RATU IBLIS

RATU IBLIS
Rombongan Alam Dewa Dewi


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat hingga pagi pun datang suasana di Istana Kerajaan Bulan cukup ramai dari biasanya, penduduk di buat sedikit bingung dengan penjagaan yang diperketat oleh para prajurit. Pasar yang biasanya hanya dijaga oleh beberapa prajurit saja kini ada puluhan prajurit yang menyebar di beberapa titik, di setiap desa terdapat penjagaan yang dipimpin langsung oleh para jenderal tingkat menengah sedangkan untuk wilayah perbatasan disediakan empat ribu prajurit yang membuat perkemahan di sana dipimpin oleh empat jenderal tingkat tinggi. Semua itu dilakukan untuk menjaga wilayah Kerajaan Bulan hingga pemimpin mereka pulih dan melewati masa kritisnya, para prajurit Kerajaan Bulan tak ingin ada seorang penyusup yang berani masuk ke dalam wilayah kekuasaan Xiao Ziya.


Di sisi lain saat ini Yie Gu dan Yie Weinje tengah memantau di hutan dekat gerbang masuk wilayah Kerajaan Bulan, mereka menatap bingung ke arah ribuan prajurit yang sedang berjaga di wilayah perbatasan. Jika keadaannya seperti ini mungkin Yie Gu dan Yie Weinje tak akan bisa menyusup meski mereka pergi ke bagian samping dinding pembatas.


"Sepertinya telah terjadi sesuatu yang besar hingga penjagaan diperketat seperti ini, bagaimana cara kita untuk masuk ke dalam sana?." tanya Yie Weinje yang berusaha mencari celah namun tak menemukannya. Jika mereka bisa terbang mungkin masih ada sebuah kesempatan untuk menyusup masuk ke dalam namun terbang hanya bisa dilakukan oleh kultivator tingkat tinggi.


"Sialan, kita tak akan mendapat informasi apapun mengenai Penguasa Agung jika seperti ini." gerutu Yie Gu dengan kesal, jika ia ingin menerobos masuk ke dalam ada beberapa jenderal tingkat tinggi yang menjadi penghalangnya.


"Haruskah kita meminta bantuan pada pemimpin Klan Yie?." tanya Yie Weinje yang tak dapat memikirkan cara apapun.


"Mereka tak akan mau membantu kita apalagi masalah ini menyangkut Penguasa Agung." jawab Yie Gu dengan tatapan tajam.


"Mari kembali terlebih dahulu dan menyusun rencana lain untuk menerobos penjagaan seketat itu." ucap Yie Weinje yang tak ingin berlama lama berada di hutan perbatasan, beberapa hari terakhir ini ia jangan beristirahat hingga tubuhnya terasa lelah. Yie Weinje ingin kembali ke Kastil Klan Yie dan tidur untuk beberapa jam kedepan.


"Jika kau ingin kembali maka pergilah, aku akan tetap disini untuk menunggu sebuah kesempatan untuk bisa masuk ke dalam." ucap Yie Gu yang tak memiliki niatan untuk pergi dari tempatnya saat ini.


Setelah mendengar jawaban dari sang suami Yie Weinje langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, wanita tua itu sudah memprediksi tak akan ada celah ataupun kesempatan untuk masuk ke dalam Wilayah Kerajaan Bulan. Di sisi lain tepatnya Alam Dewa Dewi, terjadi sebuah kejadian yang sangat aneh pagi yang seharusnya disambut oleh sinar matahari yang cerah namun hari ini cuaca di alam tersebut sedang mendung. Beberapa puluh tahun belakangan ini tak pernah terjadi hujan ataupun mendung di sana, jika sampai awan hitam menutupi langit berarti ada hal buruk yang terjadi pada Dewa ataupun Dewi tertinggi yang ada di sana.


"Sejak kemarin malam awan gelap terus menutupi langit tanpa bergeser sedikitpun, apa yang sedang terjadi pada gadis itu?." tanya Dewa Hiloz pada dirinya sendiri, ia merasa khawatir dengan kondisi Xiao Ziya. Mungkinkah gadis itu jatuh sakit atau ia sedang terluka parah?.


