RATU IBLIS

RATU IBLIS
Mengambil Barang Milik Xiao Ziya


__ADS_3

Suasana di aula utama Klan Yuang Yie menjadi hening, banyak orang yang tak mengerti apa yang baru terjadi. Lebih tepatnya mereka terkejut dengan kedatangan Raja dan Ratu dari Dunia Peri, orang orang di Dunia Manusia Abadi mengetahui bagaimana sikap Ratu Rexuca yang sangat angkuh ketika bertemu orang yang yak ia kenali, akan tetapi sang ratu menunjukkan sikap berbeda saat bertemu dengan Xiao Ziya.


"Kau dekat dengan penguasa Dunia Peri?." tanya Yie Gu dengan tatapan tak percaya, banyak orang yang ingin membuat hubungan baik ataupun kerja sama dengan penguasa Dunia Peri, karna di sana terdapat banyak tanaman obat langka yang tak bisa ditemukan di lapisan dunia lain.


"Saya cukup dekat dengan mereka berdua." jawab Xiao Ziya dengan santai, menjalin hubungan baik dengan beberapa pihak memang perlu di lakukan karna gadis itu sadar seberapa kuat dirinya, ia tetap membutuhkan bantuan pihak lain suatu hari nanti.


Mata Yie Weinje berbinar mendengar Xiao Ziya dekat dengan Raja dan Ratu dari Dunia Peri, wanita itu tau bahwa mereka memiliki beberapa pangeran yang mungkin akan tertarik dengan kecantikan cucu kesayangannya. Andai saja Yie Weinje menyadari bahwa selama ini hanya dirinyalah yang menganggap Yie Munha sebagai gadis tercantik yang pernah ada di seluruh dunia.


"Karna kau dekat dengan mereka, kau harus menjodohkan cucuku ini dengan salah satu pangeran dari Dunia Peri." ucap Yie Weinje penuh dengan semangat, jika perjodohan ini berhasil ia akan mendapat banyak keuntungan dan posisinya akan semakin tinggi di mata penduduk dunia manusia abadi.


"Itu urusan anda bukan urusan saya." jawab Xiao Ziya dengan tatapan datar, setelah semua sikap buruknya pada Xiao Ziya mana mungkin gadis itu mau membantu.


"Kau karus mau melakukannya, ini adalah perintah dari nenekmu." ucap Yie Weinje dengan kesal. Xiao Ziya tersenyum tipis saat mendengar wanita tua itu mengaku menjadi neneknya.


"Maaf anda bukan nenek saya meskipun anda istri dari kakek saya. Lakukanlah sendiri bukankah anda menganggap saya hanya gadis sampah yang tak bisa melakukan apapun?." ucap Xiao Ziya, gadis itu langsung berjalan keluar dari aula utama Klan Yuang Yie karna tak ingin berurusan dengan wanita gila yang tak tau malu.


"Lihatlah cucumu yang keras kepala itu." ucap Yie Weinje dengan tatapan tak suka.


"Gadis itu benar, dari awal kau tak menganggapnya sebagai cucumu lalu mengapa kau sekarang bertingkah seperti wanita tak tau malu." ucap Yie Gu kemudian ikut pergi dari aula utama Klan Yuang Yie bersama dengan ketua yang lain. Kini di dalam aula utama hanya tersisa Yie Munha dan juga neneknya, mereka masih memikirkan sebuah cara agar bisa dekat dengan raja dan ratu dari Dunia Peri itu.


Di sisi lain saat ini Pangeran Yozan Zee baru saja sampai di Kerajaan Bulan, ia langsung pergi menemui sang ayah mengenai peperangan yang akan terjadi antara Kerajaan Neraka dengan Xiao Ziya bersama dengan sekutu gadis itu. Pangeran Yozan Zee tak mengerti bagaimana gadis dari dunia bawah itu memiliki hubungan baik dengan penguasa Dunia Peri, jika peperangan ini tetap terjadi maka Kerajaan Bulan akan mengalami kekalahan.


