
Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi pergi ke gerbang perbatasan untuk menghentikan Yie Gu dan Yie Weinje yang bersikeras untuk masuk ke dalam wilayah Kerajaan Bulan kemudian mereka akan membawa paksa Yie Munha. Tentu Ratu Min Xunzi tak akan membiarkan hal itu terjadi, kejadian yang merenggut ibu dan banyak kerabatnya dari Klan Yie tak boleh terulang kembali apalagi masalah kali ini bersangkutan dengan Xiao Ziya. Gadis itu pasti merasa pusing karna harus menyelesaikan banyak masalah dalam satu waktu.
Setelah beberapa saat akhirnya Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi sampai di gerbang perbatasan, keduanya melihat ke arah para penyihir hitam yang berusaha memperkuat dinding pelindung, sedangkan di sisi lain Yie Gu dan Yie Weinje sibuk menyerang dinding pelindung agar mereka bisa masuk kedalam.
"Ubah formasi, perisai sihir naga hitam." ucap Raja Min Lunxi yang memberi perintah pada para penyihir kegelapan untuk merubah formasi serta pola sihir mereka. Dinding sihir biasa tak akan bertahan lama menerima serangan demi serangan dari kedua orang tua bau tanah itu.
Para penyihir hitam mulai membentuk formasi perisai naga hitam kemudian mereka melakukan beberapa gerakan seperti sedang mengayunkan pedang meski dengan tangan kosong, tiba tiba saja muncul bayangan naga dengan ukuran yang sangat besar berdiri tegak di bagian luar perbatasan Kerajaan Bulan. Bayangan naga hitam itu mengaum dengan sangat kencang hingga membuat Yie Gu serta Yie Weinje terpental beberapa meter kebelakang, keduanya memuntahkan darah dengan jumlah yang cukup banyak.
"Sialan kalian berdua." ucap Yie Gu yang sedang mengumpat pada Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi. Padahal sebentar lagi mereka akan berhasil menembus dinding pelindung itu namun semuanya menjadi berantakan.
"Kami tak akan membiarkan kalian masuk dengan mudah kedalam Istana Kerajaan Bulan untuk mengambil Yie Munha, bagaimanapun saat ini gadis itu berada di bawah perlindungan Xiao Ziya. Artinya saya akan melindunginya saat Xiao Ziya sedang tak ada di sini." ucap Ratu Min Xunzi dengan tatapan tajam.
Yie Gu dan Yie Weinje bangkit, keduanya tengah menatap bayangan naga hitam yang sedang menghadang mereka. Apa yang harus mereka lakukan untuk mengalahkan bayangan naga itu.
"Sebaiknya kalian menyerahkan Yie Munha secara baik baik, gadis itu akan kami nikahkan dengan Penguasa Agung." ucap Yie Weinje dengan raut wajah kesal, rencananya tak boleh gagal hanya karna dihalangi oleh para penyihir jelek itu.
"Kami tak akan memberikan Yie Munha padamu!." bentak Ratu Min Xunzi dengan suara lantang.
Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang bertarung dengan para elf, mereka mendapatkan perintah dari rajanya untuk menangkap Xiao Ziya entah secara hidup hidup ataupun sudah tak bernyawa lagi. Sangat disayangkan para elf itu tak bisa menyentuh Xiao Ziya karena perbedaan kekuatan diantara mereka yang sangat jauh, akhirnya Xiao Ziya menumbangkan ratusan bangsa elf yang ingin menangkapnya.
"Sudah saya katakan saya tak ingin membuat masalah dengan kalian semua, apa salahnya jika saya melintas di Padang gandum ini." ucap Xiao Ziya dengan suara yang sangat keras karna gadis itu begitu kesal dengan tingkah para elf yang keras kepala.
