
Dimas dan Reno pulang bersama menggunakan mobil Dimas karena pada saat kerestoran Reno berangkat bersama Fadil menggunakan motor Fadil, sedangkan Hermione dia pulang sendiri dengan cara menghilang.
"Kak Hera siapanya kakak?" tanya Reno.
"Hmm dia itu teman" jawab Dimas.
"Yakin teman, teman atau teman?" goda Reno.
"Teman No" ucap Dimas.
"Kakak kenal sama kak Hera kapan?" tanya Reno.
"Hmm nggak lama sebelum kenal dengan Dara" jawab Dimas.
"Kok Andre bisa kenal kak Hera bang?" tanya Reno.
"Gak tau, tapi abang taunya Hera dan Dara teman mungkin mereka pernah ketemu jadi Andre kenal" ucap Dimas.
"Ohhh kak Dara temen kak Hera juga" ucap Reno.
"Iya" jawab Dimas.
"Aku harap bang Dimas sama kak Hera biar kak Dara sama aku" batin Reno.
Saat mobil memasuki komplek perumahan mereka, ada mobil pemadam kebakaran disana dan warga sibuk kesana kemari. Dimas menghentikan mobilnya lalu bertanya kepada salah satu warga yang ada disana.
"Pak ada apa ya?" tanya Dimas membuka kaca mobil.
"Nak Dimas, rumah kamu kebakaran" jawab warga yang ditanya.
"Hah kok bisa?" tanya Dimas. Reno yang mendengar itu sama terkejutnya.
"Katanya arus listrik, sekarang anggota pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan apinya" ucap warganya.
"Terima kasih infonya pak" Dimas lalu menjalankan mobilnya sesekali dia mengklakson karena warga menghalangi jalannya.
"Untung uang dan emas udah disimpan dibank" batin Dimas.
"Untung juga udah nyiapin rumah dan villa, lebih baik nanti pindah kerumah aja jangan villa" batin Dimas lagi.
"Bang terus ini gimana?" tanya Reno.
"Abang juga gak tau, tapi untungnya abang udah ada rumah hasil dari pendapatan restoran" ucap Dimas.
"Kak Dara ada disana bang" ucap Reno melihat Hermione yang sedang berdiri melihat rumah yang terbakar sambil menyuruh-nyuruh orang untuk membantu pemadam kebakaran memadamkan api.
Dimas menghentikan mobilnya, lalu dia turun diikuti Reno. Mereka berdua menghampiri Hermione matanya terus melihat rumah yang terbakar. Banyak warga yang menguatkan mereka berdua.
"Anj1ng banget tu orang" ucap Hermione.
"Siapa Ra?" tanya Dimas.
"Siapa lagi coba, gue harus selesaikan malam ini juga. Gue gak mau kalian sampai kena imbasnya lagi" ucap Hermione.
"Kalian ngomongin siapa?" tanya Reno.
"Bukan siapa-siapa No, oh iya gue udah beli banyak pakaian untuk kalian udah gue simpen dirumah baru lo Mas" ucap Hermione.
"Astaga ngerepotin, ntar gue ganti uangnya" ucap Dimas.
"Yaelah Mas kayak dengan siapa aja, gak perlu diganti kali" ucap Hermione.
"Buku pelajaran kamu gimana?" tanya Hermione mengusap rambut Reno.
"Oh iya gimana dong masa nanti Reno nyatat lagi kan capek terus buku paketnya aduh" ucap Reno cemberut.
"Buku paket nanti kita beli bareng tadinya kakak mau beli tapi gak tau yang mana dipakenya, kalau buku catatan nanti pinjem punya Andre aja" ucap Hermione.
__ADS_1
"Iya kak" Reno mengangguk paham, Dimas melihat rumah yang terbakar itu.
"Bram ya yang ngelakuin ini?" tanya Dimas dalam hati.
"Iya dia nyuruh orang, besok kamu akan mendapatkan kabar baik" batin Hermione menjawab.
Hermione merangkul pundak Reno matanya menatap rumah yang terbakar. Reno sangat senang bisa berdekat-dekatan dengan Hermione, dia lalu merangkul pinggang Hermione. Hermione refleks melihat kearah Reno.
"Ngapain senyum ngeliatin kakak?" tanya Hermione.
"Nggak kok" jawab Reno langsung mengalihkan pandangannya.
***
Setelah api padam semuanya Hermione, Dimas, dan Reno pergi dari kawasan komplek tersebut menuju rumah barunya. Rumah baru yang akan dihuni Dimas dan Reno tetanggaan dengan komplek Hermione jadi jarak rumah mereka sekarang dekat.
"Wow lebih besar dari rumah yang dulu" ucap Reno melihat rumah barunya.
"Ayo masuk" ucap Dimas membuka pintunya. Mereka bertiga masuk kedalam rumahnya diruang tengah sudah banyak pakaian Dimas dan Reno yang disiapkan oleh Hermione dengan cara menjentikkan jari saja.
"Ukuran bajunya sama tau dari mana lo Ra?" tanya Dimas melihat ukuran pakaiannya.
"Iya punya Reno juga bener ukurannya" ucap Reno.
"Dara gitu lho" ucap Hermione.
"Udah sore gue cabut ya mau urusin tu tikus, Reno kita beli bukunya malam ya" ucap Hermione.
"Iya kak, jam berapa?" tanya Reno.
"Jam 9 atau 10 ya sekarang kakak sibuk, nanti kakak jemput, bye" ucap Hermione lalu pergi.
