
Raja Zu Fengzo sempat terdiam sejenak apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya adalah suatu kebenaran setelah ia melakukan hal seperti itu bagaimana ia bisa meminta sebuah senjata spiritual seenaknya.
"Maaf karna saya dan yang lain telah menyinggung anda." ucap Raja Zu Fengzo yang merasa tak enak hati karna telah bersikap semena mena pada Xiao Ziya.
"Saya tau anda adalah raja yang menguasak wilayah ini, namun perlu anda ingat bahwa saya adalah Xiao Ziya." ucap Xiao Ziya yang baru pertama kali menyebutkan siapa namanya.
"Putriku apa yang ingin kau lakukan sekarang? apakah kau ingin pergi ke Kerajaan Hitam sekarang?." tanya Raja Zeus yang mengajak Xiao Ziya untuk tinggal di Kerajaan Hitam selama ia ada di dunia atas.
"Banyak yang merindukan kehadiranmu di sana adikku." ucap Pangeran Zeeling yang sudah tak sabar untuk bisa melihat wajah adiknya di setiap pagi.
"Maaf Raja Zeus dan Pangeran Zeeling saya masih ada urusan di sini. Setelah semuanya selesai saya akan pergi ke Kerajaan Hitam." ucap Xiao Ziya yang belum bisa pergi sekarang karna masih banyak hal yang belum ia selesaikan.
"Datanglah, kami akan menyambutmu dengan penuh rasa bahagia." ucap Raja Zeus yang kemudian memeluk Xiao Ziya diikuti kedua putrnya.
Raja Zeuz, Pangeran Zeeling, dan Pangeran Anz harus pamit karna masih banyak tugas mereka yang menunggu di Kerajaan Hitam. Xiao Ziya tersenyum dengan manis kearah ayah dan juga saudara angkatnya. Kini pihak Kerajaan Zu Long akan selalu mengingat bahwa gadis bernama Xiao Ziya bukanlah tandingan mereka, dilain hari Raja Zu Fengzo tak akan berani membuat masalah dengan gadis itu.
"Apakah urusan kalian dengan saya sudah selesai?." tanya Xiao Ziya pada ketiga jenderal yang berhasil ia kalahkan. Ketiga jenderal itu hanya bisa menganggukkan kepala mereka dengan pasrah karna kalah melawan seorang gadis muda adalah hal yang sangat memalukan.
"Apakah kita tak bisa membicarakan tentang senjata spiritual itu?." ucap Raja Zu Fengzo yang masih membujuk Xiao Ziya agar mau menjual sebuah senjata spiritual padanya.
"Saya bisa mempertimbangkannya di lain hari, karna urusan saya dengan para jenderal anda telah selesai saya pamit." ucap Xiao Ziya yang ikut pergi dari istana Kerajaan Zu Long.
Raja Zu Fengzo tengah memikirkan sesuatu yang serius bagaimana cara agar Xiao Ziya mau menjalin kerja sama dengan kerajaanya, apakah dengan mendekatkan salah satu putrnya akan membuat gadis itu luluh apalagi jika bisa menjadikannya menantu itu jauh lebih baik lagi. Namun siapa pangeran yang layak untuk mendelati gadis itu dari umur Xiao Ziya ada dua kandidat pangeran yang cocok jika bersanding dengannya. Yang pertama adalah Pangeran Zu Nunho ia masih berusia tuju belas tahun hanya selisih lima tahun dengan Xiao Ziya, Pangeran Zu Nonho sangat berbakat dalam hal pemerintahan dan juga seni bela diri berpedang. Yang kedua adalah Pangeran Zu An yang kini berusia lima belas tahun yang artinya ia hanya berselisih tiga tahun dengan Xiao Ziya, Pangeran Zu An berbakat dalam seni beladiri cambuk dan juga ilmu sihir tingkat menengah.
"Baiklah saya akan meminta bantuan pada kedua putra saya itu." ucap Pangeran Zu Fengzo yang sudah meneguhkan tekadnya. Seandainya ia tau apa yang ia lakukan hanya sia sia saja atau membuat Xiao Ziya marah padanya.