Dari kejauhan Xiao Ziya melihat sebuah bola api ukuran raksasa sedang melesat ke arahnya, dengan segera gadis itu membuat bola api menggunakan api hitamnya meski dalam ukuran yang lebih kecil. Xiao Ziya melemparkan bole api hitamnya itu ke arah bola api merah yang mengarah padanya, akhirnya kedua bole api tersebut bertemu di satu titik dan saling beradu kekuatan satu sama lain. Bola api merah yang tadinya ingin mengenai Xiao Ziya kini telah lenyap, yang tersisa tinggallah bola api hitam milik gadis itu yang terus melesat maju.
Seorang elf yang mengerang Xiao Ziya menggunakan bola api tadi berusaha berlari sejauh mungkin, ia tak menyangka gadis manusia yang ia lawan saat ini memiliki elemen api langka di dalam tubuhnya. Api hitam adalah sebuah elemen api yang sangat sulit untuk ditaklukkan, mereka akan memilih tuan mereka sendiri.
"Sialan mengapa jadi aku yang dikejar kejar oleh bola api ini." ucap Canlin sang elf dengan sihir elemen api terkuat yang ada di wilayah itu. Ia masih berusaha berlari secepat mungkin agar terhindar dari bahaya.
Sayangnya bola api hitam milik Xiao Ziya tak kunjung memudar, bola api itu melesat dengan sangat cepat kemudian membentur punggung belakang Canlin hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat keras. Raja Zuenz atau lebih dikenal dengan Raja Elf yang sedari tadi mencaci dan meremehkan Xiao Ziya kini diam membisu. Apa yang harus ia lakukan jika elf dengan sihir terkuat yang ada di wilayahnya tak mampu melawan gadis itu.
"Jangan membuat saya marah dan meluluh lantahkan padang gandum ini." ucap Xiao Ziya dengan nada serius, ia tak main main dengan perkataannya kali ini, gadis itu sudah sangat muak dengan tingkah para elf yang sangat menyebalkan.
__ADS_1
"Jika Anda ingin melintas di wilayah kami maka sebaiknya Anda segera melintas dan pergi." ucap Raka Elf dengan tatapan tak suka, ia tak bisa menerima jika ada seorang manusia yang lebih kuat darinya.
"Anda tak memiliki hak mengatur kapan dan kemana saya harus pergi." jawab Xiao Ziya dengan santai, sedari awal padang gandum itu bukanlah milik para elf dan mereka hanya mengungsi saja di wilayah Lapisan Dunia Manusia Abadi.
"Jangan membuat saya semakin kesulitan, lebih baik Anda menurut saja nona." ucap Raja Elf yang mengeluarkan sebuah tongkat sihir dari balik jubah yang ia gunakan. Sepertinya Raja Elf itu ingin menyerang Xiao Ziya menggunakan sihir agar gadis itu segera pergi.
"Menyatulah!!" triak Raja Elf kemudian seluruh gandum yang ada di ladang itu terbang membentuk sebuah monster gandum raksasa yang terlihat lucu di mata Xiao Ziya.
"Ternyata Anda bisa membuat Monster gandum yang menggemaskan seperti itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman lebar yang menghiasai wajah cantiknya. Gadis itu belum pernah bertemu dengan monster yang terbuat dari bahan makanan pokok seperti gandum.
"Berhentilah tertawa karna ini hari terakhir Anda berada di dunia." ucap Raja Elf itu yang meminta monster gandum raksasa untuk menyerang Xiao Ziya.
Monster gandum raksasa itu melangkahkan kakinya dan hendak menginjak tubuh Xiao Ziya, untung saja gadis itu dapat menahan kaki monster gandum hanya dengan satu jari telunjuknya saja.
"Hey berhentilah bermain main dengan saya." ucap Xiao Ziya yang mulai merasa bosan, gadis itu melemparkan monster gandum raksasa dengan mudah hingga terpental sangat jauh.
Raja Elf mengigit jarinya karna ia merasa sangat bingung, cara apa lagi yang harus ia lakukan untuk mengalahkan gadis manusia itu. Akhirnya Raja Elf membuat golem raksasa dengan kekuatan lima kali lipat dari monster gandum yang baru saja dikalahkan oleh Xiao Ziya. Golem raksasa itu mengepalkan tangannya dengan erat kemudian memukulkan tangannya itu ke tanah hingga menimbulkan guncangan yang cukup kuat, Xiao Ziya berlari ke arah golem raksasa itu kemudian naik ke atas bahu sang golem.