Beberapa Dewa dan Dewi lain sedang menatap langit di halaman rumah mereka masing masing, lebih baik jika mereka pergi untuk memastikan bagaimana kondisi Dewi Agung saat ini. Saat semua Dewa dan Dewi terlarut dalam fikiran mereka masing masing, terdengar suara dentingan lonceng yang cukup kencang kemudian ada sebuah badai yang melintas di wilayah Alam Dewa Dewi. Para Dewa dan Dewi berkumpul secepat mungkin di sebuah titik yang berada di tengah tengah wilayah mereka.


"Lindungi semua penduduk, jangan biarkan ada yang terluka." ucap Dewa Agni yang langsung membantu dewa lain untuk membuat formasi sihir pelindung di sekitar wilayah Alam Dewa Dewi.


"Mengapa tiba tiba ada badai sebesar ini, apa yang sedang terjadi pada Nona Muda Xiao Ziya?." tanya Dewi Yunjin dengan raut wajah sedikit pucat.


"Kami juga tak mengetahui apapun, setelah badai ini berlalu lebih baik sebagai dari kita pergi ke Kerajaan Bulan untuk melihat kondisi Sang Dewi Agung." saran Dewa Bixu.


Di sisi lain saat ini tubuh Xiao Ziya yang berada di ruang kesehatan mengalami lonjakan energi secara besar besaran, Lee Brian yang saat itu masih berada di sisi Xiao Ziya berusaha membantu gadis itu untuk menetralkan energi di dalam tubuhnya. Tiba tiba saja tubuh Lee Brian terpental kebelakang kemudian keluar setangkai mawar berwarna biru yang langsung melesat pergi dari tubuh Xiao Ziya, setelah mawar biru itu tak terlihat lagi tubuh Xiao Ziya kembali normal seperti semula.


"Apa itu? mengapa aku tak dapat menahan kekuatannya." ucap Lee Brian dengan tatapan bingung, sebelumnya ia tak pernah mengalami kejadian seperti ini semua masalah pasti ia selesaikan dengan sangat sempurna.


Lee Brian berjalan mendekat ke tubuh Xiao Ziya kemudian ia melihat bagaimana kondisi gadis itu sekarang, saat ini tubuh Xiao Ziya sangat panas padahal beberapa saat sebelum aura dingin menyelimuti seluruh tubuh gadis itu. Lee Brian menatap heran ke arah keponakannya, apa yang bisa ia lakukan untuk membantu Xiao Ziya? ia takut Xiao Ziya tak dapat bertahan lebih lama dan nyawanya melayang begitu saja.

__ADS_1


"Paman pergi dulu, ingatlah untuk tetap hidup karna semua orang menyayangi mu." ucap Lee Brian dengan senyuman tampan kemudian pria itu menghilang dari ruang kesehatan Istana Kerajaan Bulan.


Saat ini para Dewa dan Dewi masih berusaha keras untuk menahan badai yang ingin masuk ke wilayah mereka, badai itu sangat kuat hingga memaksa semua Dewa dan Dewi untuk turun tangan. Tiba tiba saja di langit Alam Dewa Dewi muncul sebuah mawar biru yang awalnya berukuran kecil lama lama menjadi besar dan memancarkan aurat yang sangat kuat. Mawar biru yang memancarkan energi dingin yang sangat dingin itu berhasil menghancurkan badai yang tak bisa ditangani oleh para Dewa dan Dewi.


"Bukankah itu mawar biru milik Nona Xiao Ziya?." ucap Ziloz dengan tatapan bingung, mengapa bunga mawar itu bisa datang sendiri tanpa pemiliknya.


"Sepertinya sesuatu benar benar terjadi pada gadis itu." ucap Dewa Yengmu dengan sorot mata tajam.


Mawar biru milik Xiao Ziya mengecil pada ukuran semula kemudian melesat pergi dari langit Alam Dewa Dewi dan masuk kembali ke dalam tubuh Xiao Ziya. Kini tubuh Ziya kembali menjadi dingin seperti sebelumnya, tak ada yang mengerti mengapa hal semacam ini bisa terjadi pada Xiao Ziya.


"Mari kita pergi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi." ucap Ziloz yang tak bisa berdiam diri di sana, ia sangat khawatir dengan kondisi adik angkatnya itu.