Pangeran Yozan Zee mengetuk pintu ruang kerja Raja Anling Zee, setelah mendapat izin dari sang raja ia langsung masuk kedalam. Raja Anling Zee menatap ke arah putranya dengan tatapan heran, mengapa putranya itu gemetaran dan mengeluarkan keringat dingin? apakah ada hal buruk yang terjadi pada putranya saat berada di Klan Yuang Yie.


"Salam hormat saya pada ayah." ucap Pangeran Yozan Zee dengan membungkukkan badannya di hadapan Raja Anling Zee. Sikap sang pangeran sangat berbeda jika sudah berhadapan dengan sang ayah, ia akan terus mempertahankan posisinya sebagai Putra Mahkota.


"Saya terima salam mu, hal penting apa yang ingin kau sampaikan?." ucap Raja Anling Zee, ia ingin mendengar semua cerita saat putranya berada di Klan Yuang Yie.


"Maaf ayah, tanpa sengaja saya menantang gadis itu untuk berperang." ucap Pangeran Yozan Zee dengan detak jantung yang sangat cepat, pemuda itu takut jika sang ayah marah mendengar kecerobohannya.


"Bagaimana bisa kau mengatakan hal bodoh seperti itu? bukankah ayah memintamu untuk mengajak Xiao Ziya kesini untuk dijadikan sekutu!." triak Raja Anling Zee, ia sangat kesal memiliki putra yang sangat bodoh seperti itu. Kini hancur sudah rencana yang Raja Anling Zee susun, hal terburuknya kini ia menjadi musuh dari gadis itu.


"Gadis itu mengatakan bahwa ia akan menjatuhkan kekuasaan ayah." ucap Pangeran Yozan Zee, untuk mengalihkan kesalahannya pemuda itu berusaha membuat sang ayah benci dengan Xiao Ziya.


"Gadis itu sungguh angkuh, siapa yang akan berdiri di pihaknya jika peperangan itu berlangsung? ahahaha apakah hanya Klan Yuang Yie saja yang akan mendukung gadis itu." ucap Raja Anling Zee, ia merasa kasihan dengan tindakan bodoh yang dilakukan oleh Xiao Ziya. Untuk memulai sebuah peperangan selalu di butuhkan pasukan yang besar, Raja Anling Zee juga yakin Yie Gu tak akan mengerahkan anggota Klan Yuang Yie nya itu.


"Gadis itu memiliki sekutu dari luar Dunia Manusia Abadi." ucap Pangeran Yozan Zee.


"Siapa yang bisa datang ke sini tanpa menggunakan token identitas salah seorang pemimpin sebagai izin?." tanya Raja Anling Zee, seberapa banyak sekutu gadis itu dari luar dunia manusia abadi mereka tak akan bisa masuk kedalam.


Raja Anling Zee berfikir seperti itu karna ia menebak sekutu dari Xiao Ziya hanyalah orang orang dari dunia bawah, dunia atas, ataupun dunia semesta tingkat rendah dan mereka semua tak akan bisa masuk tanpa izin.


"Sekutu gadis itu adalah raja dan ratu dari Dunia Peri." ucap Pangeran Yozan Zee dengan wajah pucat, ia tak tau harus mengatakan apa lagi untuk membela dirinya. Ia sangat ceroboh hingga membuat kesalahan yang sangat besar seperti ini, jika kekuasaan ayahnya jatuh maka impiannya menjadi seorang raja akan hilang begitu saja.

__ADS_1


Raja Anling Zee mematung untuk beberapa saat, apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi para peri itu? meski ia dan seluruh pasukannya memiliki kelebihan yaitu bisa hidup abadi namun menghadapi para peri sama seperti mendatangkan kematian. Para peri memiliki kekuatan yang dapat menghentikan umur seseorang, sihir kuno tingkat tinggi itu hanya dikuasi oleh penduduk dunia para peri.


"Bagaimana bisa? mengapa gadis itu memiliki hubungan dengan para peri itu?." ucap Raja Anling Zee, ia ingin pingsan ditempat.


"Apa yang harus kita lakukan ayah?." ucap Pangeran Yozan Zee, ia juga ketakutan tentang peperangan yang akan terjadi.


"Kita harus menyiapkan seluruh pasukan terbaik yang kita miliki." ucap Raja Anling Zee tak memiliki pilihan lain, mereka harus bersiap jika pasukan musuh datang menyerang. Raja Anling Zee berharap ia bisa berdiskusi dengan Xiao Ziya dan membatalkan peperangan ini.


