
Saat ini Xiao Ziya sedang melawan sembilan orang misterius itu, walau kekuatan mereka tak setara dengan Xiao Ziya namun cukup melelahkan melawan sembilan orang yang terus terusan menyerang dengan membabi buta.
"Sialan jika terus seperti ini aku akan kelelahan, mereka sangat licik." ucap Xiao Ziya yang terus terusan memberikan perlawanan.
Melihat Xiao Ziya yang sedikit kesulitan membuat Raja Artur dan Raja Zeus segera berlari ke arah gadis itu. Kedua raja itu membantu Xiao Ziya melawan sembilan orang misterius.
"Kenapa kalian berdua ikut campur dengan urusan kami dan gadis sombong ini, cepatlah menyingkir." ucap salah satu dari kesembilan orang misterius itu.
"Gadis ini adalah putri angkatku bagaimana aku bisa membiarkannya terluka di tangan orang orang seperti kalian." jawab Raja Zeus yang langsung menitik fokuskan serangannya pada salah satu orang misterius dari Sekte Iblis dan seketika orang itu kehilangan nyawanya.
"Beraninya kau membunuh saudaraku, akan ku kirim kau ke neraka." ucap yang lainnya.
Pertempuran semakin lama semakin memanas pasukan hewan buas kini tinggal tersisa setengahnya saja, dan sepuluh ribu pasukan dari Sekte iblis jumlahnya sudah berkurang drastis. Sepertinya kondisi saat ini sangat menguntungkan pihak dari Klan Xiao dan dapat dipastikan mereka akan menang dalam pertempuran.
"Jika seperti ini terus maka aku dan seluruh keturunanku akan benar benar hancur." ucap sang kaisar yang masih terkurung di dalam sangkar besi.
Salah satu pangeran sedang mendekati sangkar besi itu, sepertinya ia berusaha untuk membebaskan ayahnya. Namun semua jurus yang ia keluarkan tak dapat menghancurkan sangkar besi itu.
"Ayah bagaimana ini, jika kita tidak secepatnya pergi dari sini maka kita akan mati dibantai oleh Klan Xiao dan juga sekutunya." ucap Pangeran Yin Liu yang masih memikirkan cara untuk membebaskan ayahnya.
"Cobalah kau perintahkan Putri Yin Sung untuk mendekati Xiao Yan, mungkin saja pemuda itu akan luluh." ucap sang kaisar yang sepertinya sudah lupa bahwa Xiao Yan pernah menolak dijodohkan dengan salah satu putrinya hanya karna Xiao Ziya tak setuju, apalagi dengan kondisi seperti ini.
"Apakah ayah bercanda? bagaimana mungkin itu akan berhasil." ucap Pangeran Yin Liu sambil menatap ayahnya penuh dengan keheranan.
"Coba saja, dan jangan banyak bertanya." bentak sang kaisar, Pangeran Yin Liu hanya bisa pasrah dan menuruti perkataan dari ayahnya.
Xiao Yuna dan Muyen sedang sibuk melumpuhkan prajurit prajurit yang ada di pihak kekaisaran, satu persatu dari mereka mulai tumbang karna perbedaan kekuatan yang terlihat. Ini benar benar seperti akhir dari keturunan Klan Yin.
"Saudari Yuna apakah kau tak lelah?." tanya Muyen penuh dengan perhatian pada Xiao Yuna. Yuna hanya tersipu malu mendengar betapa perhatiannya Muyen padanya.
"Ekem ini sedang dalam pertempuran, jika kalian ingin bermesra mesraan maka lakukanlah nanti saat peperangan ini sudah berakhir." ucap Xiao Bin yang berada tak jauh dari pasangan itu.
"Siapa yang sedang bermesraan, humm." ucap Xiao Yuna yang sepertinya merasa kesal bercampur malu. Namun apa yang dikatakan Xiao Bin memang benar jika mereka seperti itu terus mungkin nanti akan ada pihak musuh yang menyerang dari arah belakang.