Raja Zu Fengzo memanggil kedua putranya agar datang ke ruang kerja raja. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Pangeran Zu Nonho dan Pangeran Zu An datang, awalnya mereka tak mengerti mengapa sang ayah tiba tiba memanggil.
"Ada kepentingan apa hingga ayahanda memanggil kami berdua." ucap Pangeran Zu Nunho yang mewakili sang adik juga.
Raja Zu Fengzopun menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh kedua putranya itu dan sang raja juga mengatakan ia akan memberikan sebuah batu spirit binatang sihir tingkat menengah pada siapapun yang sanggup melakukan misi kali ini. Tentu saja kedua pangeran sangat bersemangat dan akan berkompetisi dengan cara yang sehat.
"Kali ini kakak tak akan mengalah padamu adikku." ucap Pangeran Zu Nunho yang mengatakan bahwa ia tak akan mengalah pada adiknya yaitu Pangeran An.
"Kita akan bersaing secara sehat untuk mendapatkan hatinya." ucap Pangeran An yang juga tak mengharapkan belas kasihan dari Pangeran Nunho.
Sedangkan gadis yang sedang mereka bicarakan tengah mencari kesana kemari sebuah restoran berkelas yang bisa ia gunakan untuk merayakan ulang tahunnya kedua belas hari ini. Jika tahun lalu ia mendapat kejutan pesta yang sangat meriah maka kali ini Xiao Ziya harus merayakan ulang tahunnya sendiri.
Xiao Ziya masuk kedalam restoran bintang lima yang ada di sana, ia belum menginjakkan kakinya kedalam namun seorang pria yang merupakan penjaga restoran itu menghentikan langkahnya.
"Apakah kau tau ini adalah restoran bintang lima, lebih baik kau pergi jika tak sanggup membayar." ucap sang pria yang tak percaya bahwa gadis yang ada di hadapannya itu mampu membayar makanan termurah yang ada di restoran.
"Apa saya terlihat seperti seorang gadis yang tak mampu membayar? dan beginikah pelayanan yang kalian berikan?." ucap Xiao Ziya yang menatap pria itu dengan tajam. Ini adalah hari penting untuk gadis itu jangan sampai ada yang memancing amarahnya.
__ADS_1
Seorang wanita berjalan menghampiri Xiao Ziya dan pria itu. Wanita itu ternyata adalah putri dari pemilik restoran.
"Apa yang sedang terjadi, jika ada tamu yang datang tolong jaga ucapanmu." ucap wanita itu yang memarahi penjaga restoran.
"Maaf nona muda namun gadis ini terlihat begitu miskin." ucap sang penjaga restoran dengan blak blakan di hadapan Xiao Ziya.
"Jaga ucapanmu. Maaf atas kelancangan pekerja kami. Perkenalkan saya Anling anak pertama dari pemilik restoran. Apa yang bisa saya bantu?." ucap Anling dengan sopan pada Xiao Ziya. Anak pemilik restorannya saja sangat ramah bagaimana bisa pekerjanya begitu kasar dan sombong.
"Saya Xiao Ziya seorang kultivator yang baru saja tiba di dunia bawah, hari ini saya berumur dua belas tahun dan ingin merayakannya di sini. Apakah restoran anda melayani pembayaran berupa senjata spiritual?." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan apa yang ingin ia lakukan di restoran itu.
Anling meminta pada Xiao Ziya untuk memunggu sebentar ia akan memanggil ayah dan ibunya yang kebetulan juga sedang ada di restoran.
"Ayah ada seorang pelanggan muda yang ingin melakukan transaksi dengan senjata spiritual apakah kita akan menerimanya?." ucap Anling pada sang ayah yaitu Tuan Wining.
"Mari antar ayah menemuinya, kita lihat dulu barang apa yang akan ia tukar." ucap Tuan Wining yang ingin melihat barang apa yang ingin pelanggannya tukarkan. Ibu dari Anling juga ikut untuk mememui Xiao Ziya.
"Ah jadi ini nona muda yang ingin membayar dengan senjata spiritual." ucap Tuan Wining yang menyambut hangat Xiao Ziya.
"Benda apa yang ingin kau tukarkan nak?." tanya Nyonya Mingi yang terlihat senang saat melihat Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengeluarkan sebuah belati kembar berwarna hijau keemasan dengan tingkatan kaisar langit awal. Tuan Wining, Nyonya Mingi, Anling, dan Penjaga yang sempat mengusir Xiao Ziya merasa terkejut.