Raja Richal dan Ratu Rexuca sudah berada di istana para peri, mereka sedang mengadakan rapat bersama dengan beberapa jenderal terbaik yang ia miliki. Ratu Rexuca sangat antusias karna ia sudah lama tak mengeluarkan kekuatan dalam skala besar untuk menghancurkan sebuah kerajaan, semuanya sepakat dalam peperangan kali ini pihak Dunia Peri akan dipimpin oleh Ratu Rexuca. Raja Richal akan tetap berada di Kerajaan Peri untuk berjaga jaga agar tak ada pihak lain yang menyerang wilayah mereka.


"Baiklah saya akan pergi menemui Raja Artur untuk menyampaikan hal ini." ucap Ratu Rexuca dengan sorot mata tajam, dalam peperangan ini ia akan membunuh raja dari Kerajaan Bulan dengan tangannya sendiri. Sepertinya sang ratu memiliki dendam pribadi dengan Raja Anling Zee, mungkin ada sebuah cerita di masa lalu yang tak diketahui banyak pihak.


"Kembalilah dengan selamat istriku, bila sesuatu terjadi padamu aku akan menghancurkan mereka semua." ucap Raja Richal, sebagai seorang suami ia berharap sang istri akan kembali dalam kondisi selamat tanpa luka sedikitpun.


"Aku akan menjaga diri dengan baik, aku pergi dulu." ucap Ratu Rexuca, ia bersiap untuk pergi menuju alam neraka. Semua sekutu dari Xiao Ziya harus datang dan membantu gadis itu, peperangan ini akan dimenangkan oleh pihak Xiao Ziya apapun caranya.


Di saat Ratu Rexuca sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk berperang dengan Kerajaan Bulan, Xiao Ziya malah duduk dengan tenang di halaman belakang Klan Yuang Yie. Gadis itu masih ingin menikmati kehidupan tenangnya yang akan segera lenyap dalam beberapa hari, meski berperang dengan Kerajaan Bulan bukanlah hal yang diinginkan oleh Xiao Ziya akan tetapi gadis itu harus melakukannya. Dalam peperangan kali ini akan memerlukan waktu yang cukup panjang karna kemungkinan besar prajurit dan jenderal yang dimiliki oleh Kerajaan Bulan sulit untuk dibunuh, gadis itu akan memberitahu Putri Jifana tentang semua ini karna sang putri berhak mengetahuinya.


"Keluarlah Putri Jifana." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan Putri Jifana dari dalam cincin semesta miliknya. Sang putri cukup terkejut saat ia ditarik keluar secara tiba tiba oleh Xiao Ziya, Putri Jifana memandang ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bertanya tanya.


"Ada apa nona Ziya?." tanya Putri Jifana masih dengan ekspresi bingung.


Akhirnya dengan berat hati Xiao Ziya menceritakan semua yang terjadi hari ini, peperangan antata Kerajaan Bulan dan dirinya tak bisa di hindari lagi karna Pangeran Yozan Zee lah yang memulai semua ini. Putri Jifana tak menyangka bahwa semua akan berakhir seperti ini, ia kira sang ayah akan melepas obsesinya untuk mendapatkan Xiao Ziya sebagai sekutu namun perkiraan sang putri salah. Ayahnya telah mengambil langkah yang salah dan meminta sang kakak laki laki untuk menangkap Xiao Ziya secara paksa, dan gadis itu tak akan tinggal diam jika ada seseorang yang mengusik ketenangannya.


"Apakah peperangan ini tak bisa dibatalkan?." tanya Putri Jifana penuh dengan harapan, ia tak ingin kehilangan sang ayah serta anggota keluarga yang lain.


"Saya tau ini tak mudah bagi nona Ziya, namun saya telah menyelamatkan adik anda. Tak bisakah anda memikirkan semua ini lagi?." ucap Putri Jifana, gadis itu akan terus membujuk Xiao Ziya hingga peperangan dibatalkan.


