hingga tiba tiba Xiao Ziya masuk kedalam alam bawah sadarnya, disana ada seorang perempuan cantik yang menatapnya dengan tatapan sedih.
"Tuanku akhirnya saya menemukanmu." ucap perempuan itu yang sepertinya mengenal Xiao Ziya.
Sedangkan Xiao Ziya hanya menatap dengan tatapan heran, siapa perempuan cantik yang ada di hadapannya itu dan mengapa perempuan itu memanggil Xiao Ziya dengan sebutan tuanku? bukankah Xiao Ziya seorang gadis bukan pemuda, apakah perempuan yang ada di hadapannya itu salah mengenali seseorang.
"Maaf apakah anda salah mengenali orang?." tanya Xiao Ziya yang merasa keheranan.
Perempuan itu mendekati Xiao Ziya dan bersujud dihadapan Xiao Ziya. Tentu saja perbuatannya membuat Xiao Ziya merasa terkejut bukan main, siapa perempuan ini dan mengapa ia melakukan hal itu.
"Akhirnya tuanku ah maaf maksut saya nonaku datang, saya siap menjadi pengikut nona penguasa." ucap perempuan itu yang masih terduduk dan menatap Xiao Ziya dengan tatapan tulusnya.
__ADS_1
"Jika boleh tau anda ini siapa? saya hanyalah gadis biasa mengapa anda mau menjadi pengikut saya?." tanya Xiao Ziya yang masih belum mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
Permpuan itu mulai menjelaskan siapa ia dan asal usulnya. Ia bernama Dewi Yin Yuer salah satu dewi yang diusir dari wilayah dewa setelah pengangkatan dewa angung baru dan itu terjadi sekitar enam ratus tahun yang lalu. Dewi Yin Yuer merupakan seorang dewi kecantikan sama seperti gelarnya Dewi Yin Yuer memiliki paras yang sangat cantik sehingga Dewa Agung yang barupun jatuh hati padanya. Namun karna Dewi Yin Yuer sudah jatuh cinta pada dewa yang lain ia pun menolak cinta dari dewa agung sehingga sang dewa agungpun murka dan mengusirnya dari wilayah dewa. Tidak hanya sampai si situ saja dewa agung juga tega mengurungnya di dalam sebuah air terjun. Dewi Yin Yuer selalu berharap semoga Sang Penguasa Alam mengirimkan seseorang yang bisa membebaskannya dari tempat itu. Akhirnya harapan Dewi Yin Yuer terkabul saat Xiao Ziya sedang melakukan pertapaan mendalam di air terjun mata dewa, Yin Yuer merasakan aura yang sangat agung tiba tiba saja ia masuk kedalam alam bawah sadar seseorang yaitu Xiao Ziya.
"Bukankah itu sangat tak adil bagimu dewi." ucap Xiao Ziya yang merasa simpati dengan kejadian yang menimpa Dewi Yin Yuer. Jika seorang dewi saja diperlakukan seperti itu oleh dewa agung pantas saja waktu itu jiwanya tak diterima saat akan menembus nirwana.
"Itu bukan masalah sekarang saya harap nona memanggil saya Yin Yuer saja." ucap Yin Yuer yang benar benar ingin menjadi pengikut dari Xiao Ziya.
Karna terlalu asik berada di dalam alam bawah sadarnya Xiao Ziya tak sadar bahwa kini tinggal ia yang masih ada di dalam air terjun. Xiao Ziya sudah melakukan pertapaan mendalam selama dua jam. Para juri dan penonton yang adapun juga terkejut bagaimana gadis itu bisa bertahan dengan sangat lama.
"Siapa gadis itu dan dari akademi mana ia berasal." ucap Kaisar Zo Linzu yang sepertinya tertarik dengan Xiao Ziya yang begitu berbakat.
"Dia salah satu murid dari Akademi Kekaisaran Qiyu. Dan mohon maaf jika saya lancang pada Yang Mulia Kaisar, namun jika anda menginginkan nona Ziya menjadi salah satu calon tunangan dari putra anda sebaiknya kaisar mengurungkan niat itu." ucap Ling An yang meminta Kaisar Zo Linzu agar tak memiliki niatan seperti itu pada Xiao Ziya.
"Bukankah dia hanya murid biasa, dengan semua yang saya punya apakah nona itu akan menolak lamaran saya?." ucap Kaksar Zo Linzu yang memandang Xiao Ziya sebagai murid biasa. Ling An menghela nafasnya panjang sebelum menjelaskan siapa Xiao Ziya itu.
"Nona Xiao Ziya adalah murid khusus karna ia adalah adik dari Kaisar Kekaisaran Qiyu, selain itu nona Ziya juga memiliki posisi yang lebih tinggi daripada kaisar itu sendiri karna dalam peperangan sebelumnya nona Ziyalah yang memimpin dan menyusun rencana, selain itu nona Ziya juga pemilik dari Klan Xiao yang ada di Kekaisaran Qiyu. Jika Kaisar Zo Linzu kira bahwa putra anda adalah kandidat terbaik sebagai calon nona Ziya berarti anda salah sebar. Seorang anak dewa saja telah ditolak oleh gadia itu." jelas Ling An tentang Xiao Ziya.
Kaisar Zo Linzu dan beberapa juri yang ada di situ terkejut bukan main saat mendengar status yang sangat tinggi dari seorang gadis.
"Baiklah saya tak akan berani memikirkan hal itu lagi, trimakasih atas peringatannya. Lebih baik saya menjalin pertemanan dengan nona itu." ucap Kaisar Zo Linzu yang sadar jika ia terlalu beropsesi maka kekaisarannya bisa saja hancur. Walaupun Kekaisaran Binzo adalah kekaisaran yang paling luas diantara yang lain namu Kekaisaran Qiyu adalah kekaisaran yang paling kuat diantara kekaisaran yang ada di dunia bawah.
**Hai hai semuanya akhirnya aku update lagi mih hari ini. Maaf kalau agak telat updatenya karna author aga ga enak badan tapi alhamdulilah masih bisa update.
Jangan lupa follow aku ya biar aku seneng, terus vote kalau kalian punya tiket vote, gift hadiah ke aku, like, komen, rate, share ya**.
__ADS_1