"Apakah benda ini sangat keras?." tanya Xiao Ziya sembari melihat ke arah Raja Elf yang masih menatap tajam kearahnya.
"Benarkah? kalau begitu saya akan mencobanya." jawab Xiao Ziya. Gadis itu mengepalkan tangannya dengan erat kemudian mengalirkan sedikit energi qi yang ia miliki ke telapak tangannya itu. Xiao Ziya memukul bahu golem teresebut hingga hancur menjadi debu debu kecil, setelah berhasil menghancurkan sang golem Xiao Ziya langsung berjalan mendekati Raja Elf kemudian tersenyum miring.
"Wah inikah yang Anda maksud dengan kuat?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman yang terlihat begitu menyebalkan.
"Argh dari mana datangnya gadis ini." ucap Raja Elf yang sudah sangat frustasi karna tak dapat mengalahkan Xiao Ziya, ia juga mengalami kerugian besar karna ladang gandum yang sudah siap untuk dipanen kini telah hancur.
"Apa Anda tuli? saya sudah mengatakannya berkali kali. Saya datang hanya untuk melintas bukan mengambil gandum milik kalian. Salahkan saja diri kalian sendiri karna terlalu serakah dan egois." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi kesal, gadis itu hanya ingin segera sampai ke Desa Elnz dan bertemu dengan sisa jiwa sang nenek.
Dari jarak pandang seratus meter Xiao Ziya melihat sebuah istana dengan ukuran yang sangat besar, gadis itu menunjukkan ekspresi bingung karna ia ingat dengan jelas saat pertama kali datang ke ladang gandum itu tak ada apapun selain hamparan gandum yang siap dipanen saja, lalu darimana datangnya istana itu?.
"Apakah itu istana milik para Elf?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri, gadis itu melesat ke arah istana itu dengan rasa penasaran tinggi. Raja Elf dan beberapa elf yang lain berusaha untuk mengejar Xiao Ziya, jangan sampai gadis manusia itu menginjakkan kaki di dalam istana mereka yang suci.
__ADS_1
"Berhentilah gadis sialan, bukankah kau hanya ingin melintas saja." triak beberapa elf dengan suara yang cukup kencang dan terdengar oleh Xiao Ziya akan tetapi gadis itu tak ingin mendengar perkataan mereka semua.
Setelah melesat beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di depan gerbang masuk istana Kerajaan Elf, gadis itu tak perlu persetujuan dari para elf yang sedang menjaga gerbang masuk karna ia langsung melompat kedalam. Melihat tingkah berani dari Xiao Ziya membuat para elf itu semakin kelabakan, bagaimana jika Lunx atau biasa disebut dengan leluhur para elf sampai merasakan kehadiran sosok manusia di dalam istana kerajaan. Saat para elf sedang berusaha berlari secepat mungkin agar segera sampai di istana, Xiao Ziya dengan asyik berjalan jalam menyusuri istana itu tanpa ada perasaan bersalah meski ia masuk dengan cara menyusup.
Istana para elf sangat kental dengan aura sihir berbagai elemen, gadis itu juga merasakan kehadiran sosok yang sangat kuat di dalam istana itu. Karna merasa penasaran dengan asal usul aura kuat itu akhirnya Xiao Ziya mencari dan berusaha untuk menemukannya. Di sisi lain saat ini terdapat peti mati di dalam sebuah ruangan tertutup, tak ada cahaya yang menyinari ruangan itu kecuali beberapa lilin yang sengaja dinyalakan oleh para elf. Di dalam peti mati itu terdapat sebuah jasad laki laki tua dengan raut wajah pucat, laki laki tua itu bernama Lunx leluhur dari bangsa Elf yang sudah tertidur selama lima ratus tahun. Lunx akan bangkit ketika ia menjalin kontrak baru dengan sosok yang ia sukai dan lebih kuat darinya, untuk saat ini belum ada satu sosok pun yang cocok dengan kriteria yang diinginkan oleh leluhur bangsa elf itu.