Xiao Ziya menatap ke arah Putri Jifana dengan tatapan heran, mengapa pemikiran gadis itu sangat sederhana? apa hubungannya antara ia yang sudah menyelamatkan Zoe dengan peperangan yang akan terjadi kali ini.


"Kesalahan yang telah ayahmu perbuat tak bisa di tutupi dengan satu kebaikan yang kau lakukan, dunia ini lebih mengerikan daripada yang anda kira." jawab Xiao Ziya dengan tegas, apapun alasannya ia tak akan membatalkan peperangan ini. Raja Anling Zee harus merasakan penderitaan orang orang tak bersalah yang telah ia bunuh hanya untuk ambisinya semata.


"Lalu untuk apa anda menyelamatkan saya? jika akhirnya saya akan kehilangan keluarga saya?." ucap Putri Jifana dengan tatapan sedih, ia sangat mencintai ayah, ibu, dan juga kakak laki lakinya meski mereka memperlakukan Putri Jifana dengan buruk.


Entah mengapa bukannya merasa kasihan ataupun simpan pada Putri Jifana, Xiao Ziya malah menatap gadis itu dengan tatapan datar. Xiao Ziya sedang berfikir apakah sang putri benar benar polos atau hanya sedang mempermainkan perasaanya saja, karna manusia dengan wajah baik seperti Putri Jifana bisa saja menyimpan sisi buruknya tanpa diketahui oleh orang lain.


"Bagaimana cara keluargamu menembus dosa dosa yang telah mereka lakukan?." tanya Xiao Ziya, ia ingin jawaban yang pasti dari sang putri mengenai sikap Raja Anling Zee dan juga Pangeran Yozan Zee.


"Saya tak tau tentang hal itu, mereka harus tetap hidup untuk melihat saya tumbuh dewasa nanti." ucap Putri Jifana dengan alasan yang tak bisa diterima oleh Xiao Ziya, dia menanyakan hal apa dan sang putri menjawab dengan topik yang berbeda.


"Perang akan tetap berlangsung, saya memanggilmu keluar bukan untuk meminta izin padamu mengenai hal ini tuan putri. Saya hanya ingin memberitahukan agar anda tak terkejut nantinya." ucap Xiao Ziya dengan keputusannya yang sudah bulat.


"Lalu apa rencana anda tentang peperangan ini? bisakah saya mengetahuinya." tanya Putri Jifana dengan raut wajah tenang, sikap sang putri yang tiba tiba saja berubah tentu membuat Xiao Ziya semakin curiga.

__ADS_1


"Saya tau anda penyelamatan adik saya, hal itu tak menutup kemungkinan jika anda akan menghianati saya nantinya." ucap Xiao Ziya yang tak akan memberitahukan siasat perang yang sudah ia susun untuk peperangan kali ini.


"Kalau begitu saya akan kembali ke Istana Kerajaan Bulan bersama dengan prajurit dan pelayan yang ikut bersama dengan saya." ucap Putri Jifana, ia meminta agar orang orang yang ikut bersama dengan dirinya dikeluarkan dari cincin milik Xiao Ziya.


Xiao Ziya menatap Putri Jifana dari atas hingga kebawah lalu gadis itu tersenyum miring, akhirnya setelah sekian lama Xiao Ziya mencari alasan mengapa sang putri rela menghianati kerajaannya sendiri demi menyelamatkan seorang anak yang tak ia kenal, detik ini Xiao Ziya sudah mengetahui semuanya.


"Kembalikan semua pedang yang telah anda ambil Tuan Putri Jifana." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin, ia melihat sebuah cincin dimensi yang tak asing melingkar di jari manis Putri Jifana.


Sang putri dengan segera menyembunyikan tangannya di belakang, ia tak mungkin mengembalikan semua senjata senjata hebat yang ia ambil dari dalam cincin semesta milik gadis bernama Xiao Ziya itu.


"Apapun yang sedari awal sudah menjadi milik saya akan selalu kembali pada saya." ucap Xiao Ziya dengan senyum menyeramkan, ia membaca sebuah mantra sihir dan tiba tiba tubuh Putri Jifana bergerak dengan sendirinya.