Duaaaaar
Suara sebuah ledakan yang terjadi dari arah selatan benteng istana Kekaisaran Qiyu, entah siapa lagi yang datang dan ikut campur dalam peperangan ini. Xiao Ziya mengalihkan pandangannya sebentar dan yang ia lihat adalah jajaran murid dari Akademi Kekaisaran datang entah apa yang akan mereka lakukan di sini.
"Untuk apa Akademi Kekaisaran ikut campur dalam peperangan ini." ucap Yienran sambil menghajar musuhnya.
"Bukankah sebagian besar guru dan petinggi Akademi Kekaisaran adalah Klan Yin mungkin saja mereka datang untuk membantu pihak kekaisaran." balas Su Miji.
Xiao Ziya menatap para murid Akademi Kekaisaran dengan penuh tanda tanya, mengapa harus mereka yang ikut campur? walaupun mereka berhak andil dalam peperangan ini namun hal tersebut akan menyulitkan pihaknya.
"Raja Artur, Raja Zeus aku serahkan ke tujuh orang ini pada kalian. Aku akan mengurus mereka yang baru datang." ucap Xiao Ziya yang kemudian melesat ke arah selatan. Menurut perkiraanya ada sekitar sepuluh ribu murid Akademi Kekaisaran yang ada di hadapannya sekarang.
"Untuk apa kalian kesini? apakah kalian datang untuk membantu pihak kekaisaran? jija iya aku tak akan segan pada kalian semua." ucap Xiao Ziya dengan jelas dan penuh dengan penekanan. Walaupun setelah peperangan ini seharusnya ia masuk ke akademi dan belajar di sana, namun bukan masalah besar jika ia harus mencari akademi lain untuk tempat belajarnya.
__ADS_1
"Tentu saja kami datang kemari untuk membantu kekaisaran, mengapa kalian sangat kejam hingga ingin menghancurkan tanah kelahiran kalian sendiri?." tanya Yin Mierou, tentu Xiao Ziya sangat ingat dengan wanita yang sedang berbicara padanya.
"Menghancurkan tanah kelahiran? apakah kata kata anda tidak salah? saya hanya ingin menghancurkan pihak kekaisaran yang sudah menindas rakyatnya sendiri. Sudah saatnya sejarah Kekaisaran Qiyu di ubah." ucap Xiao Ziya sambil menunjukkan kemarahan yang terlihat jelas dimatanya.
"Apapun alasan anda kami akan tetap membela kekaisaran." ucap Yin Mierou dengan nada tinggi.
"Tentu kau akan membela kekaisaran karna kau juga bagian dari mereka, namun mengapa murid muridmu harus kau pengaruhi seperti ini. Hei apakah kalian tak melihat ketua klan kalian ada di sini mereka berjuang bersamaku." ucap Xiao Ziya yang membuat sebagian murid yang ada di sana mulai melihat ke arah pertempuran itu dan benar saja mereka bisa menemukan ketua dan saudara mereka yang sedang bertarung.
"Jangan karna perkataan wanita ini kalian terpengaruh." ucap Yin Siyi sebagai wakil kepala Akademi Kekaisaran.
"Kalian bisa melihat dengan jelas perwakilan setiap klan yang ada di wilayah kekaisaran ada di sini, dan untuk apa mereka di sini? karna mereka ingin berjuang merebut apa yang telah pihak kekaisaran ambil dari mereka. Terserah kalian ingin percaya pada siapa namun aku tak akan membiarkan kalian ikut campur dalam peperangan ini." ucap Xiao Ziya yang memang tak menginginkan ada pertumpahan darah yang melibatkan murid murid akademi Kekaisaran.
"Atas dasar apa kau melarang kami, dan apa wewenangmu dalam hal ini." ucap Yin Suran yang merupakan guru murid dalam.
Xiao Ziya mengeluarkan sesuatu dari sakunya itu adalah token yang ia dapatkan saat berperang dengan Kerajaan Naga Hitam dari dunia atas. Xiao Ziya melempar token itu ke atas langit dan tiba tiba ada sebuah kubus besar yang tercipta. Kubus itu menutupi semua areal pertempuran sehingga mereka yang berasal dari Akademi Kekaisaran tak bisa masuk dan ikut campur.