"Kamu tinggal pilih mau kamar yang mana" ucap Dimas.
"Terserah mau yang mana nih?" tanya Reno.
"Siap" ucap Reno.
***
Hermione sampai diparkiran apartemen, dia keluar dari mobil dengan wujud Hera. Dia kesana karena salah satu kamar apartemen ada Bram, dan dia juga sudah beli kamar apartemen didepan kamar apartemen milik Bram.
Hermione masuk kedalam lift, ternyata didalam lift ada Bram.
"Mungkin kita berjodoh makanya kita bertemu disini" ucap Bram.
"Mungkin" balas Hermione cuek.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Bram.
"Mau keapartemenku lah ngambil barang yang ketinggalan" jawab Hermione.
"Emang apa yang ketinggalan?" tanya Bram menghampit Hermione didinding lift.
"Ntahlah" jawab Hermione.
"Dimana Dimas?" tanya Bram.
"Lagi direstoran bareng sepupunya" jawab Hermione.
"Jadi kamu sendiri?" tanya Bram yang dijawab anggukan dari Hermione.
Bram langsung mencium bibir Hermione, Hermione membalas ciumannya. Pintu lift terbuka mereka melspaskan ciumannya lalu keluar dari lift.
"Kamarmu yang mana?" tanya Bram.
"Tuh" Hermione menunjuk pintu kamar apartemennya.
__ADS_1
"Wah punyaku didepan kamarmu" ucap Bram.
"Sudah lama kita tak bermain, apa kita akan melakukannya sekarang?" tanya Bram.
"Hmm ntahlah" ucap Hermione.
"Mumpung Dimas tidak ada lebih baik kita bersenang-senang" ucap Bram.
"Setelah itu aku akan mengambil nyawamu" batin Hermione.
Bram menarik tangan Hermione masuk kedalam apartemennya, dia lalu mengunci pintunya dan berbalik melihat Hermione.
"Gimana apa kau mau?" tanya Bram.
"Tapi aku sudah memiliki suami dan kau sudah memiliki istri" ucap Hermione.
"Ini juga bukan yang pertama kalinya untuk kita berdua" ucap Bram berjalan mendekati Hermione.
"Hmm iya sih" ucap Hermione.
"Jadi gimana?" tanya Bram.
"Baiklah aku mau, aku juga kangen bermain dengan ini" ucap Hermione mengusap pedang Bram yang masih ditutup celana.
Bram menarik tangan Hermione dan mendudukkan Hermione disofa, Bram lalu membuka resleting celananya dan mengeluarkan pedangnya.
"Mainkan dimulutmu cepat" ucap Bram, Hermione langsung melahap pedang Bram.
"Malam ini kau akan mati ditanganku Bram" batin Hermione.
***
Jam menunjukkan pukul 8 malam, Hermione dan Bram sudah beberapa kali mencapai puncaknya. Posisi Bram sekarang berada diatas tubuh Hermione tubuhnya sudah lemas karena energinya diserap oleh Hermione.
Hermione mencium leher Bram, dia lalu menggigit leher Bram dengan gigi taringnya membuat leher Bram mengeluarkan darah.
"Akh kenapa kamu menggigitku?" Bram kesakitan, dia ingin beranjak dari tubuh Hermione tapi Hermione menahan tubuh Bram.
Hermione menghisap darah Bram membuat Bram semakin lemas karena kehilangan banyak darah, tangan Hermione mencakar punggung Bram menggunakan kuku panjang dan tajamnya.
"Akh kamu kenapa Hera ini sakit?" tanya Bram.
"Ini belum seberapa Bram, kau belum merasakan siksaan dineraka" ucap Hermione.
"Maksudmu apa Hera?" tanya Bram. Hermione langsung membalikkan posisi tubuhnya.
Mata Hermione menjadi merah, taring yang tajam, kuku yang panjang dan tajam, tubuh Hermione masih menjadi manusia hanya itu saja yang berubah.
"Ke kenapa kau menjadi seperti itu?" ucap Bram membelalakkan matanya.
"Ini belum keluar wujud asliku Bram baru ini saja" ucap Hermione menyeringai.
"To tolong lepaskan aku, kau siapa sebenarnya?" tanya Bram.
"Iblis, aku iblis yang membawa manusia berdosa kedalam neraka" ucap Hermione.
"Dan sekarang aku akan membawamu" ucap Hermione melanjutkan perkataannya, dia menarik roh Bram paksa. Seketika itu juga jiwa dan raga Bram terpisah, Hermione memegang jiwa Bram.
Hermione menghidupkan korek api lalu membakar sprainya membuat tubuh Bram terbakar dengan suhu rendah supaya tubuhnya berubah menjadi abu, semua pintu dan jendela rapat tertutup.
"Tidak, tubuhku" ucap roh Bram. Hermione mengingat ada cctv diluar kamar dia lalu menjentikkan jarinya supaya cctv pada saat dia dan Bram lewat terhapus.
Hermione langsung pergi keneraka bersama roh Bram, Hermione berubah menjadi iblis saat berada dineraka dan menjadi ratu disana. Roh Bram langsung dilempar masuk kedalam neraka lapisan Asmodeus.
"Sekarang kau tak akan bisa mengganggu Dimas dan aku lagi, kau juga tak akan bisa gentayangan menghantui Dimas karena rohmu sudah didalam sini" ucap Hermione lalu menghilang pergi dari neraka.
Bersambung...
__ADS_1