"Baiklah mari kita pergi putra ku." ucap Dewa Hiloz yang langsung memegang tangan Ziloz kemudian mereka berdua menghilang begitu saja.


"Mengapa mereka berdua pergi tanpa menunggu kita terlebih dahulu." ucap Meizu dengan tatapan kesal, bagaimana bisa keduanya pergi tanpa menunggu yang lain. Meizu adalah puti dari Dewa Agni yang sempat berselisih paham saat pertama kali bertemu dengan Xiao Ziya namun saat ini hubungan mereka sudah lebih baik.


"Mari kita pergi putriku." ucap Dewa Agni yang mengajak Meizu untuk pergi ke Dunia Manusia Abadi. Keduanya menghilang begitu saja.


"Mengapa tiba tiba kita melakukan kunjungan sepeti ini ayah?." tanya Putri Beiling Zu dengan penuh tanda tanya, biasanya sang ayah tak akan setuju jika ia meminta izin untuk pergi ke Kerajaan Bulan.


"Entahlah ayah hanya menuruti keinginan ibumu saja, semalam tiba tiba ibumu datang ke ruang kerja ayah dalam kondisi menangis dan ia terus menyebut nama Xiao Ziya. Ayah juga merasa khawatir jika sesuatu terjadi pada adik tiri mu itu." jawan Raja Yongling Zu dengan jujur pada putrinya.


"Ibu sudah mengingat adik Ziya?." tanya Pangeran Jongsu Zu yang sedang memasukkan beberapa barang yang ia bawa untuk adik tirinya ke dalam kereta kuda.


"Ayah rasa begitu." jawab Yang Mulia Raja Yongling Zu dengan senyuman lebar, ia berharap semuanya baik baik saja.


Semua orang masuk ke dalam kereta kuda mereka masing masing, Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu berada di kereta kuda yang sama sedangkan Putri Beiling Zu dan Pangeran Jongsu Zu menaiki kereta kuda masing masing. Setelah semuanya siap ketiga kereta kuda itu berangkat menuju Istana Kerajaan Bulan, beberapa penduduk Kerajaan Bintang Timur menitipkan pesan serta oleh oleh yang mereka letakkan di bagian belakang kereta kuda rombongan Keluarga Kerajaan Bintang Timur saat sedang berjalan.


"Mengapa penduduk Kerajaan Bintang Timur lebih mencintai gadis asing itu." ucap Putri Ming Zu dengan tatapan kesal. Ia masih ingat dengan jelas saat pemakaman untuk kakak laki lakinya dilakukan tak ada seorangpun penduduk Kerajaan Bintang Timur yang datang untuk berbelasungkawa.


"Karna dari segi manapun gadis itu lebih baik dari mu ataupun saudara laki laki mu yang telah tiada itu." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan dingin pada adik tirinya.


"Ya dari segi manapun mereka memang tak layak untuk menjadi perbandingan." sambung Pangeran Honzi Zu dengan senyuman puas.

__ADS_1


"Kalian sudah keterlaluan, kakak saya telah tiada dan kalian berdua tetap mengolok oloknya seperti ini." balas Putri Ming Zu dengan sorot mata tajam kemudian ia pergi meninggalkan halaman depan Istana Kerajaan Bintang Timur dan masuk ke istana putri.


Saat ini Dewa Hiloz dan putranya telah sampai di gerbang perbatasan Kerajaan Bulan, sebenarnya mereka bisa saja mendarat di sebuah desa yang berada di dalam wilayah Kerajaan Bulan namun itu terlihat tidak sopan. Setelah beberapa saat Dewa Agni dan putrinya datang lalu beberapa saat setelah Dewa Yengmu dan Dewi Yunjin menyusul mereka berempat. Para prajurit penjaga gerbang perbatasan menatap bingung ke arah orang orang yang sedang berkumpul di depan gerbang perbatasan, apa yang ingin mereka lakukan?.


"Maaf sebelumnya jika kalian berniat untuk masuk ke dalam silahkan tunjukkan tanda pengenal terlebih dahulu." ucap salah seorang jenderal tingkat tinggi yang datang untuk melihat maksud dan tujuan dari orang orang asing itu.