"Hancurkan kubus ini bila kalian mampu." ucap Xiao Ziya, kemudian gadis itu kembali ke arena perperangan tanpa menggubris triakan dari sebagian pihak dari Akademi Kekaisaran yang memiliki hubungan dengan Klan Yin.
Tadi saat bala bantuan dari Akademi Kekaisaran datang sang kaisar merasa sangat senang, namun sekarang harapannya itu hilang karna jelas terlihat mereka tak bisa menghancurkan kubus raksasa yang diciptakan oleh Xiao Ziya.
Sedangkan saat ini jumlah orang misterius dari Sekte Iblis tersisa empat orang saja dan mereka juga terlihat sudah sangat kewalahan menghadapi Raja Artur dan Raja Zeus.
"Bagaimana apakah kalian ingin menyerah?." tanya Xiao Ziya yang baru saja bergabung lagi dalam pertarungan sengit itu.
"Lebih baik kami mati dan membuat bangga raja iblis kami." ucap mereka berempat secara bersamaan.
"Apakah di dunia ini ada dua wilayah neraka hingga ada dua raja? yang satu raja neraka yang satunya raja iblis." ucap Xiao Ziya penuh dengan tanda tanya, keempat orang itu juga sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya barusan.
"Kakek tua apakah kau tadi mendengarnya, bukankah mereka sangat lucu." ucap Xiao Ziya pada Raja Artur yang ada di sebelahnya.
"Mungkin mereka sedang membuat lelucon." ucap Raja Artur yang kemudian menciptakan api sebesar kepalan tangannya dan kemudian menghantamkan api itu kesalah satu dari mereka, dan seketika orang itu hilang dan menjadi abu.
Sekarang tersisa tiga orang misterius saja, wajah mereka sangat pucat. Ketuju saudara mereka telah kalah dan pasukan yang mereka bawapun sudah lebih dari setengah yang sudah gugur.
"Apa yang harus kita lakukan bila tetap seperti ini kita juga akan mati." ucap salah satu dari mereka sambil menatap ke arah Xiao Ziya.
"Kita harus memanggil Yang Mulia Raja Iblis." balas yang lain.
Akhirnya ketiga orang tersebut mulai membentuk sebuah formasi berbentuk segitiga dengan sebuah lambang aneh di tengah tengah segitiga tersebut, ketiga orang itu terus merapalkan sebuah mantra dengan bahasa yang sangat aneh.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" ucap Raja Zeus yang menahan serangannya karna merasa penasaran.
Tak lama kemudian langit berubah menjadi gelap, dan berkumpul awan awan hitam di atas segitiga eneh itu. Mungkin ini adalah sebuah mantra atau sihir untuk memanggil Raja Iblis mereka.
Benar saja terdengar suara gemuruh dari atas langit dan terdengar tawa seorang pria.
"Apakah kalian semua ingin mati di tanganku, berani beraninya kalian membunuh pengikut setiaku." ya suara itu berasal dari langit dan berhasil memecah konsentrasi semua orang yang sedang bertarung.
__ADS_1
"Apakah kalian dengar raja kami telah tiba, kalian akan mati hahaha." ucap ketiga orang misterius itu dengan bangga. Namun ekspresi Xiao Ziya, Raja Artur, Raja Zeus, dan juga Raja Yuan Zie menatap langit dengan tatapan datar.
"Apakah sampah itu adalah rajamu? apakah kau sedang bercanda denganku." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat kesal, gadis itu mengeluarkan sebuah jurusnya yaitu Misteri Hujan Es. Jurus ini berhasil membunuh ketiga orang misterius itu. Badai Es yang tercipta kali ini benar benar dasyat hingga semua hewan iblis yang tersisa di sana juga membeku kemudian hancur berkeping keping.
"Gadis kurang ajar, berani sekali kau menghabisi semua pengikutku." tiba tiba saja seseorang berjubah hitam turun dari langit, auranya cukup membuat mereka yang ada di sana merasa ketakutan kecuali beberapa orang yang benar benar kuat.