"Saya ingin merayakan ulang tahun saya dengan lima ratus lima pasukan saya di sini apakah sebuah senjata spiritual tingkat kaisar langit awal sudah cukup untuk membayarnya?." ucap Xiao Ziya yang tak tau berapa harga dari senjata spiritual yang sedang ia perlihatkan.
"Benda ini terlalu berharga nona apakah anda yakin ingin membayar dengan benda ini?." tanya Tuan Wining yang tak ingin melewatkan sebuah kesempatan langka seperti ini.
"Tentu kami akan melayani nona muda dengan baik, lalu dimana lima ratus lima pasukan anda yang ingin ikut dalam pesta ulang tahun anda?." tanya Tuan Wining yang melihat kesana kemari namun tak ada siapapun di sana.
Xiao Ziya mengeluarkan lima ratus lima pasukan iblisnya dari cincin semesta. Tuab Wining dan keluarganya lagi lagi dibuat terkejut, sebuah cincin ruang yang dapat menampung berbagai makhluk hidup adalah hal yang sangat langka bahkan di dunia atas hanya ada tiga orang saja yang memilikinya lalu siapa gadis yang ada di hadapan mereka itu mengapa ia memiliki banyak benda benda menakjubkan.
"Silahkan kalian semua masuk kedalam kami akan menyiapkan semua makanan yang ada di daftar teratas." ucap Nyonya Mingi yang mempersilahkan Xiao Ziya dan lima ratus lima pasukannya untuk masuk kedalam restoran.
Xiao Ziya dan pasukan iblisnya masuk kedalam restoran tentu saja kehadiran mereka menyita perhatian dari semua pengunjung yang ada di sana. Mereka sedang bertanya tanya siapa gadis muda yang ada di antara ratusan prajurit berzirah aneh itu.
"Kau mengenal gadis itu?." tanya seorang pengunjung yang merupakan rakyat biasa.
"Tidak saya tak mengenalinya." ucap teman dari pengenjung itu.
"Aura gadis itu sangat mendominasi." ucap seorang kultivator yang terpesona dengan aura emas dan aura membunuh yang keluar dari Xiao Ziya.
Sedangkan saat ini di dunia bawah Xiao Cunyu dan juga anggota Klan Xiao yang lain sedang merayakan ulang tahun Xiao Ziya yang kedua belas tanpa kehadiran gadis itu. Suasana di dalam Klan Xiao bercampur aduk ada perasaan senang karna Nona muda kesayangan mereka sudah berusia dua belas tahun, dan hal yang membuat mereka sedih karna Xiao Ziya tak ada di tengah tengah mereka.
"Putriku kini telah berusia dua belas tahun, semoga ia baik baik saja di sana." ucap Xiao Cunyu yang sepertinya sedang merindukan Xiao Ziya.
__ADS_1
"Putri anda adalah gadis yang baik pasti ia baik baik saja di sana." ucap Xiao Ciyun yang sedang menenangkan Xiao Cunyu.
"Kami juga sangat merindukan adik Ziya." ucap Xiao Yuna yang saat ini sedang menangis di pelukan kekasihnya.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan sekaligus menyedihkan bagi mereka yang tinggal di dunia bawah apalagi mereka yang sudah bertemu dan mengenal Xiao Ziya dengan baik.
Sedangkan saat ini semua makanan telah tersaji di meja, Tuan Wining menyiapkan semua makanan terbaik yang ada di restorannya itu saja belum cukup untuk membayarkan harga belati spiritual yang diberikan padanya.
"Apakah ada hal lain yang ingin nona pesan?." tanya Anling yang ingin melayani Xiao Ziya dengan baik karna baru kali ini ia melihat seorang gadis yang begitu cantik dan menawan seperti Xiao Ziya.
"Bisakah saya meminjam beberapa gelas dan juga piring kosong?." ucap Xiao Ziya yang sepertinya ingin mengeluarkan sesuatu dari cincin semestanya.
"Baiklah tunggu sebentar nona Ziya." ucap Anling yang langsung berlari kedapur untuk memenuhi keinginan Xiao Ziya.