Perlahan lahan Putri Jifana mendekat ke arah Xiao Ziya, sang putri melepas cincin dimensi yang melingkar di jari manisnya itu dan memberikan pada Xiao Ziya. Setelah mendapatkan barangnya kembali, Xiao Ziya menghempaskan Putri Jifana kebelakang dengan kasar.


"Keluarlah." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan seluruh pelayan dan prajurit yang ikut masuk kedalam cincin semesta miliknya bersama dengan Putri Jifana.


Xiao Ziya melihat para pelayan dan prajurit itu membawa beberapa barang berharga miliknya, dengan cepat Xiao Ziya mengambilnya kembali dan ia masukkan kedalam cincin semesta.


"Saya tak memiliki hutang budi pada anda lagi." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi yang sulit diartikan, yang pasti saat ini ia sedang marah pada Putri Jifana dan yang lain.


"Tolong kembalikan barang barang milik kami." ucap beberapa pelayan dan prajurit pengikut Putri Jifana. Sebenarnya mereka sudah sangat senang tinggal di dalam ruang dimensi milik Xiao Ziya, namun tiba tiba gadis itu mengeluarkan mereka semua.


"Semua ini milik saya, dari awal kalian mengambil barang milik saya." jawab Xiao Ziya dengan tegas.


"Ah sial padahal di dalam sana banyak buah buahan dan barang barang mahal." ucap seorang pelayan dengan sorot mata tajam, ia ingin merampas cincin dimensi yang dipakai oleh Xiao Ziya.


"Pergilah dari sini sebelum saya berubah fikiran." ucap Xiao Ziya, kini mata gadis itu berubah menjadi merah darah.


"Anda tetap berhutang budi pada saya karna sayalah yang telah menyelamatkan adik laki laki anda." triak Putri Jifana dengan sangat keras, sepertinya sang putri ingin menarik perhatian dari anggota Klan Yuang Yie agat datang ke halaman belakang.


"Perisai pelindung api." ucap Xiao Ziya, gadis itu membuat sebuah perisai pelindung besar agar tak ada orang lain yang ikut campur dalam masalahnya kali ini. Seberapa keras pun Putri Jifana berteriak tak akan ada yang bisa mendengar suara sang putri.


"Apa ini? mengapa sangat panas." ucap beberapa prajurit dan pelayan setia Putri Jifana, mereka tak bisa menahan panasnya kobaran api dari perisai pelindung yang dibuat oleh Xiao Ziya.


"Sekarang saya tau apa alasan Tuan Putri Jifana rela menyelamatkan Zoe dan menghianati Kerajaan Bulan." ucap Xiao Ziya langsung pada intinya. Mendengar perkataan Xiao Ziya membuat tubuh Putri Jifana gemetaran, mana mungkin gadis dari dunia bawah itu tak tertipu oleh wajah baik dan polosnya?. Bukankah selama ini akting Putri Jifana sangat mengagumkan? lalu mengapa tiba tiba Xiao Ziya mengetahui semua rencananya.


"Apa yang kau ketahui tentang ku?." ucap Putri Jifana dengan santai seperti tak memiliki kesalahan apapun, wajah tak berdosanya yang sangat natural patut diberi penghargaan.


"Saya sudah banyak bertemu dengan orang orang bermuka dua seperti anda." jawab Xiao Ziya dengan nada datar dan senyum mengejek.


"Sialan kau, lalu apa yang bisa kau lakukan jika sudah mengetahui semuanya!!." triak Putri Jifana dengan wajah memerah, ia sangat marah pada Xiao Ziya saat ini.


"Trimakasih, karna hal ini saya tak perlu sungkan sungkan membunuh kalian semua. Mari saya antar kalian kembali ke Istana Kerajaan Bulan." ucap Xiao Ziya, ia membuat sebuah lingkaran sihir yang sangat besar kemudian membacakan mantra teleportasi untuk mengirim Putri Jifana dan para pengikutnya kembali ke istana Kerajaan Bulan.

__ADS_1


Setelah semuanya terbongkar Xiao Ziya bisa memulai peperangan dengan hati tenang, awalnya ia tak tega melihat Putri Jifana akan bersedih jika mengetahui hal ini, namun semuanya berubah saat Xiao Ziya melihat Putri Jifana mengambil barang barang pribadi miliknya.


Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.


__ADS_2