
Orang orang dari Kerajaan Xingmen semakin cemas karna Xiao Ziya berhasil pulang dengan selamat, sedangkan jenderal mereka tak kunjung kembali. Mungkinkah gadis itu telah membunuh Jenderal Ningxu.
"Apakah gadis itu telah menghabisi Jenderal Ningxu." ucap Pangeran Xi Yizu yang curiga pada Xiao Ziya.
Walau gadis itu tak memiliki aura kualivitasi namun keberadaanya di istana kekaisaran menunjukan status yang tinggi. Bisa saja gadis itu menyewa seorang pengawal rahasia yang memiliki kualivitasi yang tinggi untuk melindunginya.
"Gadis itu hanya terlihat seperti gadis biasa saja." ucap Putri Xi Anhi yang memang tak bisa merasakan aura apapun di tubuh Xiao Ziya.
Seandainya mereka tau bahwa Xiao Ziya sedang menekan auranya dan menutupi tingkatan kualivitasinya mungkin orang orang dari Kerajaan Xingmen akan berfikir ratusan kali sebelum berfikir untuk membunuh Xiao Ziya.
"Sebaiknya kita kembali ke kamar masing masing jangan sampai ada yang curiga." ucap Selir Xi Jinhu pada anak anaknya untuk segera membubarkan diri mereka.
Sedangkan saat ini teman teman Xiao Ziya yang sedang berada di akademi berencana untuk menyusul Xiao Ziya ke istana kekaisaran. Namun sayang sekali kepala akademi hanya mengijinkan empat orang saja yang pergi. Sehingga hanya Xiao Yuna, Xiao Xinzo, Xiao Feng, dan juga Muyen yang pergi menuju istana.
"Apakah kau sudah membaca surat yang diberikan adik Ziya?." tanya Xiao Feng pada saudaranya yang lain. Karna sore hari tadi mereka semua mendapat surat dari Xiao Ziya.
"Aku sudah membacanya, orang orang Xingmen itu benar benar harus diberi pelajaran." ucap Xiao Yuna dengan nada yang berapi api.
"Mungkin hanya kemalangan yang akan mereka dapatkan." ucap Muyen yang sudah lumayan mengenal sifat Xiao Ziya yang tak akan melepaskan musuhnya begitu saja.
"Nasib buruk untuk mereka." ucap Xiao Xinzo yang menyetujui ucapan dari Muyen.
Mereka terus berjalan menuju ke istana kekaisaran walau hari sudah sangat larut. Mungkin saat sampai di istana kekaisaran nanti hari sudah pagi.
Jika penghuni istana kekaisaran yang lain sudah terlelap dalam tidurnya Xiao Ziya masih terjaga sembari memeluk tubuh Zier yang lembut. Gadis itu tak akan bisa tidur dengan nyenyak ketika tinggal seatap dengan orang orang yang sedang mengincar nyawanya.
"Bukankah sebelumnya Kekaisaran Qiyu dan Kerajaan Xingmen memiliki hubungan baik, mengapa tiba tiba semua ini terjadi. Sepertinya ada sesuatu yang tak beres." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin tau apa alasan mereka melakukan hal tersebut.
Jika mereka ingin merebut kekuasaan kakak laki lakinya ataupun merencanakan pernikahan politik seharusnya yang datang adalah permausuri bukan seorang selir. Lagipula Putri Xi Anhi adalah anak Selir Xi Jinhu jika benar pernikahan ini untuk alat memperluas kekuasaan raja Xingmen seharusnya ia mengirim putri resminya. Banyak sekali keganjilan yang terjadi di sini.
"Apakah hanya aku yang menyadari hal ini?." ucap Xiao Ziya yang merasa penasaran. Bagaimana kedua kakak laki lakinya tak menyadari hal itu.
__ADS_1
Hari sudah berganti indahnya rembulan kini telah digantikan oleh matahari. Xiao Yuna, Xiao Feng, Xiao Xinzo, dan juga Muyen baru saja sampai di istana. Mereka langsung masuk kedalam istana dan mencari keberadaan Xiao Ziya.
Namun saat melewati lorong lorong istana mereka bertemu dengan Xiao Yan dan juga Pangeran Kegelapan.
"Salam hormat kami pada kaisar muda." ucap mereka secara serentak sambil membungkukkan badan.
"Salam kalian aku terima, apakah akademi sedang libur hingga kalian berempat datang kesini?." tanya kaisar yang penasaran dengan kedatangan saudara saudaranya itu.
"Kami diundang kemari oleh adik Ziya." ucap Xiao Yuna yang menjawab pertanyaan dari kaisar.
Tak lama kemudian orang yang sedang dibicarakan datang, Xiao Ziya dengan tenang berjalan sembari menggendong Zier yang masih memejamkan matanya. Sebenarnya Xiao Ziya ingin meninggalkan Zier di kamar namun harimau kesayangannya itu terbangun dan memaksa ikut.
"Hormatku pada kaisar muda." ucap Xiao Ziya yang baru saja datang.
"Mengapa kau meminta saudara saudaramu yang lain datang kesini adikku ?." tanya Xiao Yan.