Tak lama kemudian ratusan piring kosong dan gelas kosong tersaji di hadapan Xiao Ziya, Anling dan orang tuanya bingung apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu dengan semua piring kosong dan gelas kosong.
Xiao Ziya mengeluarkan dua tong besar minuman anggur putih berusia dua ratus tahun yang ada di dalam cincin semestanya, sekalin itu Xiao Ziya mengisi piring piring kosong dengan buah persih seratus tahun, buah apel awet muda, apel hitam yang berguna untuk kultivator, buah anggur panjang umur, buah jeruk yang bisa menyembuhkan berbagai luka luar dan masih banyak lagi jenisnya.
"Astaga sekaya apa nona muda ini." ucap Tuan Wining yang hampir saja pingsan melihat keborosan Xiao Ziya.
Sebenarnya gadis itu tak boroa karna semua tanaman itu tumbuh subur di dalam cincin semestanya bahkan memebuhi seperempat dari cincin semestanya sehingga Xiao Ziya mengeluarkan berbagaimacam buah buahan itu dari cincin semestanya.
"Gila ini bukan level bangsawan biasa." ucap seorang pengunjung yang tak mengerti lagi apa yang tak dimiliki oleh Xiao Ziya.
"Raja Zu Fengzo juga tak akan melakukan hal seperti itu." ucap pengunjung yang lain yang hampir saja pingsan.
"Jika ada yang ingin bergabung dengan kami silahkan, hari ini adalah ulang tahun saya kedua belas tahun jadi nikmati saja pestanya." ucap Xiao Ziya yang mengundang pengunjung lain untuk bergabung dan ikut makan bersama dengannya dan juga para pasukan iblis miliknya. Pemilik restoran tak mau melewatkan menyia nyiakan kesempatan ini mereka bergabung dalam pesta ulang tahun Xiao Ziya.
Semua makanan yanh dipesan, anggur putih, dan buah buahan yang dikeluarkan oleh gadis disantap oleh semua orang yang sedang ada di pesta. Xiao Ziya mengambil beberapa iris daging asap, semangkuk pangsit ayam, segelas besar bir putih, dan berbagai buah buahan yang disajkkan. Kemudian Xiao Ziya menaruh semua makanan itu di sebuah nampan yang cukup besar, gadis itu berjalan keluar restoran untuk bertemu dengan penjaga restoran yang sempat mengusirnya tadi.
"Paman ini makanlah, saya tau anda harus menjaga restoran ini jadi saya membawakannya untuk anda." ucap Xiao Ziya yang meletakkan nampan besar itu disebuah meja yang ada di samping penjaga, kemudian Xiao Ziya kembali masuk kedalam untuk menikmati pesta ulang tahunnya dengan yang lain.
"Apa yang telah saya perbuat pada nona muda yang sangat baik itu." ucap sang penjaga restoran, ia menatap nampan yang dibawa oleh Xiao Ziya. Pria itu mengambil makanan yang ada si nampan kemdian memakannya dengan lahap.
"Jika kami boleh tau dari mana nona muda berasal?." ucap salah seorang kultivator yang ikut bergabung dalam pesta ulang tahun Xiao Ziya.
"Saya berasal dari dunia bawah dan baru saja sampai beberapa hari yang lalu." jawab Xiao Ziya dengan jujur kemudian memasukkan sepotong daging ayam panggang ke dalam mulutnya.
"Dengan siapa nona akan tinggal selama ada di dunia atas?." tanya pengunjung yang lain, mereka ingin tau identitas Xiao Ziya karna gadis itu begitu menakjubkan.
"Setelah urusan saya di Kerajaan Zu Long selesai, saya akan tinggal bersama ayah angkat saya." jawab Xiao Ziya yang masih fokus memilih makanan yang ingin ia makan.
"Siapa ayah angkat anda?." tanya Anling yang ternyata juga ingin tau banyak hal tentang Xiao Ziya.
__ADS_1
"Raja Zeuz." jawab gadis itu dengan santai namun bisa membuat semua orang terdiam dalam beberapa saat karna keterkejutan mereka.
Hai hai semua maaf telat ya, hari ini update satu dulu ya guys karna dari pagi sibuk banget. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen, rate, share, tips juga ya.