"Sepertinya aura itu berasal dari ruangan ini." ucap Xiao Ziya yang sudah sampai di depan pintu ruangan tempat jasad leluhur bangsa elf disimpan. Gadis itu membuka pintu ruangan tersebut menggunakan kekuatan yang ia milik, setelah berhasil membukanya Xiao Ziya langsung masuk ke dalam.
Mata Xiao Ziya berubah warna menjadi biru cerah untuk menyesuaikan cahaya yang ada di ruangan itu, Xiao Ziya melihat kesekeliling kemudian ia tertarik pada peti mati yang terletak ditengah tengah ruangan, tanpa rasa takut gadis itu langsung mendekat dan melihat apa yang ada di dalam sana.
"Siapa pria tua yang sedang terbaring lemah ini? apakah ia sedang sakit?." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi bingung, Xiao Ziya tau pria tua yang merupakan bangsa elf itu masih hidup karna masih tersisa aura kehidupan di dalam tubuhnya.
Xiao Ziya ingin menyentuh jasad leluhur elf itu untuk mematikan apakah ia masih hidup ataukah sudah mati, sebelum tangannya sempat menyentuh jasad tersebut tiba tiba ada sebuah panah yang melesat dan menggores tangan Xiao Ziya hingga mengeluarkan darah.
"Jauhkan tanganmu itu dari leluhur kami." ucap para elf yang terlihat sagat marah pada Xiao Ziya.
"Ah jadi pria tua ini adalah leluhur kalian? maaf karna saya tak mengetahui hal itu dan hampir saya menyentuhnya." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf pada para elf yang sedang marah padanya.
"Lebih baik Anda segera pergi meninggalkan istana kami." ucap Raja Elf dengan tegas, kedatangan gadis itu menimbulkan banyak masalah bagi mereka.
Tanpa ada yang menyadari darah seger yang mengalir dari tangan Xiao Ziya menetes dan masuk ke dalam mulut leluhur bangsa elf itu, perlahan lahan tubuh leluhur bangsa elf merespon kontrak yang baru saja dilakukan antara dirinya dengan Xiao Ziya melalui beberapa tetes darah itu. Saat Xiao Ziya ingin melangkah pergi tiba tiba ada sebuah tangan dingin yang mencekal pergelangan tangannya, karna terkejut Xiao Ziya langsung menoleh kebelakang untuk melihat tangan siapa yang sedang menahannya itu.
"Anda bangun Tuan? maaf karna saya telah lancang menganggu waktu tidur Anda." ucap Xiao Ziya pada Lunx yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya, leluhur bangsa elf itu turun dari peti mati yang ia tempati selama ini kemudian membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya.
"Sembah hormat saya pada Nona Muda." ucap Lunx yang memberikan salam pada Xiao Ziya. Raja Elf dan beberapa elf yang lain terkejut saat melihat kejadian itu, leluhur mereka yang sudah tertidur selama lima ratus tahun tiba tiba bangun karna kedatangan seorang gadis manusia?.
"Maaf mengapa Anda memperlakukan saya seperti itu? bukankah ada Leluhur dari Bangsa Elf? seharusnya Anda mengangkat kepala sejajar dengan saya." ucap Xiao Ziya yang merasa sedikit canggung sekaligus bingung.
"Mulai sekarang pria tua ini akan menjadi pelayan setia Anda, saya akan melindungi Anda dari siapapun yang ingin menyakiti Anda termasuk bangsa saya sendiri." ucap Lunx kemudian memberikan tatapan dingin pada Raja Elf hingga sang raja gemetaran dan langsung ambruk ke lantai istana.
__ADS_1
"Maafkan saya karna telah lancang pada gadis yang kini menjadi Nona Muda Anda." ucap Raja Elf yang merasa sangat takut, hingga saat ini belum ada seorang elf yang mampu menandingi kekuatan dari Lunx, karna itulah ia sangat dihormati meski jiwanya sudah tak penuh lagi.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.