Xiao Ziya menatap orang itu dari atas hingga bawah, dia menggeleg gelengkan kepalanya benerapa kali kemudian Ziya kembali melihat orang itu. Entah apa yang ada di fikiran Xiao Ziya namun tiba tiba saja gadis itu tersenyum menyeringai.
"Kau tak layak melihatku seperti itu, aku adalah Raja Iblis raja terkuat yang ada di dunia atas." ucap pria itu dengan sombongnya, jika ia tau siapa yang ada di hadapannya itu mungkin ia akan muntah darah.
"Raja Iblis palsu, begitu bangganya dirimu." ucap Yuan Zie dengan nada yang ketus bagaimana bisa kakeknya yang hebat memiliki saingan seperti ini. Dari kekuatannya saja sudah sangat jauh berbeda.
"Kalian dengar aku, lanjutkan pertempuran ini biar kami yang membereskan pria gila ini." ucap Xiao Ziya dengan wajah meledek yang ia perlihatkan.
Semua yang ada di sana mendengar perkataan Xiao Ziya dan melanjutkan peperangan itu, apapun yang terjadi perang antara pihak kekaisaran dan juga pihak Klan Xiao harus segera usai agar tak berdampak buruk pada penduduk yang ada di sekitarnya.
"Kau memanggilku pria gila? hari ini adalah hari kematianmu gadis kecil." ucap Raja Iblis palsu itu dengan senyum menyeramkan yang ia tunjukan pada Ziya.
Tanpa basa basi lagi Raja Iblis kecil itu mulai menyerang Xiao Ziya, banyak jurus jurus aneh yang pria itu keluarkan namun belum bisa melukai Xiao Ziya, gadis itu benar benar jauh lebih kuat daripada apa yang ia bayangkan.
"Rantai neraka ikat gadis itu." ucap Raja Iblis palsu itu kemudian sepasang rantai panjang melilit tubuh Xiao Ziya. Rantai itu dipenuhi dengan api berwarna hitam bisa dibilang ini adalah api pensucian salah satu api paling menyakitkan yang berasal dari neraka.
Xiao Ziya menatap rantai rantai itu dengan kesal, Xiao Ziya mulai emosi dan sebentar lagi amarahnya akan meledak.
"Apakah kalian tak mengenalku, berani benarinya melilit tubuhku dengan begitu kencang." ucap Xiao Ziya pada rantai neraka yang tengah melilitnya. Sebenarnya Rantai neraka tercipta dari jiwa jiwa manusia yang terbelenggu dan menunggu waktu untuk berintraksi.
Mendengar suara Xiao Ziya membuat jiwa jiwa yang ada disepasang rantai neraka itu gemetaran, mereka sangat mengenal suara ratu batu mereka. Dengan segera rantai rantai neraka itu melepaskan lilitan dari tubuh Xiao Ziya.
"Maafkan kami yang buta ini Junjungan, kami terpaksa melakukannya karna pria itu mengancam akan memusnahkan jiwa kami." ucap jiwa jiwa yang ada di dalam rantai neraka secara bersamaan.
"Kembalilah ke neraka jika tidak akan ku siksa kalian mengerti." ucapan Xiao Ziya memang terdengar kejam namun itu pantas bila ada pengikutnya yang berani melukainya.
Raja Artur menatap tak senang ke arah pemuda yang mengaku ngaku sebagai Raja Iblis, dia sudah tak bisa memahan lagi. Sebuah bola api berhasil mengenai tubuh Raja Iblis palsu seketika ia memuntahkan seteguk darah.
"Kau sangat tak layak untuk menyamakku." ucap Raja Artur dengan kesal.
**Hai hai semua akhirnya malam ini aku bisa update, maaf ya aku bisanya update malam malam emang senggangnya jam segini, ga masalah kan guys. Dan plis jangan bilang kok cuma satu chap sih thor, gini semua ini tuh 2000 kalimat harusnya jadi dua chap tapi ku jadiin satu.
Jangan lupa suport aku dengan cara
Follow aku yang belum follow
vote sebanyak banyaknya
komen
like
__ADS_1
rate
share**