Pangeran Kegelapan hanya diam dan melihat ke arah Xiao Ziya, Pangeran Kegelapan sudah tau apa yang direncanakan oleh Xiao Ziya itu terlihat sangat jelas dari gerak geriknya.
Xiao Yan begitu mudah percaya dengan perkataan orang lain, apakah ia lupa bahwa Xiao Ziya dan yang lainnya baru saja masuk ke akademi beberapa hari yang lalu, mengapa Xiao Ziya mengundang saudaranya hanya untuk berlibur, bukankah itu sangat tidak masuk akal.
Xiao Ziya mengajak ke empat saudaranya itu untuk pergi kesebuah ruangan yang telah ia siapkan.
"Pergerakan apa yang sudah mereka lakukan." ucap Xiao Feng yang langsung duduk di salah satu kursi kosong yang ada di ruangan tersebut.
"Semalan jenderal mereka menyerangku secara diam diam saat aku dan Yume ada di luar istana." ucap Xiao Ziya yang kemudian menceritakan apa yang terjadi padanya semalam.
"Lalu kau ingin kami melakukan apa." tanya Xiao Yuna yang belum mengerti tugas apa yang harus kalian lakukan.
"Jaga istana ini selagi aku pergi, aku akan kembali secepat mungkin. Ada sesuatu yang harus kupastikan. Ingat jauhkan kaisar dari Putri Xi Minju. Orang orang dari kerajaan Xingmen itu sedang merencanakan perjodohan." ucap Xiao Ziya yang sedang menjelaskan tugas apa yang harus saudara saudaranya itu lakukan.
Setelah menyusun beberapa rencana Xiao Ziya berpamitan pada teman temannya untuk pergi. Xiao Ziya juga mengajak Yume untuk ikut pergi.
__ADS_1
Saat ini Xiao Ziya dan Yume sudah berjalan cukup jauh dari istana.
"Nona sebenarnya kita akan pergi kemana." ucap Yume yang memang tak tau kemana Xiao Ziya akan membawanya.
"Kita akan pergi ke Kerajaan Xingmen, ada sesuatu yang harus kupastikan." ucap Xiao Ziya yang membuat Yume sedikit terkejut. Ia tak menyangka nonanya akan membawanya pergi ke Kerajaan Xingmen.
"Apakah nona ingin memastikan kebenaran ceritaku ?." tanya Yume dengan raut wajah sedih. Ia kira Xiao Ziya percaya padanya.
"Tidak, ada hal lain yang ingin kupastikan di sana. Zier tolong antar kami dengan cepat ya." ucap Xiao Ziya yang meminta Zier untuk membawa mereka pergi ke Kerajaan Xingmen.
Zierpun berubah dalam wujud aslinya, Xiao Ziya langsung naik ke atas punggung Zier sembari menarik tangan Yume agar gadis itu juga naik ke punggung Zier.
"Harimau kecilmu adalah best tingkat tinggi?." ucap Yume yang tak henti hentinya dibuat terkejut oleh Xiao Ziya.
"Yume perkenalkan nama harimauku adalah Zier, ia sudah ku anggap sebagai keluargaku. Dan Zier perkenalkan gadis yang ada di sampingku bernama Yume, ialah yang sudah mengungatkanku tentang orang orang kerajaan Xingmen." ucap Xiao Ziya yang sedang memperkenalkan mereka berdua.
Mungkin butuh waktu tiga jam untuk sampai di kerajaan Xingmen karna jaraknya yang lumayan jauh dari Wilayah kekaisaran Qiyu, jika berjalan kaki biasa akan memerlukan waktu satu sampai dua bulan, jika menggunakan ilmu meringankan tubuh akan menerlukan waktu satu sampai dua minggu. Namun jika dengan menunggangi Zier yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi maka hanya perlu waktu tiga jam.
"Zier aku ingin tidur sebentar, jika kau bosan mengobrollah dengan Yume." ucap Xiao Ziya yang langsung berbaring dan memejamkan matanya.
Yume merasa takjub bagaimana bisa Xiao Ziya tertidur di atas spirit best yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi, apakah gadis itu tak takut jatuh.
"Apakah nona Ziya memang seberani ini." gumang Yume secara perlahan karna tak ingin mengganggu tidur Xiao Ziya.
"Semalam Tuanku tidak tidur, wajar saja ia mengantuk." ucap Zier yang menjawab pertanyaan dari Yume.
"Jadi kau bisa berbicara? apakah aku sedang bermimpi." ucap Yume sambil menepuk nepuk pipinya sendiri.
"Iya aku memang bisa berbicara, dan hentikan tingkah bodohmu itu." ucap Zier yang tau apa yang sedang dilakukan oleh Yume.
**Hai semuanya akhirnya aku update lagi. Jadi gini sebenernya mau aja aku mau sih crzy up tapi ya aku up dua aja kadang liknya aja ga imbang loh chap atas sama bawah banyakan yang bawah pasti kalian jarang yang like atas, gimana nanti kalau aku crzy up ya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote, Komen, Rate, Share**