"Jika kami boleh tau mengapa penjagaan di Kerajaan Bulan diperketat seperti ini? apakah ada sesuatu yang terjadi sebelumnya?." tanya Dewa Agni dengan rasa penasaran tinggi.


"Kami tak bisa memberitahukan apapun pada pihak luar, jika kalian ingin mengetahui sesuatu maka tunjukkan terlebih dahulu token identitas yang kalian miliki." jawab sang jenderal dengan raut wajah tenang, ia melakukan semua ini untuk memastikan informasi mengenai pemimpin mereka tak bocor ke pihak luar apalagi pihak musuh.


Dewa Agni dan Dewa Hiloz menunjukkan token identitas mereka yang berwarna emas karna memang terbuat dari emas. Jenderal tingkat tinggi itu membelalakkan matanya dan menunjukkan ekspresi terkejut, ternyata orang orang itu berasal dari Alam Dewa Dewi bahkan mereka semua adalah seorang Dewa dan seorang Dewi.


"Maaf karna telah lancang pada Dewa Hiloz dan Dewa Agni, kami melakukan semua ini untuk menjaga wilayah Kerajaan Bulan saat konsisi pemimpin kami sedang tidak baik baik saja." ucap jenderal tingkat tinggi itu dengan membungkukkan badannya dihadapan para Dewa.


"Apakah sesuatu baru saja terjadi di sini?." tanya Dewa Hiloz dengan tatapan serius.


"Kemarin Nona Besar Xiao Ziya bertarung melawan sosok yang disebut dengan Penguasa Agung, pertarungan yang terjadi diantara keduanya berjalan sangat sengit. Nona Besar Xiao Ziya berusaha melakukan apapun untuk mengalahkan sang Penguasa Agung, pertarungan itu di menangkan oleh Nona Besar Xiao Ziya namun saat ini ia sedang dalam kondisi kritis." jelas jenderal itu dengan mata berkaca kaca, apa yang telah nona besarnya lakukan untuk mereka semua tak akan bisa mereka balas dengan apapun.


Mendengar bahwa saat ini Xiao Ziya sedang dalam kondisi kritis, para Dewa dan Dewi Yunjin tak bisa membayangkan seberapa kuat sosok Penguasa Agung itu. Mereka semua bergegas masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan kemudian melesat menuju Istana Kerajaan Bulan untuk memastikan kondisi Dewi Agung saat ini, jika memang diperlukan mereka akan melakukan apapun untuk membantu kesembuhan sang Dewi Agung.


"Jadi Penguasa Agung telah kalah, bagaimana bisa semuanya menjadi seperti ini." ucap Yie Gu dengan tatapan tajam. Setelah mendapatkan informasi mengenai Penguasa Agung pria tua itu bergegas kembali ke Kastil Klan Yie.


Beberapa saat setelahnya para Dewa dan juga Dewi Yunjin telah sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Bulan, beberapa prajurit penjaga gerbang langsung membukakan jalan untuk mereka karna susah mendapatkan kabar dari salah seorang penyihir hitam bahwa rombongan dari Alam Dewa Dewi datang untuk mengunjungi Xiao Ziya.


"Selamat datang, maaf karna suasana di dalam istana sedikit suram." ucap Ratu Min Xunzi yang menyambut kedatangan para rombongan dari Alam Dewa Dewi itu.


"Kami datang kesini setelah beberapa hal aneh terjadi di Alam Dewa Dewi, ternyata Nona Xiao Ziya sedang dalam kondisi kritis." ucap Dewi Yunjin dengan tatapan tak percaya, selama ini Xiao Ziya bisa mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah tanpa luka sedikitpun namun kali ini ia sampai kritis.


"Apakah kami boleh melihat bagaimana kondisi Nona Xiao Ziya saat ini?." tanya Ziloz yang sudah tak bisa menahan rasa khawatirnya lagi, ia ingin tau separah apa kondisi Xiao Ziya saat ini dan apakah ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk adiknya itu.


"Mari ikut dengan saya menuju ruang kesehatan." jawab Ratu Min Xunzi yang langsung memimpin jalan menuju ruang kesehatan yang ditempati oleh Xiao Ziya.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2